Terakhir diperbarui: 03 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 3 December). SPK Penentuan Paket Wisata. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/spk-penentuan-paket-wisata  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

SPK Penentuan Paket Wisata - SumberAjar.com

SPK Penentuan Paket Wisata

Pendahuluan

Industri pariwisata terus berkembang pesat, baik di skala nasional maupun lokal. Dengan banyaknya pilihan destinasi, paket wisata, dan variasi fasilitas, calon wisatawan sering kali menghadapi kesulitan dalam menentukan paket wisata terbaik yang sesuai dengan preferensi, anggaran, dan kebutuhan mereka. Proses pemilihan paket wisata menjadi semakin kompleks ketika harus mempertimbangkan banyak kriteria seperti jenis wisata, durasi, biaya, fasilitas, dan kenyamanan.

Dalam konteks tersebut, penerapan sistem berbasis komputer dalam membantu pengambilan keputusan, yaitu Sistem Pendukung Keputusan (SPK), menjadi solusi praktis dan efisien. SPK memungkinkan pemodelan preferensi pengguna dan pemberian rekomendasi paket wisata secara objektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Artikel ini membahas secara mendalam konsep SPK dalam penentuan paket wisata: mulai dari definisi, landasan teori, hingga contoh penerapan dari literatur terkini.


Definisi SPK Penentuan Paket Wisata

Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) secara umum

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) secara umum didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis komputer interaktif yang dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam menangani permasalahan yang bersifat semi-terstruktur atau kompleks. SPK mengolah data dan model tertentu untuk menghasilkan alternatif keputusan yang relevan. [Lihat sumber Disini - repository.pnb.ac.id]

Dengan kata lain, ketika manusia sulit menentukan pilihan secara objektif karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan, SPK hadir sebagai alat bantu agar keputusan bisa diambil secara lebih sistematis, terukur, dan rasional, mengurangi subjektivitas. [Lihat sumber Disini - ojs.unikom.ac.id]

Definisi SPK dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “keputusan” berarti hasil pertimbangan dalam memilih sesuatu. Sementara “sistem” merujuk pada kumpulan elemen yang saling berhubungan membentuk suatu kesatuan. Maka, SPK dapat diartikan sebagai “sistem yang membantu proses pengambilan keputusan”.

Dalam konteks “penentuan paket wisata”, SPK berarti sistem yang membantu pengguna mengevaluasi dan memilih paket wisata optimal berdasarkan berbagai kriteria, sehingga keputusan tidak semata didasarkan pada feeling atau rekomendasi seadanya, tetapi melalui analisis terstruktur.

Definisi SPK Penentuan Paket Wisata menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi dari literatur/penelitian akademik terkait SPK dalam konteks wisata:

  • Menurut Wardhani & Purwoko (2025), SPK adalah sistem yang mempertimbangkan beberapa kriteria seperti jenis wisata, harga, lama perjalanan, jumlah destinasi, dan hotel, lalu melakukan perankingan paket wisata berdasarkan bobot kriteria tersebut, menggunakan metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique). Sistem ini membantu wisatawan menentukan paket wisata sesuai harapan mereka. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]
  • Menurut Penelitian di Kabupaten Lampung Selatan (2025), SPK dirancang untuk membantu wisatawan memilih objek wisata terbaik berdasarkan kriteria seperti tiket masuk, fasilitas, aksesibilitas, kebersihan, keindahan alam, keamanan, aktivitas, kenyamanan, dan waktu operasional, dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SPK dapat menghasilkan rekomendasi destinasi secara objektif dan sistematis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • Dalam konteks pariwisata di Bali, penelitian oleh Amsyari dkk. (2024), SPK digunakan untuk menentukan wisata favorit dengan mempertimbangkan kriteria aksesibilitas, biaya, fasilitas, dan kebersihan menggunakan metode MOORA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam menangani masalah multi-kriteria pada sektor pariwisata. [Lihat sumber Disini - ojs.unikom.ac.id]
  • Secara lebih luas, penerapan metode hybrid seperti kombinasi AHP-SAW dalam SPK paket wisata telah dilaporkan memberikan struktur penilaian kriteria yang jelas serta mempermudah proses rekomendasi, sekaligus mendukung integrasi sistem dengan web atau aplikasi mobile untuk kemudahan akses pengguna. [Lihat sumber Disini - journal.shantibhuana.ac.id]

Landasan dan Metodologi SPK dalam Paket Wisata

Mengapa SPK dibutuhkan dalam pariwisata

Industri pariwisata menawarkan beragam jenis paket wisata dengan variasi harga, durasi, fasilitas, dan destinasi. Kesulitan muncul ketika wisatawan harus mempertimbangkan banyak variabel secara manual, potensi subjektivitas besar, ketidakkonsistenan preferensi, serta kesulitan membandingkan alternatif secara adil. SPK hadir untuk mengatasi hal tersebut dengan:

  • Menyediakan struktur evaluasi berbasis data dan kriteria.
  • Membantu pengguna mendapatkan rekomendasi optimal sesuai preferensi dan batasan (budget, waktu, dst).
  • Menghemat waktu dan mempermudah proses keputusan. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]

