
Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory
Pendahuluan
Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan banyak disiplin ilmiah lainnya semakin menuntut pendekatan yang komprehensif agar fenomena kompleks dapat dipahami secara mendalam maupun luas. Pendekatan tunggal, kuantitatif atau kualitatif, kadang kurang mampu menangkap keseluruhan kompleksitas fenomena, baik dari segi makna mendalam maupun generalisasi. Oleh karena itu, metode campuran (mixed methods) muncul sebagai solusi metodologis yang memungkinkan peneliti mengombinasikan kelebihan kedua pendekatan ini. Salah satu desain dalam mixed methods yang populer digunakan adalah desain sequential exploratory, yang dikenal juga sebagai “penelitian campuran berurut eksploratif”. Artikel ini membahas secara mendalam definisi, karakteristik, tahapan, kelebihan dan tantangan, serta panduan ketika menggunakan desain ini dalam penelitian.
Definisi Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory
Definisi Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory secara Umum
Metode penelitian campuran (mixed methods) adalah pendekatan penelitian yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu studi untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh terhadap fenomena yang diteliti. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
Desain sequential exploratory (Penelitian Campuran Sekuensial–Eksploratif) adalah salah satu jenis mixed methods di mana peneliti terlebih dahulu melakukan pengumpulan dan analisis data kualitatif, kemudian melanjutkan ke fase kuantitatif berdasarkan temuan kualitatif untuk menguji atau menggeneralisasi temuan awal. [Lihat sumber Disini - us.sagepub.com]
Definisi Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory dalam KBBI
Saat ini, padanan istilah “mixed methods” atau “metode penelitian campuran” tidak selalu secara eksplisit tersedia dalam entri publik KBBI dalam bentuk definisi metodologis. Oleh karena itu, penggunaan istilah ini dalam konteks akademik biasanya merujuk pada literatur metodologi ilmu sosial dan pendidikan.
Definisi Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory menurut Para Ahli
- John W. Creswell & Vicki L. Plano Clark mendefinisikan mixed methods research sebagai pendekatan penelitian yang “menggabungkan atau mengasosiasikan” metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu studi, sehingga kekuatan penelitian lebih besar dibanding menggunakan salah satu metode secara terpisah. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
- Menurut Isna Muhammad Fathoni dkk. dalam buku terbaru tentang metodologi penelitian campuran, desain sequential exploratory adalah desain campuran dimana metode kualitatif digunakan terlebih dahulu untuk eksplorasi, kemudian diikuti kuantitatif untuk pengujian atau generalisasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Dalam riset deskriptif literatur oleh Primadi Candra Susanto dkk., desain exploratory sequential disebut sebagai bagian dari kerangka desain mixed methods yang memungkinkan peneliti membangun instrumen kuantitatif berdasarkan hasil kualitatif. [Lihat sumber Disini - greenpub.org]
- Menurut tinjauan metodologis oleh MD Fetters dkk., exploratory sequential design memungkinkan integrasi data dengan pendekatan “building”, data kualitatif membentuk dasar untuk pengembangan instrument kuantitatif, serta metode “merging” saat pelaporan untuk menyajikan temuan gabungan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Karakteristik dan Tahapan dalam Sequential Exploratory
Desain sequential exploratory memiliki beberapa karakteristik dan tahapan yang khas:
- Dimulai dengan fase kualitatif: peneliti melakukan wawancara, observasi, studi kasus, atau metode kualitatif lain untuk mengeksplorasi fenomena secara mendalam. Temuan ini digunakan untuk memahami konteks, membangun teori, konsep, atau variabel yang relevan. [Lihat sumber Disini - atlasti.com]
- Berdasarkan hasil fase kualitatif, peneliti merancang instrumen kuantitatif, seperti kuesioner atau survei, untuk menguji validitas eksternal atau generalisasi temuan pada populasi lebih luas. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
- Fase kuantitatif dilakukan kemudian, dengan analisis statistik terhadap data kuantitatif, untuk menguji hipotesis atau temuan dari fase kualitatif. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
- Akhirnya, temuan dari kedua fase digabungkan secara sistematis,baik pada level metode, analisis, maupun pelaporan,agar menghasilkan pemahaman holistik terhadap fenomena. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Karena urutannya: kualitas dulu → kuantitas kemudian, desain ini cocok ketika fenomena kurang diketahui atau belum ada teori/variabel baku, sehingga dibutuhkan eksplorasi dulu sebelum generalisasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Keunggulan (Kelebihan) dan Keterbatasan Sequential Exploratory
Keunggulan
- Memberi pemahaman mendalam dan kontekstual atas fenomena melalui data kualitatif, kemudian memungkinkan generalisasi melalui data kuantitatif, sehingga hasil penelitian menjadi lebih kuat dan komprehensif. [Lihat sumber Disini - jurnal.peradabanpublishing.com]
- Memungkinkan konstruksi teori, konsep, atau instrumen kuantitatif yang lebih relevan karena dibangun dari realitas lapangan yang digali kualitatif. [Lihat sumber Disini - atlasti.com]
- Memberi fleksibilitas dalam desain penelitian: peneliti bisa mendalami aspek subjektif, kemudian memperkuat dengan data empiris kuantitatif. Hal ini membantu dalam penelitian pendidikan, sosial, kesehatan, dan bidang lain yang fenomenanya kompleks. [Lihat sumber Disini - jurnal.peradabanpublishing.com]
- Integrasi data meningkatkan validitas dan kredibilitas temuan jika fase kuantitatif mendukung hasil kualitatif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Keterbatasan / Tantangan
- Prosedur cukup panjang dan kompleks: memerlukan dua fase penelitian (kualitatif dan kuantitatif), dengan perencanaan yang matang agar fase kuantitatif benar-benar sesuai dengan hasil kualitatif awal.
