Terakhir diperbarui: 10 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 10 February). Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar. SumberAjar. Retrieved 11 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/media-pembelajaran-interaktif-konsep-desain-dan-efektivitas-belajar  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar - SumberAjar.com

Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar

Pendahuluan

Media pembelajaran interaktif telah menjadi fenomena penting dalam dunia pendidikan modern di era teknologi saat ini. Integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran memungkinkan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menarik dibandingkan metode tradisional yang hanya bersifat satu arah. Media pembelajaran interaktif memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan interaksi langsung dengan materi pembelajaran melalui berbagai macam elemen, seperti video edukatif, simulasi, kuis, dan permainan edukatif, yang semuanya dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik tetapi juga dapat menjawab tantangan keterlibatan siswa yang sering kali rendah dalam proses pembelajaran konvensional. ([Lihat sumber Disini - journal.mgedukasia.or.id])

Media pembelajaran interaktif juga berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih individual, karena siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing. Akibatnya, siswa cenderung lebih termotivasi, aktif berpikir, serta memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Karena pentingnya media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, artikel ini akan membahas secara komprehensif konsep, karakteristik, desain, bentuk, penerapan di sekolah dasar, serta efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.mgedukasia.or.id])


Definisi Media Pembelajaran Interaktif

Definisi Media Pembelajaran Interaktif Secara Umum

Secara umum, media pembelajaran interaktif adalah suatu bentuk alat atau sumber belajar yang dirancang sedemikian rupa agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi pelajaran. Interaktivitas ini berarti adanya komunikasi dua arah antara siswa dan media, bukan sekadar penyampaian informasi satu arah seperti ceramah atau materi cetak biasa. Media ini memanfaatkan berbagai elemen digital seperti teks, gambar, audio, video, animasi, kuis, serta simulasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Interaktivitas yang ditawarkan memungkinkan siswa untuk merespons, mengeksplorasi, dan membangun pemahaman konsep yang lebih mendalam dibandingkan media pembelajaran tradisional. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Interaksi yang dimaksud bukan hanya sekedar klik atau melihat, tetapi juga merangsang siswa untuk berpikir aktif, melakukan penilaian mandiri melalui umpan balik langsung, serta menerapkan konsep melalui latihan yang diberikan. Interaktifitas seperti ini dapat menjadikan media pembelajaran tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai mitra pembelajaran yang mendukung proses berpikir kritis dan kreatif siswa. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Definisi Media Pembelajaran Interaktif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interaktif berarti bersifat saling melakukan aksi atau respon dua arah, antar hubungan, terutama antara pengguna dan sistem atau media yang digunakan. Dalam konteks media pembelajaran, media interaktif adalah media yang menyediakan komunikasi dua arah antara pengguna (siswa) dan media atau sistem pembelajaran sehingga siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga beraksi terhadap materi yang disajikan. ([Lihat sumber Disini - mysch.id])

KBBI juga menjelaskan bahwa media interaktif mampu memberikan kesempatan pada pengguna untuk memilih, memanipulasi, dan menanggapi elemen media sesuai dengan kebutuhan atau pertanyaan yang muncul dalam proses belajar. Hal ini berarti bahwa media bukan lagi sekadar alat penyampai pesan, tetapi menjadi bagian dari lingkungan belajar yang aktif, di mana siswa diajak untuk berpikir, menjawab, dan memecahkan masalah. ([Lihat sumber Disini - mysch.id])

Definisi Media Pembelajaran Interaktif Menurut Para Ahli

Menurut Alessi & Trollip, media pembelajaran interaktif adalah multimedia yang dilengkapi dengan alat kontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, memungkinkan siswa atau peserta didik untuk memilih arah pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka dan memberikan respon terhadap materi yang disajikan. Interaktivitas ini mencakup penyampaian informasi, bimbingan awal terhadap materi, latihan praktik, hingga pengukuran hasil belajar. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Sementara itu menurut beberapa ahli dalam penelitian di bidang pendidikan, media pembelajaran interaktif adalah alat atau sumber belajar yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan konten pembelajaran melalui media digital dan teknologi. Interaksi ini meliputi eksplorasi materi, umpan balik langsung, serta penilaian diri yang memungkinkan peningkatan motivasi dan pemahaman konsep di luar pembelajaran pasif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Ahli lain juga menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif tidak hanya menyediakan konten, tetapi juga mendorong proses berpikir aktif, membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi, karena media tersebut menawarkan pengalaman belajar yang bersifat konstruktif dan partisipatif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Karakteristik Media Pembelajaran Interaktif

