Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Metode Garis Lurus: Konsep dan Perhitungan. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/metode-garis-lurus-konsep-dan-perhitungan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Metode Garis Lurus: Konsep dan Perhitungan - SumberAjar.com

Metode Garis Lurus: Konsep dan Perhitungan

Pendahuluan

Penyusutan (depresiasi) merupakan pengakuan akuntansi penting yang mencerminkan penurunan nilai suatu aset tetap seiring berjalannya waktu, karena pemakaian, usang teknologi, atau faktor lainnya. Beban penyusutan ini bukan sekadar angka, tetapi berdampak langsung pada laporan laba rugi, posisi aset, serta keputusan manajemen dan perpajakan dalam sebuah perusahaan. Di antara berbagai metode penyusutan yang diakui secara akuntansi, Metode Garis Lurus (Straight-Line Method) menjadi pilihan yang paling sederhana dan banyak digunakan karena distribusi beban yang konsisten setiap periode sepanjang masa manfaat aset. Artikel ini akan membahas secara mendalam pengertian, asumsi dasar, perhitungan, dampaknya terhadap laba, serta kelebihan dan keterbatasannya dengan dukungan literatur ilmiah dan praktis yang relevan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Definisi Metode Garis Lurus

Definisi Metode Garis Lurus Secara Umum

Metode garis lurus adalah cara untuk menghitung beban penyusutan suatu aset tetap dengan membagi jumlah yang dapat disusutkan secara merata ke setiap periode masa manfaat aset tersebut. Jumlah beban yang diakui pada setiap periode tidak berubah dari awal sampai akhir masa manfaat. Ini berarti beban penyusutan setiap periode bersifat konstan dan mudah diprediksi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Definisi Metode Garis Lurus dalam KBBI

Dalam konteks akuntansi, KBBI mendefinisikan penyusutan sebagai “pengurangan nilai suatu barang atau aktiva tetap selama masa manfaatnya karena pemakaian, usang, atau faktor lainnya.” Sementara KBBI tidak spesifik mendefinisikan “metode garis lurus”, istilah tersebut secara lexikal menunjuk pada cara penyusutan yang lurus, yaitu pengalokasian biaya yang seragam sepanjang periode. ([Lihat sumber Disini - djkn.kemenkeu.go.id])

Definisi Metode Garis Lurus Menurut Para Ahli

  1. Ikatan Akuntan Indonesia / PSAK: Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia, metode garis lurus adalah metode penyusutan yang mengalokasikan jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset sepanjang umur manfaatnya secara sistematis dan konsisten. ([Lihat sumber Disini - ejournal.stiemp.ac.id])

  2. Sihombing (2016) menyatakan bahwa dalam metode garis lurus, beban penyusutan ditetapkan dengan asumsi bahwa aset memberikan manfaat yang sama pada setiap periode umur ekonomisnya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

  3. H Nikijuluw (2023) menjelaskan bahwa asumsi dasar metode garis lurus adalah bahwa aset yang disusutkan akan digunakan secara merata dan memberikan kontribusi manfaat yang konsisten setiap periode. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])

  4. D Wardoyo dkk (2022) menambahkan bahwa besarnya beban penyusutan tetap/tidak berubah selama umur manfaat, sehingga angka biaya operasional di laporan laba rugi bersifat stabil. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])


Asumsi Dasar Metode Garis Lurus

Metode garis lurus beroperasi berdasarkan beberapa asumsi yang harus dipenuhi agar hasilnya tepat:


Perhitungan Beban Penyusutan Metode Garis Lurus

Metode garis lurus menghitung beban penyusutan dengan cara paling sederhana di antara metode penyusutan lainnya. Secara garis besar, rumus dasarnya adalah:

Beban Penyusutan Per Periode = (Harga Perolehan, Nilai Residu) / Umur Ekonomis

Maksud dari komponen rumus tersebut adalah:

  • Harga Perolehan: Total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset.

