
Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan
Pendahuluan
Proses nifas, periode setelah ibu melahirkan, sering diwarnai berbagai tantangan fisik dan psikologis. Ibu mungkin mengalami nyeri, ketegangan otot, kelelahan, stres, serta tantangan dalam produksi ASI. Dalam upaya mendukung pemulihan ibu pasca melahirkan dan mendukung keberhasilan menyusui, metode non-farmakologi seperti pijat (massage) mulai banyak mendapat perhatian. Pijat dipandang sebagai intervensi komplementer yang dapat membantu relaksasi, memperbaiki sirkulasi, meredakan nyeri, serta merangsang hormon yang mendukung laktasi. Artikel ini mengulas definisi, jenis-jenis, manfaat, mekanisme, faktor efektivitas, peran tenaga kesehatan, serta risiko dan kontraindikasi pijat pada ibu pasca melahirkan, dengan mendasarkan pada bukti ilmiah terkini.
Definisi Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan
Definisi Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan secara Umum
Efektivitas pijat post-partum dapat diartikan sebagai sejauh mana intervensi pijat dapat membantu ibu pasca persalinan mencapai hasil yang diinginkan, seperti relaksasi, penurunan nyeri, percepatan pemulihan fisik, peningkatan produksi ASI, dan kesejahteraan psikologis. Dalam konteks ini, “massage” mencakup berbagai teknik pijat yang diterapkan pada ibu nifas atau ibu menyusui.
Definisi Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan menurut KBBI
Secara leksikal, “massage” menurut arti dari kosa kata umum adalah pijat, yaitu “pemijatan pada tubuh dengan tangan atau alat untuk merangsang sirkulasi, meredakan ketegangan otot, mengurangi rasa sakit, dan memberikan rasa nyaman”. Adapun “efektivitas” berarti efektivitas, daya guna, atau seberapa berhasil suatu tindakan dalam mencapai tujuan. Sehingga, “efektivitas pijat” berarti seberapa berhasil pijat tersebut dalam mencapai tujuan pemijatan.
Definisi Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Menurut Para Ahli
Berikut beberapa pendapat dari literatur ilmiah terkait pijat pada ibu pasca melahirkan:
-
Dalam studi kuasi-eksperimental oleh Pengaruh Pijat Laktasi pada Ibu Nifas terhadap Produksi ASI, ditemukan bahwa pijat laktasi secara signifikan meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas (p-value = 0, 000). [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]
-
Efektifitas Pijat Oksitosin dan Pijat Endorphin Terhadap Produksi ASI menunjukkan bahwa baik pijat oksitosin maupun pijat endorphin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post-partum. [Lihat sumber Disini - jusindo.publikasiindonesia.id]
-
The Effectiveness of Oxytocin Massage Using Lemongrass Oil on Breast Milk Production in Post Partum Mother melaporkan bahwa pijat oksitosin menggunakan minyak sereh (lemongrass oil) secara signifikan meningkatkan volume ASI dibanding kelompok kontrol. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id]
-
Dalam penelitian Pijat Oksitosin berguna memicu saraf parasimpatis agar cepat merambatkan sinyal ... dijelaskan bahwa pijat oksitosin bisa merangsang pelepasan hormon oksitosin serta mendukung kenyamanan dan kelancaran menyusui. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperalkautsar.ac.id]
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, “efektivitas” pijat pasca melahirkan dapat diartikan sebagai keberhasilan pijat dalam memberikan manfaat nyata bagi ibu, baik secara fisik (nyeri, pemulihan), maupun laktasi (produksi ASI), serta aspek psikologis dan kesejahteraan.
