
Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory
Pendahuluan
Penelitian ilmiah memiliki berbagai metode, salah satunya adalah metode yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dikenal sebagai penelitian campuran (mixed methods). Dalam beberapa situasi penelitian, hanya menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif saja kurang memadai untuk menangkap kompleksitas fenomena. Oleh karena itu, desain campuran memberikan alternatif lebih komprehensif dengan mengombinasikan kekuatan kedua pendekatan tersebut. Salah satu varian penting dari mixed methods adalah desain sequential explanatory. Artikel ini bertujuan menjelaskan secara mendalam apa itu metode penelitian campuran sequential explanatory, karakteristiknya, prosedurnya, kelebihan & tantangan, serta kapan desain ini paling tepat digunakan.
Definisi Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory
Definisi secara umum
Metode penelitian campuran (mixed methods) secara umum adalah pendekatan penelitian yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh data numerik dan naratif sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
Dalam konteks desain sequential explanatory, pendekatan ini dijalankan secara berurutan: pertama menggunakan metode kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif. Tahap kualitatif berfungsi untuk memperjelas, menginterpretasikan, atau memperdalam temuan dari data kuantitatif. [Lihat sumber Disini - atlasti.com]
Definisi menurut KBBI
Istilah “penelitian campuran” dapat diartikan sebagai penelitian yang mengkombinasikan berbagai metode atau pendekatan penelitian, dalam hal ini kuantitatif dan kualitatif, untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. (Catatan: definisi KBBI spesifik untuk “mixed-method” dalam konteks metodologi penelitian tidak selalu tersedia dalam KBBI daring, sehingga interpretasi ini berdasar literatur metodologi penelitian campuran di Indonesia yang menjelaskan bahwa mixed-method adalah kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif.)
Definisi menurut Para Ahli
- Menurut John W. Creswell & J. David Creswell, mixed methods research adalah pendekatan penelitian yang menggabungkan elemen kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
- Sugiyono menyatakan bahwa metode penelitian kombinasi dapat menghasilkan data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan objektif dibanding jika hanya menggunakan satu metode saja. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
- Faisal Hakim Nasution dkk. menjelaskan bahwa penelitian kombinasi (mixed methods) mendorong pemecahan masalah yang lebih mendalam, komprehensif, dan holistik dalam penelitian sosial. [Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id]
- Dalam kajian oleh Devi Syukri Azhari dkk. (2023), dijelaskan bahwa mixed methods, termasuk desain sequential explanatory, cocok digunakan ketika peneliti perlu menilai outcome dan proses dalam penelitian, misalnya dalam penelitian evaluasi program, karena mampu menangkap aspek kuantitatif dan kualitatif secara simultan. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]
Karakteristik dan Landasan Filosofis
Metode penelitian campuran (mixed methods) secara umum memiliki sejumlah karakteristik khas: integrasi antara data kuantitatif dan kualitatif, fleksibilitas desain, dan tujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif atas fenomena penelitian. [Lihat sumber Disini - paud.fip.unesa.ac.id]
Untuk desain sequential explanatory secara spesifik, karakteristik utamanya meliputi:
- Urutan (sequence): data kuantitatif dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu, kemudian diikuti pengumpulan data kualitatif yang dirancang berdasarkan hasil kuantitatif. [Lihat sumber Disini - repository.uir.ac.id]
- Prioritas pada kuantitatif di fase awal: fase awal menggunakan metode kuantitatif untuk mendapatkan gambaran umum, tren, atau pola yang dapat diukur secara numerik. [Lihat sumber Disini - catalyst.harvard.edu]
- Penjelasan mendalam: fase kualitatif berfungsi menjelaskan, memperdalam, dan memberi konteks atas hasil kuantitatif, terutama saat ada hasil tak terduga atau butuh penjabaran lebih detail. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
- Integrasi data: hasil dari kedua fase diintegrasikan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh dan valid tentang fenomena. [Lihat sumber Disini - ejournal.anotero.org]
Filosofi yang mendasari mixed methods dan sequential explanatory umumnya bersandar pada pragmatisme, bahwa pemilihan metode disesuaikan dengan kebutuhan penelitian sehingga kombinasi metode memberi manfaat maksimal dalam memahami realitas sosial yang kompleks. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
Prosedur Pelaksanaan Sequential Explanatory
Dalam praktiknya, pelaksanaan penelitian dengan desain sequential explanatory biasanya melalui tahapan berikut:
- Menetapkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, serta merancang kerangka konseptual dan hipotesis (jika ada).
- Melaksanakan fase kuantitatif: pengumpulan data numerik melalui instrumen kuantitatif (misal: kuesioner, survei), kemudian analisis statistik untuk menjawab hipotesis atau pertanyaan kuantitatif.