  • Nilai Residu: Perkiraan nilai yang tersisa pada akhir masa manfaat aset.

  • Umur Ekonomis: Perkiraan periode di mana aset akan memberikan manfaat ekonomis. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Metode ini memastikan bahwa beban penyusutan diakui dalam jumlah yang sama di setiap periode sehingga tidak menimbulkan fluktuasi dalam biaya periodik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Dalam praktiknya, perusahaan sering kali menggunakan rumus ini pada laporan keuangan untuk menghitung beban penyusutan tahunan atau bulanan sepanjang umur aset. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Penerapan Metode Garis Lurus dalam Praktik

Metode garis lurus diaplikasikan secara luas oleh berbagai organisasi dan perusahaan, baik di sektor publik maupun swasta, termasuk dalam pelaporan keuangan dan perpajakan. Berdasarkan beberapa penelitian:

Selain itu, implementasi metode garis lurus menjadi landasan dalam sistem informasi akuntansi untuk membantu pencatatan, perhitungan, dan pelaporan nilai aset tetap di perusahaan agar lebih terstruktur dan akurat. ([Lihat sumber Disini - journal.smartpublisher.id])


Dampak Metode Garis Lurus terhadap Laba

Pemilihan metode garis lurus tidak hanya memengaruhi neraca, tetapi juga berdampak pada laporan laba rugi karena beban penyusutan merupakan bagian dari biaya operasional yang mengurangi laba.

  • Laba yang Lebih Stabil: Karena beban penyusutan konstan setiap periode, laba perusahaan cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan metode lain seperti saldo menurun ganda atau sum of years digit, yang menimbulkan beban awal yang lebih tinggi atau menurun secara bertahap. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])

  • Pengaruh Terhadap Profitabilitas: Penelitian pada PT Mayora Indah Tbk menunjukkan bahwa penggunaan metode garis lurus cenderung menghasilkan laba yang lebih besar dibandingkan dengan metode lainnya karena beban penyusutan yang tidak terlalu tinggi di awal sampai akhir periode. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])

  • Pertimbangan Pajak: Dalam konteks perpajakan, beban penyusutan mempengaruhi laba kena pajak. Metode garis lurus dapat menghasilkan beban lebih tinggi atau lebih rendah dibanding metode lain tergantung struktur usia aset dan kebijakan perusahaan, sehingga menentukan besarnya pajak yang dibayarkan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.polimdo.ac.id])


Kelebihan dan Keterbatasan Metode Garis Lurus

Kelebihan

  1. Sederhana dan Mudah Dipahami: Rumus dan aplikasinya sangat mudah digunakan oleh akuntan pemula maupun sistem informasi akuntansi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Konsisten di Setiap Periode: Beban depresiasi yang konstan membantu perusahaan dalam merencanakan anggaran dan analisis laba secara lebih stabil. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])

  3. Memperkuat Perencanaan Cash Flow: Stabilitas beban penyusutan mempermudah perusahaan dalam memproyeksikan laba bersih dan arus kas untuk periode mendatang dibanding metode yang fluktuatif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.syntax-idea.co.id])

Keterbatasan

  1. Asumsi Penggunaan Aset Tidak Selalu Akurat: Tidak semua aset menghasilkan manfaat ekonomi yang sama di setiap periodenya. Misalnya, mesin berat mungkin mengalami penurunan nilai cepat di awal. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])

  2. Kurang Realistis untuk Aset Usang Cepat: Untuk aset teknologi tinggi yang cepat usang, metode ini dapat meremehkan biaya aktual pemakaian di tahun awal. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])

  3. Tidak Mempertimbangkan Pola Pemakaian: Metode ini tidak mempertimbangkan bagaimana sering atau intens aset digunakan, sehingga mungkin tidak mencerminkan biaya ekonomis yang sebenarnya. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])


