
Pendekatan Campuran: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh
Pendahuluan
Dalam ranah penelitian ilmiah, khususnya di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ataupun manajemen, terdapat dua pendekatan yang relatif sering digunakan: pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Namun pada praktiknya, hanya menggunakan salah satu dari keduanya terkadang dianggap kurang memadai untuk menjawab fenomena yang kompleks dan multidimensional. Oleh karena itu muncul pendekatan yang menggabungkan kedua jenis tersebut, yaitu yang sering disebut sebagai pendekatan campuran. Pilihan pendekatan campuran memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang lebih kaya, komprehensif, dan kontekstual tentang masalah yang diteliti. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang Pendekatan Campuran: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh. Struktur pembahasan meliputi definisi (secara umum, menurut KBBI, menurut para ahli), keunggulan, serta contoh penerapan.
Definisi Pendekatan Campuran
Definisi Pendekatan Campuran Secara Umum
Secara umum, pendekatan campuran merujuk pada cara atau strategi penelitian yang memadukan unsur-unsur dari dua pendekatan utama penelitian, yakni kuantitatif dan kualitatif, dalam satu studi atau proyek penelitian. Pendekatan ini tidak hanya menggunakan kedua pendekatan secara berdampingan, tetapi juga berupaya mengintegrasikan data, analisis, dan interpretasi dari keduanya untuk menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang fenomena yang dikaji. Misalnya, peneliti dapat memulai dengan survei (kuantitatif) untuk memperoleh gambaran umum, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam (kualitatif) untuk menjelaskan hasil kuantitatif tersebut.
Definisi Pendekatan Campuran dalam KBBI
Walaupun istilah “pendekatan campuran” khususnya dalam konteks penelitian mungkin tidak tercantum secara spesifik dalam edisi daring Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai satu entri tersendiri, kita dapat melihat definisi kata dasar “campur” atau “campuran”. Menurut KBBI, “campur” berarti “beraduk (berbaur) menjadi satu; berkumpul; bersama-sama” dan “campuran” berarti “sesuatu yang tercampur; kombinasi”. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id] Dengan demikian istilah “pendekatan campuran” dapat dipahami sebagai “pendekatan yang merupakan kombinasi atau gabungan dari dua atau lebih pendekatan”.
Definisi Pendekatan Campuran Menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah mendefinisikan pendekatan campuran (mixed methods / penelitian metode campuran) dengan penekanan yang berbeda. Berikut beberapa definisi dari para ahli:
- John W. Creswell (bersama dengan kolega) mendefinisikan “mixed methods research” sebagai desain penelitian yang berbasis asumsi filosofis maupun metode penelitian, yang melibatkan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam banyak fase proses penelitian. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
- Menurut artikel review, penelitian campuran adalah pendekatan penelitian yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif secara ketat dan mengintegrasikannya dalam satu studi atau serangkaian studi untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kompleks. [Lihat sumber Disini - berita.upi.edu]
- Dalam suatu jurnal nasional, disebutkan bahwa pendekatan penelitian campuran merupakan penelitian yang menggabungkan atau mengasosiasikan bentuk kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian penelitian, guna memperoleh pemahaman yang lebih lengkap. [Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id]
- Sebuah penelitian pendidikan menyebut bahwa penelitian kombinasi (mixed method) adalah penelitian yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian secara sistematis, agar data menjadi lebih komprehensif dan temuan menjadi lebih valid. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan campuran adalah pendekatan penelitian yang secara sistematis menggabungkan dua pendekatan (kuantitatif dan kualitatif) dalam satu desain penelitian dengan tujuan memperoleh wawasan yang lebih kaya dan mendalam dibanding hanya menggunakan satu pendekatan saja.
