Terakhir diperbarui: 23 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 23 January). Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan. SumberAjar. Retrieved 23 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengakuan-pendapatan-konsep-prinsip-dan-waktu-pengakuan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan - SumberAjar.com

Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan

Pendahuluan

Pengakuan pendapatan merupakan salah satu elemen paling penting dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan. Pendapatan adalah indikator utama kinerja ekonomi sebuah entitas, dan ketepatan dalam mengakuinya akan mempengaruhi pemahaman pemangku kepentingan terhadap profitabilitas dan posisi keuangan perusahaan. Ketidaktepatan dalam pengakuan pendapatan dapat menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi ekonomi nyata perusahaan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keputusan investasi atau kredit. Standar akuntansi modern, seperti PSAK 72 di Indonesia yang merupakan adopsi dari IFRS 15 “Revenue from Contracts with Customers”, memberikan kerangka kerja yang komprehensif dalam menentukan kapan dan bagaimana pendapatan harus diakui agar informasi yang disajikan lebih relevan dan andal bagi pengguna laporan keuangan. Dengan ini, pemahaman terhadap konsep, prinsip, dan waktu pengakuan pendapatan menjadi fondasi penting dalam praktik akuntansi yang akurat dan transparan.


Definisi Pengakuan Pendapatan

Definisi Pengakuan Pendapatan Secara Umum

Pengakuan pendapatan secara umum adalah proses pencatatan suatu transaksi sebagai pendapatan dalam laporan keuangan ketika kriteria tertentu telah terpenuhi. Pendapatan disebut sebagai arus masuk bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode akuntansi jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Tujuan dari pengakuan pendapatan adalah untuk mencerminkan secara andal jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus pendapatan serta kas yang berkaitan dengan kontrak pelanggan. Standar modern mengharuskan pengakuan pendapatan didasarkan pada pemenuhan kewajiban pelaksanaan dalam kontrak dengan pelanggan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Pengakuan Pendapatan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “pengakuan” secara umum diartikan sebagai proses atau tindakan menerima dan mencatat sesuatu sebagai fakta atau data yang berlaku. Sedangkan “pendapatan” menurut istilah akuntansi merupakan hasil usaha perusahaan dalam bentuk arus kas atau sumber daya lainnya yang diperoleh entitas dalam kegiatan operasional dan lainnya selama periode tertentu. Sehingga, pengakuan pendapatan adalah proses pencatatan pendapatan sebagai fakta dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip dan kaidah yang berlaku. (KBBI online)

Definisi Pengakuan Pendapatan Menurut Para Ahli

  1. Menurut Bragg, prinsip pengakuan pendapatan menyatakan bahwa pendapatan diakui ketika pendapatan tersebut sudah direalisasi atau dapat direalisasi, tanpa memperhatikan kapan kas diterima. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Menurut para peneliti akuntansi dalam jurnal PSAK 72, pendapatan diakui setelah entitas mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, menentukan kewajiban pelaksanaan, menetapkan harga transaksi, mengalokasikan harga transaksi kepada kewajiban pelaksanaan, dan pada saat kewajiban pelaksanaan tersebut dipenuhi. ([Lihat sumber Disini - journal.unespadang.ac.id])

  3. Menurut Fitriana dan Musyarofah (2024), pengakuan pendapatan adalah proses pencatatan pendapatan yang sesuai dengan ketentuan PSAK 72 di mana pendapatan diakui pada saat kontrak dieksekusi dan dilaporkan berdasarkan prinsip akrual. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stie-aas.ac.id])

  4. Menurut penelitian di jurnal lain, pengakuan pendapatan merupakan saat dimana suatu transaksi dianggap sebagai pendapatan perusahaan berdasarkan kriteria relevan dan andal sehingga informatif bagi pengguna laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.poltekstpaul.ac.id])


Prinsip-Prinsip Pengakuan Pendapatan

Prinsip pengakuan pendapatan menurut standar akuntansi modern, khususnya PSAK 72 dan IFRS 15, berfokus pada penyajian yang akurat atas jumlah, waktu, dan ketidakpastian pendapatan yang diperoleh dari kontrak dengan pelanggan. Beberapa prinsip utama dalam pengakuan pendapatan antara lain:

  1. Prinsip Akrual (Accrual Basis), Pendapatan diakui ketika kewajiban pelaksanaan telah terpenuhi meskipun kas belum diterima. Ini berarti pendapatan diakui pada periode di mana jasa atau barang telah dipenuhi terhadap pelanggan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Prinsip Kewajiban Pelaksanaan Kontrak, Entitas harus mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak dengan pelanggan untuk menentukan kapan pendapatan dapat diakui. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Prinsip Pengukuran yang Andal, Jumlah pendapatan yang diakui harus dapat diukur dengan andal dan kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke entitas. ([Lihat sumber Disini - repository.um-surabaya.ac.id])

  4. Prinsip Transfer Kontrol kepada Pelanggan, Pendapatan diakui pada saat kontrol atas barang atau jasa berpindah kepada pelanggan, bukan sekadar pada saat kepemilikan atau risiko berpindah. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, laporan keuangan menjadi lebih konsisten dan informatif serta mengikuti panduan global untuk pengakuan pendapatan.


Waktu Pengakuan Pendapatan dalam Akuntansi

Waktu pengakuan pendapatan adalah momen di mana pendapatan perlu dicatat dalam laporan laba rugi. Dalam pendekatan PSAK 72 yang mengadopsi IFRS 15, ada lima langkah penting:

  1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan, Pendapatan hanya diakui jika terdapat kontrak yang telah disetujui para pihak yang menetapkan hak dan kewajiban masing-masing. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan, Entitas harus menentukan apa saja kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Menentukan Harga Transaksi, Menetapkan jumlah imbalan yang entitas harapkan akan diterima dari pelanggan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Alokasi Harga Transaksi, Harga transaksi dialokasikan ke setiap kewajiban pelaksanaan yang telah diidentifikasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  5. Pengakuan Pendapatan Saat Kewajiban Dipenuhi, Pendapatan diakui ketika entitas memenuhi kewajiban dengan mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam praktik, pendapatan dapat diakui pada satu titik waktu (misalnya saat barang diserahkan) atau sepanjang waktu (misalnya jasa diberikan secara bertahap) tergantung pada sifat kewajiban pelaksanaan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kriteria Pengakuan Pendapatan

Agar pendapatan layak diakui, beberapa kriteria umumnya harus dipenuhi:

  • Kemungkinan besar manfaat ekonomi akan mengalir ke entitas,

  • Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal,

  • Kontrol atas barang/jasa telah berpindah kepada pelanggan,

  • Kontrak telah diidentifikasi dan hak serta kewajiban jelas,

  • Kemungkinan besar biaya terkait dapat diukur dengan andal. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Kriteria ini menegaskan bahwa pengakuan pendapatan tidak hanya sekadar transaksi ekonomi terjadi, tetapi juga bahwa informasi yang disajikan dapat dipercaya dan relevan.


Metode Pengakuan Pendapatan

Dalam praktik akuntansi, terdapat beberapa metode pengakuan pendapatan yang umum dipakai tergantung jenis transaksi:

  1. Metode pada Titik Waktu (Point in Time)
    Pendapatan diakui ketika kontrol atas barang atau jasa telah berpindah sepenuhnya kepada pelanggan, misalnya saat barang diterima pelanggan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Metode Sepanjang Waktu (Over Time)
    Pendapatan diakui secara bertahap sepanjang waktu selama kewajiban pelaksanaan dipenuhi, misalnya penyelesaian proyek jasa yang berlangsung lama. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Metode Persentase Penyelesaian
    Digunakan khusus pada kontrak jangka panjang di mana pendapatan diakui berdasarkan persentase progress pekerjaan. ([Lihat sumber Disini - repository.um-surabaya.ac.id])

Pilihan metode ini harus mencerminkan realitas ekonomi dari transaksi, misalnya pengakuan sepanjang waktu pada proyek konstruksi yang progresnya dapat diukur. ([Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id])


Pengaruh Pengakuan Pendapatan terhadap Laporan Keuangan

Pengakuan pendapatan memiliki dampak besar terhadap penyajian laporan laba rugi dan neraca:

  • Laba Bersih dan Kinerja Operasional, Ketepatan dalam pengakuan pendapatan memengaruhi laba bersih yang dilaporkan. Pengakuan terlalu dini atau terlambat dapat memanipulasi laba dan menyesatkan pemakai laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.ulbi.ac.id])

  • Kualitas Informasi Laporan Keuangan, Standar seperti PSAK 72 meningkatkan transparansi dan kualitas laporan sehingga lebih informatif bagi investor dan kreditur. ([Lihat sumber Disini - jurnal.itbsemarang.ac.id])

  • Perbandingan Antarperiode dan Antarentitas, Metode pengakuan yang konsisten memungkinkan perbandingan kinerja antarperiode dan antarentitas yang lebih akurat.

Pengakuan pendapatan yang tepat juga berdampak pada rasio keuangan perusahaan, kualitas laba, dan keputusan manajemen. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.ulbi.ac.id])


Kesimpulan

Pengakuan pendapatan adalah proses akuntansi yang menentukan kapan dan bagaimana pendapatan dicatat dalam laporan keuangan. Pendekatan modern, seperti yang diatur dalam PSAK 72 yang mengadopsi IFRS 15, menekankan prinsip akrual dan penyajian pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan terhadap pelanggan dipenuhi. Kriteria yang jelas dan metode pengakuan yang sesuai penting untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. Ketepatan dalam pengakuan pendapatan tidak hanya memengaruhi laba yang dilaporkan, tetapi juga kualitas dan kredibilitas laporan keuangan secara keseluruhan. Dengan memahami konsep, prinsip, kriteria dan metode pengakuan pendapatan, praktisi akuntansi dapat menyusun laporan yang relevan, andal, dan dapat dibandingkan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pengakuan pendapatan adalah proses pencatatan pendapatan dalam laporan keuangan ketika perusahaan telah memenuhi kewajiban pelaksanaan kepada pelanggan dan manfaat ekonomi kemungkinan besar akan diperoleh.

Pengakuan pendapatan penting karena mempengaruhi laba, kinerja keuangan, dan kualitas laporan keuangan. Pengakuan yang tidak tepat dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.

Menurut PSAK 72, pendapatan diakui ketika perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak dengan pelanggan, baik pada satu titik waktu maupun sepanjang waktu, tergantung sifat barang atau jasa.

Prinsip pengakuan pendapatan meliputi basis akrual, transfer kontrol kepada pelanggan, pengukuran pendapatan yang andal, serta pengakuan berdasarkan pemenuhan kewajiban pelaksanaan dalam kontrak.

Metode pengakuan pendapatan meliputi pengakuan pada satu titik waktu, pengakuan sepanjang waktu, dan metode persentase penyelesaian yang umumnya digunakan pada kontrak jangka panjang.

Pengakuan pendapatan mempengaruhi laba bersih, posisi keuangan, rasio keuangan, serta kualitas dan kredibilitas laporan keuangan perusahaan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Laporan Laba Rugi: Konsep, Unsur Pendapatan, dan Beban Laporan Laba Rugi: Konsep, Unsur Pendapatan, dan Beban Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Jurnal Penyesuaian: Konsep, Jenis, dan Tujuan Jurnal Penyesuaian: Konsep, Jenis, dan Tujuan Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Prinsip Akuntansi: Konsep, Asumsi Dasar, dan Penerapan Prinsip Akuntansi: Konsep, Asumsi Dasar, dan Penerapan Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Beban Operasional: Konsep dan Pengaruh Laba Beban Operasional: Konsep dan Pengaruh Laba Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Ketimpangan Ekonomi Sosial: Konsep dan Dampak Struktural Ketimpangan Ekonomi Sosial: Konsep dan Dampak Struktural Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode Pengaruh Kemiskinan terhadap Status Gizi Pengaruh Kemiskinan terhadap Status Gizi Prinsip Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan Modern Prinsip Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan Modern Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Etika Pelayanan Kesehatan Etika Pelayanan Kesehatan Rasionalitas Akademik: Definisi dan Prinsip Rasionalitas Akademik: Definisi dan Prinsip Break Even Point (BEP): Konsep, Analisis Biaya, dan Perencanaan Laba Break Even Point (BEP): Konsep, Analisis Biaya, dan Perencanaan Laba
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…