Kesimpulan

Metode garis lurus merupakan metode penyusutan yang paling sederhana, konsisten, dan banyak digunakan oleh perusahaan dalam mengalokasikan beban penyusutan aset tetap sepanjang masa manfaatnya. Secara umum, beban penyusutan per periode tetap dan mudah diprediksi, sehingga mempengaruhi stabilitas laba dan kemampuan perusahaan dalam merencanakan anggaran. Meskipun asumsi penggunaan aset yang konstan tidak selalu mencerminkan pola penggunaan nyata, keunggulannya dalam kesederhanaan dan stabilitas menjadikan metode ini relevan untuk berbagai jenis usaha, terutama yang menginginkan prediktabilitas biaya jangka panjang. Pemilihan metode garis lurus juga memiliki implikasi langsung terhadap laba, pengelolaan pajak, dan pelaporan keuangan, sehingga menjadi komponen penting dalam praktik akuntansi modern. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Metode garis lurus adalah metode penyusutan aset tetap yang membebankan biaya penyusutan dalam jumlah yang sama setiap periode selama umur manfaat aset. Metode ini mengasumsikan bahwa aset memberikan manfaat ekonomi yang relatif konstan sepanjang masa penggunaannya.

Metode garis lurus banyak digunakan karena perhitungannya sederhana, mudah dipahami, serta menghasilkan beban penyusutan yang stabil setiap periode. Hal ini memudahkan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan dan perencanaan laba jangka panjang.

Asumsi utama metode garis lurus adalah bahwa aset digunakan secara merata, memberikan manfaat ekonomi yang sama setiap periode, memiliki umur manfaat yang dapat ditentukan sejak awal, serta nilai residu yang relatif stabil sampai akhir masa manfaat aset.

Metode garis lurus menghasilkan beban penyusutan yang tetap setiap periode sehingga laba perusahaan cenderung lebih stabil. Tidak terjadi lonjakan beban di awal atau akhir masa manfaat aset, berbeda dengan metode penyusutan yang bersifat dipercepat.

Kelebihan metode garis lurus antara lain kesederhanaan perhitungan, konsistensi beban penyusutan, kemudahan penerapan dalam sistem akuntansi, serta membantu perusahaan dalam perencanaan anggaran dan analisis kinerja keuangan.

Keterbatasan metode garis lurus terletak pada asumsi penggunaan aset yang merata, yang tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata. Untuk aset yang cepat usang atau intensitas pemakaiannya tinggi di awal, metode ini kurang mencerminkan biaya ekonomis yang sebenarnya.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Metode Saldo Menurun: Konsep dan Percepatan Beban Metode Saldo Menurun: Konsep dan Percepatan Beban Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh X-Axis Data: Definisi, Fungsi, dan Perannya dalam Visualisasi Grafik X-Axis Data: Definisi, Fungsi, dan Perannya dalam Visualisasi Grafik Grafik: Definisi, Jenis, dan Perannya dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Grafik: Definisi, Jenis, dan Perannya dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Sistem Informasi Penggajian: Fitur dan Contoh Data Flow Sistem Informasi Penggajian: Fitur dan Contoh Data Flow Diagram: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Diagram: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Ketepatan Dosis Obat Pediatrik Ketepatan Dosis Obat Pediatrik Penyusutan Aset Tetap: Konsep, Metode, dan Tujuan Penyusutan Aset Tetap: Konsep, Metode, dan Tujuan Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Sistem Informasi Perjalanan Dinas Sistem Informasi Perjalanan Dinas Metode LIFO: Konsep dan Perbandingan Akuntansi Metode LIFO: Konsep dan Perbandingan Akuntansi Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya SPK Rekomendasi Beasiswa Menggunakan Metode SAW SPK Rekomendasi Beasiswa Menggunakan Metode SAW Metode Rata-Rata: Konsep dan Stabilitas Nilai Metode Rata-Rata: Konsep dan Stabilitas Nilai SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Normalitas Data: Cara Uji dan Interpretasinya Normalitas Data: Cara Uji dan Interpretasinya SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…