Terakhir diperbarui: 28 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 November). Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/metode-penelitian-campuran-sequential-explanatory  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory - SumberAjar.com

Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory

Pendahuluan

Penelitian ilmiah memiliki berbagai metode, salah satunya adalah metode yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dikenal sebagai penelitian campuran (mixed methods). Dalam beberapa situasi penelitian, hanya menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif saja kurang memadai untuk menangkap kompleksitas fenomena. Oleh karena itu, desain campuran memberikan alternatif lebih komprehensif dengan mengombinasikan kekuatan kedua pendekatan tersebut. Salah satu varian penting dari mixed methods adalah desain sequential explanatory. Artikel ini bertujuan menjelaskan secara mendalam apa itu metode penelitian campuran sequential explanatory, karakteristiknya, prosedurnya, kelebihan & tantangan, serta kapan desain ini paling tepat digunakan.


Definisi Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory

Definisi secara umum

Metode penelitian campuran (mixed methods) secara umum adalah pendekatan penelitian yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh data numerik dan naratif sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]

Dalam konteks desain sequential explanatory, pendekatan ini dijalankan secara berurutan: pertama menggunakan metode kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif. Tahap kualitatif berfungsi untuk memperjelas, menginterpretasikan, atau memperdalam temuan dari data kuantitatif. [Lihat sumber Disini - atlasti.com]

Definisi menurut KBBI

Istilah “penelitian campuran” dapat diartikan sebagai penelitian yang mengkombinasikan berbagai metode atau pendekatan penelitian, dalam hal ini kuantitatif dan kualitatif, untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. (Catatan: definisi KBBI spesifik untuk “mixed-method” dalam konteks metodologi penelitian tidak selalu tersedia dalam KBBI daring, sehingga interpretasi ini berdasar literatur metodologi penelitian campuran di Indonesia yang menjelaskan bahwa mixed-method adalah kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif.)

Definisi menurut Para Ahli

  • Menurut John W. Creswell & J. David Creswell, mixed methods research adalah pendekatan penelitian yang menggabungkan elemen kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
  • Sugiyono menyatakan bahwa metode penelitian kombinasi dapat menghasilkan data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan objektif dibanding jika hanya menggunakan satu metode saja. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
  • Faisal Hakim Nasution dkk. menjelaskan bahwa penelitian kombinasi (mixed methods) mendorong pemecahan masalah yang lebih mendalam, komprehensif, dan holistik dalam penelitian sosial. [Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id]
  • Dalam kajian oleh Devi Syukri Azhari dkk. (2023), dijelaskan bahwa mixed methods, termasuk desain sequential explanatory, cocok digunakan ketika peneliti perlu menilai outcome dan proses dalam penelitian, misalnya dalam penelitian evaluasi program, karena mampu menangkap aspek kuantitatif dan kualitatif secara simultan. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]

Karakteristik dan Landasan Filosofis

Metode penelitian campuran (mixed methods) secara umum memiliki sejumlah karakteristik khas: integrasi antara data kuantitatif dan kualitatif, fleksibilitas desain, dan tujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif atas fenomena penelitian. [Lihat sumber Disini - paud.fip.unesa.ac.id]

Untuk desain sequential explanatory secara spesifik, karakteristik utamanya meliputi:

Filosofi yang mendasari mixed methods dan sequential explanatory umumnya bersandar pada pragmatisme, bahwa pemilihan metode disesuaikan dengan kebutuhan penelitian sehingga kombinasi metode memberi manfaat maksimal dalam memahami realitas sosial yang kompleks. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]


Prosedur Pelaksanaan Sequential Explanatory

Dalam praktiknya, pelaksanaan penelitian dengan desain sequential explanatory biasanya melalui tahapan berikut:

  1. Menetapkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, serta merancang kerangka konseptual dan hipotesis (jika ada).
  2. Melaksanakan fase kuantitatif: pengumpulan data numerik melalui instrumen kuantitatif (misal: kuesioner, survei), kemudian analisis statistik untuk menjawab hipotesis atau pertanyaan kuantitatif.
  3. Berdasarkan hasil kuantitatif, merancang fase kualitatif: menentukan peserta (sampling purposif berdasarkan hasil kuantitatif), menyusun instrumen kualitatif (wawancara, observasi, diskusi), lalu mengumpulkan data naratif.
  4. Analisis data kualitatif untuk memberikan penjelasan, interpretasi, dan konteks atas temuan kuantitatif, terutama aspek yang memerlukan elaborasi mendalam.
  5. Mengintegrasikan hasil kuantitatif dan kualitatif dalam pelaporan akhir: menyusun narasi hasil yang menyatukan statistik dan narasi, membuat interpretasi menyeluruh atas fenomena.
  6. Menarik kesimpulan dan, jika relevan, rekomendasi berdasarkan data terintegrasi.

Banyak literatur metodologi menyebut urutan ini sebagai cara yang sistematis untuk memanfaatkan kekuatan kuantitatif sekaligus kedalaman kualitatif dalam satu penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]


Kelebihan & Keterbatasan Sequential Explanatory

Kelebihan

  • Memberi pemahaman yang lebih utuh: Kombinasi data kuantitatif dan kualitatif memungkinkan penelitian menangkap baik aspek “angka/tren” maupun aspek “konteks/arti”.
  • Memperjelas temuan kompleks: Hasil kuantitatif yang ambigu atau tak terduga bisa diperdalam melalui data kualitatif untuk memberi penjelasan.
  • Validitas dan reliabilitas lebih kuat: Penggunaan dua pendekatan dapat saling melengkapi dan memvalidasi temuan.
  • Fleksibel untuk berbagai jenis studi, evaluasi program, pendidikan, sosial, dll, di mana pemahaman mendalam dibutuhkan.

