Terakhir diperbarui: 12 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 February). Pembelajaran Tematik Terpadu: konsep, pendekatan, dan penerapan. SumberAjar. Retrieved 12 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pembelajaran-tematik-terpadu-konsep-pendekatan-dan-penerapan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pembelajaran Tematik Terpadu: konsep, pendekatan, dan penerapan - SumberAjar.com

PENDIDIKAN TEMATIK TERPADU: KONSEP, PENDEKATAN, DAN PENERAPAN

Pendahuluan

Pembelajaran tematik terpadu adalah salah satu model pembelajaran yang semakin menonjol dalam pendidikan dasar di Indonesia, terutama sejak diberlakukannya Kurikulum 2013 yang menekankan integrasi antar mata pelajaran melalui tema-tema yang bermakna. Model ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan materi secara ilmiah, tetapi juga untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, relevan, dan menyenangkan bagi peserta didik. Melalui pendekatan tematik terpadu, siswa diharapkan mampu melihat hubungan antar konsep dari berbagai bidang studi, memahami keterkaitan ilmu secara holistik, serta mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pembelajaran tematik terpadu juga selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif. ([Lihat sumber Disini - neliti.com])


Definisi Pembelajaran Tematik Terpadu

Definisi Pembelajaran Tematik Terpadu secara Umum

Pembelajaran tematik terpadu umumnya dipahami sebagai pendekatan pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai penghubung atau integrasi beberapa mata pelajaran sehingga aktivitas belajar tidak berdiri sendiri-sendiri tetapi saling berkaitan dalam satu kerangka tema. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dengan cara mengaitkan materi pembelajaran lintas disiplin sehingga siswa dapat memahami berbagai aspek konsep dalam hubungan yang lebih komprehensif. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

Definisi Pembelajaran Tematik Terpadu dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah tematik merujuk pada istilah yang berkaitan dengan tema atau pokok pikiran. Sementara terpadu berarti terhubung atau digabungkan. Dengan demikian, pembelajaran tematik terpadu menurut makna leksikalnya adalah pembelajaran yang dikembangkan dari tema-tema tertentu dan materi pembelajaran yang digabungkan secara sistematis dari berbagai mata pelajaran agar siswa memperoleh gambaran utuh mengenai topik yang dipelajari. (KBBI daring)

Definisi Pembelajaran Tematik Terpadu Menurut Para Ahli

  1. Menurut Majid (2014) pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

  2. Rusman (2015) menyatakan bahwa pembelajaran tematik terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individu maupun kelompok, aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

  3. Kurniawan (2014) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari mata pelajaran yang berbeda melalui topik yang sama guna memberikan pemahaman yang utuh kepada peserta didik. ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])

  4. Menurut T. Raka Joni, pembelajaran tematik terpadu adalah suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif melalui berbagai pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata sehingga pembelajaran menjadi bermakna. ([Lihat sumber Disini - ojs.staira.ac.id])


Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari pembelajaran tradisional. Pertama, pembelajaran ini bersifat berpusat pada siswa, yang berarti siswa aktif berpartisipasi dalam proses belajar dan guru lebih berperan sebagai fasilitator. Kedua, siswa mendapatkan pengalaman langsung yang kontekstual terhadap materi pembelajaran, sehingga pemahaman mereka tidak hanya berupa teori tetapi juga pengalaman nyata. Ketiga, dalam pembelajaran tematik terpadu pemisahan antar mata pelajaran tidak terlalu jelas karena materi disajikan secara terpadu dalam satu tema. Keempat, konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran disajikan secara bersamaan sehingga siswa mampu memahami keterkaitan antar konteks ilmu pengetahuan. Kelima, pembelajaran ini bersifat fleksibel karena guru dapat mengaitkan materi sesuai kebutuhan siswa dan kondisi kelas. Keenam, kegiatan pembelajaran dirancang agar menyenangkan dan bermakna sehingga memotivasi siswa dalam memahami materi. ([Lihat sumber Disini - ojs.staira.ac.id])


Pendekatan dalam Pembelajaran Tematik Terpadu

Pendekatan pembelajaran tematik terpadu sangat dipengaruhi oleh prinsip Kurikulum 2013 yang menekankan penggunaan pendekatan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu siswa melakukan pengamatan, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan hasil belajarnya. Hal ini menjadikan proses pembelajaran lebih partisipatif dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kemampuan berkolaborasi. Selain itu, pendekatan tematik juga mengintegrasikan aspek nilai, keterampilan, dan pengetahuan dari berbagai mata pelajaran melalui tema yang dipilih sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan kontekstual. Pendekatan ini juga mencakup pendekatan kontekstual yang memanfaatkan lingkungan sekitar siswa sebagai sumber belajar utama sehingga pengetahuan yang diperoleh lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])


