Terakhir diperbarui: 13 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 13 December). Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/persepsi-konsumen-tentang-label-nutrisi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi - SumberAjar.com

Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi

Pendahuluan

Informasi terkait kandungan nutrisi pada produk pangan kemasan telah menjadi bagian penting dalam keputusan konsumen saat berbelanja. Label nutrisi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk transparansi produsen terhadap konsumen, tetapi juga alat komunikasi kesehatan yang dapat membantu konsumen membuat pilihan makanan yang lebih sehat, terutama di tengah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular akibat pola makan tidak sehat. Label nutrisi menyediakan detail seperti energi, lemak, gula, protein, sodium, dan zat gizi lainnya yang terkandung dalam satu porsi produk, sehingga konsumen dapat membandingkan berbagai produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan nutrisi individu mereka. Informasi ini semakin penting dalam konteks meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat serta tuntutan terhadap gaya hidup sehat.


Definisi Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi

Definisi Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi Secara Umum

Persepsi konsumen terhadap label nutrisi merujuk pada cara individu menilai, memahami, dan merespons informasi yang tercantum pada label nutrisi produk makanan dan minuman. Persepsi ini terbentuk berdasarkan pengetahuan nutrisi, pengalaman pribadi, serta kepercayaan terhadap kredibilitas informasi yang disediakan pada kemasan. Label nutrisi sendiri adalah panel informasi yang menunjukkan nilai gizi suatu produk makanan atau minuman, seperti jumlah kalori, lemak, protein, dan komponen nutrisi lainnya yang relevan dengan kesehatan konsumen, yang memungkinkan konsumen untuk membuat keputusan yang lebih informatif dan sehat saat memilih produk. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]

Definisi Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi dalam KBBI

Secara terminologis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “label” berarti tanda, catatan, atau keterangan yang tertera pada suatu benda atau produk untuk memberikan informasi tertentu kepada pengguna atau konsumen. “Nutrisi” adalah zat atau proses yang berkaitan dengan asupan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Dengan demikian, label nutrisi dapat dipahami sebagai keterangan nilai gizi suatu produk makanan yang bertujuan memberikan informasi bergizi kepada konsumen agar dapat memahami kandungan nutrisi dalam produk tersebut sesuai kebutuhan sehari-hari.

Definisi Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Shanti dalam kajian sistematisnya tentang label gizi, pemahaman konsumen terhadap label nutrisi masih tergolong rendah, tetapi persepsi terhadap keberadaan label tersebut cenderung positif ketika konsumen telah menerima edukasi tentang cara membacanya secara benar. [Lihat sumber Disini - jurnal.untirta.ac.id]

  2. Ikrima (2023) menyatakan bahwa pemahaman dan penerimaan label nutrisi, terutama label front-of-pack (FoP), masih rendah di kalangan remaja, yang mengindikasikan bahwa tingkat literasi nutrisi masih perlu ditingkatkan agar label nutrisi dapat digunakan secara efektif dalam pengambilan keputusan pangan. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]

  3. Artikel dari Alodokter menjelaskan bahwa label nutrisi adalah informasi nilai gizi yang diberikan pada kemasan produk yang memungkinkan konsumen menentukan pilihan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan nutrisi mereka, memperlihatkan fungsi edukatif label nutrisi dalam konteks kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]

  4. Studi Prameswari et al. (2024) menunjukkan bahwa pengetahuan nutrisi memiliki hubungan positif dengan penggunaan label nutrisi oleh konsumen, di mana semakin tinggi pengetahuan nutrisi seorang individu, semakin sering mereka menggunakan informasi label dalam menentukan pilihan makanan. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]


Tingkat Pemahaman Konsumen terhadap Label Nutrisi

Tingkat pemahaman konsumen terhadap label nutrisi beragam dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tingkat pendidikan, pengetahuan tentang gizi, serta pengalaman dalam membaca informasi pada kemasan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa meskipun konsumen cenderung memperhatikan label pangan dan informasi gizi, kemampuan mereka dalam membaca dan memahami isi label nutrisi masih rendah. Sebagai contoh, penelitian pada siswa SMK di Jakarta Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang label pangan dan informasi gizi, serta 68, 7% dari mereka menunjukkan kemampuan membaca label yang sangat kurang. [Lihat sumber Disini - journals.stikim.ac.id]

Kajian systematic literature review mengenai label gizi dalam format traffic light di Indonesia mendapati bahwa sebagian konsumen yang belum pernah mendapatkan edukasi label nutrisi memiliki pemahaman yang rendah terhadap label tersebut. Sebaliknya, ketika konsumen telah menerima edukasi yang memadai, pemahaman, persepsi positif, dan sikap yang lebih baik terhadap label nutrisi dapat terlihat jelas. [Lihat sumber Disini - jurnal.untirta.ac.id]

