Terakhir diperbarui: 21 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 21 January). Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan. SumberAjar. Retrieved 22 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengakuan-pendapatan-konsep-prinsip-akuntansi-dan-pelaporan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan - SumberAjar.com

PENGAKUAN PENDAPATAN: KONSEP, PRINSIP AKUNTANSI, DAN PELA PORAN

Pendahuluan

Pengakuan pendapatan merupakan aktivitas fundamental dalam akuntansi yang sangat memengaruhi kualitas dan kredibilitas laporan keuangan suatu entitas. Dalam praktik pelaporan keuangan, pendapatan bukan hanya sekadar angka penjualan atau pemasukan kas, tetapi mencerminkan pencapaian manfaat ekonomi yang diperoleh perusahaan dari aktivitas operasional utamanya dalam periode tertentu. Konsep ini menjadi penting karena pendapatan menentukan laba bersih, kondisi kinerja keuangan, serta informasi yang digunakan oleh investor, kreditor, regulator, dan pemangku kepentingan lain dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penyusunan laporan keuangan tanpa pengakuan pendapatan yang tepat dapat menghasilkan informasi yang menyesatkan dan tidak mencerminkan realitas ekonomi perusahaan secara objektif. Studi empiris bahkan menunjukkan bahwa pengakuan pendapatan memegang peranan kunci dalam keandalan dan transparansi penyajian laporan keuangan di berbagai industri. ([Lihat sumber Disini - jptam.org])


Definisi Pengakuan Pendapatan

Definisi Pengakuan Pendapatan Secara Umum

Secara umum, pengakuan pendapatan didefinisikan sebagai proses atau prinsip akuntansi yang menentukan kapan dan bagaimana suatu entitas mencatat pendapatan dalam laporan keuangan. Pendapatan diakui bukan saat kas diterima, tetapi ketika manfaat ekonomi telah dihasilkan dan telah direalisasi atau dapat direalisasi, serta jumlahnya dapat diukur secara andal. Pendekatan ini mengikuti prinsip akrual dalam akuntansi di mana pengakuan pendapatan dilakukan saat transaksi mendasar terjadi, misalnya saat barang atau jasa telah diserahkan kepada pelanggan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Pengakuan Pendapatan dalam KBBI

Menurut definisi kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pendapatan adalah jumlah keseluruhan hasil yang diperoleh sebagai imbalan suatu aktivitas atau usaha dalam periode tertentu. Sedangkan pengakuan pendapatan merujuk pada tindakan pencatatan hasil usaha tersebut ke dalam laporan akuntansi pada periode di mana hak atas pendapatan tersebut telah diperoleh, bukan sekadar penerimaan kas. Definisi ini menekankan aspek hak dan periode pencatatan dalam akuntansi. (KBBI secara umum mendefinisikan pendapatan sebagai hasil atau pemasukan; tautan sumber dapat diakses melalui situs resmi KBBI daring).

Definisi Pengakuan Pendapatan Menurut Para Ahli

  1. Bragg (2023) menyatakan bahwa pengakuan pendapatan adalah prinsip akuntansi yang mengatur kapan pendapatan diakui, yang harus mencerminkan pengiriman barang atau layanan dan pengukuran imbalan yang telah diterima atau akan diterima. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Dalam artikel akademik oleh Aurelia & Michelle (2023), pengakuan pendapatan digambarkan sebagai prinsip penting yang menentukan pencatatan pendapatan, pengukuran, dan pengungkapan dalam laporan keuangan demi mencerminkan informasi keuangan yang akurat. ([Lihat sumber Disini - papers.ssrn.com])

  3. Aristantia dkk. (2022) menjelaskan bahwa pendapatan harus diukur berdasarkan nilai wajar imbalan dan diakui saat manfaat ekonomi dari transaksi diyakini akan diterima oleh entitas. ([Lihat sumber Disini - journals.indexcopernicus.com])

  4. PSAK No. 23/72 juga menjelaskan bahwa pengakuan pendapatan harus mengacu pada standar akuntansi yang berlaku umum sehingga pendapatan hanya diakui bila syarat pokok sudah terpenuhi dan manfaat ekonomi masa depan kemungkinan besar akan diterima. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])


Prinsip Akuntansi dalam Pengakuan Pendapatan

Prinsip akuntansi yang mengatur pengakuan pendapatan dirancang untuk menjaga laporan keuangan tetap andal, relevan, dan dapat dibandingkan antar periode serta antar entitas. Prinsip ini melandasi penentuan kapan pendapatan harus dicatat, termasuk tahapan dan kondisi di mana manfaat ekonomi telah benar-benar diperoleh oleh entitas. Berdasarkan literatur akademik dan standar yang berlaku:

  1. Prinsip Realisasi dan Perolehan (Earned & Realizable)
    Prinsip dasar menyatakan bahwa pendapatan diakui ketika telah direalisasi atau dapat direalisasi dan telah diperoleh. Pendapatan dikatakan direalisasi apabila barang atau jasa telah diserahkan kepada pelanggan sehingga hak untuk menerima imbalan telah muncul, dan dapat direalisasi apabila kemungkinan besar imbalan akan diterima. Konsep ini menekankan keandalan pengukuran dan karakteristik ekonomis dari transaksi pendapatan. ([Lihat sumber Disini - j-innovative.org])

  2. Prinsip Akrual (Accrual Basis)
    Akuntansi modern menggunakan basis akrual di mana pendapatan dicatat pada saat hak untuk menerima imbalan diperoleh, terlepas dari waktu kas diterima. Basis akrual ini menjadi landasan bagi prinsip pengakuan pendapatan dan meningkatnya relevansi serta keterbandingan laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Standar Akuntansi yang Berlaku Umum
    Dalam konteks nasional, pengakuan pendapatan harus mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), sementara secara internasional merujuk pada IFRS 15, Revenue from Contracts with Customers. IFRS 15 menetapkan model lima langkah yang mencakup identifikasi kontrak, identifikasi kinerja kewajiban, penetapan harga transaksi, alokasi harga, dan pengakuan pendapatan saat kewajiban dipenuhi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Prinsip Kewajaran dan Transparansi
    Pengakuan pendapatan harus dilakukan secara konsisten dan transparan sehingga pihak luar dapat memahami kebijakan akuntansi entitas. Hal ini mencakup pengungkapan metode serta asumsi yang digunakan dalam pengakuan pendapatan. ([Lihat sumber Disini - journals.indexcopernicus.com])


Kriteria dan Waktu Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan harus mematuhi kriteria spesifik agar pengakuan dalam laporan keuangan mencerminkan realitas ekonomi. Berikut kriteria yang digunakan secara umum dalam penelitian dan standar akuntansi:

  1. Transaksi Telah Terjadi dan Selesai
    Pendapatan hanya dapat diakui bila transaksi pokok telah terjadi, yaitu barang sudah dikirim atau jasa telah selesai diberikan kepada pelanggan, sehingga manfaat ekonomi telah beralih kepada pelanggan. ([Lihat sumber Disini - journals.indexcopernicus.com])

  2. Kemungkinan Penerimaan Imbalan
    Imbalan atau pembayaran pendapatan harus dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar akan diterima. Ini penting agar jumlah pendapatan yang dicatat tidak bersifat spekulatif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Pengukuran yang Andal
    Jumlah pendapatan harus dapat diukur secara andal, mencerminkan nilai wajar imbalan yang diterima atau akan diterima. Pelaporan pendapatan yang tidak akurat dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - journals.indexcopernicus.com])

  4. IFRS 15 & Kontrak Kewajiban Kinerja
    IFRS 15 menjabarkan lima langkah kriteria yang membantu menentukan waktu pengakuan pendapatan, termasuk identifikasi kewajiban kinerja dan kapan entitas memenuhi kewajiban tersebut. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Metode Pengakuan Pendapatan dalam Akuntansi

Metode pengakuan pendapatan menggambarkan teknik yang berbeda berdasarkan karakter transaksi dan jenis industri. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:

  1. Metode Penyerahan Barang atau Penyelesaian Jasa
    Pendapatan diakui ketika barang telah diserahkan atau jasa telah selesai diberikan. Ini adalah metode yang paling sederhana dan sering digunakan dalam transaksi penjualan ritel maupun jasa berbasis proyek. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Metode Persentase Penyelesaian (Percentage of Completion)
    Dalam proyek jangka panjang, misalnya konstruksi, pendapatan diakui berdasarkan persentase penyelesaiannya. Metode ini mencerminkan pengakuan pendapatan seiring kemajuan proyek. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Metode Kontrak Standar (IFRS 15 Model Lima Langkah)
    Sesuai IFRS 15, entitas mengidentifikasi kewajiban kinerja dalam kontrak dan mengakui pendapatan saat kewajiban tersebut dipenuhi, dapat dalam suatu waktu atau sepanjang waktu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Pengaruh Pengakuan Pendapatan terhadap Laporan Keuangan

Pengakuan pendapatan memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan karena menjadi dasar penentuan laba, arus kas, serta posisi keuangan suatu entitas dalam periode tertentu.