Media pembelajaran interaktif memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari media pembelajaran tradisional. Pertama, media ini menawarkan interaksi dua arah antara siswa dengan materi pembelajaran. Tidak seperti media statis yang hanya menyampaikan konten satu arah, media interaktif memungkinkan siswa untuk memilih, bereksperimen, dan merespon berbagai elemen pembelajaran sesuai ritme dan gaya belajar mereka. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Kedua, media pembelajaran interaktif memadukan berbagai bentuk konten dalam satu platform, seperti teks, gambar, suara, video, animasi, serta kuis atau simulasi yang membutuhkan partisipasi aktif siswa. Integrasi berbagai elemen ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Ketiga, media pembelajaran interaktif memberikan umpan balik secara langsung kepada siswa. Umpan balik ini sangat penting dalam proses belajar karena siswa bisa langsung mengetahui jawaban atau pemahaman mereka terhadap materi yang sedang dipelajari, sehingga memungkinkan perbaikan konsep secara mandiri. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Selain itu, media pembelajaran interaktif bersifat adaptif terhadap kebutuhan siswa. Siswa dapat memilih jalur pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka, sehingga media ini cocok digunakan dalam situasi pembelajaran diferensiasi. Hal ini membuat media pembelajaran interaktif sangat efektif untuk menjangkau berbagai tipe siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda, seperti visual, auditori, atau kinestetik. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])


Prinsip Desain Media Pembelajaran Interaktif

Desain media pembelajaran interaktif harus memperhatikan beberapa prinsip penting agar efektif dalam mendukung proses pembelajaran. Prinsip pertama adalah keterlibatan aktif siswa. Media harus dirancang sedemikian rupa sehingga siswa merasa tertantang untuk mengeksplorasi materi sendiri, bukan sekadar pasif menerima informasi. Hal ini bisa dicapai melalui elemen kuis, simulasi, atau tugas yang menuntut siswa berpikir aktif. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Prinsip kedua adalah kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Setiap elemen media harus dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang spesifik. Misalnya, jika tujuan pembelajaran adalah memahami konsep tertentu, media harus menyediakan kegiatan atau latihan yang relevan dengan konsep tersebut, bukan sekadar elemen hiburan. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Prinsip ketiga adalah keterbacaan dan kemudahan navigasi. Media pembelajaran interaktif harus dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Hal ini penting karena jika media sulit digunakan, siswa akan cepat merasa frustrasi dan kehilangan fokus belajar. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

Selanjutnya adalah prinsip umpan balik yang tepat waktu. Sistem media interaktif harus memberikan respon atau umpan balik secara langsung setiap kali siswa melakukan aktivitas. Umpan balik ini membantu siswa memahami apakah mereka telah menjawab dengan benar atau perlu revisi pada pemikiran mereka. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Terakhir, prinsip aksesibilitas dan fleksibilitas juga penting dalam desain media pembelajaran interaktif. Media harus dapat diakses oleh siswa dengan berbagai perangkat, serta memungkinkan siswa untuk belajar kapan pun dan di mana pun sesuai kebutuhan. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])


Bentuk-Bentuk Media Pembelajaran Interaktif

Media pembelajaran interaktif hadir dalam berbagai bentuk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Salah satu bentuk yang paling umum adalah video interaktif yang tidak hanya menyajikan materi secara visual tetapi juga menyertakan pertanyaan atau aktivitas untuk meningkatkan keterlibatan siswa. ([Lihat sumber Disini - mysch.id])

Selain video interaktif, bentuk lain yang sering digunakan adalah aplikasi pembelajaran berbasis komputer atau smartphone. Aplikasi ini sering kali mencakup kuis, permainan edukatif, atau simulasi yang memungkinkan siswa berlatih konsep pelajaran dalam konteks yang menyerupai situasi nyata. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Multimedia interaktif seperti e-learning modul berbasis web juga menjadi populer, di mana siswa dapat belajar secara mandiri melalui modul yang menggabungkan teks, animasi, audio, dan elemen interaktif lainnya. Bentuk ini sesuai untuk pembelajaran jarak jauh atau blended learning. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Selain itu, media pembelajaran interaktif berupa permainan edukatif (educational games) juga efektif dalam menarik minat belajar siswa karena elemen permainan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - journal.mgedukasia.or.id])


Penerapan Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Dasar

Di sekolah dasar, media pembelajaran interaktif telah diterapkan dalam berbagai mata pelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran interaktif seperti video edukatif, aplikasi pembelajaran berbasis teknologi, dan permainan edukatif di kelas dapat meningkatkan minat belajar siswa, terutama pada materi yang dianggap sulit atau abstrak. ([Lihat sumber Disini - journal.mgedukasia.or.id])

Salah satu contoh penerapan media pembelajaran interaktif di sekolah dasar adalah penggunaan video tutorial dan aplikasi berbasis teknologi untuk materi pembelajaran agama atau tema IPA. Penerapan ini dilaporkan dapat meningkatkan learning interest atau minat belajar siswa secara signifikan setelah penggunaan media interaktif dibandingkan metode pembelajaran tradisional. ([Lihat sumber Disini - journal.mgedukasia.or.id])

Selain itu, media pembelajaran interaktif juga membantu siswa yang memiliki berbagai gaya belajar. Misalnya, siswa dengan gaya visual akan sangat terbantu oleh animasi dan video, sementara siswa dengan gaya kinestetik dapat lebih aktif dalam kegiatan simulasi atau permainan edukatif yang disediakan. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])


Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif terhadap Hasil Belajar

Beragam penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Efektivitas media ini terlihat dari peningkatan pemahaman konsep, peningkatan motivasi belajar, serta kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan media interaktif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])

Dalam studi di sekolah dasar, penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi terbukti meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa serta hasil belajar mereka secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga efektif dalam membantu mereka memahami materi pelajaran secara lebih mendalam. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif seperti kuis, permainan edukatif, dan video interaktif dapat meningkatkan minat belajar serta partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika. Peningkatan ini berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang hanya menggunakan metode ceramah atau buku teks. ([Lihat sumber Disini - journal.staiypiqbaubau.ac.id])

Efektivitas media pembelajaran interaktif juga terlihat pada siswa di sekolah dasar yang menunjukkan peningkatan keterlibatan dan hasil pembelajaran setelah media interaktif digunakan dalam proses belajar mereka. Hasil ini menguatkan bahwa media pembelajaran interaktif merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])


Kesimpulan

Media pembelajaran interaktif adalah pendekatan pembelajaran modern yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui interaksi dua arah antara peserta didik dan materi pembelajaran. Media ini memiliki karakteristik khusus seperti interaktivitas, integrasi berbagai elemen multimedia, umpan balik langsung, serta adaptabilitas terhadap kebutuhan siswa. Prinsip desainnya harus memperhatikan keterlibatan siswa, kemudahan navigasi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, dan aksesibilitas.

Berbagai bentuk media interaktif, seperti video interaktif, aplikasi pembelajaran digital, dan permainan edukatif, telah terbukti efektif dalam konteks pembelajaran sekolah dasar untuk meningkatkan motivasi, minat belajar, pemahaman konsep, dan hasil belajar siswa. Penelitian-penelitian empiris juga mendukung bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan serta membantu pencapaian hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Secara keseluruhan, media pembelajaran interaktif menjadi alat penting dalam pendidikan modern untuk menghadapi kebutuhan pembelajaran abad 21. ([Lihat sumber Disini - journal.mgedukasia.or.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Media pembelajaran interaktif adalah media belajar yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya interaksi dua arah antara peserta didik dan materi pembelajaran, baik melalui teks, gambar, audio, video, animasi, kuis, maupun simulasi berbasis teknologi digital.

Ciri utama media pembelajaran interaktif meliputi adanya interaksi dua arah, penggunaan multimedia, pemberian umpan balik langsung, kemudahan navigasi, serta kemampuan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan kecepatan belajar peserta didik.

Media pembelajaran interaktif penting karena dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, pemahaman konsep, serta membantu siswa belajar secara mandiri dan lebih bermakna dibandingkan pembelajaran konvensional.

Contoh media pembelajaran interaktif antara lain video pembelajaran interaktif, aplikasi pembelajaran digital, modul e-learning berbasis web, permainan edukatif, simulasi pembelajaran, serta kuis interaktif berbasis teknologi.

Penerapan media pembelajaran interaktif di sekolah dasar dilakukan melalui penggunaan video edukatif, aplikasi pembelajaran, permainan edukatif, dan multimedia interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman materi.

Ya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif efektif meningkatkan hasil belajar siswa karena mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, pemahaman konsep, serta partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Sistem Web Pembelajaran Interaktif Sistem Web Pembelajaran Interaktif Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Penggunaan Chatbot dalam Pembelajaran Interaktif Penggunaan Chatbot dalam Pembelajaran Interaktif Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Visualisasi Statistik Interaktif untuk Peneliti Pemula Visualisasi Statistik Interaktif untuk Peneliti Pemula Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Media Pembelajaran Digital: konsep, karakteristik, dan tantangannya Media Pembelajaran Digital: konsep, karakteristik, dan tantangannya Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pembelajaran Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Media Pembelajaran Visual: konsep, bentuk, dan pengaruhnya Media Pembelajaran Visual: konsep, bentuk, dan pengaruhnya Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Media Pembelajaran Konvensional: konsep, jenis, dan penggunaannya Media Pembelajaran Konvensional: konsep, jenis, dan penggunaannya Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…