Tahapan umum dalam SPK Paket Wisata

Berdasarkan literatur, umumnya tahapan pembuatan SPK untuk paket wisata meliputi:

  1. Identifikasi kriteria dan alternatif, Menentukan faktor-faktor penting (harga, durasi, jenis wisata, fasilitas, destinasi, hotel, dsb) dan daftar alternatif paket wisata. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]
  2. Pemberian bobot pada setiap kriteria, Menentukan seberapa penting masing-masing kriteria relatif terhadap kriteria lain. Contohnya metode SMART atau AHP untuk pemberian bobot secara sistematis. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]
  3. Penilaian alternatif terhadap tiap kriteria, Setiap alternatif paket wisata dievaluasi berdasarkan skor pada tiap kriteria (misalnya: paket A memiliki harga rendah, durasi sedang, fasilitas lengkap dsb). [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]
  4. Normalisasi & perankingan alternatif, Skor dari tiap alternatif dikonversi agar bisa dibandingkan secara adil, kemudian diurutkan berdasarkan total skor atau nilai utilitas. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]
  5. Rekomendasi paket wisata terbaik, Alternatif dengan skor tertinggi disajikan sebagai rekomendasi sesuai preferensi pengguna. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]

Metode-metode SPK umum pada paket wisata

Beberapa metode yang sering digunakan dalam SPK untuk pariwisata antara lain:

  • AHP (Analytical Hierarchy Process), banyak digunakan untuk menentukan prioritas alternatif berdasarkan perbandingan berpasangan antar kriteria. Misalnya dalam penelitian di Lampung Selatan tahun 2025. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique), cocok ketika alternatif dievaluasi berdasarkan banyak atribut dan bobot tiap atribut ditetapkan. Contoh penerapan pada paket wisata di penelitian 2025. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]
  • MOORA, metode lain yang efektif dalam menangani beberapa kriteria sekaligus, termasuk kriteria benefit dan cost, sering digunakan di wilayah wisata seperti di Bali. [Lihat sumber Disini - ojs.unikom.ac.id]
  • Kombinasi metode (hybrid), misalnya AHP-SAW, untuk menggabungkan kekuatan dari masing-masing metode dalam menghasilkan rekomendasi yang lebih akurat dan fleksibel. [Lihat sumber Disini - journal.shantibhuana.ac.id]

Penerapan SPK Penentuan Paket Wisata, Contoh Studi Kasus & Hasil

Studi kasus: Grimonia Wisata (2025)

Penelitian oleh Wardhani & Purwoko (2025) mengimplementasikan SPK untuk membantu wisatawan memilih paket wisata pada penyedia jasa wisata Grimonia Wisata. Mereka memakai metode SMART dengan mempertimbangkan beberapa kriteria seperti jenis wisata, harga, durasi perjalanan, jumlah destinasi, dan hotel. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil memberikan rekomendasi paket wisata sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pengguna. Dengan sistem ini, wisatawan dapat memilih paket dengan cara lebih mudah dan efisien, serta biro perjalanan bisa melayani pelanggan secara lebih optimal. [Lihat sumber Disini - proceeding.unindra.ac.id]

Studi kasus: Pemilihan Objek Wisata di Lampung Selatan (2025)

Dalam penelitian di Lampung Selatan, SPK menggunakan metode AHP untuk membantu wisatawan menentukan objek wisata terbaik di daerah tersebut. Kriteria yang digunakan termasuk tiket masuk, fasilitas, aksesibilitas, kebersihan, keindahan alam, keamanan, aktivitas wisata, kenyamanan, dan waktu operasional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dari perhitungan, alternatif seperti Grand Elty Krakatoa Resort, Krakatau Park, dan Pantai Marina menduduki peringkat tertinggi sebagai destinasi paling sesuai berdasarkan preferensi dan kriteria yang ditetapkan. Sistem terbukti efektif dalam memberikan rekomendasi secara objektif dan terstruktur. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Studi kasus: Wisata Favorit di Kabupaten Buleleng, Bali (2024)

Penelitian oleh Amsyari dkk. (2024) menerapkan SPK dengan metode MOORA untuk menentukan wisata favorit di Kabupaten Buleleng. Alternatif wisata dievaluasi berdasarkan aksesibilitas, biaya, fasilitas, dan kebersihan. Hasil menunjukkan bahwa metode ini efektif untuk memilih wisata paling cocok dari sekumpulan alternatif berdasarkan kriteria yang komprehensif. [Lihat sumber Disini - ojs.unikom.ac.id]

Keunggulan hasil penerapan

  • SPK membantu mengurangi subjektivitas dalam pemilihan paket wisata karena keputusan berdasarkan data dan kriteria terstruktur.
  • Mempercepat proses pengambilan keputusan bagi wisatawan dan mempermudah biro wisata dalam memberikan rekomendasi.
  • Memberikan fleksibilitas, bisa disesuaikan dengan preferensi pengguna (misalnya budget, durasi, jenis wisata).
  • Dapat mendukung penyedia layanan wisata dalam analisis permintaan dan pengembangan paket yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Berdasarkan literatur, kombinasi metode seperti AHP-SAW dapat meningkatkan akurasi dan adaptabilitas. [Lihat sumber Disini - journal.shantibhuana.ac.id]

