Terakhir diperbarui: 09 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 9 December). Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-ibu-dalam-perawatan-masa-nifas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas - SumberAjar.com

Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas

Pendahuluan

Perawatan pada masa nifas merupakan aspek krusial dalam upaya menjaga kesehatan ibu setelah persalinan. Masa nifas, yaitu periode setelah melahirkan hingga tubuh ibu kembali ke kondisi pra-hamil, adalah fase adaptasi fisik dan emosional yang cukup berat. Jika perawatan kurang optimal, ibu berisiko tinggi mengalami komplikasi seperti infeksi, perdarahan, gangguan laktasi, atau masalah pada mobilitas dan psikologis. Oleh karena itu penting memahami secara mendalam bagaimana perilaku ibu dalam masa nifas, aspek hygienitas, perawatan payudara dan laktasi, hingga peran suami dan keluarga. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan definisi, tujuan, perilaku ideal, faktor yang mempengaruhi, serta dampak dari perawatan masa nifas terhadap pemulihan ibu.


Definisi Perawatan Masa Nifas

Definisi secara umum

Secara umum, “masa nifas” atau “postpartum” merujuk pada periode setelah persalinan, sejak keluarnya plasenta, hingga organ reproduksi wanita kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id] Masa ini meliputi fase pemulihan fisik maupun adaptasi psikologis bagi ibu. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-medan.ac.id]

Dalam konteks perawatan, “perawatan masa nifas” mencakup semua tindakan untuk mendukung pemulihan ibu: menjaga kebersihan, perawatan luka persalinan/perineum, perawatan payudara, nutrisi, mobilisasi, hingga dukungan emosional dan edukasi laktasi. [Lihat sumber Disini - wrhc-indonesia.com]

Definisi dalam KBBI

Menurut arti kata “perawatan” di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perawatan berarti upaya memelihara, memperbaiki, atau meningkatkan kondisi sehat suatu makhluk hidup atau benda, dalam hal ini tubuh ibu postpartum. Padu padan istilah “perawatan” dengan “masa nifas” menunjukkan proses pemeliharaan kesehatan dan pemulihan ibu setelah persalinan.

Definisi menurut para ahli


Pengertian dan Tujuan Perawatan Masa Nifas

Perawatan masa nifas merupakan upaya sistematis dan menyeluruh untuk mendampingi ibu dalam masa pemulihan pascapersalinan. Tujuan utamanya meliputi:


Perilaku Higienitas Ibu Postpartum

Selama masa nifas, menjaga higienitas pribadi ibu adalah kunci utama untuk mencegah infeksi dan komplikasi. Beberapa aspek penting meliputi:

Penelitian di RS PKU Muhammadiyah menunjukkan bahwa perawatan higienitas dengan asuhan kebidanan mendukung involusi uterus normal dan kondisi fisik ibu yang sehat. [Lihat sumber Disini - proceeding.unisayogya.ac.id]


Perawatan Payudara dan Laktasi

Perawatan payudara dan dukungan laktasi menjadi bagian vital dari perawatan masa nifas, terutama untuk mendukung ASI eksklusif dan kesehatan ibu-bayi. Aspek-aspek penting meliputi:

Dengan perawatan payudara yang baik, tingkat keberhasilan menyusui eksklusif meningkat, yang selanjutnya berdampak positif pada kesehatan ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - journal.aisyahuniversity.ac.id]


Tanda Bahaya Masa Nifas dan Penanganannya

Selama masa nifas, ibu perlu waspada terhadap gejala atau tanda bahaya yang bisa mengindikasikan komplikasi serius. Beberapa tanda bahaya dan penanganannya:

  • Perdarahan abnormal atau perdarahan yang tidak berhenti → bila terjadi, segera cari pertolongan medis untuk deteksi atonia uteri atau robekan. Pada perawatan masa nifas, deteksi dini perdarahan merupakan bagian dari tujuan perawatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  • Infeksi (endometritis, mastitis, infeksi perineum, saluran kemih) → gejala bisa berupa demam, demam panggul, bau tidak sedap dari lochia, keluarnya cairan berbau, nyeri panggul atau rongga perut, kemerahan, pembengkakan. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id] Perawatan higienitas dan perineum/pijat payudara harus dilakukan dengan benar dan konsisten. [Lihat sumber Disini - jak.ubr.ac.id]