Keterbatasan / Tantangan

  • Membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar dibanding penelitian dengan satu metode saja, karena harus melakukan dua fase penelitian. [Lihat sumber Disini - jurnal.ardenjaya.com]
  • Memerlukan keahlian peneliti dalam dua pendekatan (kuantitatif & kualitatif) serta kemampuan untuk mengintegrasikan data secara tepat. [Lihat sumber Disini - paud.fip.unesa.ac.id]
  • Kompleksitas dalam perencanaan dan pelaksanaan: desain, instrumen, sampling, analisis, hingga pelaporan harus disesuaikan untuk dua metode sekaligus.
  • Potensi bias dalam integrasi data jika tidak dilakukan dengan hati-hati, misalnya, bias dalam pemilihan peserta kualitatif berdasarkan hasil kuantitatif.

Kapan Sequential Explanatory Direkomendasikan Digunakan

Desain sequential explanatory paling cocok digunakan dalam situasi seperti:

  • Ketika peneliti membutuhkan data kuantitatif untuk mendapatkan gambaran umum atau pola, namun juga ingin memperdalam pemahaman melalui data kualitatif.
  • Saat hasil kuantitatif menunjukkan temuan yang kompleks, ambigu, atau tak terduga, sehingga perlu penjelasan lebih kaya melalui wawancara/narasi.
  • Dalam penelitian evaluasi program, kebijakan, pendidikan, kesehatan, atau fenomena sosial di mana kombinasi data empiris dan kontekstual penting. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]
  • Jika peneliti ingin memanfaatkan kelebihan kuantitatif (generalizabilitas, statistik) dan kualitatif (konteks, makna) sekaligus untuk memperoleh wawasan yang lebih komprehensif.

Contoh Implementasi dalam Penelitian Pendidikan / Sosial

Beberapa penelitian di Indonesia dan internasional telah menerapkan desain sequential explanatory. Misalnya dalam penelitian evaluasi sekolah atau supervisi pendidikan, menggunakan survei kuantitatif pertama, diikuti wawancara mendalam untuk menjelaskan hasil survei.

Demikian juga dalam penelitian evaluasi program pendidikan atau manajemen inovasi, data kuantitatif untuk mengukur outcome, lalu data kualitatif untuk memahami proses, konteks, dan pengalaman subjek.


Kesimpulan

Metode penelitian campuran dengan desain sequential explanatory menawarkan pendekatan yang kuat ketika peneliti ingin memperoleh pemahaman menyeluruh dan mendalam terhadap fenomena, menggabungkan kekuatan kuantitatif dan kekayaan kualitatif dalam satu studi. Desain ini cocok untuk penelitian sosial, pendidikan, evaluasi program, dan situasi lain di mana konteks dan data numerik sama pentingnya. Meskipun memiliki tantangan dalam hal waktu, sumber daya, dan kompleksitas, jika dirancang dan dilaksanakan dengan baik, sequential explanatory mampu menghasilkan temuan yang valid, reliabel, dan kaya makna.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Metode Penelitian Campuran Sequential Explanatory adalah desain penelitian yang dimulai dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif, lalu dilanjutkan dengan data kualitatif untuk menjelaskan, memperdalam, atau menguatkan temuan kuantitatif secara berurutan.

Metode ini sebaiknya digunakan ketika peneliti membutuhkan gambaran awal melalui data kuantitatif dan memerlukan penjelasan mendalam melalui data kualitatif, terutama jika hasil kuantitatif menunjukkan temuan yang kompleks atau tidak terduga.

Kelebihannya meliputi pemahaman yang lebih komprehensif, kemampuan memperjelas temuan kuantitatif dengan data kualitatif, serta validitas yang lebih kuat karena dua pendekatan saling melengkapi.

Kelemahannya termasuk membutuhkan waktu lebih lama, membutuhkan kemampuan peneliti dalam dua pendekatan, serta kompleksitas lebih tinggi dalam integrasi data dan proses penelitian.

Sequential Explanatory memulai penelitian dengan metode kuantitatif lalu kualitatif untuk menjelaskan temuan, sedangkan Sequential Exploratory memulai dari kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena sebelum diuji secara kuantitatif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Pendekatan Campuran: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh Pendekatan Campuran: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh Desain Mixed Methods: Struktur dan Implementasi Desain Mixed Methods: Struktur dan Implementasi Penelitian Eksplanatori: Pengertian dan Arah Penelitiannya Penelitian Eksplanatori: Pengertian dan Arah Penelitiannya Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Kajian Filosofis terhadap Penelitian Modern Kajian Filosofis terhadap Penelitian Modern  Prinsip Kausalitas dalam Kajian Penelitian Prinsip Kausalitas dalam Kajian Penelitian Triangulasi Metode dan Data: Perbandingan dan Kelebihan Triangulasi Metode dan Data: Perbandingan dan Kelebihan Metode-Metode Populer dalam Sistem Pendukung Keputusan Metode-Metode Populer dalam Sistem Pendukung Keputusan Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Paradigma Penelitian: Jenis, Contoh, dan Fungsinya Paradigma Penelitian: Jenis, Contoh, dan Fungsinya Analisis Isi Digital: Teknik dan Contohnya Analisis Isi Digital: Teknik dan Contohnya Metode Penelitian Pendidikan STEM Metode Penelitian Pendidikan STEM SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Pengolahan Data Kualitatif Menggunakan NVivo Pengolahan Data Kualitatif Menggunakan NVivo Desain Eksperimen Adaptif: Pengertian dan Implementasi Desain Eksperimen Adaptif: Pengertian dan Implementasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…