Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Modal Saham: Konsep dan Struktur Kepemilikan. SumberAjar. Retrieved 25 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/modal-saham-konsep-dan-struktur-kepemilikan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Modal Saham: Konsep dan Struktur Kepemilikan - SumberAjar.com

Modal Saham: Konsep dan Struktur Kepemilikan

Pendahuluan

Pasar modal memegang peranan penting dalam struktur ekonomi modern karena menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi perusahaan yang membutuhkan modal untuk ekspansi usaha, inovasi, dan operasional. Salah satu instrumen paling fundamental dalam pasar modal adalah saham, yang merupakan cerminan kepemilikan atas perusahaan dan sebagai alat bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan dan keuntungan perusahaan tersebut. Saham tidak hanya menjadi instrumen investasi populer, tetapi juga memainkan peran penting dalam struktur modal dan dinamika kepemilikan dalam perusahaan. Perusahaan menerbitkan saham untuk mengumpulkan dana dari publik atau pemodal tertentu dengan imbalan bagian kepemilikan dalam perusahaan. Mekanisme modal saham ini mencerminkan bagaimana investor dan perusahaan saling terikat dalam penciptaan nilai ekonomi dan keberlanjutan perusahaan di pasar modal.([Lihat sumber Disini - journal.smartpublisher.id])


Definisi Modal Saham

Definisi Modal Saham Secara Umum

Modal saham secara umum dapat dimaknai sebagai bagian modal perusahaan yang diperoleh dari para pemegang saham melalui pembelian saham. Modal ini merupakan sumber pendanaan bagi perusahaan yang bersifat permanen, tanpa kewajiban pengembalian seperti pada utang. Saham memberi investor hak atas bagian kepemilikan perusahaan tersebut dan hak untuk mendapatkan dividen berdasarkan keputusan perusahaan. Dalam konteks ini, investasi saham juga mencerminkan alokasi dana jangka panjang ke dalam aset perusahaan dengan harapan mendapat imbal hasil di masa mendatang.([Lihat sumber Disini - journal.smartpublisher.id])

Definisi Modal Saham dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saham didefinisikan sebagai “ek surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor” serta hak yang dimiliki orang terhadap perusahaan karena menyerahkan modal sehingga dianggap berbagi dalam kepemilikan perusahaan.([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Modal Saham Menurut Para Ahli

  1. Kieso et al. (2017) menyatakan bahwa modal saham merupakan jumlah total yang telah disetor oleh para pemegang saham sebagai investasi dalam perusahaan, mencerminkan kontribusi modal yang berperan dalam struktur ekuitas perusahaan.([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])

  2. Gitman (2001) memandang saham sebagai bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan, di mana pemegang saham memiliki klaim terhadap aset dan pendapatan perusahaan.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

  3. Fahmi (2015:270) menyatakan bahwa saham adalah tanda bukti kepemilikan modal/dana pada suatu perusahaan, yang menunjukkan seberapa besar bagian modal yang dimiliki oleh investor.([Lihat sumber Disini - ejurnal.latansamashiro.ac.id])

  4. Darmadji dan Fakhruddin (2012) mengartikan saham sebagai kertas berisi nilai nominal, nama perusahaan, hak dan kewajiban pemegangnya, yang merupakan bagian dari modal perusahaan yang diinvestasikan oleh pemodal.([Lihat sumber Disini - journals.unihaz.ac.id])


Jenis Modal Saham dalam Perusahaan

Dalam praktik akuntansi dan struktur permodalan perusahaan, modal saham terdiri dari beberapa jenis yang masing-masing memiliki karakteristik dan hak berbeda:

1. Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa adalah jenis saham yang paling umum di perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan berhak atas dividen apabila perusahaan membaginya, sekaligus berpotensi mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga saham. Saham biasa juga menjadi indikator risiko lebih tinggi karena dividen tidak dijamin dan sering bergantung pada kinerja perusahaan.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

2. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen memberikan hak prioritas atas dividen dibandingkan dengan saham biasa, serta pemberian aset pada saat likuidasi perusahaan. Namun biasanya saham preferen tidak memberikan hak suara dalam RUPS. Saham preferen merupakan kombinasi antara instrumen utang dan ekuitas karena sering memberikan imbal hasil tetap seperti obligasi, namun tetap berstatus saham.([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

3. Agio dan Disagio Saham
Agio saham merupakan selisih antara harga jual saham dengan nilai nominalnya yang dicatat sebagai modal tambahan yang sah. Sedangkan disagio saham muncul ketika harga jual saham di bawah nilai nominalnya. Komponen ini memengaruhi total modal saham dan ekuitas perusahaan sesuai aturan akuntansi.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

Jenis-jenis modal saham tersebut merupakan komponen utama dalam struktur ekuitas perusahaan dan sering dianalisis dalam laporan keuangan untuk memahami kesehatan dan struktur pendanaan jangka panjang perusahaan.([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Struktur Kepemilikan Modal Saham

Struktur kepemilikan modal saham menggambarkan siapa pihak-pihak yang memiliki saham dalam sebuah perusahaan serta proporsi kepemilikannya. Struktur ini menjadi indikator bagaimana kekuasaan dan kontrol perusahaan terdistribusi di antara investor dan pemegang saham lainnya.

