Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-ibu-dalam-pencegahan-infeksi-masa-nifas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas - SumberAjar.com

Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas

Pendahuluan

Masa nifas, periode pasca melahirkan dimana tubuh ibu mulai kembali ke kondisi sebelum kehamilan, adalah masa kritis bagi kesehatan ibu. Selama masa ini, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan fisiologis dan pemulihan organ reproduksi, sehingga rentan terhadap komplikasi termasuk infeksi. Infeksi masa nifas, jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik, dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada ibu, bahkan berdampak pada kesehatan bayi. Oleh karena itu, penting bagi ibu dan tenaga kesehatan untuk memahami jenis infeksi yang sering terjadi, perilaku kebersihan yang dianjurkan, faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan, serta peran edukasi dan dukungan untuk meminimalkan risiko. Artikel ini membahas berbagai aspek terkait perilaku ibu dalam pencegahan infeksi masa nifas berdasarkan literatur terkini dan sumber akademik.


Definisi: Infeksi Masa Nifas

Definisi Secara Umum

Infeksi masa nifas, sering disebut juga infeksi postpartum atau puerperal infection/sepsis, adalah kondisi peradangan dan/atau infeksi yang terjadi pada organ genital atau media lain (misalnya luka persalinan) selama masa nifas, yaitu setelah persalinan hingga proses pemulihan organ reproduksi selesai. [Lihat sumber Disini - repo.polkesraya.ac.id]

Definisi menurut KBBI

Menurut arti umum “nifas” dalam literatur kebidanan Indonesia, masa nifas mengacu pada periode sejak plasenta keluar hingga alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil, yang umumnya berlangsung sekitar 6 minggu atau 42 hari. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-denpasar.ac.id]
Namun definisi “infeksi masa nifas” secara spesifik menurut KBBI tidak tersedia, dalam praktik klinis, definisi tersebut berkembang dalam literatur kedokteran/kebidanan.

Definisi menurut Para Ahli

  • Menurut modul asuhan kebidanan, infeksi masa nifas didefinisikan sebagai infeksi pada traktus genital yang terjadi selama persalinan atau masa nifas, sering disertai suhu ≥ 38°C, serta gejala seperti lochea berbau, demam, dan tanda-tanda infeksi lainnya. [Lihat sumber Disini - lensa.unisayogya.ac.id]

  • Dalam tinjauan oleh Lestari (2021), masa nifas adalah periode setelah plasenta lahir sampai alat reproduksi kembali seperti sebelum hamil, dengan masa sekitar 6 minggu, dan infeksi pada masa ini dapat bersifat serius jika penanganan nifas tidak optimal. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

  • Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa infeksi masa nifas (postpartum infections) termasuk salah satu penyebab utama kematian maternal setelah perdarahan. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

  • Modul asuhan kebidanan menyebut bahwa infeksi masa nifas dapat berkembang melalui peradangan alat genital akibat kuman dari vagina, kulit, atau lingkungan sekitar jalan lahir, terutama jika kebersihan dan perawatan nifas kurang memadai. [Lihat sumber Disini - jurnal.unived.ac.id]


Jenis Infeksi yang Umum Terjadi pada Masa Nifas

Infeksi masa nifas dapat mengambil banyak bentuk, tergantung area yang terlibat dan kondisi ibu. Beberapa jenis infeksi yang sering dilaporkan antara lain:

Infeksi postpartum atau masa nifas dapat berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal secara global; diperkirakan terjadi pada 5, 7% ibu pascapersalinan, dan menyumbang hingga 15% dari kematian maternal pascapersalinan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Perilaku Kebersihan yang Dianjurkan

Untuk mencegah infeksi masa nifas, beberapa praktik kebersihan dan perilaku higienis sangat dianjurkan:

  • Menjaga kebersihan area genital dan perineum, rutin membersihkan area dengan air bersih, menjaga agar tetap kering, mengganti pembalut nifas secara teratur, dan mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut atau menyentuh area intim.

  • Perawatan luka perineum atau jahitan episiotomi/caesar dengan menjaga kebersihan, mandi air bersih, mengganti pembalut setelah BAB/BAK dan nifas, serta menghindari kontak dengan kotoran.

  • Kebersihan puting dan payudara, mencuci tangan sebelum menyusui, menjaga kebersihan puting, memerah ASI dengan tangan atau pompa yang bersih jika perlu, dan memastikan saluran ASI bersih untuk menghindari mastitis.

  • Perawatan saluran kemih, menjaga kebersihan saat buang air kecil, mencukupi hidrasi untuk memperlancar urine, dan segera buang air kecil jika ada dorongan, untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih.

  • Perawatan tubuh dan lingkungan, menjaga kebersihan rumah atau lingkungan sekitar ibu dan bayi, memperhatikan kebersihan alat mandi dan pembalut, serta memastikan ventilasi dan penerangan cukup untuk mendukung penyembuhan.


Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan

Beberapa faktor bisa mempengaruhi seberapa baik ibu menjalankan perilaku pencegahan infeksi masa nifas:

  • Pengetahuan ibu tentang risiko dan cara pencegahan, ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang infeksi nifas cenderung menjalankan perawatan pascapersalinan dengan lebih optimal. [Lihat sumber Disini - ejournal.unisayogya.ac.id]

  • Persepsi terhadap manfaat dan hambatan, menurut sebuah studi tentang perilaku pencegahan sepsis puerperalis, “perceived benefit” (manfaat yang dirasakan) berkorelasi positif dengan perilaku pencegahan, sedangkan “perceived barrier” (hambatan yang dirasakan) berkorelasi negatif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Faktor personal dan kondisi kesehatan, status imunitas rendah, malnutrisi, kelelahan, anemia, atau komplikasi persalinan seperti persalinan lama, luka perineum, atau caesar, dapat mempengaruhi kemampuan ibu melakukan perawatan nifas dengan benar. [Lihat sumber Disini - download.garuda.kemdikbud.go.id]

  • Dukungan dan perawatan postpartum, ketersediaan asuhan kebidanan pascapersalinan, dukungan keluarga, akses informasi, serta bimbingan dari tenaga kesehatan mempengaruhi kepatuhan ibu terhadap kebersihan dan pencegahan infeksi. [Lihat sumber Disini - repository.ipwija.ac.id]


Pengetahuan Ibu tentang Risiko Infeksi

Pengetahuan ibu tentang infeksi masa nifas adalah fondasi perilaku pencegahan. Penelitian menunjukkan bahwa banyak ibu postpartum memiliki pengetahuan dan praktik pencegahan yang kurang memadai. Dalam sebuah studi terhadap 120 ibu postpartum di Mesir, ditemukan bahwa kurang dari dua pertiga memiliki pengetahuan yang mencukupi mengenai pencegahan sepsis, dan lebih dari setengah memiliki praktik pencegahan yang kurang optimal. [Lihat sumber Disini - download.garuda.kemdikbud.go.id]

Di Indonesia juga ditemukan bahwa rendahnya pengetahuan bisa berkontribusi terhadap tingginya risiko infeksi nifas. [Lihat sumber Disini - ejournal.unisayogya.ac.id] Oleh karena itu, edukasi dan penyuluhan tentang risiko infeksi dan cara pencegahan sangat penting, baik selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas.


Peran Tenaga Kesehatan dalam Edukasi Kebersihan

Tenaga kesehatan, seperti bidan, dokter, perawat, memiliki peran krusial dalam mencegah infeksi masa nifas melalui:

  • Memberikan edukasi antenatal dan pascapersalinan mengenai pentingnya kebersihan, perawatan luka, kebersihan genital, dan perawatan payudara serta ASI.

  • Menjelaskan tanda-tanda bahaya (misalnya demam, bau tidak sedap pada lochea, nyeri, luka yang tak sembuh) sehingga ibu dan keluarga dapat segera mengenali dan merespon dengan cepat. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]

  • Melakukan tindak kebidanan dengan prosedur aseptik, misalnya pada penanganan persalinan, penjahitan, perawatan luka caesar atau episiotomi, agar risiko kontaminasi bakteri diminimalkan. [Lihat sumber Disini - repository.ipwija.ac.id]

  • Memberikan perawatan nifas berkelanjutan, pemantauan kondisi ibu dalam masa nifas, memeriksa luka, memberikan konseling nutrisi dan kebersihan, serta mendukung praktik menyusui yang aman. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]


Hambatan dalam Melakukan Pencegahan Infeksi

Meski pengetahuan dan rekomendasi tersedia, banyak ibu mengalami hambatan dalam menjalankan perilaku pencegahan, antara lain:

  • Kurangnya pemahaman atau informasi yang memadai tentang risiko dan cara pencegahan, terutama jika edukasi selama kehamilan atau pascapersalinan kurang intensif.

  • Persepsi bahwa perawatan pascapersalinan tidak penting, atau meremehkan risiko infeksi, sehingga kebersihan dan perawatan luka sering diabaikan.

  • Faktor sosial dan lingkungan, misalnya akses terbatas ke air bersih, sanitasi buruk, peralatan kebersihan tidak memadai, atau lingkungan rumah yang kurang mendukung perawatan pascapersalinan.

  • Kondisi ibu, kelelahan, anemia, malnutrisi, kurang tidur, atau beban merawat bayi dan anggota keluarga lain membuat ibu sulit konsisten merawat diri.

  • Minimnya dukungan, dari pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan, bisa membuat ibu merasa sendirian dalam merawat diri pascapersalinan, sehingga pencegahan infeksi terabaikan.


Dampak Perilaku Pencegahan terhadap Pemulihan Ibu

Perilaku pencegahan yang baik selama masa nifas memiliki dampak positif yang signifikan bagi pemulihan ibu dan kesehatan jangka panjang, antara lain:

  • Mengurangi risiko infeksi seperti endometritis, luka persalinan terinfeksi, mastitis, dan infeksi saluran kemih, sehingga mengurangi morbiditas dan potensi komplikasi serius.

  • Mendukung pemulihan organ reproduksi dan luka persalinan, meminimalkan nyeri, percepatan penyembuhan luka, dan mengurangi kemungkinan perawatan ulang atau rawat inap.

  • Mendukung proses menyusui dan kesehatan bayi, dengan mencegah mastitis dan memastikan ibu dalam kondisi sehat untuk merawat dan menyusui bayi sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi bayi.

  • Menurunkan risiko kematian maternal, karena infeksi postpartum termasuk penyebab utama kematian ibu pascapersalinan di banyak negara. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Meningkatkan kualitas hidup ibu dan keluarga, dengan pemulihan yang optimal, ibu dapat berfungsi normal, merawat bayi, serta beradaptasi kembali dalam peran baru sebagai orang tua tanpa dibebani komplikasi kesehatan.


Kesimpulan

Infeksi masa nifas adalah ancaman nyata bagi kesehatan ibu pascapersalinan, namun sebagian besar dapat dicegah dengan perilaku kebersihan dan perawatan nifas yang tepat. Pemahaman ibu terhadap risiko, didukung oleh edukasi dari tenaga kesehatan serta lingkungan sosial dan fisik yang mendukung, menjadi kunci utama dalam pencegahan. Pemeriksaan rutin, kebersihan genital dan luka, perawatan payudara, dan manajemen nutrisi dan istirahat adalah bagian dari perilaku pencegahan yang sangat penting. Dengan demikian, mendidik ibu dan keluarga serta memperkuat sistem asuhan pascapersalinan dapat secara signifikan menurunkan risiko infeksi, mendukung pemulihan, dan menjaga kesehatan ibu serta bayi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Infeksi masa nifas adalah kondisi peradangan atau infeksi yang terjadi pada organ reproduksi atau area terkait selama 6 minggu setelah persalinan. Infeksi ini dapat meliputi endometritis, infeksi luka persalinan, mastitis, dan infeksi saluran kemih.

Ibu dianjurkan menjaga kebersihan area genital, mengganti pembalut secara teratur, mencuci tangan sebelum dan sesudah perawatan diri, menjaga kebersihan luka perineum atau luka operasi caesar, serta menjaga kebersihan payudara saat menyusui.

Jenis infeksi yang umum terjadi meliputi endometritis, infeksi luka persalinan, infeksi saluran kemih, dan mastitis. Bila tidak ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Pengetahuan yang baik membuat ibu mampu mengenali tanda bahaya, memahami cara pencegahan, serta melakukan perawatan diri dengan benar sehingga risiko infeksi dapat diminimalkan.

Tenaga kesehatan berperan memberikan edukasi tentang kebersihan, memantau kondisi ibu, melakukan tindakan medis secara aseptik, serta memberikan konseling tentang perawatan luka dan tanda bahaya infeksi.

Perilaku pencegahan yang baik mempercepat penyembuhan, mengurangi risiko infeksi serius, mendukung keberhasilan menyusui, dan meningkatkan kesehatan ibu secara keseluruhan selama masa nifas.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Kebersihan Nifas Manajemen Kebersihan Nifas Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Perawatan Masa Nifas: Konsep, Praktik Ibu, dan Pencegahan Komplikasi Perawatan Masa Nifas: Konsep, Praktik Ibu, dan Pencegahan Komplikasi Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Manajemen Nyeri Masa Nifas Manajemen Nyeri Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Manajemen Risiko Infeksi Manajemen Risiko Infeksi Infeksi Nosokomial: Konsep, faktor risiko, dan pengendalian Infeksi Nosokomial: Konsep, faktor risiko, dan pengendalian Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Pencegahan Infeksi Nosokomial Pencegahan Infeksi Nosokomial Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Edukasi Postnatal Care dan Dampaknya pada Kesehatan Ibu Edukasi Postnatal Care dan Dampaknya pada Kesehatan Ibu Penggunaan Obat Antiviral pada Pasien Infeksi Akut Penggunaan Obat Antiviral pada Pasien Infeksi Akut Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…