
Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis
Pendahuluan
Sense of meaning atau makna hidup adalah kemampuan individu untuk merasakan bahwa hidupnya memiliki tujuan, nilai, dan arah yang jelas, bukan sekadar rutinitas atau keberlangsungan biologis semata. Konsep ini semakin mendapat perhatian dalam psikologi positif karena keterkaitannya yang kuat dengan kesejahteraan psikologis (psychological well-being), motivasi hidup, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Rasa makna yang kuat pada kehidupan seseorang berperan sebagai landasan internal yang memberi arah dalam pengambilan keputusan, membentuk identitas diri, serta meningkatkan kebahagiaan dan kemampuan menghadapi tantangan hidup. Banyak penelitian menunjukkan bahwa keberadaan makna hidup berkorelasi positif dengan kondisi mental yang lebih baik dan perasaan sejahtera (well-being), baik dalam konteks populasi umum maupun kelompok dengan tantangan khusus seperti orang dengan penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Makna hidup bukanlah sesuatu yang tunggal atau homogen; ia mengandung beragam dimensi yang saling berinteraksi, termasuk persepsi terhadap tujuan hidup (presence of meaning) dan upaya aktif mencari makna (search for meaning), yang masing-masing memiliki implikasi psikologis berbeda. Pemahaman tentang konsep ini menjadi penting tidak hanya dalam kajian akademik tetapi juga dalam praktik konseling, pendidikan, dan intervensi kesehatan mental untuk membantu individu mencapai kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Sense of Meaning
Definisi Sense of Meaning Secara Umum
Sense of meaning secara umum merujuk pada persepsi seseorang terhadap keberadaan tujuan, nilai, dan arah dalam kehidupannya. Individu yang memiliki sense of meaning biasanya merasakan bahwa kehidupan mereka memiliki arah yang jelas, hasil dari pengalaman yang signifikan, serta hubungan antara tindakan mereka saat ini dengan tujuan jangka panjang. Makna hidup bukan sekadar eksistensi biologis, melainkan keterhubungan hidup dengan sesuatu yang dirasakan bernilai dan bernilai tinggi, seperti tujuan pribadi atau kontribusi terhadap orang lain. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Sense of Meaning dalam KBBI
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), makna hidup atau makna dapat diartikan sebagai “nilai, arti atau tujuan yang dirasakan penting oleh seseorang dalam kehidupannya, ” yang memberikan landasan terhadap tindakan dan keputusan hidup. Makna hidup mencakup penghayatan subjektif individu terhadap apa yang dianggap penting bagi mereka dalam konteks kehidupan dan perannya di masyarakat. (Sumber: KBBI Online)
Definisi Sense of Meaning Menurut Para Ahli
Viktor E. Frankl, Seorang psikoterapis dan pendiri logotherapy menyatakan bahwa makna hidup adalah keadaan di mana seseorang mengalami nilai-nilai hidup yang dianggapnya sesuai dan bermakna, sehingga memberi kontribusi terhadap alasan untuk hidup, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Frankl menekankan adanya “kehendak untuk makna” (will to meaning) sebagai motivasi utama individu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Michael F. Steger, Psikolog positif yang menekankan bahwa makna hidup terdiri dari dua dimensi utama: presence of meaning (keberadaan makna yang dirasakan individu) dan search for meaning (upaya aktif mencari makna). Steger menyatakan bahwa kedua dimensi ini berkontribusi terhadap bagaimana individu memahami dan merasakan tujuan hidupnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dezutter et al. (2013), Studi empiris menemukan bahwa dimensi keberadaan makna hidup berkait erat dengan aspek-aspek kesejahteraan psikologis seperti optimisme, penerimaan diri, dan kepuasan hidup, sedangkan hubungan antara pencarian makna dan kesejahteraan lebih kompleks. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Glaw dkk. (2017), Menjelaskan bahwa pemahaman tentang makna hidup mencakup persepsi terhadap tujuan, nilai, dan arah hidup, serta ekspresi aktif dari makna tersebut dalam pengalaman sehari-hari. Semakin jelas makna yang dirasakan, semakin tinggi kemungkinan individu meraih kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - e-journals.dinamika.ac.id]
Teori Makna Hidup dalam Psikologi
Teori Logoterapi Viktor E. Frankl
Teori logoterapi merupakan salah satu pendekatan paling klasik dalam pemahaman makna hidup. Viktor E. Frankl mengemukakan bahwa kehendak untuk makna (will to meaning) adalah motivasi dasar manusia, yang berbeda dari motivasi untuk kesenangan atau kekuasaan. Menurut Frankl:
Kehidupan memiliki makna dalam setiap kondisi, termasuk penderitaan.