1. Pemegang Saham Individu dan Institusi

Pemegang saham bisa berupa individu atau badan/investor institusional seperti dana pensiun dan reksa dana. Institusi sering memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan perusahaan karena kemampuan memiliki jumlah saham lebih besar.

2. Struktur Mayoritas dan Minoritas
Pemegang saham mayoritas (biasanya >50% saham beredar) memiliki kontrol kuat atas keputusan strategis perusahaan, sedangkan pemegang saham minoritas memiliki hak terbatas. Struktur ini menjadi dasar dinamika dalam RUPS, keputusan dividen, dan strategi perusahaan.([Lihat sumber Disini - repository.upm.ac.id])

3. Dampak Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan
Struktur modal saham berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa struktur modal yang optimal, di mana keseimbangan antara modal sendiri (ekuitas) dan utang dipertimbangkan, dapat memaksimalkan harga saham serta meningkatkan stabilitas perusahaan dalam menghadapi risiko eksternal.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Pemahaman struktur kepemilikan modal saham penting bagi investor untuk menilai risiko dan potensi imbal hasil investasi, terutama dalam konteks keputusan pemegang saham utama yang dapat mempengaruhi arah dan kebijakan perusahaan.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Pencatatan Modal Saham

Dalam akuntansi, pencatatan modal saham mengikuti prinsip dasar dalam neraca perusahaan.

1. Pencatatan Saham yang Diterbitkan
Saat perusahaan menerbitkan saham secara tunai, modal saham dicatat dengan mendebit kas dan mengkredit akun modal saham. Selisih antara harga jual dan nilai nominalnya dicatat sebagai agio saham (jika harga lebih tinggi) atau disagio saham (jika lebih rendah).([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

2. Penjualan Saham Melalui Pemesanan
Jika saham dijual dengan pembayaran sebagian kemudian, jumlah belum dibayar dicatat sebagai piutang pesanan saham. Ketika saham diserahkan setelah pembayaran lengkap, piutang pesanan saham tersebut dipindahkan ke modal saham sebenarnya.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

3. Penyajian dalam Laporan Keuangan
Modal saham dilaporkan di neraca di bawah ekuitas pemegang saham. Total modal saham mencerminkan jumlah investasi dari para pemegang saham dan merupakan komponen utama dari ekuitas perusahaan bersama dengan cadangan modal dan laba ditahan.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

Dengan pencatatan yang benar, pengguna laporan keuangan dapat melihat kontribusi modal saham terhadap struktur modal perusahaan secara transparan dan akuntabel.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])


Perubahan Modal Saham

Modal saham perusahaan tidak bersifat statis sepanjang waktu. Beberapa kejadian yang dapat mengubah modal saham antara lain:

1. Penambahan Modal melalui Penerbitan Saham Baru

Perusahaan dapat menerbitkan saham baru untuk menggalang dana tambahan bagi ekspansi atau investasi besar. Penerbitan ini akan meningkatkan modal saham dan total ekuitas perusahaan.

2. Buyback/Pembelian Kembali Saham

Perusahaan dapat membeli kembali saham yang beredar di pasar. Transaksi buyback ini akan mengurangi jumlah modal saham beredar karena saham tersebut ditarik dari peredaran.

3. Stock Split dan Reverse Split

Stock split adalah pemecahan nilai saham untuk menambah jumlah saham yang beredar tanpa menambah modal total, sedangkan reverse split mengkonsolidasikan saham untuk mengurangi jumlah saham beredar. Kedua mekanisme ini mempengaruhi struktur saham namun tidak langsung mengubah jumlah modal secara nominal.

Perubahan-perubahan modal saham ini biasanya diatur dalam RUPS dan harus sesuai dengan ketentuan peraturan bursa efek maupun hukum korporasi setempat.([Lihat sumber Disini - repository.unikom.ac.id])


Modal Saham dalam Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan, modal saham merupakan komponen dalam ekuitas pemegang saham yang menunjukkan kontribusi yang telah disetor oleh investor.

