
Saham: Konsep, Jenis, dan Pencatatan
Pendahuluan
Pasar modal adalah salah satu pilar penting dalam perekonomian modern karena menjadi tempat perusahaan mendapatkan modal dan investor berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. Di dalam pasar modal, instrumen yang paling dikenal oleh masyarakat adalah saham, sebuah aset yang memungkinkan seseorang atau lembaga memiliki sebagian kepemilikan di perusahaan. Instrumen ini tidak hanya menjadi alat investasi yang populer, tetapi juga memainkan peran penting dalam struktur modal perusahaan serta dalam pertumbuhan ekonomi secara luas. Pemahaman menyeluruh terhadap saham, mulai dari pengertiannya, jenis, jenisnya, hak dan kewajiban pemegang saham, hingga pencatatan transaksi dalam laporan keuangan, adalah bekal penting bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam dunia investasi dan dunia bisnis. Studi akademik maupun sumber resmi pasar modal menegaskan betapa esensialnya peran saham dalam menyediakan likuiditas, modal, dan mekanisme pembagian risiko di pasar keuangan modern. ([Lihat sumber Disini - idx.co.id])
Definisi Saham
Definisi Saham Secara Umum
Saham secara umum adalah bukti kepemilikan atas sebagian modal di suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, pemegangnya memiliki hak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen serta potensi perolehan keuntungan modal (capital gain) ketika harga saham meningkat. Saham juga menunjukkan klaim atas aset perusahaan berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki dibandingkan total saham yang diterbitkan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Saham dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saham didefinisikan sebagai bukti resmi kepemilikan dalam sebuah perusahaan baik oleh individu maupun badan usaha. Definisi ini menegaskan bahwa status kepemilikan saham bersifat sah dan diakui secara hukum dalam struktur perusahaan. ([Lihat sumber Disini - repository.uajy.ac.id])
Definisi Saham Menurut Para Ahli
Beberapa ahli finansial dan akuntansi mendefinisikan saham sebagai berikut:
-
Gitman (2001): Saham adalah bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan, yang menunjukkan klaim terhadap pendapatan dan aset perusahaan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
-
Mishkin (2001): Saham merupakan sekuritas yang memiliki klaim atas pendapatan dan aset suatu perusahaan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
-
Weston & Copeland (1998): Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu perseroan terbatas yang memberikan hak kepada pemegangnya atas dividen dan nilai perusahaan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
-
Bernstein: Saham adalah lembar bukti kepemilikan sebagian perusahaan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
Jenis, Jenis Saham dalam Perusahaan
Saham tidak hanya satu macam, tetapi memiliki berbagai klasifikasi berdasarkan karakteristik dan fitur haknya, yang memengaruhi hak ekonomi maupun pengaruh dalam pengambilan keputusan di perusahaan.
1. Berdasarkan Kelas Saham
-
Saham Biasa (Common Stock): Memberikan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak pembagian dividen, serta klaim atas aset setelah kreditor jika terjadi likuidasi. Saham ini biasanya paling umum diperdagangkan di pasar. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
-
Saham Preferen (Preferred Stock): Pemegang saham preferen biasanya mendapatkan dividen tetap dan prioritas dalam pembagian dividen serta klaim aset dibanding pemegang saham biasa. Namun, saham ini biasanya tidak memberikan hak suara. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
Selain itu, perusahaan dapat memiliki kelas saham seperti Class A dan Class B, yang masing, masing bisa berbeda hak suara atau klaim pembayaran dividennya tergantung pada anggaran dasar perusahaan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
2. Berdasarkan Fungsi dan Risiko
Beberapa klasifikasi saham menurut karakteristik perdagangan termasuk:
-
Saham Blue Chip: Saham perusahaan besar dengan reputasi baik dan pendapatan stabil. ([Lihat sumber Disini - cimbniaga.co.id])
-
Saham Pertumbuhan (Growth Stock): Saham dari perusahaan yang diharapkan tumbuh cepat, sering kali menahan dividen untuk reinvestasi. ([Lihat sumber Disini - cimbniaga.co.id])
-
Saham Spekulatif: Saham berisiko tinggi dengan potensi keuntungan tinggi karena pergerakan harga yang volatil. ([Lihat sumber Disini - cimbniaga.co.id])
-
Saham Siklis & Non, Siklis: Dikelompokkan berdasarkan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi; saham siklis bergerak sesuai siklus ekonomi, sedangkan non, siklis relatif stabil. ([Lihat sumber Disini - cimbniaga.co.id])
3. Berdasarkan Cara Peralihannya
-
Saham Atas Unjuk: Kepemilikan tidak tercatat atas nama individu tertentu; siapapun yang memegangnya dianggap pemilik. ([Lihat sumber Disini - cimbniaga.co.id])
-
Saham Atas Nama: Saham yang secara formal tercatat atas nama pemegangnya; memerlukan prosedur hukum untuk pengalihan. ([Lihat sumber Disini - cimbniaga.co.id])
Hak dan Kewajiban Pemegang Saham
Hak Pemegang Saham
Pemegang saham memperoleh sejumlah hak, antara lain:
-
Hak Suara dalam RUPS: Memberikan suara atas keputusan strategis perusahaan. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
-
Hak Menerima Dividen: Bagian atas laba perusahaan jika diputuskan dibagikan. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
-
Hak Klaim atas Aset: Klaim atas sisa aset setelah kreditor dan prioritas lainnya dilunasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Hak Informasi: Akses terhadap laporan kinerja dan keputusan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
-
Hak Preemptive: Hak untuk mempertahankan persentase kepemilikan jika perusahaan menerbitkan saham baru. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Kewajiban Pemegang Saham
Sementara hak, hak pemegang saham memberikan pengaruh dalam perusahaan, kewajiban utama pemegang saham meliputi:
-
Menanggung risiko kerugian pasar saham: Harga saham bisa turun tergantung kondisi ekonomi atau kinerja perusahaan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Tidak bertanggung jawab atas kewajiban hukum perusahaan: Saham memberikan liabilitas terbatas bagi pemegangnya hanya sampai jumlah modal yang diinvestasikan. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
Pencatatan Transaksi Saham
Dalam akuntansi perusahaan, pencatatan transaksi saham dilakukan secara sistematis untuk mencerminkan posisi ekuitas perusahaan di laporan keuangan. Transaksi saham bisa terbagi menjadi beberapa tahap:
-
Saham Diterbitkan (Issued Shares)
Ketika perusahaan menjual saham kepada investor, kas atau aset lainnya dicatat dengan kredit pada akun saham sesuai dengan nilai nominal dan paid-in capital jika ada kelebihan dari nilai nominal. ([Lihat sumber Disini - tsc.fl.edu]) -
Saham Diterbitkan Tanpa Nilai Nominal (No Par Stock)
Jika saham tidak memiliki nilai nominal, perusahaan mencatat saham pada stated value yang ditetapkan oleh direksi. ([Lihat sumber Disini - tsc.fl.edu]) -
Saham Dibeli Kembali (Treasury Stock)
Ketika perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri, terjadi pencatatan dalam akun treasury stock yang mengurangi ekuitas. ([Lihat sumber Disini - bajajfinserv.in]) -
Dividen dan Aksi Korporasi Lainnya
Pembayaran dividen kepada pemegang saham dicatat sebagai pengurangan laba ditahan dan kas. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
Saham dalam Struktur Modal Perusahaan
Saham merupakan bagian dari ekuitas pemegang saham dalam struktur modal perusahaan. Struktur modal menggambarkan komposisi pembiayaan perusahaan antara hutang dan modal sendiri. Saham memberikan modal sendiri yang tidak perlu dibayar kembali seperti hutang, tetapi saham memberi hak bagi investor untuk ikut serta dalam keuntungan dan risiko perusahaan.
Modal saham biasanya dicatat di laporan keuangan bagian ekuitas dan mencerminkan nilai nominal serta tambahan modal dari penerbitan saham di atas nilai nominal. Saham sering menjadi dasar untuk menilai sejauh mana perusahaan didanai oleh investor dibandingkan utang dari pihak ketiga. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
Penyajian Saham dalam Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan, saham disajikan di neraca (balance sheet) sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham. Penyajian umum mencakup:
-
Modal Saham (Share Capital): Nilai nominal saham yang diterbitkan. ([Lihat sumber Disini - tsc.fl.edu])
-
Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital): Selisih antara harga penerbitan dengan nilai nominal. ([Lihat sumber Disini - tsc.fl.edu])
-
Laba Ditahan (Retained Earnings): Laba yang tidak dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
Ekuitas yang muncul dari saham merefleksikan klaim para pemegang saham atas aset perusahaan setelah semua kewajiban dipenuhi. Penyajian ini penting bagi analis dan investor untuk mengevaluasi kesehatan finansial, struktur modal, serta kemampuan perusahaan dalam memberikan return kepada investor. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
Kesimpulan
Saham merupakan instrumen fundamental dalam pasar modal yang menunjukkan kepemilikan parsial atas sebuah perusahaan. Dalam praktiknya, saham bukan hanya sekadar surat kepemilikan, tetapi juga mencerminkan klaim atas pendapatan, hak suara, serta bagian dari aset perusahaan setelah kewajiban dipenuhi. Saham memiliki beragam jenis, mulai dari saham biasa dan preferen, hingga klasifikasi menurut fungsi perdagangan dan cara peralihannya. Hak dan kewajiban pemegang saham harus dipahami dengan baik, karena berkaitan langsung dengan hak dalam RUPS, penerimaan dividen, klaim aset, serta risiko pasar yang melekat. Transaksi saham dicatat secara rinci dalam akuntansi perusahaan dan dicerminkan dalam laporan keuangan, khususnya di bagian ekuitas. Dengan memahami saham secara komprehensif, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan perusahaan dapat mengelola struktur modalnya secara efektif. ([Lihat sumber Disini - idx.co.id])