
Metode Garis Lurus: Konsep dan Perhitungan
Pendahuluan
Penyusutan (depresiasi) merupakan pengakuan akuntansi penting yang mencerminkan penurunan nilai suatu aset tetap seiring berjalannya waktu, karena pemakaian, usang teknologi, atau faktor lainnya. Beban penyusutan ini bukan sekadar angka, tetapi berdampak langsung pada laporan laba rugi, posisi aset, serta keputusan manajemen dan perpajakan dalam sebuah perusahaan. Di antara berbagai metode penyusutan yang diakui secara akuntansi, Metode Garis Lurus (Straight-Line Method) menjadi pilihan yang paling sederhana dan banyak digunakan karena distribusi beban yang konsisten setiap periode sepanjang masa manfaat aset. Artikel ini akan membahas secara mendalam pengertian, asumsi dasar, perhitungan, dampaknya terhadap laba, serta kelebihan dan keterbatasannya dengan dukungan literatur ilmiah dan praktis yang relevan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Definisi Metode Garis Lurus
Definisi Metode Garis Lurus Secara Umum
Metode garis lurus adalah cara untuk menghitung beban penyusutan suatu aset tetap dengan membagi jumlah yang dapat disusutkan secara merata ke setiap periode masa manfaat aset tersebut. Jumlah beban yang diakui pada setiap periode tidak berubah dari awal sampai akhir masa manfaat. Ini berarti beban penyusutan setiap periode bersifat konstan dan mudah diprediksi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Definisi Metode Garis Lurus dalam KBBI
Dalam konteks akuntansi, KBBI mendefinisikan penyusutan sebagai “pengurangan nilai suatu barang atau aktiva tetap selama masa manfaatnya karena pemakaian, usang, atau faktor lainnya.” Sementara KBBI tidak spesifik mendefinisikan “metode garis lurus”, istilah tersebut secara lexikal menunjuk pada cara penyusutan yang lurus, yaitu pengalokasian biaya yang seragam sepanjang periode. ([Lihat sumber Disini - djkn.kemenkeu.go.id])
Definisi Metode Garis Lurus Menurut Para Ahli
-
Ikatan Akuntan Indonesia / PSAK: Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia, metode garis lurus adalah metode penyusutan yang mengalokasikan jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset sepanjang umur manfaatnya secara sistematis dan konsisten. ([Lihat sumber Disini - ejournal.stiemp.ac.id])
-
Sihombing (2016) menyatakan bahwa dalam metode garis lurus, beban penyusutan ditetapkan dengan asumsi bahwa aset memberikan manfaat yang sama pada setiap periode umur ekonomisnya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])
-
H Nikijuluw (2023) menjelaskan bahwa asumsi dasar metode garis lurus adalah bahwa aset yang disusutkan akan digunakan secara merata dan memberikan kontribusi manfaat yang konsisten setiap periode. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
-
D Wardoyo dkk (2022) menambahkan bahwa besarnya beban penyusutan tetap/tidak berubah selama umur manfaat, sehingga angka biaya operasional di laporan laba rugi bersifat stabil. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])
Asumsi Dasar Metode Garis Lurus
Metode garis lurus beroperasi berdasarkan beberapa asumsi yang harus dipenuhi agar hasilnya tepat:
-
Manfaat Aset Stabil: Diasumsikan bahwa aset akan memberikan kontribusi manfaat atau jasa yang sama setiap periode sepanjang umur ekonomisnya. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
-
Nilai Residu Tetap: Perkiraan nilai residu (nilai sisa aset pada akhir masa manfaatnya) diasumsikan tidak berubah dan biasanya diperkirakan pada awal masa manfaat. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
-
Umur Ekonomis Ditentukan di Awal: Umur manfaat ekonomi suatu aset ditentukan sebelum penyusutan dimulai dan tidak berubah kecuali ada kejadian luar biasa. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])
-
Kinerja Aset Konsisten: Beban penyusutan tidak dipengaruhi oleh variasi penggunaan atau efisiensi aset sepanjang masa manfaatnya. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
Perhitungan Beban Penyusutan Metode Garis Lurus
Metode garis lurus menghitung beban penyusutan dengan cara paling sederhana di antara metode penyusutan lainnya. Secara garis besar, rumus dasarnya adalah:
Beban Penyusutan Per Periode = (Harga Perolehan, Nilai Residu) / Umur Ekonomis
Maksud dari komponen rumus tersebut adalah:
-
Harga Perolehan: Total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset.
-
Nilai Residu: Perkiraan nilai yang tersisa pada akhir masa manfaat aset.