1. Posisi Neraca
Modal saham ditampilkan di bagian tengah neraca, di bawah ekuitas, dan mencerminkan bagian modal perusahaan yang berasal dari para pemegang saham. Ekuitas ini dapat dibandingkan dengan kewajiban untuk menilai leverage dan struktur modal perusahaan.([Lihat sumber Disini - repository.upm.ac.id])

2. Informasi Tambahan

Catatan atas laporan keuangan biasanya menyertakan detail tentang jumlah saham yang diterbitkan, nilai nominal per saham, total agio/disagio saham, serta perubahan modal saham selama periode pelaporan.

3. Relevansi untuk Investor
Investor melihat modal saham sebagai indikator kekuatan dan struktur modal perusahaan serta sebagai dasar penghitungan rasio penting seperti Return on Equity (ROE) yang menunjukkan seberapa efektif perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba.([Lihat sumber Disini - eprints.unpak.ac.id])


Kesimpulan

Modal saham merupakan elemen fundamental dalam struktur permodalan perusahaan dan pasar modal. Definisi modal saham melibatkan pemahaman umum tentang investasi jangka panjang, serta pengakuan formal dari KBBI dan definisi ahli akuntansi bahwa modal saham mencerminkan kontribusi modal para pemegang saham ke perusahaan. Modal saham terdiri dari berbagai jenis seperti saham biasa, saham preferen, serta komponen agio/disagio saham. Struktur kepemilikan modal saham menunjukkan bagaimana kontrol dan hak suara didistribusikan, dan perubahan modal saham terjadi melalui mekanisme seperti penerbitan saham baru atau buyback saham. Dalam laporan keuangan, modal saham adalah bagian utama dari ekuitas yang memberikan gambaran tentang pendanaan perusahaan dan memainkan peranan penting dalam penilaian investasi. Semua aspek ini menunjukkan bahwa modal saham tidak hanya sekadar catatan akuntansi, tetapi juga alat strategis bagi perusahaan dan investor dalam menciptakan nilai jangka panjang di pasar modal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Modal saham adalah bagian dari modal perusahaan yang berasal dari penyertaan dana oleh pemegang saham melalui pembelian saham, yang mencerminkan kepemilikan dan hak atas perusahaan.

Modal saham berfungsi sebagai sumber pendanaan jangka panjang, memperkuat struktur permodalan perusahaan, serta menjadi dasar pembagian kepemilikan, hak suara, dan pembagian dividen.

Jenis modal saham dalam perusahaan meliputi saham biasa, saham preferen, serta modal tambahan seperti agio dan disagio saham yang timbul dari selisih harga jual dan nilai nominal saham.

Struktur kepemilikan modal saham adalah susunan dan proporsi kepemilikan saham oleh pemegang saham individu maupun institusi yang menentukan tingkat pengendalian dan pengambilan keputusan dalam perusahaan.

Pencatatan modal saham dilakukan dengan mengakui jumlah saham yang diterbitkan pada akun modal saham dan mencatat selisih harga jual dengan nilai nominal sebagai agio atau disagio saham dalam ekuitas.

Perubahan modal saham dapat disebabkan oleh penerbitan saham baru, pembelian kembali saham (buyback), stock split, reverse stock split, serta kebijakan korporasi yang disetujui dalam RUPS.

Modal saham disajikan dalam neraca pada bagian ekuitas pemegang saham dan dilengkapi dengan catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan jumlah saham, nilai nominal, serta perubahan modal saham.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Saham: Konsep, Jenis, dan Pencatatan Saham: Konsep, Jenis, dan Pencatatan Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Dividen: Konsep, Jenis, dan Dampak Ekuitas Dividen: Konsep, Jenis, dan Dampak Ekuitas Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Laporan Perubahan Ekuitas: Konsep dan Pergerakan Modal Laporan Perubahan Ekuitas: Konsep dan Pergerakan Modal Kebijakan Dividen: Konsep dan Implikasi Investor Kebijakan Dividen: Konsep dan Implikasi Investor Laba Ditahan: Konsep, Fungsi, dan Distribusi Laba Ditahan: Konsep, Fungsi, dan Distribusi Debt to Equity Ratio (DER): Konsep, Analisis Struktur Modal, dan Risiko Debt to Equity Ratio (DER): Konsep, Analisis Struktur Modal, dan Risiko Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Rasio Solvabilitas: Konsep, Struktur Modal, dan Risiko Keuangan Rasio Solvabilitas: Konsep, Struktur Modal, dan Risiko Keuangan Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Relevansi Nilai Informasi Akuntansi: Konsep dan Pengambilan Keputusan Relevansi Nilai Informasi Akuntansi: Konsep dan Pengambilan Keputusan Obligasi: Konsep, Penerbitan, dan Pengakuan Obligasi: Konsep, Penerbitan, dan Pengakuan Corporate Governance: Konsep, Tata Kelola, dan Akuntabilitas Corporate Governance: Konsep, Tata Kelola, dan Akuntabilitas
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…