Keunggulan Pendekatan Campuran
Pemilihan pendekatan campuran dalam penelitian memiliki sejumlah keunggulan yang penting. Berikut uraian keunggulan-nya dengan penjelasan masing-masing:
- Pemahaman yang lebih komprehensif
Dengan menggabungkan data kuantitatif (angka, ukuran, statistik) dan kualitatif (narasi, wawancara, konteks), pendekatan campuran memungkinkan peneliti mendapatkan gambaran yang luas sekaligus mendalam dari fenomena yang diteliti. Sebagai contoh: survei memberikan frekuensi atau kecenderungan umum, sedangkan wawancara memberi penjelasan “mengapa” dan “bagaimana”. Jurnal menunjukkan keunggulan ini bahwa data yang diperoleh “lebih lengkap” dibanding hanya kuantitatif atau kualitatif saja. [Lihat sumber Disini - jptam.org] - Validitas dan triangulasi yang lebih kuat
Pendekatan campuran memungkinkan terjadinya triangulasi metodologis,yakni penggunaan berbagai jenis data dan metode untuk mengonfirmasi temuan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi lebih valid, lebih dapat dipercaya karena didukung dari dua perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, hasil survei yang kemudian didukung wawancara mendalam akan memberi fondasi yang lebih kokoh. Dalam kajian disebutkan bahwa penelitian campuran “memberikan pemahaman yang lebih lengkap dan meningkatkan validitas hasil.” [Lihat sumber Disini - jptam.org] - Fleksibilitas desain penelitian
Pendekatan campuran memberikan fleksibilitas kepada peneliti untuk memilih urutan atau bobot (prioritas) antara data kuantitatif dan kualitatif, sesuai dengan pertanyaan penelitian dan kondisi lapangan. Ada desain yang diawali kuantitatif kemudian kualitatif, atau sebaliknya, atau bahkan keduanya dilakukan bersamaan. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id] - Kemampuan menjawab pertanyaan penelitian yang kompleks
Banyak isu penelitian sebenarnya tidak dapat dijawab secara menyeluruh hanya melalui angka atau hanya melalui narasi. Fenomena sosial, perilaku manusia, kebijakan publik,seringkali memerlukan pendekatan yang multifaset. Dengan pendekatan campuran, peneliti dapat menguji hipotesis/statistik sekaligus mengeksplorasi makna dan konteks. Contoh atau kajian menyebut bahwa pendekatan campuran “mendorong pemecahan masalah secara lebih mendalam, komprehensif dan holistik.” [Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id] - Triangulasi desain dan metode yang memungkinkan inovasi
Dengan memadukan metode kuantitatif dan kualitatif, peneliti dapat melakukan model desain yang inovatif,seperti model penjelasan berurutan (quant → qual) atau eksplorasi berurutan (qual → quant) atau desain paralel. Hal ini memberi kesempatan untuk mengembangkan arah penelitian baru dan memperluas pemahaman interdisipliner. [Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id] - Hasil penelitian yang lebih dapat di-generalisasikan sekaligus relevan secara kontekstual
Data kuantitatif membantu dalam generalisasi (ke populasi yang lebih besar) sedangkan data kualitatif membantu dalam memahami konteks spesifik dan mendalam. Penggabungan keduanya memungkinkan hasil penelitian yang tidak hanya “boleh dikatakan” tetapi juga “dipahami secara mendalam”. [Lihat sumber Disini - jptam.org] - Pengembangan teori dan praktik yang lebih baik
Karena penelitian campuran menggabungkan kedalaman kualitatif dan keluasan kuantitatif, hasilnya seringkali lebih mampu menghasilkan kontribusi nyata terhadap teori maupun praktik. Peneliti dapat menggunakan data kuantitatif untuk menguji teori dan data kualitatif untuk mengembangkan atau memberi konteks pada teori. Beberapa kajian menyebut fungsi “pengembangan” atau “inisiasi” dalam penelitian campuran. [Lihat sumber Disini - ejournal.uncm.ac.id]
Contoh Penerapan Pendekatan Campuran
Untuk memperagakan bagaimana pendekatan campuran digunakan dalam penelitian, berikut beberapa contoh yang bisa diadaptasi ke berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, sosial).