- Berdasarkan hasil kuantitatif, merancang fase kualitatif: menentukan peserta (sampling purposif berdasarkan hasil kuantitatif), menyusun instrumen kualitatif (wawancara, observasi, diskusi), lalu mengumpulkan data naratif.
- Analisis data kualitatif untuk memberikan penjelasan, interpretasi, dan konteks atas temuan kuantitatif, terutama aspek yang memerlukan elaborasi mendalam.
- Mengintegrasikan hasil kuantitatif dan kualitatif dalam pelaporan akhir: menyusun narasi hasil yang menyatukan statistik dan narasi, membuat interpretasi menyeluruh atas fenomena.
- Menarik kesimpulan dan, jika relevan, rekomendasi berdasarkan data terintegrasi.
Banyak literatur metodologi menyebut urutan ini sebagai cara yang sistematis untuk memanfaatkan kekuatan kuantitatif sekaligus kedalaman kualitatif dalam satu penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
Kelebihan & Keterbatasan Sequential Explanatory
Kelebihan
- Memberi pemahaman yang lebih utuh: Kombinasi data kuantitatif dan kualitatif memungkinkan penelitian menangkap baik aspek “angka/tren” maupun aspek “konteks/arti”.
- Memperjelas temuan kompleks: Hasil kuantitatif yang ambigu atau tak terduga bisa diperdalam melalui data kualitatif untuk memberi penjelasan.
- Validitas dan reliabilitas lebih kuat: Penggunaan dua pendekatan dapat saling melengkapi dan memvalidasi temuan.
- Fleksibel untuk berbagai jenis studi, evaluasi program, pendidikan, sosial, dll, di mana pemahaman mendalam dibutuhkan.
Keterbatasan / Tantangan
- Membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar dibanding penelitian dengan satu metode saja, karena harus melakukan dua fase penelitian. [Lihat sumber Disini - jurnal.ardenjaya.com]
- Memerlukan keahlian peneliti dalam dua pendekatan (kuantitatif & kualitatif) serta kemampuan untuk mengintegrasikan data secara tepat. [Lihat sumber Disini - paud.fip.unesa.ac.id]
- Kompleksitas dalam perencanaan dan pelaksanaan: desain, instrumen, sampling, analisis, hingga pelaporan harus disesuaikan untuk dua metode sekaligus.
- Potensi bias dalam integrasi data jika tidak dilakukan dengan hati-hati, misalnya, bias dalam pemilihan peserta kualitatif berdasarkan hasil kuantitatif.
Kapan Sequential Explanatory Direkomendasikan Digunakan
Desain sequential explanatory paling cocok digunakan dalam situasi seperti:
- Ketika peneliti membutuhkan data kuantitatif untuk mendapatkan gambaran umum atau pola, namun juga ingin memperdalam pemahaman melalui data kualitatif.
- Saat hasil kuantitatif menunjukkan temuan yang kompleks, ambigu, atau tak terduga, sehingga perlu penjelasan lebih kaya melalui wawancara/narasi.
- Dalam penelitian evaluasi program, kebijakan, pendidikan, kesehatan, atau fenomena sosial di mana kombinasi data empiris dan kontekstual penting. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]
- Jika peneliti ingin memanfaatkan kelebihan kuantitatif (generalizabilitas, statistik) dan kualitatif (konteks, makna) sekaligus untuk memperoleh wawasan yang lebih komprehensif.
Contoh Implementasi dalam Penelitian Pendidikan / Sosial
Beberapa penelitian di Indonesia dan internasional telah menerapkan desain sequential explanatory. Misalnya dalam penelitian evaluasi sekolah atau supervisi pendidikan, menggunakan survei kuantitatif pertama, diikuti wawancara mendalam untuk menjelaskan hasil survei.
Demikian juga dalam penelitian evaluasi program pendidikan atau manajemen inovasi, data kuantitatif untuk mengukur outcome, lalu data kualitatif untuk memahami proses, konteks, dan pengalaman subjek.
Kesimpulan
Metode penelitian campuran dengan desain sequential explanatory menawarkan pendekatan yang kuat ketika peneliti ingin memperoleh pemahaman menyeluruh dan mendalam terhadap fenomena, menggabungkan kekuatan kuantitatif dan kekayaan kualitatif dalam satu studi. Desain ini cocok untuk penelitian sosial, pendidikan, evaluasi program, dan situasi lain di mana konteks dan data numerik sama pentingnya. Meskipun memiliki tantangan dalam hal waktu, sumber daya, dan kompleksitas, jika dirancang dan dilaksanakan dengan baik, sequential explanatory mampu menghasilkan temuan yang valid, reliabel, dan kaya makna.