Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-konsumen-dari-perspektif-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis - SumberAjar.com

Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis

Pendahuluan

Perilaku konsumen merupakan salah satu kajian penting dalam ilmu pemasaran dan psikologi karena memahami perilaku individu atau kelompok dalam mengambil keputusan pembelian merupakan kunci keberhasilan strategi pemasaran bisnis modern. Perubahan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh teknologi digital, media sosial, dan gaya hidup membuat perilaku konsumen menjadi kajian yang semakin kompleks dan menarik untuk dianalisis. Psikologi konsumen tidak hanya menelaah apa yang dibeli, tetapi lebih dalam pada proses berpikir, motivasi, persepsi, sikap, dan preferensi yang mengarahkan keputusan konsumen terhadap suatu produk atau layanan. Dengan meningkatnya persaingan global dan kebutuhan untuk memahami motivasi internal konsumen, perspektif psikologis menjadi semakin relevan dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan nyata konsumen. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]


Definisi Perilaku Konsumen

Definisi Perilaku Konsumen Secara Umum

Perilaku konsumen secara umum dapat dipahami sebagai studi tentang proses berpikir, perasaan, dan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok sejak mereka mempertimbangkan pembelian hingga menggunakan dan mengevaluasi produk atau jasa. Kajian ini mencakup bagaimana konsumen mengenali kebutuhan, mencari informasi, mengevaluasi alternatif, membuat keputusan pembelian, serta menilai pengalaman pasca-pembelian. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]

Definisi Perilaku Konsumen dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku konsumen merujuk pada tindakan dan kebiasaan konsumen dalam memilih dan menggunakan barang atau jasa. Konsumen berarti pihak yang memakai barang atau jasa tersebut. (Sumber definisi KBBI dapat dilihat langsung pada laman resmi KBBI, sumber: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id]; tautan diarahkan oleh pengguna sesuai permintaan, lalu dicantumkan sebagai referensi).

Definisi Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

  1. Kotler & Keller mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan membuang barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ulbi.ac.id]

  2. Tjiptono (2014) menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang mereka lalui dalam memilih, membeli, menggunakan dan mengevaluasi barang serta jasa. [Lihat sumber Disini - elibrary.cyber-univ.ac.id]

  3. Nugraha (2021) menjelaskan perilaku konsumen sebagai tindakan individu atau kelompok dalam membeli atau menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan tertentu. [Lihat sumber Disini - repo.darmajaya.ac.id]

  4. Subianto (2007) menyimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan nyata yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal yang mengarahkan mereka untuk menilai, memilih, mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Faktor Psikologis dalam Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis internal yang kompleks. Faktor psikologis ini melibatkan aspek-aspek mental dan emosional yang membentuk cara konsumen berpikir dan bertindak dalam konteks pembelian. Beberapa faktor psikologis utama yang mempengaruhi perilaku konsumen berdasarkan kajian ilmiah adalah:

  1. Motivasi, Dorongan internal yang menggerakkan kebutuhan konsumen untuk bertindak. Motivasi konsumen muncul dari kebutuhan yang ingin dipenuhi dan tujuan pembelian yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Persepsi, Proses bagaimana konsumen menafsirkan informasi yang mereka terima melalui indra mereka, yang kemudian mempengaruhi sikap dan keputusan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Sikap dan Keyakinan, Evaluasi konsumen terhadap objek atau merek yang mempengaruhi kecenderungan untuk membeli atau tidak. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Emosi, Reaksi perasaan yang sering kali mempengaruhi konsumsi impulsif atau preferensi terhadap produk tertentu. [Lihat sumber Disini - jurnal-id.com]

Penelitian juga menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti motivasi, persepsi, sikap, serta kepercayaan memainkan peran penting dalam pembentukan keputusan pembelian konsumen dan mempengaruhi intensi serta tindakan pembelian secara signifikan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ubharajaya.ac.id]


Proses Pengambilan Keputusan Konsumen

Proses pengambilan keputusan konsumen dapat dipahami sebagai rangkaian tahapan yang dilalui konsumen sebelum produk dibeli hingga setelah konsumsi selesai. Secara umum, tahapan tersebut meliputi:

  1. Pengenalan Kebutuhan, Konsumen menyadari adanya kebutuhan atau masalah yang ingin dipenuhi. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]

  2. Pencarian Informasi, Konsumen mencari informasi mengenai produk atau layanan yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]

  3. Evaluasi Alternatif, Konsumen menimbang berbagai pilihan produk berdasarkan faktor harga, kualitas, merek, dan lain-lain. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]

  4. Keputusan Pembelian, Konsumen menentukan produk yang akan dibeli. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]

  5. Evaluasi Pasca Pembelian, Konsumen mengevaluasi produk setelah digunakan, yang akan mempengaruhi keputusan pembelian di masa depan. [Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id]

Proses ini dipengaruhi oleh faktor psikologis di setiap tahap, khususnya persepsi dan motivasi yang menentukan prioritas konsumen saat membuat pilihan produk. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ubharajaya.ac.id]


Peran Motivasi dan Persepsi Konsumen

Motivasi Konsumen

Motivasi merupakan kekuatan psikologis utama yang mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan. Konsumen termotivasi untuk membeli barang tertentu ketika mereka merasa kebutuhan mereka akan produk itu belum terpenuhi. Motivasi dapat digolongkan menjadi kebutuhan fisiologis dan psikologis seperti rasa aman, penghargaan sosial, atau aktualisasi diri, yang menjadi pendorong utama dalam proses keputusan pembelian. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Persepsi Konsumen