- Contoh di bidang pendidikan
Misalnya sebuah penelitian ingin mengevaluasi efektivitas program pembelajaran daring di sekolah menengah. Peneliti menggunakan survei kuantitatif untuk mengukur tingkat kepuasan siswa, nilai rata-rata, frekuensi interaksi. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara kualitatif dengan sejumlah siswa dan guru untuk mengeksplorasi kendala, persepsi, motivasi, serta konteks penggunaan. Dengan mendesain seperti ini (kuantitatif → kualitatif) maka peneliti dapat memahami bukan hanya “seberapa banyak” atau “seberapa sering”, tetapi juga “mengapa demikian” dan “bagaimana konteksnya”. - Contoh di bidang kesehatan
Dalam studi kesehatan masyarakat mengenai perilaku ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan rutin, peneliti dapat menerapkan pendekatan campuran dengan:
- Kuantitatif: survei besar-skala untuk mengukur persentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi, korelasi antara faktor demografis dengan frekuensi pemeriksaan.
- Kualitatif: wawancara mendalam dengan sebagian ibu serta bidan/perawat untuk mengeksplorasi hambatan, budaya, pemahaman, stigma, serta faktor konteks lokal yang mempengaruhi keputusan ibu untuk melakukan pemeriksaan.
Desain ini memberi gambaran yang komprehensif: angka (berapa) dan konteks (mengapa, bagaimana).
- Contoh di bidang manajemen atau organisasi
Sebuah studi di perusahaan ingin mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap inovasi karyawan. Kuantitatif: kuesioner untuk mengukur persepsi budaya organisasi, indeks inovasi, skala perilaku inovatif. Kualitatif: focus group discussion dengan karyawan dan manajer untuk mendalami bagaimana budaya tercipta, hambatan informal, pengalaman karyawan dalam inovasi. Hasil kuantitatif mungkin menunjukkan ada korelasi positif, sementara hasil kualitatif memberi konteks tentang “bagaimana” budaya organisasi itu dirasakan dan “mengapa” inovasi terkendala. - Model desain yang bisa diterapkan
- Desain sequential explanatory: data kuantitatif dikumpulkan terlebih dahulu → diikuti oleh kualitatif untuk menjelaskan hasil.
- Desain sequential exploratory: data kualitatif dikumpulkan terlebih dahulu → diikuti kuantitatif untuk menguji atau memperluas hasil kualitatif.
- Desain concurrent triangulation: data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan secara bersamaan → kemudian diintegrasikan.
Contoh penerapan: untuk penelitian yang waktu dan sumber daya memungkinkan, peneliti bisa menggunakan model concurrency agar cepat mendapatkan hasil yang kaya. Salah satu jurnal menyebut desain-desain tersebut secara eksplisit. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
Kesimpulan
Pendekatan campuran merupakan salah satu strategi penelitian yang sangat relevan dan penting dalam konteks penelitian kontemporer yang kompleks. Dengan menggabungkan kekuatan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas (kuantitatif) dan lebih dalam (kualitatif). Keunggulan-nya antara lain: pemahaman komprehensif, validitas dan triangulasi lebih kuat, fleksibilitas desain, kemampuan menjawab pertanyaan kompleks, serta menghasilkan kontribusi teori dan praktik yang lebih baik. Contoh penerapannya pun cukup variatif di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan organisasi.
Bagi peneliti maupun praktisi, memilih pendekatan campuran harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang: menyelaraskan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, sumber daya, serta kemampuan analisis data. Karena memang, meskipun banyak keunggulan, pendekatan ini juga menuntut waktu lebih, keahlian lebih, dan kompleksitas yang lebih tinggi dibanding pendekatan tunggal. Dengan demikian, pendekatan campuran bukan sekadar “menggabungkan dua metode” secara mekanis, tetapi sebuah pilihan metodologis yang strategis untuk memperoleh wawasan yang lebih utuh.