Manusia memiliki kebebasan untuk memilih sikap terhadap keadaan yang mereka jalani.
Makna hidup ditemukan melalui penciptaan nilai, pengalaman yang bermakna, dan sikap terhadap situasi tak terelakkan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pandangan ini menunjukkan bahwa makna hidup bukan hanya tujuan jangka panjang besar, tetapi juga nilai yang dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari, pengalaman emosional, dan sikap batin terhadap kondisi sulit sekalipun. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Teori Dimensi Makna Hidup oleh Steger dkk.
Steger dan kolega (2006) membagi konsep makna hidup dalam dua komponen penting:
Presence of Meaning: sejauh mana seseorang merasa kehidupannya memiliki makna yang jelas dan signifikan;
Search for Meaning: intensitas dan upaya individu untuk menemukan atau memperdalam makna hidupnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pendekatan ini membantu menjelaskan variasi pengalaman makna hidup antar-individu, apakah seseorang merasa sudah menemukan makna, sedang aktif mencarinya, atau bahkan keduanya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Faktor yang Mempengaruhi Sense of Meaning
Sense of meaning dapat dipengaruhi oleh beragam faktor psikologis, sosial, dan situasional, antara lain:
1. Pengalaman Pribadi
Pengalaman hidup seperti pencapaian, hubungan interpersonal, dan refleksi diri membantu individu membentuk narasi kehidupan yang bermakna. Pengalaman positif maupun negatif bisa memperkuat persepsi makna hidup bila diinterpretasikan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang bernilai. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
2. Dukungan Sosial dan Hubungan Interpersonal
Interaksi dengan orang lain, terutama hubungan yang kuat, memberi konteks sosial bagi individu untuk merasakan tujuan dan kontribusi sosial. Dukungan emosional dari keluarga dan teman juga membantu individu merasa dihargai dan bermakna dalam kehidupan mereka. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
3. Tujuan dan Aspirasi Hidup
Memiliki tujuan hidup yang jelas, baik jangka pendek maupun panjang, menjadi landasan makna yang memberi arah dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Tujuan yang selaras dengan nilai individu dapat memperkuat sense of meaning secara signifikan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
4. Dimensi Spiritual dan Eksistensial
Beberapa individu menemukan makna hidup melalui pengalaman spiritual, religiusitas, atau refleksi eksistensial yang lebih luas. Aspek ini mencakup kesadaran terhadap hal-hal yang lebih besar dari diri sendiri, seperti kontribusi pada kehidupan orang lain atau pemahaman terhadap hakikat kehidupan. [Lihat sumber Disini - e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id]
5. Faktor Kontekstual dan Lingkungan
Kondisi lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi dapat memengaruhi cara individu menafsirkan makna hidup. Lingkungan yang suportif dan memberi ruang untuk pengembangan diri cenderung memperkuat rasa makna dibandingkan lingkungan yang penuh tekanan dan keterbatasan. [Lihat sumber Disini - repository.unair.ac.id]
Sense of Meaning dan Kesejahteraan Psikologis
Sense of meaning merupakan komponen penting dalam kesejahteraan psikologis. Banyak penelitian menunjukkan korelasi positif antara makna hidup dan aspek kesejahteraan psikologis, seperti kualitas hidup, kepuasan hidup, dan fungsi psikologis positif lainnya. [Lihat sumber Disini - nature.com]
Hubungan Makna Hidup dan Kesejahteraan Mental
Studi empiris menunjukkan bahwa individu yang merasakan makna dalam hidupnya cenderung memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi, termasuk dimensi seperti penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, serta pertumbuhan pribadi. [Lihat sumber Disini - nationalwellbeingservice.com]
Makna Hidup sebagai Prediktor Kesejahteraan
Makna hidup tidak hanya berkorelasi dengan kesejahteraan psikologis, tetapi juga berperan sebagai prediktor penting dalam memprediksi tingkat kesejahteraan individu, termasuk aspek-aspek seperti kepuasan hidup dan kesehatan mental yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - psycharchives.org]
Konteks Variabel Mediasi dan Moderasi
Penelitian meta dan kajian teoritis menunjukkan bahwa hubungan antara makna hidup dengan kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi atau dimoderasi oleh faktor lain seperti nilai pribadi, pencarian makna yang adaptif vs maladaptif, serta strategi koping individual. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Sense of Meaning dan Motivasi Hidup
Rasa makna hidup juga terkait erat dengan motivasi dan tujuan tindakan individu dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang merasakan hidupnya bermakna memiliki dorongan internal yang lebih kuat untuk mencapai tujuan hidup, mempertahankan fokus, dan mengatasi tantangan.
