Terakhir diperbarui: 15 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 December). Perilaku Konsumsi Air Mineral pada Mahasiswa. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-konsumsi-air-mineral-pada-mahasiswa  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Konsumsi Air Mineral pada Mahasiswa - SumberAjar.com

Perilaku Konsumsi Air Mineral pada Mahasiswa

Pendahuluan

Air merupakan elemen esensial dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai pemuas dahaga, air berperan penting dalam semua proses fisiologis tubuh, termasuk pengaturan suhu tubuh, transportasi nutrisi, pelumasan sendi, serta fungsi sistem saraf dan kognitif. Kebutuhan air harian pada remaja dan dewasa sering dianjurkan sekitar 2, 2, 5 liter per hari untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Asupan air yang tidak terpenuhi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi ringan hingga gangguan kognitif dan menurunnya fungsi organ tubuh. Pentingnya konsumsi air mineral pada kelompok mahasiswa layak mendapat perhatian, mengingat tekanan akademik, aktivitas harian yang padat, dan seringnya waktu minum terlupakan seiring rutinitas kuliah. Mahasiswa sebagai kelompok dewasa muda perlu memahami pola konsumsi air mineral mereka sendiri agar kesehatan dan prestasi akademik tidak terganggu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum air putih di kalangan mahasiswa masih kurang optimal, sehingga penting untuk mengeksplorasi perilaku konsumsi, faktor yang mempengaruhi, dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas akademik, serta strategi peningkatannya. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]


Definisi Perilaku Konsumsi Air Mineral

Definisi Perilaku Konsumsi Air Mineral Secara Umum

Perilaku konsumsi air mineral mencakup tindakan yang dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan hidrasi melalui pemilihan dan konsumsi air mineral. Perilaku ini tidak hanya mencakup jumlah air yang diminum, tetapi juga pola waktu minum, pemilihan jenis air (misalnya air mineral kemasan dibandingkan air isi ulang), dan konteks pada aktivitas harian seperti kuliah atau olahraga. Perilaku ini mencerminkan kebiasaan hidrasi yang terbentuk dari pengalaman hidup, pengetahuan kesehatan, dan kebutuhan fisiologis tubuh. Sebagai contoh, perilaku konsumsi air putih yang kurang dapat menyebabkan dehidrasi, sedangkan perilaku yang baik ditandai dengan pemenuhan asupan air sesuai rekomendasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]

Definisi Perilaku Konsumsi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah konsumsi merujuk pada “pemakaian barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dan sebagainya)” dan pengonsumsiannya adalah proses atau cara perbuatan mengonsumsi. Dalam konteks ini, perilaku konsumsi air mineral berarti proses individu memakai air mineral sebagai kebutuhan dasar harian. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Menurut Para Ahli

Para ahli dari berbagai disiplin ilmu menggambarkan perilaku konsumsi sebagai aspek penting dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia:

  1. Putri (2025), perilaku konsumsi merupakan aktivitas nyata seseorang yang dapat diamati langsung dalam konteks penggunaan atau pemilihan barang seperti air mineral untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  2. Todaro (2004), konsumsi adalah pemakaian barang dan jasa oleh individu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai kepuasan. [Lihat sumber Disini - repository.unja.ac.id]

  3. Mankiw (2018), konsumsi melibatkan barang-barang yang mudah habis seperti makanan dan minuman, termasuk air yang secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh di setiap harinya. [Lihat sumber Disini - repository.unja.ac.id]

  4. KBBI, pengonsumsiannya mencakup proses atau perbuatan mengonsumsi, dalam hal ini air mineral sebagai bagian dari kebutuhan hidrasi. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]


Tingkat Konsumsi Air Mineral Harian

Mahasiswa sebagai populasi dewasa muda menunjukkan variasi yang cukup besar dalam hal tingkat konsumsi air mineral harian. Salah satu studi oleh Leonita & Silaban (2024) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara menunjukkan bahwa rata-rata asupan cairan harian mahasiswa masih kurang dari rekomendasi standar kesehatan, dengan rerata sekitar 1898 ml per hari, lebih rendah dari rekomendasi umum 2, 2, 5 liter per hari. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

Selain itu, studi lain di Indonesia menunjukkan bahwa kebiasaan minum air putih pada mahasiswa cenderung dalam kategori kurang: sekitar 68, 6% mahasiswa memiliki kebiasaan minum yang kurang, hanya sebagian kecil yang memenuhi atau melebihi kebutuhan harian. [Lihat sumber Disini - e-journallppmunsa.ac.id]

Secara fisiologis, asupan air yang cukup penting untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Ketika kebutuhan air tidak terpenuhi, tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan hingga berat, yang dapat berdampak negatif pada berbagai fungsi tubuh. Praktik hidrasi yang buruk ini sering ditemukan pada mahasiswa yang kurang memperhatikan jadwal minum karena aktivitas akademik dan sosial yang padat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Minum Air Mineral

