Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penurunan-nilai-aset-konsep-dan-indikator  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator - SumberAjar.com

Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator

Pendahuluan

Penurunan nilai aset merupakan fenomena akuntansi yang terus menjadi fokus penting dalam praktik penyusunan laporan keuangan, terutama di masa ketidakpastian ekonomi global saat ini. Dalam dunia bisnis, aset perusahaan sering kali dinilai berdasarkan nilai tercatatnya di neraca, tetapi kondisi pasar dan faktor internal perusahaan dapat menyebabkan nilai ekonomis aset sesungguhnya menurun. Apabila penurunan tersebut tidak diakui secara tepat, maka informasi keuangan yang disajikan akan menjadi tidak relevan dan menyesatkan bagi pengguna laporan keuangan seperti investor, kreditor, dan regulator. Penurunan nilai aset menjadi isu yang signifikan karena berpengaruh langsung terhadap jumlah laba dan total aset pada laporan keuangan. Standar akuntansi yang mengatur penurunan nilai aset, seperti PSAK 48, mensyaratkan entitas mengevaluasi indikasi penurunan nilai secara berkala sehingga laporan keuangan mencerminkan realitas ekonomi aset yang dimiliki.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])


Definisi Penurunan Nilai Aset

Definisi Penurunan Nilai Aset Secara Umum

Penurunan nilai aset, secara umum, adalah ketika nilai tercatat suatu aset yang dimiliki perusahaan lebih tinggi daripada jumlah yang dapat diperoleh kembali melalui penggunaan atau penjualan aset tersebut di pasar. Dalam konteks praktis, kondisi ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi masa depan dari aset sudah berkurang sehingga perlu dicatat sebagai rugi penurunan nilai di laporan laba rugi. Hal ini umum terjadi pada aset tetap akibat keusangan teknologi, kerusakan fisik, atau penurunan permintaan pasar.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

Definisi Penurunan Nilai Aset dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “penurunan nilai” mengacu pada berkurangnya nilai atau harga sesuatu dibandingkan nilai sebelumnya. Dalam akuntansi, istilah ini dipahami sebagai penurunan nilai ekonomis suatu aset yang tercatat di laporan keuangan akibat berbagai faktor eksternal dan internal perusahaan. Definisi ini menekankan bahwa aset tidak lagi bernilai sebesar pencatatannya awal, dan pengakuan penurunan diperlukan untuk mencerminkan keadaan tersebut dalam laporan keuangan. Catatan: definisi KBBI dapat dicari langsung pada laman resmi KBBI daring (tidak disalin penuh di artikel ini sesuai pedoman CKEditor).

Definisi Penurunan Nilai Aset Menurut Para Ahli

  1. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, penurunan nilai terjadi jika jumlah tercatat suatu aset melebihi jumlah yang dapat dipulihkan (recoverable amount). Recoverable amount merupakan jumlah tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dan nilai pakai (value in use). Ketika tercatat lebih tinggi, entitas harus menyesuaikan nilai aset dan mengakui rugi penurunan nilai.([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

  2. Menurut Universitas Medan Area, penurunan nilai aset tetap terjadi ketika jumlah tercatat aset lebih besar dibandingkan jumlah terpulihkan, sehingga perusahaan harus melakukan estimasi recoverable amount dan mengakuinya sebagai rugi penurunan nilai.([Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id])

  3. Menurut penelitian akuntansi praktis, impairment aset dapat diartikan sebagai situasi di mana manfaat ekonomi masa depan dari aset telah menurun secara signifikan akibat faktor eksternal seperti perubahan teknologi, pasar, maupun kondisi internal perusahaan.([Lihat sumber Disini - ksap.org])

  4. Menurut perspektif akuntansi internasional (IAS 36), aset dikatakan mengalami impairment ketika jumlah tercatat melebihi jumlah yang dapat diperoleh kembali melalui penggunaan atau penjualan aset itu sendiri. Prinsip ini memastikan aset tidak dilaporkan pada nilai yang lebih tinggi dari manfaat ekonomis masa depan yang dapat direalisasi.([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Tujuan Pengujian Penurunan Nilai Aset

Pengujian penurunan nilai dilakukan dengan berbagai tujuan strategis yang berkaitan dengan kualitas informasi keuangan perusahaan. Pertama, tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa aset tidak dicatat pada nilai yang melampaui manfaat ekonomis masa depan yang realistis. Hal ini penting dalam rangka memperoleh laporan keuangan yang wajar dan andal bagi pengguna eksternal seperti investor, kreditur, dan analis keuangan. Jika aset dinilai terlalu tinggi, maka laporan keuangan akan memperlihatkan laba dan nilai aset yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