Jenis-Jenis Pijat yang Umum untuk Ibu Nifas
Dalam praktik kebidanan dan perawatan pasca persalinan, terdapat beberapa jenis pijat yang sering digunakan:
-
Pijat Oksitosin (Oxytocin massage), pijat yang dirancang untuk merangsang hormon oksitosin, dengan tujuan memperlancar ASI dan memberikan rasa nyaman. Studi menunjukkan pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperalkautsar.ac.id]
-
Pijat Laktasi (Lactation massage), teknik pijat pada area punggung, payudara, leher, dan tubuh untuk merangsang laktasi. Dibuktikan secara ilmiah dapat meningkatkan produksi ASI. [Lihat sumber Disini - e-journal.aktabe.com]
-
Pijat Endorphin, pijat yang mengutamakan relaksasi tubuh dan syaraf, bertujuan mengurangi ketegangan, nyeri, atau stres pada ibu pasca melahirkan. Satu penelitian menunjukkan pijat endorphin efektif menurunkan kecemasan pada ibu postpartum. [Lihat sumber Disini - jurnalkesehatanstikesnw.ac.id]
-
Pijat punggung / back massage, sebagai pijat umum untuk membantu ibu (termasuk ibu SC) mendapatkan kelancaran ASI serta kenyamanan pasca persalinan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.unism.ac.id]
-
Pijat dengan aromaterapi, kombinasi pijat (misalnya oksitosin massage) dengan minyak aromaterapi (lavender, sereh, dsb) untuk meningkatkan relaksasi dan merangsang produksi ASI. [Lihat sumber Disini - jurnal.upertis.ac.id]
Manfaat Massage terhadap Relaksasi dan Pemulihan
Pijat pasca melahirkan menawarkan banyak manfaat untuk relaksasi dan pemulihan fisik maupun psikologis ibu. Berikut penjelasannya berdasarkan studi:
-
Mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan relaksasi: Sebuah penelitian pada 2025 menunjukkan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan aromaterapi lavender dapat membawa efek relaksasi melalui stimulasi sistem saraf pusat, yang membantu menurunkan stres. [Lihat sumber Disini - jurnal.upertis.ac.id]
-
Mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan pasca persalinan: Teknik pijat seperti effleurage (pijat lembut pada punggung) terbukti menurunkan intensitas nyeri persalinan. [Lihat sumber Disini - jurnal.itk-avicenna.ac.id] Pijat juga dapat membantu meredakan tegang otot, memperlancar peredaran darah, dan mempercepat pemulihan otot. [Lihat sumber Disini - e-journal.ibi.or.id]
-
Meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan umum: Studi tahun 2025 melaporkan bahwa pijat oksitosin dan pijat endorphin meningkatkan kualitas tidur ibu nifas, aspek penting dalam pemulihan setelah melahirkan. [Lihat sumber Disini - journal.umnyarsi.ac.id]
-
Mendukung kesehatan mental dan mengurangi risiko depresi: Terapi pijat pasca persalinan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kesehatan emosional ibu. Sebagai terapi komplementer, pijat dapat membantu mengurangi stres, kelelahan, dan berpotensi mengurangi risiko depresi pasca melahirkan. [Lihat sumber Disini - centerwatch.com]
Dengan manfaat ini, pijat menjadi bagian penting dari perawatan postnatal, mendukung proses pemulihan yang lebih holistik, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis.
Pengaruh Massage terhadap Produksi ASI
Salah satu kekhawatiran utama ibu nifas adalah kelancaran dan kuantitas ASI. Banyak studi menunjukkan pijat dapat membantu dalam hal ini:
-
Penelitian pada 2023 (Pijat Laktasi) menunjukkan pijat laktasi secara signifikan meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas (p-value 0, 000). [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]
-
Kajian pada pijat oksitosin dan pijat endorphin menemukan bahwa keduanya efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu post-partum. [Lihat sumber Disini - jusindo.publikasiindonesia.id]
-
Studi terbaru 2025 pada pijat oksitosin yang dikombinasikan dengan minyak sereh (lemongrass oil) melaporkan peningkatan volume ASI yang signifikan dibanding kelompok kontrol. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id]
-
Pijat punggung pada ibu post-SC juga terbukti membantu kelancaran ASI. [Lihat sumber Disini - ejurnal.unism.ac.id]
-
Kombinasi pijat oksitosin dengan perawatan payudara dan manajemen emosional dapat meningkatkan level hormon oksitosin dan prolaktin, hormon kunci dalam produksi dan ejeksi ASI, sehingga mendukung keberhasilan menyusui eksklusif. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]
Kesimpulannya, pijat (terutama pijat laktasi dan oksitosin) memiliki peran signifikan dalam mendukung keberhasilan laktasi, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas ASI.
Faktor yang Menentukan Efektivitas Massage
Efektivitas pijat pada ibu pasca melahirkan tidak otomatis sama untuk semua orang; ada beberapa faktor penentu:
-
Jenis pijat dan teknik yang digunakan: Teknik yang benar (misalnya pijat oksitosin, laktasi, pijat punggung, pijat dengan aromaterapi) serta penyampaian pijat yang tepat menentukan hasilnya. Kombinasi pijat dengan aromaterapi atau oil tertentu bisa memberikan hasil berbeda dibanding pijat biasa.
-
Frekuensi dan durasi pijat: Banyak penelitian menunjukkan pijat harus dilakukan secara teratur, misalnya pijat oksitosin 2× sehari, setiap sesi beberapa menit, agar efek optimal tercapai. [Lihat sumber Disini - nhs-journal.com]
-
Keterampilan terapis / pelaksana pijat: Pemijatan harus dilakukan oleh orang terlatih (bidan, terapis pijat khusus) atau orang yg memahami teknik pijat post-partum; pijat yang asal-asalan bisa kurang efektif atau berisiko.
-
Kondisi fisik dan psikologis ibu: Ibu dengan stres, kecemasan, kelelahan, atau luka setelah persalinan (misalnya SC, robekan jahit) mungkin memerlukan pendekatan pijat yang lebih lembut atau adaptasi tertentu.
-
Konteks lingkungan dan dukungan sosial: Dukungan dari suami, keluarga, tenaga kesehatan, serta edukasi menyusui dan pijat bisa mempengaruhi keberhasilan pijat. Kombinasi pijat dengan perawatan payudara dan manajemen emosional terbukti lebih optimal. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]
Peran Terapis dan Bidan dalam Memberikan Massage
Peran tenaga kesehatan, terutama bidan dan terapis pijat, sangat vital dalam penerapan pijat pasca melahirkan secara efektif:
-
Memberikan edukasi dan konsultasi kepada ibu nifas: Memberikan penjelasan tentang manfaat pijat, teknik yang aman, frekuensi yang disarankan, serta kontraindikasi.