Prinsip Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Terpadu

Prinsip pembelajaran tematik terpadu mencakup beberapa hal penting. Pertama, pembelajaran harus relevan dengan kehidupan siswa, artinya tema yang ditetapkan harus mencerminkan situasi nyata yang dapat dialami siswa secara langsung. Kedua, pembelajaran harus holistik, yaitu tidak hanya fokus pada aspek kognitif tetapi juga aspek afektif, sosial, dan keterampilan. Ketiga, siswa perlu aktif terlibat dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan sampai evaluasi. Keempat, pembelajaran harus bersifat fleksibel sehingga guru dapat menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Kelima, tema harus bermakna, yaitu mampu menghubungkan konsep-konsep antar mata pelajaran dalam satu jaringan pengetahuan. Prinsip-prinsip ini bertujuan agar pembelajaran tematik terpadu tidak hanya menjadi penggabungan materi, tetapi juga meningkatkan pemahaman konsep yang lebih mendalam bagi siswa. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stiq-amuntai.ac.id])


Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar

Penerapan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar melibatkan sejumlah langkah penting. Dimulai dari perencanaan yang matang, yaitu menyusun RPP, silabus tematik terpadu, dan kalender tematik berdasarkan tema yang relevan dengan kebutuhan siswa. Kemudian guru menyusun jaringan tema yang mengaitkan kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran yang akan dipelajari dalam satu tema. Selanjutnya, pelaksanaan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan metode pembelajaran yang bervariasi seperti diskusi, proyek, dan eksplorasi lingkungan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan indikator yang telah direncanakan. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran, serta pemahaman konsep yang lebih bermakna. Namun, kesiapan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran tematik juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapannya. ([Lihat sumber Disini - journal.um.ac.id])


Manfaat Pembelajaran Tematik Terpadu bagi Siswa

Pembelajaran tematik terpadu memberikan berbagai manfaat bagi siswa. Pertama, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mereka dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kehidupan nyata. Kedua, pendekatan ini mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif karena siswa dilibatkan dalam proses eksplorasi tema yang beragam. Ketiga, pembelajaran tematik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena materi disajikan secara menarik dan relevan. Keempat, melalui kegiatan pembelajaran tematik, siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial seperti bekerja sama, komunikasi, dan toleransi melalui kerja kelompok. Kelima, konsep yang dipelajari dalam konteks tematik cenderung lebih mudah diingat oleh siswa karena materi terintegrasi dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran tematik terpadu tidak hanya membantu siswa memahami pengetahuan tetapi juga membantu mereka menjadi pembelajar yang aktif dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])


Kesimpulan

Pembelajaran tematik terpadu adalah model pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran melalui penggunaan tema yang bermakna sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang holistik, relevan, dan kontekstual. Secara umum, pembelajaran tematik terpadu berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, dan menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran secara terpadu. Pendekatan ini selaras dengan prinsip Kurikulum 2013 yang menekankan pendekatan saintifik serta keterampilan abad ke-21. Penerapannya di sekolah dasar melibatkan perencanaan tematik, pelaksanaan dengan metode yang variatif, serta penilaian menyeluruh. Manfaatnya sangat luas, mulai dari peningkatan motivasi belajar hingga keterampilan sosial siswa. Secara keseluruhan, pembelajaran tematik terpadu merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. ([Lihat sumber Disini - neliti.com])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pembelajaran tematik terpadu adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema tertentu sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang utuh, bermakna, dan kontekstual.

Tujuan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar adalah membantu siswa memahami konsep secara menyeluruh, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara seimbang.

Karakteristik pembelajaran tematik terpadu antara lain berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, bersifat fleksibel, serta menekankan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

Penerapan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar dilakukan melalui perencanaan tema, pengintegrasian kompetensi dasar antar mata pelajaran, pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, serta penilaian yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Manfaat pembelajaran tematik terpadu bagi siswa meliputi meningkatnya motivasi belajar, pemahaman konsep yang lebih mendalam, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta kemampuan sosial melalui kerja sama dan komunikasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Metode Pembelajaran Tematik: konsep, integrasi, dan manfaatnya Teknik Analisis Tematik dalam Penelitian Kualitatif Teknik Analisis Tematik dalam Penelitian Kualitatif Reduksi Data Tematik: Langkah dan Contoh Reduksi Data Tematik: Langkah dan Contoh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): konsep, struktur, dan fungsi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): konsep, struktur, dan fungsi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum Merdeka Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum Merdeka Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar: konsep, klasifikasi, dan karakteristik Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar: konsep, klasifikasi, dan karakteristik Perencanaan Pembelajaran SD: konsep, komponen, dan tahapan Perencanaan Pembelajaran SD: konsep, komponen, dan tahapan Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…