Motivasi sebagai Konsekuensi Makna
Sense of meaning memberikan struktur internal yang membantu seseorang menghubungkan tujuan hidup dengan tindakan nyata, sehingga memudahkan individu mempertahankan komitmen terhadap tujuan dan nilai pribadi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Pencapaian Personal dan Pertumbuhan Diri
Makna hidup berkontribusi pada motivasi intrinsik yang mendorong pencapaian tujuan pribadi, pertumbuhan diri, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan yang memberi kepuasan emosional serta kognitif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Sense of Meaning dalam Kehidupan Individu
Dalam kehidupan individu, kebermaknaan hidup bukan hanya pengalaman kognitif tetapi juga pengalaman emosional yang terintegrasi dengan nilai, tindakan, dan hubungan sosial. Sense of meaning membantu individu menyusun narasi kehidupan yang kohesif, di mana peristiwa hidup tidak dirasakan terfragmentasi, tetapi menjadi bagian dari gambaran besar kehidupan yang memiliki tujuan dan makna.
Makna dan Identitas Diri
Sense of meaning berperan penting dalam pembentukan identitas diri yang stabil dan kuat. Individu yang memiliki makna dalam hidup cenderung memiliki rasa identitas yang lebih jelas, keterhubungan dengan nilai pribadi, dan kemampuan untuk mengatasi ketidakpastian hidup.
Makna dan Ketahanan Psikologis
Kebermaknaan hidup membantu individu mempertahankan ketahanan psikologis dalam menghadapi tantangan, termasuk stres dan kehilangan, karena individu mampu menemukan makna bahkan pada pengalaman sulit sekalipun.
Makna dalam Interaksi Sosial dan Kontribusi Sosial
Sense of meaning juga berkaitan dengan keterlibatan sosial yang bermakna, seperti membantu orang lain atau berkontribusi pada komunitas, yang pada gilirannya memperkuat perasaan berharga dan relevan dalam kehidupan sosial.
Kesimpulan
Sense of meaning merupakan komponen penting dalam psikologi yang mencerminkan persepsi individu terhadap tujuan, nilai, dan arah hidupnya. Secara umum, makna hidup muncul dari pengalaman pribadi, hubungan sosial, tujuan hidup, serta faktor kontekstual yang mendukung perkembangan psikologis individu. Konsep ini telah dirumuskan oleh para ahli seperti Viktor E. Frankl dan Michael F. Steger melalui berbagai teori yang menekankan dimensi presence dan search of meaning serta pentingnya pencarian makna dalam kehidupan.
Bukti empiris menunjukkan bahwa sense of meaning berkorelasi positif dengan kesejahteraan psikologis, termasuk aspek-aspek seperti kepuasan hidup, pertumbuhan pribadi, dan hubungan sosial, serta berkontribusi terhadap motivasi hidup dan ketahanan psikologis. Secara keseluruhan, keberadaan makna hidup menjadi landasan penting bagi individu untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan sejahtera secara psikologis.