  • Luka jahitan perineum yang tidak sembuh atau nyeri berkepanjangan → perlu perawatan luka, pembersihan, antiseptik, dan mobilisasi sesuai rekomendasi bidan/tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.stikespemkabjombang.ac.id]

  • Gangguan laktasi, misalnya ASI tidak keluar, sumbatan saluran ASI, nyeri payudara, mastitis, → harus segera dilakukan intervensi perawatan payudara, pijat, edukasi menyusui, konsultasi ke tenaga medis. [Lihat sumber Disini - journals.umkt.ac.id]

  • Masalah psikologis atau depresi postpartum, bisa muncul jika ibu tidak mendapat dukungan keluarga/lingkungan, beban perawatan, stres, kurang tidur, lelah. Penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dan suami berpengaruh besar dalam mencegah depresi postpartum. [Lihat sumber Disini - ukinstitute.org]

Penanganannya harus melibatkan edukasi ibu dan keluarga, kunjungan/pengawasan postpartum, serta asuhan kebidanan komprehensif sesuai protokol. [Lihat sumber Disini - wrhc-indonesia.com]


Peran Suami dan Keluarga dalam Perawatan Postpartum

Peran suami dan keluarga sangat krusial dalam mendukung ibu melewati masa nifas dengan sehat, bukan hanya dari aspek fisik tapi juga emosional dan psikososial. Beberapa poin utama:

  • Memberikan dukungan emosional: menemani ibu, memberi semangat, membantu ibu beradaptasi dengan kondisi pascapersalinan, mengurangi stres dan kelelahan. [Lihat sumber Disini - ukinstitute.org]

  • Membantu perawatan praktis: membantu ibu dalam kebersihan, perawatan luka, perawatan bayi, memfasilitasi mobilisasi ibu, mendukung ibu menyusui, sehingga beban perawatan tidak sepenuhnya ditanggung ibu. [Lihat sumber Disini - ukinstitute.org]

  • Edukasi dan konseling pasangan/keluarga: kampanye asuhan masa nifas yang melibatkan suami/keluarga terbukti meningkatkan partisipasi dan pemahaman akan pentingnya perawatan postpartum. [Lihat sumber Disini - ukinstitute.org]

  • Memantau kondisi ibu dan bayi pasca pulang, membantu mendeteksi bila ada tanda bahaya dan mendampingi ibu mendapat perawatan medis jika diperlukan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Dengan peran aktif suami/keluarga, ibu cenderung menjalani masa nifas dengan lebih aman, nyaman, dan kemungkinan komplikasi bisa lebih diminimalisir.


Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Perawatan

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seberapa baik ibu melakukan perawatan masa nifas antara lain:

  • Pengetahuan dan edukasi tentang pentingnya perawatan nifas (kebersihan, perawatan luka, laktasi, nutrisi, mobilisasi). Jika ibu dan keluarga mendapat edukasi baik, sejak kehamilan, kemungkinan besar perilaku perawatan lebih baik. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Dukungan keluarga/lingkungan, terutama kehadiran suami atau anggota keluarga yang membantu ibu pasca persalinan. Tanpa dukungan, ibu bisa kewalahan dan mengabaikan perawatan penting. [Lihat sumber Disini - ukinstitute.org]

  • Kebiasaan, budaya, dan agama, di beberapa komunitas ada praktik tradisional pascapersalinan yang bisa mendukung atau justru menghambat perawatan modern. [Lihat sumber Disini - jurnal.uimedan.ac.id]

  • Akses ke tenaga kesehatan dan layanan postpartum, seperti kunjungan nifas di puskesmas/RS, konseling laktasi, pemantauan luka atau komplikasi, penting agar perawatan dilakukan dengan benar. [Lihat sumber Disini - proceeding.unisayogya.ac.id]

  • Kondisi fisik dan kesehatan ibu, misalnya ibu dengan luka perineum, episiotomi, kelelahan, anemia, malnutrisi, butuh perhatian ekstra agar perawatan optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.uui.ac.id]


Dampak Perilaku Perawatan terhadap Pemulihan Ibu

Perilaku perawatan yang baik selama masa nifas berdampak positif pada pemulihan ibu secara multidimensional:

Sebaliknya, jika perawatan diabaikan, risiko komplikasi, infeksi, gangguan laktasi, nyeri berkepanjangan, luka tak sembuh, atau masalah psikologis akan meningkat. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]


Kesimpulan

Perawatan masa nifas adalah rangkaian tindakan penting mulai dari menjaga kebersihan, perawatan perineum, perawatan payudara dan laktasi, nutrisi, mobilisasi, hingga dukungan emosional dan pendidikan kesehatan bagi ibu serta keluarga. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, didukung oleh pengetahuan, akses layanan kesehatan, serta peran aktif suami/keluarga, ibu dapat menjalani masa postpartum dengan pemulihan optimal. Sebaliknya, pengabaian terhadap perawatan meningkatkan risiko komplikasi serius, yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, asuhan kebidanan dan edukasi tentang perawatan masa nifas harus menjadi prioritas dalam upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas postpartum.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perawatan masa nifas adalah serangkaian tindakan untuk mendukung pemulihan fisik dan emosional ibu setelah melahirkan. Perawatan ini mencakup menjaga kebersihan, perawatan payudara, nutrisi, observasi tanda bahaya, serta dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga.

Perilaku higienitas yang baik penting untuk mencegah infeksi pada masa nifas, termasuk infeksi perineum, saluran kemih, dan endometritis. Kebersihan tubuh dan area genital membantu proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.

Tanda bahaya masa nifas meliputi perdarahan berlebihan, demam tinggi, bau tidak sedap pada lochia, nyeri perut hebat, pembengkakan atau kemerahan pada payudara, serta gejala depresi postpartum. Jika muncul tanda tersebut, ibu harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Suami berperan dalam memberikan dukungan emosional, membantu pekerjaan rumah, mendampingi ibu saat menyusui, memantau kondisi kesehatan ibu, serta memastikan ibu mendapat waktu istirahat yang cukup. Dukungan suami terbukti membantu mencegah stres dan mempercepat pemulihan.

Perawatan payudara membantu melancarkan produksi ASI, mencegah sumbatan saluran susu, mengurangi risiko mastitis, serta memastikan proses menyusui lebih nyaman. Teknik seperti pijat oksitosin terbukti mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

Perilaku perawatan yang baik membantu mencegah komplikasi, mempercepat penyembuhan luka, mendukung keberhasilan menyusui, menstabilkan kondisi emosional, serta meningkatkan kesehatan ibu secara keseluruhan selama masa nifas.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Kebersihan Nifas Manajemen Kebersihan Nifas Perawatan Masa Nifas: Konsep, Praktik Ibu, dan Pencegahan Komplikasi Perawatan Masa Nifas: Konsep, Praktik Ibu, dan Pencegahan Komplikasi Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Manajemen Nyeri Masa Nifas Manajemen Nyeri Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Edukasi Postnatal Care dan Dampaknya pada Kesehatan Ibu Edukasi Postnatal Care dan Dampaknya pada Kesehatan Ibu Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Pengetahuan Ibu tentang Senam Kegel Pengetahuan Ibu tentang Senam Kegel Perawatan Tali Pusat: Pengetahuan dan Praktik Ibu Perawatan Tali Pusat: Pengetahuan dan Praktik Ibu Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Pasien Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Pasien Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Kontinuitas Perawatan Kesehatan: Konsep, Kesinambungan Layanan, dan Outcome Kontinuitas Perawatan Kesehatan: Konsep, Kesinambungan Layanan, dan Outcome Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…