Fenomena kesulitan memahami label nutrisi juga ditemukan dalam studi global, di mana konsumen sering mengalami hambatan memahami istilah teknis dan angka yang tercantum dalam label nutrisi, sehingga mereka memerlukan edukasi tambahan agar informasi pada label menjadi lebih berguna dalam membuat keputusan konsumsi yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, hubungan antara pengetahuan nutrisi dan penggunaan label nutrisi menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan seseorang tentang nutrisi, semakin besar kemungkinan mereka akan menggunakan informasi label nutrisi dalam pengambilan keputusan makanan, meskipun kekuatan korelasi ini bisa saja kecil, tergantung pada kelompok sampel dan metode penelitian. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan pada Label

Kepercayaan konsumen pada label nutrisi tergantung pada beberapa elemen, termasuk persepsi tentang kredibilitas informasi, pengalaman sebelumnya, dan keyakinan terhadap regulasi serta standar yang digunakan dalam penyusunan label. Kepercayaan ini penting karena dapat memengaruhi seberapa besar konsumen menggunakan label nutrisi sebagai referensi utama dalam pengambilan keputusan pembelian.

Salah satu faktor utama adalah pengetahuan dan literasi nutrisi. Konsumen dengan pengetahuan lebih baik tentang nutrisi cenderung mampu memahami label nutrisi dengan lebih efektif dan menunjukkan tingkat kepercayaan lebih tinggi terhadap informasi yang disajikan. Hal ini didukung oleh studi yang menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan nutrisi dan penggunaan label nutrisi oleh konsumen. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]

Faktor lain adalah format dan penyajian label itu sendiri. Label nutrisi dengan format sederhana seperti front-of-pack (FoP) atau traffic light dapat meningkatkan daya tarik dan kemudahan pemahaman konsumen dibandingkan format yang kompleks. Studi di Indonesia tentang label traffic light menunjukkan bahwa format ini relatif mudah dipahami dan memiliki persepsi positif di kalangan konsumen setelah diberikan edukasi khusus. [Lihat sumber Disini - jurnal.untirta.ac.id]

Kepercayaan terhadap label nutrisi juga dipengaruhi oleh kredibilitas sumber informasi dan regulasi pemerintah atau lembaga terkait. Sistem label yang didukung oleh regulasi resmi, seperti logo “Healthier Choice” atau standar yang diakui, cenderung meningkatkan rasa percaya konsumen karena mereka merasa informasi tersebut telah melalui proses validasi yang kredibel. Hal ini tercermin dalam studi tentang persepsi konsumen terhadap logo Healthier Choice di Jakarta, di mana sebagian responden menunjukkan perilaku positif terhadap label tersebut. [Lihat sumber Disini - eruditio.pom.go.id]


Pengaruh Label Nutrisi terhadap Keputusan Pembelian

Label nutrisi tidak hanya berfungsi sebagai alat informasi, tetapi juga berdampak nyata pada keputusan pembelian konsumen. Konsumen yang memahami informasi nutrisi cenderung menggunakan informasi tersebut dalam memilih produk yang dinilai lebih sehat atau sesuai dengan tujuannya, seperti mengurangi asupan gula, garam, atau lemak.

Penelitian di kota Medan menunjukkan bahwa penggunaan label nutrisi dan harga sebagai pertimbangan utama dapat memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian produk tertentu, seperti produk Lemonilo yang dipilih oleh konsumen yang sadar kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

Selain itu, studi di Jakarta menunjukkan bahwa frekuensi membaca informasi nilai gizi berkorelasi positif dengan keputusan pembelian produk biskuit dan kukis, meskipun harga dan sensori produk tetap menjadi faktor dominan dalam keputusan akhir. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]

Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap hubungan antara label nutrisi dan kesehatan, sebagian konsumen cenderung memilih produk yang memiliki klaim nutrisi spesifik seperti rendah gula atau rendah lemak, yang mereka anggap lebih sehat. Studi yang lebih lama juga menemukan bahwa sebagian besar konsumen membaca label nutrisi, tetapi pemahaman yang lengkap terhadap informasi tersebut masih menjadi tantangan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kendala Membaca dan Memahami Label

Meskipun label nutrisi dirancang untuk membantu konsumen, masih terdapat kendala signifikan dalam membaca dan memahami informasi yang tercantum. Kendala utama termasuk penggunaan istilah teknis yang kompleks, tata letak yang tidak intuitif, serta kurangnya pendidikan atau literasi nutrisi di kalangan konsumen umum.

Banyak konsumen melaporkan kesulitan memahami angka, istilah seperti %DV (Persentase Angka Kecukupan Gizi), dan komponen lain yang tertera dalam label nutrisi, yang menghambat kemampuan mereka untuk menginterpretasikan informasi secara akurat. [Lihat sumber Disini - journal.aspirasi.or.id]

Penelitian global juga mencatat bahwa rendahnya pengetahuan dasar nutrisi sering menjadi hambatan utama bagi konsumen dalam menggunakan informasi label nutrisi, yang berarti bahwa hanya menyediakan informasi saja tidak cukup tanpa edukasi pendukung yang efektif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Peran Edukasi Gizi dalam Pemanfaatan Label

Edukasi gizi memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan label nutrisi oleh konsumen. Program pendidikan yang efektif dapat meningkatkan literasi nutrisi, membantu konsumen menginterpretasikan informasi yang kompleks, dan mendorong penggunaan label nutrisi dalam pengambilan keputusan konsumsi makanan.

Penelitian dalam review literatur di Indonesia menunjukkan bahwa label traffic light lebih mudah dipahami dan mendapat persepsi positif dari konsumen yang telah mendapatkan edukasi khusus dibandingkan mereka yang belum. [Lihat sumber Disini - jurnal.untirta.ac.id]

Selain itu, studi pada mahasiswa universitas juga menunjukkan hubungan antara literasi nutrisi dan penggunaan label, di mana konsumen dengan literasi lebih tinggi cenderung lebih sering dan efektif menggunakan informasi label nutrisi dalam menentukan pilihan makanan mereka. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]

Upaya edukasi gizi yang terintegrasi ke dalam program kesehatan masyarakat, sekolah, dan kampanye media dapat membantu meningkatkan pemahaman dan penggunaan label nutrisi secara luas, sehingga konsumen tidak hanya sekadar melihat informasi, tetapi benar-benar dapat menerapkannya dalam pola makan sehari-hari.


Kesimpulan

Persepsi konsumen terhadap label nutrisi merupakan gabungan dari pemahaman, kepercayaan, dan respons terhadap informasi gizi di produk pangan kemasan. Meskipun label nutrisi memiliki potensi besar untuk membantu konsumen dalam membuat pilihan makanan yang lebih sehat, tingkat pemahaman masih perlu ditingkatkan melalui edukasi gizi yang komprehensif. Faktor pengetahuan nutrisi, format label yang mudah dibaca, serta kredibilitas informasi memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan konsumen. Label nutrisi juga terbukti memengaruhi keputusan pembelian, terutama ketika konsumen secara sadar menggunakan informasi tersebut sebagai dasar pemilihan produk. Namun, kendala dalam membaca dan memahami informasi yang kompleks menunjukkan perlunya dukungan edukasi yang lebih kuat. Dengan meningkatnya literasi nutrisi, penggunaan label nutrisi dapat menjadi alat yang efektif dalam mendorong pola konsumsi yang lebih sehat dan informatif di masyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Tingkat Pemahaman tentang Nilai Gizi Kemasan Tingkat Pemahaman tentang Nilai Gizi Kemasan Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis Efektivitas Pelabelan Obat terhadap Kepatuhan Efektivitas Pelabelan Obat terhadap Kepatuhan Persepsi Konsumen terhadap Obat Herbal Modern Persepsi Konsumen terhadap Obat Herbal Modern Persepsi Harga oleh Konsumen Persepsi Harga oleh Konsumen Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Pengetahuan Konsumen tentang Dosis Maksimal Obat OTC Pengetahuan Konsumen tentang Dosis Maksimal Obat OTC Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Perilaku Pembelian Suplemen melalui E-Commerce Perilaku Pembelian Suplemen melalui E-Commerce Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Produk Herbal: Konsep, Persepsi Konsumen, dan Preferensi Produk Herbal: Konsep, Persepsi Konsumen, dan Preferensi Gangguan Pola Nutrisi: Konsep, Penatalaksanaan, dan Peran Perawat Gangguan Pola Nutrisi: Konsep, Penatalaksanaan, dan Peran Perawat Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep, Identifikasi, dan Pencegahan Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep, Identifikasi, dan Pencegahan Status Nutrisi Pasien: Indikator dan Metode Penilaian Status Nutrisi Pasien: Indikator dan Metode Penilaian Pengaruh Edukasi terhadap Penggunaan Suplemen Pengaruh Edukasi terhadap Penggunaan Suplemen Food Safety Awareness Food Safety Awareness Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep dan Pencegahan Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep dan Pencegahan Pengetahuan Ibu tentang Zat Aditif dalam Makanan Pengetahuan Ibu tentang Zat Aditif dalam Makanan Keamanan Produk Herbal di Pasaran Keamanan Produk Herbal di Pasaran
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…