Terakhir diperbarui: 22 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 22 January). Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan. SumberAjar. Retrieved 23 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/basis-akrual-konsep-pencatatan-dan-implikasi-keuangan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan - SumberAjar.com

Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan

Pendahuluan

Laporan keuangan merupakan elemen krusial dalam pengelolaan organisasi, baik entitas bisnis maupun sektor publik, karena menjadi alat utama dalam menilai kondisi keuangan dan kinerja organisasi. Berbagai metode pencatatan akuntansi menentukan kapan dan bagaimana pendapatan serta beban diakui dalam laporan tersebut. Salah satu metode yang menjadi aspek sentral akuntansi modern adalah basis akrual, yang telah diadopsi secara luas dalam praktik akuntansi internasional dan nasional karena mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang aktivitas ekonomi dibandingkan dengan metode lain seperti basis kas. Penerapan basis akrual tidak hanya mempengaruhi struktur laporan keuangan, tetapi juga relevan bagi pengambilan keputusan strategis dan transparansi informasi keuangan. Artikel berikut akan membahas secara mendalam konsep, karakteristik pencatatan, pengakuan pendapatan dan beban, perbandingan dengan basis kas, implikasi terhadap laporan keuangan, serta keunggulan basis akrual dalam pelaporan keuangan.


Definisi Basis Akrual

Definisi Basis Akrual Secara Umum

Secara umum, basis akrual adalah metode pencatatan akuntansi yang mengakui transaksi ekonomi pada saat terjadinya transaksi tersebut, bukan saat kas diterima atau dibayarkan. Dengan pendekatan ini, pendapatan dicatat ketika hak untuk menerimanya telah timbul dan beban diakui ketika kewajiban muncul, tanpa memperhatikan kapan kas benar-benar berpindah tangan. Metode ini membantu menciptakan laporan keuangan yang mencerminkan transaksi selama periode akuntansi secara lebih akurat. Hal ini berbeda dengan pendekatan kas yang hanya memperhatikan aliran kas masuk dan keluar saja. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Basis Akrual dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akrual merupakan cara dalam pembukuan yang menganggap biaya dan pendapatan bukan semata dari jumlah dibayar atau diterima saja, tetapi sesuai dengan periodenya. Dalam konteks ini, basis akrual mencerminkan pencatatan biaya dan pendapatan berdasarkan prinsip pengakuan yang lebih relevan dengan aktivitas ekonomi yang terjadi pada suatu periode tertentu. ([Lihat sumber Disini - ocbc.id])

Definisi Basis Akrual Menurut Para Ahli

  1. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) menyatakan bahwa basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya saat transaksi atau peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan kapan kas diterima atau dibayar. ([Lihat sumber Disini - jdih.kemenkeu.go.id])

  2. Lasabuda et al. (2020) menjelaskan bahwa basis akrual merupakan dasar pelaporan keuangan yang memberikan gambaran utuh atas posisi keuangan, baik hak maupun kewajiban, karena melampaui sekadar aliran kas masuk dan keluar. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

  3. Pengertian Akademik lain menunjukkan bahwa basis akrual menyandingkan pendapatan dan biaya pada periode saat transaksi terjadi, bukan pada saat kas berpindah tangan. ([Lihat sumber Disini - repository.stie-mce.ac.id])

  4. Pendekatan akuntansi konseptual menjelaskan bahwa pencatatan seluruh beban, baik yang sudah dibayar maupun belum, membuat akuntansi berbasis akrual menyediakan pengukuran yang lebih baik dan pengungkapan kewajiban yang belum dibayar hingga periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Karakteristik Pencatatan Berbasis Akrual

Basis akrual memiliki beberapa karakteristik mendasar yang membedakannya dari metode lain, yakni:

  1. Pengakuan Transaksi Saat Terjadi
    Metode akrual mengakui pendapatan saat hak untuk menerima pendapatan timbul dan beban saat kewajiban muncul, tanpa memperhatikan aliran kas aktual. Hal ini berarti bahwa piutang dan utang dicatat walaupun pembayaran belum dilakukan atau belum diterima. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Matching Principle (Prinsip Kesesuaian)
    Salah satu aspek paling penting dari basis akrual adalah prinsip kesesuaian (matching principle), di mana beban diakui pada periode yang sama dengan pendapatan yang berkaitan. Ini membantu dalam menilai profitabilitas secara lebih tepat karena biaya yang muncul untuk menghasilkan pendapatan tertentu dipasangkan dalam periode yang sama. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Revenue Recognition Principle (Prinsip Pengakuan Pendapatan)
    Pengakuan pendapatan dilakukan saat kriteria tertentu telah terpenuhi sesuai dengan prinsip pengakuan pendapatan, yang merupakan landasan utama dalam akuntansi berbasis akrual. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Mencatat Piutang dan Utang
    Basis akrual memperhitungkan piutang (kewajiban pihak lain) dan utang (kewajiban entitas) sebagai bagian dari pencatatan transaksi ekonomi yang relevan untuk periode akuntansi tertentu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  5. Penerapan Adjusting Entries
    Untuk memastikan semua transaksi diakui pada periode yang benar, penyesuaian diperlukan di akhir periode akuntansi, dikenal sebagai adjusting entries, yang mencakup pendapatan dan beban yang terjadi namun belum dicatat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Pengakuan Pendapatan dan Beban Berbasis Akrual

Pendapatan dan beban merupakan elemen inti dalam penyusunan laporan laba rugi. Dalam basis akrual:

  • Pendapatan diakui ketika hak entitas untuk menerimanya telah timbul atau saat layanan telah diberikan, terlepas apakah kas sudah diterima. Ini sering kali menyebabkan pencatatan pendapatan untuk piutang yang belum tertagih. ([Lihat sumber Disini - ocbc.id])

  • Beban diakui ketika kewajiban telah terjadi atau beban tersebut telah dipakai dalam operasi, bahkan bila kas belum dibayarkan. Ini merupakan praktik yang membantu mencerminkan beban yang sesuai dengan periode pendapatan yang dihasilkan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Pengakuan pendapatan dan beban yang tepat waktu ini mendukung laporan keuangan yang lebih akurat dan relevan karena mencerminkan kejadian ekonomi yang sesungguhnya, bukan semata aliran kas. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Perbedaan Basis Akrual dan Basis Kas

Aspek Basis Akrual Basis Kas
Waktu pengakuan pendapatan Saat transaksi terjadi atau haknya timbul Saat kas diterima
Waktu pengakuan beban Saat kewajiban muncul Saat kas dibayarkan
Akurasi laporan Memberikan gambaran keuangan lengkap Cenderung lebih sederhana tetapi kurang lengkap
Kompleksitas Lebih kompleks, memerlukan penyesuaian periodik Lebih sederhana tanpa penyesuaian kompleks
Kepatuhan standar akuntansi Umumnya sesuai standar akuntansi internasional Tidak sesuai standar akuntansi internasional

Basis akrual mencatat pendapatan dan beban pada periode yang tepat berdasarkan transaksi atau kewajiban, sedangkan basis kas hanya memperhitungkan aliran kas aktual. Perbedaan ini berdampak langsung pada isi dan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas. ([Lihat sumber Disini - klikpajak.id])


Implikasi Basis Akrual terhadap Laporan Keuangan

Penerapan basis akrual memiliki beberapa implikasi penting terhadap laporan keuangan, antara lain:

  1. Meningkatkan Akurasi Informasi Keuangan
    Basis akrual memberikan gambaran realistis atas posisi keuangan dan kinerja entitas karena menyertakan piutang, utang, beban yang masih harus dibayar, serta pendapatan yang masih akan diterima dalam periode akuntansi tersebut. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan
    Informasi yang lebih lengkap memungkinkan pengambil keputusan untuk menilai kinerja entitas dengan lebih tepat dan membuat keputusan yang lebih efektif terkait strategi bisnis atau kebijakan keuangan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Mendukung Standar Akuntansi Internasional
    Basis akrual umumnya lebih sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang berlaku umum seperti IFRS dan GAAP, yang mensyaratkan pengakuan pendapatan dan beban pada periode yang tepat untuk meningkatkan konsistensi dan keterbandingan laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Transparansi dalam Laporan Keuangan Pemerintah
    Dalam sektor publik, basis akrual memungkinkan penyajian informasi tentang aset, kewajiban, dan perubahan posisi keuangan yang lebih transparan sehingga mendukung akuntabilitas publik dalam manajemen keuangan negara atau daerah. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])


Keunggulan Basis Akrual dalam Pelaporan Keuangan

  1. Informasi Lebih Komprehensif
    Basis akrual mencakup semua transaksi ekonomi yang memiliki dampak terhadap entitas, sehingga laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya, bukan hanya kas yang masuk keluar. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Memperbaiki Pengukuran Kinerja
    Dengan mencatat pendapatan dan beban sesuai periode kejadian, evaluasi kinerja entitas menjadi lebih akurat karena beban yang muncul untuk menghasilkan pendapatan tertentu dikenali pada periode yang sama. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Memenuhi Persyaratan Akuntansi Modern
    Basis akrual telah menjadi standar yang diakui secara global dalam penyusunan laporan keuangan, mendukung keterbandingan laporan antar entitas di berbagai industri. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Meningkatkan Transparansi
    Dengan memasukkan piutang, utang, dan penyesuaian periodik, laporan keuangan berbasis akrual menawarkan transparansi yang lebih tinggi sehingga relevan bagi investor, kreditor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Basis akrual merupakan metode pencatatan akuntansi yang krusial bagi penyusunan laporan keuangan yang akurat, relevan, dan sesuai dengan standar internasional. Dengan mengakui transaksi pada saat terjadinya, basis akrual memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan suatu entitas dengan memasukkan elemen penting seperti piutang, utang, pendapatan, dan beban yang belum direalisasikan secara kas. Metode ini mengungguli basis kas dalam hal akurasi dan kualitas informasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan. Penerapan basis akrual menjadi fondasi penting dalam akuntansi modern yang memungkinkan laporan keuangan mencerminkan realitas ekonomi secara lebih tepat dan komprehensif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Basis akrual adalah metode pencatatan akuntansi yang mengakui pendapatan dan beban pada saat transaksi atau peristiwa ekonomi terjadi, tanpa menunggu penerimaan atau pengeluaran kas.

Basis akrual penting karena mampu menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat dan mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya, termasuk hak dan kewajiban yang belum direalisasikan dalam bentuk kas.

Perbedaan utamanya terletak pada waktu pengakuan transaksi. Basis akrual mengakui pendapatan dan beban saat transaksi terjadi, sedangkan basis kas mengakuinya saat kas diterima atau dibayarkan.

Pendapatan dalam basis akrual diakui ketika hak atas pendapatan tersebut telah timbul atau ketika jasa atau barang telah diberikan, meskipun kas belum diterima.

Keunggulan basis akrual meliputi penyajian informasi keuangan yang lebih komprehensif, meningkatkan transparansi, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, serta sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Basis Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Basis Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Etika Keuangan: Konsep, Prinsip Etis, dan Transparansi Etika Keuangan: Konsep, Prinsip Etis, dan Transparansi Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Prinsip Akuntansi: Konsep, Asumsi Dasar, dan Penerapan Prinsip Akuntansi: Konsep, Asumsi Dasar, dan Penerapan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…