-
Melakukan pijat dengan teknik yang benar: Terapis atau bidan harus terlatih dalam pijat oksitosin, laktasi, pijat punggung, pijat endorphin; memahami anatomi pasca persalinan dan kondisi ibu (normal, SC, jahitan, dsb).
-
Memantau respons ibu: Termasuk kenyamanan, nyeri, produksi ASI, kualitas tidur, stres, agar bisa menyesuaikan pijat dengan kebutuhan.
-
Memberi perawatan pendukung: Misalnya perawatan payudara, manajemen stres, edukasi laktasi, serta dukungan psikologis, karena pijat sering paling efektif jika dikombinasikan dengan intervensi holistik. Studi menunjukkan kombinasi pijat, breast-care, dan manajemen emosional dapat meningkatkan hormon oksitosin & prolaktin dan mendukung laktasi optimal. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Menjaga keamanan dan mengetahui kontraindikasi: Menghindari pijat agresif jika ibu memiliki komplikasi, jahitan segar, perdarahan, infeksi, dsb.
Risiko dan Kontraindikasi Massage Pasca Melahirkan
Walaupun pijat memberikan banyak manfaat, ada risiko dan kondisi di mana pijat harus dilakukan hati-hati atau dihindari:
-
Ibu dengan luka segar, seperti jahitan SC, robekan perineum, atau episiotomi, sebaiknya konsultasi dulu dengan bidan/dokter sebelum pijat punggung atau pijat area tertentu, agar tidak mengganggu penyembuhan atau menimbulkan infeksi.
-
Jika ibu mengalami perdarahan, infeksi, demam, atau komplikasi pasca persalinan, pijat dapat menambah beban dan memperburuk kondisi.
-
Tekanan pijat yang terlalu keras bisa menimbulkan nyeri, memar, atau ketidaknyamanan, terutama pada otot/syaraf yang masih sensitf. Oleh karena itu harus dilakukan oleh terapis yang terlatih dan dengan teknik lembut.
-
Jika ibu merasa stres berat, cemas, atau trauma, meskipun pijat bisa membantu relaksasi, tetap harus disertai dukungan psikologis, karena pijat saja mungkin tidak cukup.
-
Tidak semua jenis pijat cocok untuk semua ibu. Misalnya, teknik pijat yang efektif bagi satu ibu belum tentu cocok bagi ibu lain.
Dampak Massage terhadap Kesejahteraan Ibu
Selain dampak fisik dan laktasi, pijat pasca melahirkan juga bisa berdampak luas terhadap kesejahteraan ibu:
-
Peningkatan kualitas hidup post-partum: Dengan pijat, ibu bisa merasa lebih nyaman, lebih relaks, lebih segar, membantu adaptasi dengan peran baru sebagai ibu.
-
Peningkatan bonding ibu, bayi: Ketika ibu merasa nyaman, rileks, tidak stres, kemungkinan besar ia lebih mudah terhubung secara emosional dengan bayi, ikut mendukung keberhasilan menyusui dan stimulasi awal bayi.
-
Mengurangi risiko kelelahan dan depresi pasca persalinan: Studi menunjukkan pijat postpartum (termasuk pijat ibu & bayi) dapat mengurangi stres, kelelahan, dan bahkan membantu dalam stabilitas emosional ibu. [Lihat sumber Disini - centerwatch.com]
-
Meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui: Karena pijat bisa membantu kelancaran ASI dan kenyamanan menyusui, ibu bisa merasa lebih yakin dan tidak cemas terkait produksi ASI, aspek penting dalam menyusui eksklusif.
Kesimpulan
Pijat pada ibu pasca melahirkan, meliputi pijat oksitosin, pijat laktasi, pijat endorphin, pijat punggung, atau pijat dengan aromaterapi, terbukti secara ilmiah memiliki banyak manfaat. Pijat dapat membantu relaksasi, mengurangi nyeri, mendukung pemulihan fisik, memperbaiki kualitas tidur, serta secara signifikan meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Efektivitas pijat sangat bergantung pada teknik, frekuensi, durasi, serta kondisi fisik dan psikologis ibu. Peran bidan atau terapis pijat terlatih sangat penting untuk memastikan pijat dilakukan dengan aman dan tepat. Meski demikian, pijat tidak selalu cocok untuk semua ibu, terutama mereka dengan kondisi medis tertentu atau luka segar, sehingga perlu dilakukan asesmen dan adaptasi terlebih dahulu. Dengan diterapkan secara tepat dan dalam konteks perawatan holistik (termasuk dukungan emosional dan laktasi), pijat pasca melahirkan bisa menjadi intervensi komplementer yang efektif untuk mendukung pemulihan ibu dan keberhasilan menyusui.