- Membutuhkan sumber daya lebih besar, waktu, tenaga, dan biaya, dibanding penelitian tunggal.
- Risiko bias ketika instrumen kuantitatif dibangun dari data kualitatif: jika fase kualitatif kurang robust, maka hasil kuantitatif bisa kurang valid generalisasinya.
- Dalam pelaporan: perlu integrasi secara sistematis agar hasil kualitatif dan kuantitatif disajikan dalam satu narasi koheren, bukan dua laporan terpisah.
Contoh Penerapan dalam Penelitian di Indonesia
Beberapa studi di Indonesia yang menggunakan desain sequential exploratory:
- Penelitian berjudul Analisis Sequential Exploratory Hubungan Pola Asuh Pendidikan Keluarga dengan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Fiqh di MTS Satu Atap SA Nurul Huda Curug Wetan menggunakan sequential exploratory untuk mengeksplorasi hubungan pola asuh pendidikan keluarga dan prestasi belajar pada mata pelajaran Fiqh. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Dalam literatur metodologi, artikel Implementasi Mixed Methods dalam Penelitian Pendidikan: Konsep dan Aplikasinya (2025) menekankan bagaimana mixed methods, termasuk sequential exploratory, membantu penelitian pendidikan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap fenomena pendidikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.peradabanpublishing.com]
- Studi pada jurnal pendidikan yang menggunakan desain exploratory sequential untuk memahami self-efficacy wirausahawan di kalangan mahasiswa pendidikan ekonomi di Indonesia. [Lihat sumber Disini - tused.org]
Panduan Praktis: Kapan dan Bagaimana Menggunakan Sequential Exploratory
Sebelum memilih desain sequential exploratory, peneliti perlu mempertimbangkan beberapa aspek berikut:
- Fenomena penelitian belum banyak diteliti atau belum ada instrumen baku / teori baku, cocok untuk eksplorasi pertama.
- Tujuan penelitian: ingin menggali pengalaman, persepsi, makna dulu (kualitatif), kemudian menguji secara luas di populasi (kuantitatif).
- Rencana analisis dan desain instrumen: hasil kualitatif harus dianalisis secara mendalam, kemudian dirancang instrumen kuantitatif dengan cermat berdasarkan temuan.
- Waktu dan sumber daya: perlu kesiapan untuk melakukan dua fase penelitian di waktu berbeda.
- Rencana integrasi data: peneliti harus merancang bagaimana hasil kualitatif dan kuantitatif akan digabung, misalnya di bagian pembahasan, rekomendasi, atau model akhir, agar hasil tidak terfragmentasi.
Kesimpulan
Desain Sequential Exploratory Design merupakan varian dari pendekatan Mixed Methods Research yang memadukan kekuatan metode kualitatif dan kuantitatif. Dengan memulai dari eksplorasi mendalam (kualitatif) dan dilanjutkan dengan pengujian kuantitatif, desain ini memungkinkan peneliti mengungkap aspek-aspek tersembunyi dan kemudian menggeneralisasikannya pada populasi lebih luas. Keunggulannya, pemahaman komprehensif, pembangunan instrumen berdasarkan konteks nyata, dan triangulasi data, menjadikannya pilihan tepat untuk fenomena kompleks atau baru. Namun demikian, desain ini menuntut perencanaan matang, sumber daya memadai, dan integrasi data yang konsisten agar hasil penelitian valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara keseluruhan, sequential exploratory adalah desain yang fleksibel dan kuat, cocok bagi peneliti yang ingin memadukan kedalaman pemahaman fenomena dengan kekuatan generalisasi.