Berbagai faktor mempengaruhi kebiasaan konsumsi air mineral pada mahasiswa, meliputi faktor individu, sosial, lingkungan, dan kognitif:

  1. Faktor Pengetahuan dan Persepsi Kesehatan, Mahasiswa dengan persepsi kesehatan tubuh yang baik cenderung memiliki perilaku konsumsi air mineral yang lebih baik. Studi di Universitas YARSI menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap konsumsi air mineral, meskipun hubungan persepsi dengan perilaku konsumsi tidak selalu signifikan secara statistik. [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]

  2. Padatnya Jadwal Akademik, Aktivitas akademik yang padat kerap menyebabkan mahasiswa lupa minum air secara teratur, sehingga asupan hidrasi harian dapat berkurang. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

  3. Kegiatan Fisik dan Lingkungan, Mahasiswa yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki kebutuhan dan asupan cairan yang lebih tinggi, dan juga lebih memperhatikan konsumsi air sesuai kebutuhan kegiatan jasmani mereka. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. Preferensi dan Aksesibilitas, Faktor praktis seperti kemudahan akses ke air minum, pilihan antara air isi ulang atau air mineral kemasan, serta preferensi pribadi juga memengaruhi kebiasaan minum. [Lihat sumber Disini - proceeding.unnes.ac.id]

  5. Kebiasaan Sosial dan Lingkungan Akademik, Lingkungan kampus, kebiasaan teman sebaya, serta budaya minum bersama di lingkungan sosial mempengaruhi frekuensi dan jumlah konsumsi air mineral di kalangan mahasiswa. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Hubungan Konsumsi Air dengan Aktivitas Akademik

Konsumsi air mineral dan hidrasi tubuh telah dikaitkan dengan berbagai aspek fungsi kognitif dan performa akademik:

Penelitian yang meneliti hubungan asupan air dan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian responden yang mengonsumsi air putih dalam kisaran tertentu menunjukkan tingkat konsentrasi belajar yang berbeda, meskipun tidak selalu secara signifikan terkait secara statistik dalam beberapa studi. [Lihat sumber Disini - academicjournal.yarsi.ac.id]

Asupan cairan yang rendah juga dikaitkan dengan kejadian dehidrasi, yang dalam beberapa studi internasional menunjukkan hubungan dengan penurunan performa kognitif dan academic functioning mahasiswa. [Lihat sumber Disini - ijcmph.com]

Aktivitas akademik yang intens seperti kuliah panjang, tugas, dan studi kelompok sering kali mengalihkan perhatian mahasiswa dari jadwal makan dan minum mereka, sehingga menyebabkan asupan air harian kurang optimal. Pola konsumsi air mineral yang baik dapat membantu menjaga konsentrasi dan kinerja akademik lebih stabil sepanjang hari. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]


Dampak Kurang Minum terhadap Kesehatan

Kurangnya konsumsi air mineral atau hidrasi yang tidak mencukupi bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa:

  1. Dehidrasi dan Fungsi Tubuh, Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi, risiko dehidrasi meningkat. Dehidrasi dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, rasa lelah, gangguan pencernaan, dan gangguan pada fungsi ginjal. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

  2. Gangguan Fungsi Kognitif, Hidrasi yang kurang sudah dikaitkan dengan penurunan kemampuan perhatian, konsentrasi, serta fungsi kognitif lainnya yang penting untuk proses belajar dan performa akademik mahasiswa. [Lihat sumber Disini - ijcmph.com]

  3. Risiko Penyakit Jangka Panjang, Kebiasaan minum air putih yang kurang optimal juga dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan jangka panjang termasuk gangguan metabolik, gangguan saluran kemih, hingga risiko lebih tinggi terhadap berbagai kondisi medis tertentu jika tidak diperbaiki. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]


Strategi Peningkatan Konsumsi Air

Untuk meningkatkan perilaku konsumsi air mineral di kalangan mahasiswa, beberapa strategi intervensi dapat diterapkan:

  1. Edukasi dan Promosi Kesehatan, Program edukasi mengenai manfaat hidrasi dan rekomendasi asupan cairan harian perlu ditingkatkan di lingkungan kampus melalui seminar kesehatan, materi kuliah, atau kampanye informasi visual. [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]

  2. Fasilitas dan Akses Air Minum, Menyediakan lebih banyak fasilitas air minum gratis di berbagai lokasi kampus seperti dispenser air, stasiun isi ulang botol air, serta area istirahat yang mendukung untuk minum air secara teratur. [Lihat sumber Disini - proceeding.unnes.ac.id]

  3. Pengingat Hidrasi, Menggunakan teknologi atau pengingat (misalnya aplikasi ponsel yang mengingatkan jadwal minum) dapat membantu mahasiswa untuk minum air secara konsisten sepanjang hari. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]

  4. Integrasi dalam Kegiatan Akademik, Mengintegrasikan kebiasaan minum air selama sesi belajar atau kegiatan praktik, misalnya memberikan waktu singkat minum air di sela kuliah panjang atau saat ujian. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

  5. Kultur Sosial Sehat, Membangun budaya minum air yang positif di kelompok mahasiswa dan organisasi kampus melalui kegiatan bersama dan contoh perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Kesimpulan

Perilaku konsumsi air mineral mahasiswa mencerminkan pola hidrasi yang penting bagi kesehatan dan performa akademik. Banyak mahasiswa masih memiliki asupan harian yang kurang dari rekomendasi kesehatan, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti padatnya jadwal akademik, persepsi kesehatan, aksesibilitas air, dan kebiasaan sosial. Asupan air yang rendah dapat berkontribusi pada dehidrasi dan potensi gangguan fungsi tubuh serta kognitif. Strategi peningkatan konsumsi air mineral harus diprioritaskan melalui edukasi, fasilitas pendukung, pengingat hidrasi, dan budaya sehat di lingkungan kampus. Intervensi yang komprehensif dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan hidrasi sesuai rekomendasi dan mendukung kesejahteraan serta prestasi akademik mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku konsumsi air mineral pada mahasiswa adalah pola kebiasaan individu dalam mengonsumsi air mineral untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari, yang mencakup jumlah, frekuensi, waktu minum, serta kesadaran akan pentingnya hidrasi dalam mendukung kesehatan dan aktivitas akademik.

Secara umum, kebutuhan konsumsi air mineral harian mahasiswa berkisar antara 2 hingga 2,5 liter per hari, tergantung pada aktivitas fisik, kondisi lingkungan, dan kebutuhan fisiologis masing-masing individu.

Kebiasaan minum air pada mahasiswa dipengaruhi oleh pengetahuan kesehatan, padatnya aktivitas akademik, tingkat aktivitas fisik, akses terhadap air minum, lingkungan sosial, serta persepsi individu terhadap pentingnya konsumsi air mineral.

Kurangnya konsumsi air mineral dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, sakit kepala, gangguan konsentrasi, penurunan fungsi kognitif, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang jika berlangsung terus-menerus.

Konsumsi air mineral yang cukup membantu menjaga hidrasi tubuh sehingga mendukung konsentrasi, fokus, dan stamina selama aktivitas akademik. Kekurangan cairan dapat menurunkan kemampuan kognitif dan performa belajar mahasiswa.

Strategi peningkatan konsumsi air mineral meliputi edukasi kesehatan, penyediaan fasilitas air minum yang mudah diakses di kampus, penggunaan pengingat minum, integrasi kebiasaan minum dalam aktivitas akademik, serta pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan mahasiswa.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pola Konsumsi Buah pada Anak Sekolah Pola Konsumsi Buah pada Anak Sekolah Konsumsi Simbolik: Konsep dan Identitas Sosial Konsumsi Simbolik: Konsep dan Identitas Sosial Sistem Web Portofolio Mahasiswa Sistem Web Portofolio Mahasiswa Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Perilaku Konsumsi Suplemen Harian Perilaku Konsumsi Suplemen Harian Konsumsi Sayur Harian pada Masyarakat Urban Konsumsi Sayur Harian pada Masyarakat Urban Konsumsi Gula: Konsep, Risiko Metabolik, dan Pengendalian Konsumsi Gula: Konsep, Risiko Metabolik, dan Pengendalian Pola Konsumsi Suplemen Pola Konsumsi Suplemen Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pengaruh Konsumsi Junk Food terhadap IMT Pengaruh Konsumsi Junk Food terhadap IMT Hubungan Pengetahuan Obat Vitamin dengan Kepatuhan Konsumsi Hubungan Pengetahuan Obat Vitamin dengan Kepatuhan Konsumsi Pola Konsumsi Fast Food Pola Konsumsi Fast Food Pola Konsumsi Alkohol Pola Konsumsi Alkohol Evaluasi Konsumsi Suplemen oleh Ibu Hamil Evaluasi Konsumsi Suplemen oleh Ibu Hamil Konsumsi Suplemen Berlebih: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Risiko Konsumsi Suplemen Berlebih: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Risiko Pola Konsumsi Kopi dan Kesehatan Pola Konsumsi Kopi dan Kesehatan Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Buah Harian Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Buah Harian Perilaku Konsumsi Gula Tinggi Perilaku Konsumsi Gula Tinggi Perilaku Makan Tidak Teratur pada Mahasiswa Perilaku Makan Tidak Teratur pada Mahasiswa Sistem Informasi Monitoring Tugas Mahasiswa Sistem Informasi Monitoring Tugas Mahasiswa
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…