Tantangan dan Pertimbangan dalam Implementasi SPK Paket Wisata

Meskipun SPK menawarkan banyak keuntungan, beberapa hal perlu diperhatikan dalam implementasinya:

  • Pemilihan kriteria dan bobot yang tepat, jika kriteria atau bobot ditetapkan secara sembarangan, hasil rekomendasi bisa bias atau tidak sesuai dengan preferensi pengguna sejati. Oleh karena itu diperlukan studi preferensi pengguna yang representatif.
  • Subjektivitas dalam penilaian input awal, meskipun SPK bersifat sistematis, elemen seperti penilaian skor terhadap alternatif (misalnya “bagus”, “cukup bagus”, “buruk”) bisa mengandung subjektivitas.
  • Kebutuhan data yang lengkap dan akurat, data fasilitas, durasi, harga, destinasi, kondisi aktual harus tersedia agar rekomendasi relevan. Data yang tidak lengkap atau kadaluwarsa bisa merusak akurasi sistem.
  • Kemudahan akses dan user interface, agar SPK benar-benar membantu pengguna, antarmuka sistem (web/mobile) harus intuitif dan mudah digunakan. Implementasi teknis (backend, database, UI) juga perlu diperhatikan.
  • Dinamika preferensi pengguna, preferensi wisatawan bisa berubah (misalnya karena tren, budget, tujuan), sehingga sistem harus memungkinkan pembaruan preferensi dan data secara fleksibel.

Kesimpulan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan alat yang efektif dan praktis untuk membantu wisatawan dalam menentukan paket wisata terbaik berdasarkan berbagai kriteria. Dengan metode seperti AHP, SMART, MOORA, atau kombinasi lainnya, SPK mampu mengubah proses pengambilan keputusan yang kompleks dan rawan subjektivitas menjadi proses yang lebih terstruktur, objektif, dan efisien.

Studi-studi terkini di Indonesia, baik di Lampung Selatan, Bali, maupun biro wisata swasta, membuktikan bahwa SPK memberikan rekomendasi yang sesuai dengan preferensi pengguna dan membantu penyedia layanan wisata menawarkan paket yang relevan.

Namun demikian, keberhasilan sistem sangat bergantung pada pemilihan kriteria yang tepat, kualitas data, dan implementasi teknis yang baik. Oleh karena itu, perancangan SPK harus mempertimbangkan aspek preferensi pengguna, keakuratan data, dan kemudahan penggunaan agar sistem benar-benar memberikan nilai tambah.

Dengan demikian, SPK menjadi solusi modern yang layak diterapkan dalam industri pariwisata, terutama bagi pengguna yang membutuhkan bantuan dalam memilih paket wisata optimal di tengah maraknya pilihan dan variabel kompleks.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

SPK Penentuan Paket Wisata adalah sistem berbasis komputer yang membantu wisatawan memilih paket wisata terbaik berdasarkan kriteria seperti harga, durasi, jumlah destinasi, fasilitas, dan preferensi lainnya.

SPK penting karena membantu proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif, sistematis, dan efisien. Dengan adanya SPK, wisatawan dapat membandingkan banyak alternatif paket wisata secara terstruktur.

Beberapa metode yang sering digunakan adalah AHP, SMART, SAW, dan MOORA. Metode tersebut membantu menganalisis kriteria dan memberikan perankingan paket wisata yang sesuai dengan preferensi pengguna.

SPK membantu biro travel memberikan rekomendasi paket wisata yang lebih akurat, meningkatkan pelayanan pelanggan, mempermudah analisis kebutuhan wisatawan, dan mendukung penyusunan paket wisata yang lebih relevan.

Ya, SPK dapat digunakan untuk memilih paket wisata lokal maupun internasional selama data kriteria dan alternatif tersedia serta dimasukkan ke dalam sistem.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Sistem Web Pelacakan Pengiriman Barang Sistem Web Pelacakan Pengiriman Barang Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan Studi Eksploratif: Karakteristik dan Contohnya Studi Eksploratif: Karakteristik dan Contohnya Analisis Data Kuantitatif Menggunakan R Studio Analisis Data Kuantitatif Menggunakan R Studio Sistem Informasi Pengiriman Barang Sistem Informasi Pengiriman Barang SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif UML: Jenis Diagram dan Fungsinya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya Narasi: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Narasi: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah SPK Penentuan Pola Belajar Siswa SPK Penentuan Pola Belajar Siswa SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran SPK Penentuan Kandidat Penerima Bantuan Sosial SPK Penentuan Kandidat Penerima Bantuan Sosial SPK Penentuan Stok Aman Gudang SPK Penentuan Stok Aman Gudang Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Asupan Makanan Ibu Hamil Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Asupan Makanan Ibu Hamil Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Analisis Keamanan Sistem Berbasis Jaringan Analisis Keamanan Sistem Berbasis Jaringan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…