Kedua, pengujian ini bertujuan membantu manajemen mengevaluasi efektivitas penggunaan aset tersebut, termasuk apakah aset masih layak dipakai untuk operasional atau harus direklasifikasi atau dihapuskan. Ketiga, pengakuan rugi penurunan nilai membantu mencegah overstatement ekuitas dan laba, meningkatkan relevansi laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Studi empiris menunjukkan bahwa penerapan pengujian penurunan nilai sesuai standar akuntansi berdampak signifikan terhadap penyajian laporan keuangan perusahaan, sehingga memperbaiki kualitas pelaporan dan transparansi.([Lihat sumber Disini - jurnal.ibik.ac.id])


Indikator Terjadinya Penurunan Nilai Aset

Ada beberapa indikator yang digunakan untuk menilai apakah suatu aset mengalami penurunan nilai atau tidak.

Indikator Eksternal

  1. Penurunan signifikan harga pasar aset secara drastis dalam periode tertentu yang melebihi penurunan normal akibat pemakaian atau waktu.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

  2. Perubahan signifikan teknologi atau pasar yang mengurangi kebutuhan atau utilitas dari aset tersebut.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

  3. Kondisi pasar yang merosot, termasuk suku bunga pasar yang meningkatkan biaya modal sehingga aset lebih mungkin tidak menghasilkan arus kas seperti sebelumnya.([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

Indikator Internal

  1. Indikasi fisik kerusakan atau keusangan aset yang menyebabkan turunnya efisiensi operasional.([Lihat sumber Disini - ksap.org])

  2. Penurunan signifikan dalam kinerja ekonomi unit penghasil kas yang terkait aset tersebut, menyebabkan nilai pakai turun.([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Rencana manajemen untuk menghentikan penggunaan aset atau merencanakan penjualan aset sebelumnya.([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Para peneliti juga menunjukkan bahwa indikator tersebut bukan hanya berhubungan dengan performa aset saja, tetapi juga dipengaruhi oleh praktik akuntansi manajemen seperti pencatatan big bath yang sengaja mempercepat pengakuan rugi penurunan nilai.([Lihat sumber Disini - journal.perbanas.ac.id])


Pengukuran dan Pengakuan Kerugian Penurunan Nilai

Pengukuran penurunan nilai aset merujuk pada perhitungan jumlah terpulihkan (recoverable amount) yang merupakan angka lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakai aset. Jika jumlah tercatat lebih tinggi dari recoverable amount, maka selisihnya harus diakui sebagai kerugian penurunan nilai di laporan laba rugi periode berjalan.([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Proses pengukuran dimulai dari evaluasi indikasi impairment dan estimasi arus kas masa depan dari aset tersebut. Estimasi ini harus mencerminkan informasi pasar saat ini serta asumsi bisnis yang rasional. Standar akuntansi menegaskan bahwa pengujian harus dilakukan pada setiap tanggal neraca untuk memastikan laporan keuangan tidak melebih-lebihkan nilai aset.([Lihat sumber Disini - etd.repository.ugm.ac.id])

Pengakuan kerugian penurunan nilai ditempatkan pada laporan laba rugi dan akan mengurangi laba bersih perusahaan serta basis aset tercatat. Dalam praktik, rugi penurunan nilai sering kali menyebabkan penyesuaian pada beban operasi atau rugi lain-lain tergantung pada klasifikasi asetnya.([Lihat sumber Disini - jurnal-id.com])


Penurunan Nilai Aset dalam Laporan Keuangan

Penurunan nilai aset tercermin dalam neraca dan laporan laba rugi. Pada neraca, jumlah tercatat aset setelah impairment harus mencerminkan recoverable amount, sehingga total aset perusahaan menurun. Ini dapat menurunkan ekuitas pemegang saham karena selisih rugi penurunan nilai mengurangi laba ditahan. Di laporan laba rugi, rugi penurunan nilai dicatat sebagai beban sehingga menurunkan laba bersih periode berjalan.([Lihat sumber Disini - etd.repository.ugm.ac.id])

Untuk keperluan pelaporan, pengungkapan mengenai penurunan nilai aset biasanya mencakup deskripsi aset yang terpengaruh, dasar perhitungan recoverable amount, serta dampaknya terhadap hasil usaha dan posisi keuangan perusahaan. Hal ini memberikan transparansi kepada pengguna laporan keuangan terhadap posisi ekonomi aktual perusahaan.([Lihat sumber Disini - jurnal.ibik.ac.id])