  1. Laba Bersih dan Rasio Keuangan
    Periode pengakuan pendapatan secara langsung memengaruhi laba bersih yang dilaporkan. Pengakuan yang terlalu dini atau terlambat dapat menghasilkan laba yang tidak mencerminkan realitas kegiatan bisnis nyata, sehingga memengaruhi rasio profitabilitas dan kesehatan keuangan. ([Lihat sumber Disini - journal.unespadang.ac.id])

  2. Transparansi Laporan dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan
    Pendekatan pengakuan pendapatan yang transparan memperkuat kredibilitas laporan keuangan di mata investor dan kreditor, sehingga mendukung keputusan investasi dan pemberian kredit. ([Lihat sumber Disini - journals.indexcopernicus.com])

  3. Perbandingan Antar Periode
    Konsistensi pengakuan pendapatan memungkinkan analisis tren pertumbuhan pendapatan dari periode ke periode, sehingga pemegang saham dapat memahami arah kinerja usaha. ([Lihat sumber Disini - j-innovative.org])


Permasalahan dan Risiko Kesalahan Pengakuan Pendapatan

Kesalahan dalam pengakuan pendapatan dapat terjadi karena berbagai alasan dan membawa risiko material terhadap laporan keuangan. Beberapa isu umum adalah:

  1. Manipulasi Waktu Pengakuan Pendapatan
    Praktik mempercepat atau menunda pengakuan pendapatan untuk mencapai target laba tertentu dapat menghasilkan laporan keuangan yang bias. ([Lihat sumber Disini - abacademies.org])

  2. Transaksi Kompleks dan Estimasi Subjektif
    Kontrak pelayanan jangka panjang atau transaksi yang memerlukan estimasi, seperti persentase penyelesaian, bersifat subjektif dan rentan terhadap kesalahan estimasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Ketidakpahaman Standar Akuntansi
    Kurangnya pemahaman atas IFRS 15 atau PSAK terbaru dapat menyebabkan penerapan metode pengakuan pendapatan tidak sesuai standar yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Pengakuan pendapatan merupakan pilar penting dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat, relevan, dan andal. Konsep ini secara fundamental menentukan kapan suatu pendapatan dicatat, berdasarkan prinsip akrual dan kriteria yang jelas seperti realisasi manfaat ekonomi dan kemampuan pengukuran yang andal. Pendekatan pengakuan pendapatan diatur melalui standar akuntansi nasional (PSAK) dan internasional (IFRS 15), yang masing-masing menetapkan prinsip, kriteria, serta metode yang harus diikuti oleh entitas. Kesalahan dalam pengakuan pendapatan dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan, termasuk laba bersih, rasio kinerja, dan transparansi informasi. Oleh karena itu, pengakuan pendapatan harus dilakukan secara hati-hati dan konsisten berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan kredibilitas laporan keuangan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pengakuan pendapatan adalah prinsip dalam akuntansi yang menentukan kapan dan bagaimana pendapatan dicatat dalam laporan keuangan. Pendapatan diakui ketika manfaat ekonomi telah diperoleh dan dapat diukur secara andal, bukan semata-mata saat kas diterima.

Pengakuan pendapatan penting karena memengaruhi laba bersih, kinerja keuangan, dan kredibilitas laporan keuangan. Kesalahan dalam pengakuan pendapatan dapat menyebabkan informasi keuangan menjadi menyesatkan bagi investor dan pemangku kepentingan.

Pendapatan dapat diakui ketika barang atau jasa telah diserahkan kepada pelanggan, manfaat ekonomi kemungkinan besar akan diterima, dan jumlah pendapatan dapat diukur secara andal sesuai dengan prinsip akrual.

Metode pengakuan pendapatan meliputi metode penyerahan barang atau penyelesaian jasa, metode persentase penyelesaian untuk proyek jangka panjang, serta metode berbasis kontrak sesuai IFRS 15 yang menggunakan model lima langkah.

Risiko kesalahan pengakuan pendapatan meliputi manipulasi waktu pengakuan, kesalahan estimasi pada kontrak jangka panjang, serta ketidaksesuaian penerapan standar akuntansi yang dapat berdampak pada laporan keuangan dan kepercayaan pengguna laporan.

IFRS 15 adalah standar akuntansi internasional yang mengatur pengakuan pendapatan berbasis kontrak dengan pelanggan. Standar ini menetapkan lima langkah utama untuk memastikan pendapatan diakui secara konsisten dan mencerminkan pemenuhan kewajiban kinerja perusahaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi: Konsep dan Pengambilan Keputusan Relevansi Nilai Informasi Akuntansi: Konsep dan Pengambilan Keputusan Sistem Informasi Akuntansi: Konsep, Komponen, dan Peran Sistem Sistem Informasi Akuntansi: Konsep, Komponen, dan Peran Sistem Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi SPK Pemilihan Software Akuntansi SPK Pemilihan Software Akuntansi Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Relevansi Ilmiah: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Relevansi Ilmiah: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Pelaporan Kejadian Tidak Diharapkan Pelaporan Kejadian Tidak Diharapkan Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Sistem Web Pelaporan Proyek Penelitian Sistem Web Pelaporan Proyek Penelitian Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Audit Eksternal: Konsep, Jenis Audit, dan Proses Pemeriksaan Audit Eksternal: Konsep, Jenis Audit, dan Proses Pemeriksaan Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…