Persepsi adalah proses di mana konsumen menyeleksi, mengorganisir, dan menafsirkan informasi yang mereka terima. Persepsi konsumen dapat berbeda antara individu satu dengan yang lain karena dipengaruhi oleh pengalaman hidup, latar belakang budaya, dan preferensi personal. Persepsi yang positif terhadap merek atau produk akan meningkatkan kecenderungan konsumen untuk membeli produk tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Sikap dan Preferensi Konsumen

Sikap konsumen adalah evaluasi konsisten terhadap suatu objek seperti merek atau produk yang dapat bersifat positif atau negatif. Sikap terbentuk dari pengalaman pribadi, budaya, keyakinan, dan preferensi individual. Preferensi konsumen umumnya merupakan manifestasi dari sikap ini dalam bentuk pilihan yang tampak, misalnya kecenderungan memilih satu merek tertentu dibandingkan merek lainnya.

Sikap dan preferensi juga dapat berubah seiring waktu dan pengalaman konsumen. Konsumen yang memiliki sikap positif terhadap suatu produk cenderung lebih loyal dan menunjukkan niat pembelian berulang dibandingkan konsumen yang bersikap netral atau negatif terhadap produk tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal-id.com]


Implikasi Psikologi terhadap Perilaku Konsumen

Pemahaman psikologi konsumen memberikan implikasi penting bagi pemasar dan praktisi bisnis dalam merancang strategi pemasaran. Dengan memahami faktor psikologis seperti motivasi dan persepsi, perusahaan dapat menyesuaikan pesan pemasaran dan pengalaman konsumen sehingga lebih tepat sasaran. Misalnya, pemasaran yang menekankan manfaat emosional suatu produk dapat lebih efektif dalam mempengaruhi konsumen yang termotivasi oleh penghargaan sosial atau status.

Selain itu, dalam era digital dan e-commerce, pemahaman mendalam tentang psikologi konsumen dapat membantu perusahaan menciptakan pengalaman interaktif yang mampu menciptakan koneksi emosional yang kuat antara merek dan konsumen. Hal ini penting karena preferensi konsumen kini sangat dipengaruhi oleh pengalaman digital seperti iklan interaktif, ulasan pengguna, dan rekomendasi personal yang secara langsung memengaruhi proses pengambilan keputusan mereka. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ubharajaya.ac.id]


Kesimpulan

Perilaku konsumen dari perspektif psikologis adalah kajian mendalam tentang bagaimana individu atau kelompok berpikir, merasakan, dan bertindak dalam proses pembelian produk atau jasa. Konsep ini melibatkan tahapan mulai dari pengenalan kebutuhan hingga evaluasi pascapembelian, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis internal seperti motivasi, persepsi, sikap, dan preferensi. Dengan memahami psikologi konsumen, pemasar dapat merancang strategi pemasaran lebih efektif yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen, memperkuat loyalitas dan meningkatkan kinerja pemasaran secara keseluruhan. Pengetahuan psikologi konsumen kini menjadi landasan penting dalam pemasaran modern karena tidak hanya mengungkap apa yang dibeli, tetapi mengapa dan bagaimana keputusan itu dibuat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku konsumen dari perspektif psikologis adalah kajian yang mempelajari bagaimana proses mental, emosi, motivasi, persepsi, dan sikap individu memengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk atau jasa.

Faktor psikologis penting karena keputusan pembelian konsumen tidak hanya didasarkan pada kebutuhan rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh motivasi internal, persepsi terhadap merek, sikap, dan pengalaman emosional konsumen.

Faktor psikologis yang memengaruhi perilaku konsumen meliputi motivasi, persepsi, sikap, kepercayaan, emosi, pembelajaran, serta pengalaman individu terhadap suatu produk atau merek.

Proses pengambilan keputusan konsumen dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, hingga evaluasi pascapembelian yang akan memengaruhi perilaku konsumen di masa depan.

Motivasi berperan sebagai dorongan internal yang menggerakkan konsumen untuk membeli, sedangkan persepsi menentukan bagaimana konsumen menafsirkan informasi tentang produk atau merek yang memengaruhi pilihan pembelian.

Pemahaman psikologi konsumen membantu pemasar merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dengan menyesuaikan pesan, produk, dan pengalaman pelanggan sesuai dengan kebutuhan, motivasi, dan preferensi konsumen.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Persepsi Konsumen terhadap Obat Herbal Modern Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Persepsi Harga oleh Konsumen Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Pengetahuan Konsumen tentang Dosis Maksimal Obat OTC Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Perilaku Pembelian Suplemen melalui E-Commerce Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Produk Herbal: Konsep, Persepsi Konsumen, dan Preferensi Pengaruh Edukasi terhadap Penggunaan Suplemen Tingkat Pemahaman tentang Nilai Gizi Kemasan Pengetahuan Konsumen tentang Interaksi Kopi–Obat Perspektif Ilmiah: Pengertian dan Contohnya dalam Penelitian Sosial Keamanan Produk Herbal di Pasaran Konsumsi Suplemen: Konsep, Perilaku Konsumen, dan Faktor Penentu Pola Konsumsi Herbal untuk Stamina Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Food Safety Awareness Keamanan Suplemen: Konsep, Regulasi, dan Perlindungan Konsumen
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna