Terakhir diperbarui: 12 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 February).  Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran: konsep, langkah, dan manfaat. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pendekatan-saintifik-dalam-pembelajaran-konsep-langkah-dan-manfaat  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran: konsep, langkah, dan manfaat - SumberAjar.com

Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran: konsep, langkah, dan manfaat

Pendahuluan

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran merupakan model pembelajaran yang semakin populer di dunia pendidikan modern karena memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya sekadar metode mengajar biasa, tetapi merupakan kerangka kerja yang memandu proses belajar melalui prinsip ilmiah yang sistematis. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif dari guru, tetapi aktif dalam membangun pengetahuan mereka sendiri melalui observasi, pengajuan pertanyaan, eksplorasi data, analisis, dan komunikasi hasil temuan. Model ini semakin banyak diterapkan khususnya dalam kurikulum pembelajaran di sekolah dasar maupun menengah di Indonesia sehingga mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep secara mendalam di kalangan peserta didik. ([Lihat sumber Disini - ejournal.uas.ac.id])


Definisi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Definisi Secara Umum

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif membangun kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui serangkaian langkah yang meniru proses ilmiah. Pendekatan ini menekankan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang mencakup tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau data, menalar atau mengasosiasi, serta mengkomunikasikan hasil pemahaman mereka. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman terhadap konsep secara holistik dan kontekstual berdasarkan pengalaman empiris siswa dalam belajar. ([Lihat sumber Disini - gramedia.com])

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendekatan merupakan cara atau upaya untuk mendekati atau memahami suatu objek atau fenomena. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan saintifik mengandung arti penggunaan teori dan prosedur ilmiah dalam menyusun strategi pembelajaran sehingga siswa mampu mempelajari fenomena belajar dengan logis, sistematis, dan empiris berdasarkan bukti yang dikumpulkan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Definisi Menurut Para Ahli

Menurut Kemendikbud dan beberapa ahli pendidikan, pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang mengintegrasikan langkah-langkah saintifik sehingga siswa berperan aktif dalam membangun pengetahuan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengolah data, menalar, dan mengomunikasikan hasilnya. Hosnan (2014) menyatakan bahwa pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang untuk mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip secara aktif oleh siswa melalui tahapan observasi dan penyelidikan ilmiah. Rusman (2015) menambahkan bahwa pendekatan ini memberi kesempatan luas kepada siswa untuk eksplorasi dan elaborasi materi pelajaran sehingga terjadi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Model pembelajaran saintifik juga menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) pada peserta didik. ([Lihat sumber Disini - gramedia.com])


Prinsip Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik dibangun atas prinsip-prinsip yang menjadi landasan filosofi serta operasional pembelajaran ilmiah. Prinsip pertama adalah pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning), di mana siswa aktif mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi solusi, dan mengkonstruksi pengetahuan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Prinsip kedua adalah keberagaman pengalaman belajar, yang memungkinkan setiap siswa belajar dengan cara mereka sendiri berdasarkan minat dan kemampuan mereka serta memberi ruang bagi berbagai metode pembelajaran yang relevan. Prinsip ketiga yakni pembelajaran sistematis yang berlandaskan pada prosedur ilmiah sehingga kegiatan belajar terstruktur dan mengedepankan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pendekatan saintifik juga berorientasi pada pengembangan keterampilan proses sains seperti kritis, analitis, dan pemecahan masalah melalui kegiatan observasi, percobaan, serta asesmen autentik yang mencerminkan kemampuan berpikir ilmiah siswa. ([Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id])


Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik memiliki langkah-langkah operasional yang harus dilaksanakan dalam proses pembelajaran agar siswa mengalami proses ilmiah secara langsung (learning by doing) dan bukan sekadar menerima informasi secara pasif.

Langkah pertama adalah Mengamati (observasi), yaitu siswa melakukan pengamatan terhadap fenomena atau objek tertentu sebagai titik awal untuk menemukan pola, fakta, atau masalah yang bermakna. Pengamatan ini memicu rasa ingin tahu dan kemampuan kritis siswa untuk menggali informasi lebih lanjut.

Langkah kedua adalah Menanya (questioning), di mana siswa mengajukan pertanyaan yang relevan terhadap fenomena yang diamati. Pertanyaan ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah dan berusaha mencari jawaban melalui pendekatan ilmiah yang sistematis.

Langkah ketiga adalah Mengumpulkan informasi atau data, yaitu kegiatan menggali informasi melalui berbagai sumber atau eksperimen yang dirancang untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang muncul dari pengamatan sebelumnya. Informasi yang terkumpul menjadi dasar analisis berikutnya.

Langkah keempat adalah Mengolah atau Mengasosiasi (associating) informasi yang telah dikumpulkan. Pada tahap ini siswa melakukan analisis untuk menyusun informasi sehingga membentuk pola atau hubungan tertentu antara konsep yang dipelajari dengan data empiris yang diperoleh.

Langkah kelima adalah Mengkomunikasikan (communicating), yaitu siswa menyusun hasil analisis mereka dalam bentuk presentasi, laporan lisan, tulisan, atau diskusi sehingga dapat menjelaskan proses berpikir dan temuan yang telah diperoleh secara ilmiah. Dengan menyampaikan hasil temuan tersebut, siswa berlatih keterampilan komunikasi akademik sekaligus memperkuat pemahaman konsep mereka. ([Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id])


Penerapan Pendekatan Saintifik di Sekolah Dasar

Di lingkungan sekolah dasar, pendekatan saintifik diterapkan pada pembelajaran tematik terpadu maupun mata pelajaran Sains atau IPA untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah secara bertahap. Dalam konteks Kurikulum 2013 di Indonesia, pendekatan ini telah diintegrasikan secara formal di semua jenjang kelas termasuk sekolah dasar, di mana siswa diajak mengamati fenomena lingkungan sekitar, mengajukan pertanyaan, bereksperimen sederhana, serta menganalisis data yang mereka peroleh secara kelompok maupun individual. Tujuan penerapan ini adalah membiasakan siswa berpikir secara ilmiah sejak dini, meningkatkan keterampilan proses sains, dan menciptakan pembelajaran yang hidup serta bermakna di luar sekadar hafalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id])


Peran Guru dan Siswa dalam Pendekatan Saintifik

Dalam implementasinya, peran guru berubah dari sekadar pemberi materi menjadi fasilitator dan mediator pembelajaran. Guru merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat aktif melalui stimulasi observasi, pertanyaan, dan eksplorasi. Guru juga berfungsi sebagai pembimbing dalam memberikan umpan balik serta membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif. Peran siswa dalam pendekatan saintifik adalah sebagai pelaku utama proses pembelajaran yang aktif dalam mengamati, bertanya, menyelidiki, mengolah data, dan mengkomunikasikan hasilnya. Keterlibatan aktif siswa ini menjadi kunci keberhasilan pembelajaran karena mereka dilatih menjadi pembelajar mandiri yang bertanggung jawab terhadap proses memperoleh pengetahuan mereka sendiri. ([Lihat sumber Disini - ejournal.stitpn.ac.id])


Manfaat Pendekatan Saintifik terhadap Pembelajaran

Pendekatan saintifik memberikan banyak manfaat yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Pertama, pendekatan ini mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa karena mereka mengalami sendiri proses memperoleh informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan data empiris. Kedua, pendekatan saintifik efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis karena melibatkan kegiatan yang menuntut siswa untuk menganalisis fenomena, merumuskan pertanyaan, serta menyusun solusi secara logis. Ketiga, pendekatan ini menumbuhkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan pengalaman nyata mereka. Dengan demikian, pendekatan saintifik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh, baik dari sisi kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.arimsi.or.id])


Kesimpulan

Pendekatan saintifik adalah model pembelajaran yang berbasis pada prinsip dan langkah ilmiah yang sistematis, memfasilitasi siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui observasi, bertanya, eksplorasi data, analisis informasi, dan komunikasi hasil temuan secara ilmiah. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi membangun pengetahuan mereka sendiri secara kontekstual. Prinsip-prinsip pendukungnya meliputi pembelajaran berpusat pada siswa, keberagaman pengalaman belajar, dan berpikir tingkat tinggi. Implementasi pendekatan saintifik di sekolah dasar telah terbukti meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta keterlibatan siswa dalam proses belajar. Peran guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pelaku aktif menjadi dasar keberhasilan pendekatan ini. Secara keseluruhan, pendekatan saintifik memberikan manfaat signifikan terhadap perkembangan pengetahuan dan keterampilan ilmiah peserta didik dalam konteks pendidikan abad ke-21.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran adalah pendekatan belajar yang menggunakan langkah-langkah ilmiah seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan untuk membantu siswa membangun pengetahuan secara sistematis dan bermakna.

Tujuan utama pendekatan saintifik adalah meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta membiasakan siswa berpikir logis dan objektif melalui proses ilmiah.

Langkah-langkah pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau mencoba, mengasosiasi atau menalar, serta mengomunikasikan hasil pembelajaran.

Pendekatan saintifik di sekolah dasar diterapkan melalui pembelajaran tematik dan aktivitas sederhana seperti observasi lingkungan, eksperimen ringan, diskusi kelompok, serta presentasi hasil belajar sesuai dengan tahap perkembangan siswa.

Manfaat pendekatan saintifik bagi siswa antara lain meningkatkan keterlibatan aktif dalam belajar, melatih keterampilan berpikir kritis, memperkuat pemahaman konsep, serta menumbuhkan sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu dan tanggung jawab.

Dalam pendekatan saintifik, guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing yang merancang aktivitas pembelajaran, memberi arahan, serta membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum Merdeka Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum Merdeka Pembelajaran Tematik Terpadu: konsep, pendekatan, dan penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu: konsep, pendekatan, dan penerapan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): konsep, struktur, dan fungsi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): konsep, struktur, dan fungsi Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Inovasi Pembelajaran Abad 21 Inovasi Pembelajaran Abad 21 Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Logika Analitik dalam Kajian Riset Logika Analitik dalam Kajian Riset Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Inovasi Pembelajaran oleh Guru SD: konsep, peluang, dan implementasi Inovasi Pembelajaran oleh Guru SD: konsep, peluang, dan implementasi Evaluasi Pembelajaran SD: konsep, teknik, dan pemanfaatan hasil Evaluasi Pembelajaran SD: konsep, teknik, dan pemanfaatan hasil Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pembelajaran Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pembelajaran Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Perencanaan Pembelajaran SD: konsep, komponen, dan tahapan Perencanaan Pembelajaran SD: konsep, komponen, dan tahapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…