Dampak Penurunan Nilai terhadap Kinerja Keuangan

Penurunan nilai aset memberi dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Rugi penurunan nilai yang diakui akan menurunkan laba bersih, yang pada gilirannya dapat memengaruhi rasio profitabilitas seperti margin laba dan return on assets (ROA). Ini akan dilihat oleh investor dan kreditor sebagai indikasi bahwa manajemen mungkin menghadapi tantangan operasional atau aset tidak lagi produktif.([Lihat sumber Disini - journal.fkpt.org])

Selain itu, penurunan nilai aset juga dapat memengaruhi struktur modal perusahaan. Nilai total aset yang lebih rendah dapat mengubah rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) dan memperbesar risiko finansial jika tidak diimbangi dengan kinerja operasional yang kuat. Secara jangka panjang, perusahaan mungkin perlu meninjau strategi investasi dan pengelolaan aset untuk mencegah impairment di masa mendatang.([Lihat sumber Disini - journal.fkpt.org])

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun penurunan nilai sering dianggap negatif, dalam beberapa kondisi penyesuaian nilai aset dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas jangka panjang, misalnya melalui penurunan beban depresiasi yang lebih efektif setelah penurunan nilai diakui.([Lihat sumber Disini - jurnal.ibik.ac.id])


Kesimpulan

Penurunan nilai aset adalah konsep akuntansi penting yang memastikan bahwa aset tidak dilaporkan pada nilai lebih tinggi dari jumlah yang dapat diperoleh kembali melalui penggunaan atau penjualan. Hal ini relevan dalam memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomis nyata perusahaan. Penurunan nilai aset diukur dengan membandingkan nilai tercatat dengan recoverable amount, dan apabila nilai tercatat lebih tinggi, selisihnya dicatat sebagai kerugian penurunan nilai. Indikator penurunan nilai meliputi faktor pasar dan internal perusahaan, seperti penurunan harga pasar, perubahan teknologi, serta penurunan kinerja unit penghasil kas. Pengakuan penurunan nilai berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan, terutama pada laba bersih dan rasio keuangan. Dengan demikian, pengujian dan pengakuan penurunan nilai aset merupakan praktik krusial untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal dan relevan bagi pemangku kepentingan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penurunan nilai aset adalah kondisi ketika nilai tercatat suatu aset dalam laporan keuangan lebih besar daripada nilai yang dapat dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan aset tersebut, sehingga perusahaan harus mengakui kerugian penurunan nilai.

Pengujian penurunan nilai aset bertujuan untuk memastikan bahwa aset tidak dicatat melebihi manfaat ekonomis masa depan yang dapat diperoleh, serta untuk meningkatkan keandalan dan relevansi laporan keuangan perusahaan.

Indikator penurunan nilai aset meliputi penurunan signifikan harga pasar aset, perubahan teknologi atau pasar, kerusakan fisik aset, penurunan kinerja unit penghasil kas, serta rencana manajemen untuk menghentikan atau menjual aset.

Penurunan nilai aset diukur dengan membandingkan nilai tercatat aset dengan jumlah terpulihkan, yaitu nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai aset.

Penurunan nilai aset mengurangi nilai aset di neraca dan diakui sebagai beban pada laporan laba rugi, sehingga menurunkan laba bersih dan dapat memengaruhi rasio keuangan perusahaan.

Meskipun menurunkan laba pada periode berjalan, pengakuan penurunan nilai aset dapat memberikan gambaran keuangan yang lebih realistis dan membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis jangka panjang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Nilai Residu: Konsep dan Estimasi Akuntansi Nilai Residu: Konsep dan Estimasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap: Konsep, Metode, dan Tujuan Penyusutan Aset Tetap: Konsep, Metode, dan Tujuan Umur Manfaat Aset: Konsep dan Pertimbangan Akuntansi Umur Manfaat Aset: Konsep dan Pertimbangan Akuntansi Metode Saldo Menurun: Konsep dan Percepatan Beban Metode Saldo Menurun: Konsep dan Percepatan Beban Metode Garis Lurus: Konsep dan Perhitungan Metode Garis Lurus: Konsep dan Perhitungan Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data Sistem Web Manajemen Inventaris Laboratorium Sistem Web Manajemen Inventaris Laboratorium Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…