-
Umur Ekonomis: Perkiraan periode di mana aset akan memberikan manfaat ekonomis. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Metode ini memastikan bahwa beban penyusutan diakui dalam jumlah yang sama di setiap periode sehingga tidak menimbulkan fluktuasi dalam biaya periodik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Dalam praktiknya, perusahaan sering kali menggunakan rumus ini pada laporan keuangan untuk menghitung beban penyusutan tahunan atau bulanan sepanjang umur aset. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Penerapan Metode Garis Lurus dalam Praktik
Metode garis lurus diaplikasikan secara luas oleh berbagai organisasi dan perusahaan, baik di sektor publik maupun swasta, termasuk dalam pelaporan keuangan dan perpajakan. Berdasarkan beberapa penelitian:
-
PT Chandra Sakti Utama Leasing menggunakan metode ini untuk menghitung penyusutan aset tetapnya karena kemudahan dalam pengalokasian periode penyusutan yang seragam. ([Lihat sumber Disini - journal.universitassuryadarma.ac.id])
-
Bisnis skala kecil hingga menengah memilih metode garis lurus untuk menghitung beban penyusutan terhadap aset modal mereka karena metodologinya yang sederhana dan mudah diintegrasikan dalam laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - journal.ibrahimy.ac.id])
-
Dalam penelitian pada Bengkel Togar, asumsi metode ini menunjukkan bahwa beban penyusutan dianggap tetap valid jika kondisi penggunaan aset cukup konsisten. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
Selain itu, implementasi metode garis lurus menjadi landasan dalam sistem informasi akuntansi untuk membantu pencatatan, perhitungan, dan pelaporan nilai aset tetap di perusahaan agar lebih terstruktur dan akurat. ([Lihat sumber Disini - journal.smartpublisher.id])
Dampak Metode Garis Lurus terhadap Laba
Pemilihan metode garis lurus tidak hanya memengaruhi neraca, tetapi juga berdampak pada laporan laba rugi karena beban penyusutan merupakan bagian dari biaya operasional yang mengurangi laba.
-
Laba yang Lebih Stabil: Karena beban penyusutan konstan setiap periode, laba perusahaan cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan metode lain seperti saldo menurun ganda atau sum of years digit, yang menimbulkan beban awal yang lebih tinggi atau menurun secara bertahap. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])
-
Pengaruh Terhadap Profitabilitas: Penelitian pada PT Mayora Indah Tbk menunjukkan bahwa penggunaan metode garis lurus cenderung menghasilkan laba yang lebih besar dibandingkan dengan metode lainnya karena beban penyusutan yang tidak terlalu tinggi di awal sampai akhir periode. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])
-
Pertimbangan Pajak: Dalam konteks perpajakan, beban penyusutan mempengaruhi laba kena pajak. Metode garis lurus dapat menghasilkan beban lebih tinggi atau lebih rendah dibanding metode lain tergantung struktur usia aset dan kebijakan perusahaan, sehingga menentukan besarnya pajak yang dibayarkan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.polimdo.ac.id])
Kelebihan dan Keterbatasan Metode Garis Lurus
Kelebihan
-
Sederhana dan Mudah Dipahami: Rumus dan aplikasinya sangat mudah digunakan oleh akuntan pemula maupun sistem informasi akuntansi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
-
Konsisten di Setiap Periode: Beban depresiasi yang konstan membantu perusahaan dalam merencanakan anggaran dan analisis laba secara lebih stabil. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])
-
Memperkuat Perencanaan Cash Flow: Stabilitas beban penyusutan mempermudah perusahaan dalam memproyeksikan laba bersih dan arus kas untuk periode mendatang dibanding metode yang fluktuatif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])
Keterbatasan
-
Asumsi Penggunaan Aset Tidak Selalu Akurat: Tidak semua aset menghasilkan manfaat ekonomi yang sama di setiap periodenya. Misalnya, mesin berat mungkin mengalami penurunan nilai cepat di awal. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
-
Kurang Realistis untuk Aset Usang Cepat: Untuk aset teknologi tinggi yang cepat usang, metode ini dapat meremehkan biaya aktual pemakaian di tahun awal. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
-
Tidak Mempertimbangkan Pola Pemakaian: Metode ini tidak mempertimbangkan bagaimana sering atau intens aset digunakan, sehingga mungkin tidak mencerminkan biaya ekonomis yang sebenarnya. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])
Kesimpulan
Metode garis lurus merupakan metode penyusutan yang paling sederhana, konsisten, dan banyak digunakan oleh perusahaan dalam mengalokasikan beban penyusutan aset tetap sepanjang masa manfaatnya. Secara umum, beban penyusutan per periode tetap dan mudah diprediksi, sehingga mempengaruhi stabilitas laba dan kemampuan perusahaan dalam merencanakan anggaran. Meskipun asumsi penggunaan aset yang konstan tidak selalu mencerminkan pola penggunaan nyata, keunggulannya dalam kesederhanaan dan stabilitas menjadikan metode ini relevan untuk berbagai jenis usaha, terutama yang menginginkan prediktabilitas biaya jangka panjang. Pemilihan metode garis lurus juga memiliki implikasi langsung terhadap laba, pengelolaan pajak, dan pelaporan keuangan, sehingga menjadi komponen penting dalam praktik akuntansi modern. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])