Terakhir diperbarui: 13 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 13 December). Perilaku Makan Tidak Teratur pada Mahasiswa. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-makan-tidak-teratur-pada-mahasiswa  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Makan Tidak Teratur pada Mahasiswa - SumberAjar.com

Perilaku Makan Tidak Teratur pada Mahasiswa

Pendahuluan

Perilaku makan yang tidak teratur di kalangan mahasiswa merupakan fenomena yang semakin sering ditemukan seiring dengan meningkatnya tuntutan akademik, tekanan sosial, serta perubahan gaya hidup yang terjadi saat seseorang memasuki jenjang pendidikan tinggi. Pada fase kehidupan ini, mahasiswa menghadapi perubahan signifikan: jadwal kuliah padat, tekanan tugas dan ujian, keterbatasan waktu, serta kebutuhan untuk menyeimbangkan antara akademik dan kehidupan sosial. Ketidakteraturan makan tidak hanya sekadar melewatkan waktu makan, tetapi juga seringkali tercermin dari konsumsi makanan yang kurang seimbang, sering mengonsumsi makanan cepat saji, serta pola makan yang berubah-ubah tanpa memperhatikan aspek gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kondisi ini menjadi penting untuk dibahas karena berpotensi memengaruhi status gizi, performa akademik, hingga risiko kesehatan jangka panjang jika tidak segera diatasi melalui pemahaman yang baik terhadap faktor pemicu dan konsekuensinya.[Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]


Definisi Perilaku Makan Tidak Teratur

Definisi Perilaku Makan Tidak Teratur Secara Umum

Perilaku makan tidak teratur merujuk pada pola makan yang tidak konsisten dalam hal frekuensi, waktu, dan kualitas asupan makanan yang dikonsumsi individu. Kondisi ini mencakup kebiasaan melewatkan waktu makan, makan pada jam yang tidak tetap, mengonsumsi makanan cepat saji secara sering, serta ketidakteraturan dalam pemilihan jenis makanan yang seimbang secara nutrisi. Perubahan pola makan seperti ini biasanya muncul akibat berbagai tekanan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk beban akademik, gaya hidup modern, hingga faktor psikologis yang memengaruhi keputusan makan seseorang. Dalam konteks mahasiswa, perilaku makan yang tidak teratur dapat mencerminkan kurangnya perencanaan makan, tingginya aktivitas harian, serta adaptasi terhadap lingkungan kampus yang baru dan tantangan keseimbangan waktu yang terus berubah.[Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Perilaku Makan Tidak Teratur dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata makan didefinisikan sebagai kegiatan memasukkan makanan ke mulut, mengunyah, dan menelannya sebagai bagian dari kebutuhan biologis untuk mempertahankan kehidupan. Walaupun KBBI tidak secara eksplisit menjabarkan istilah makan tidak teratur, pemahaman dari kata makan ini dapat diperluas untuk menjelaskan perilaku makan yang tidak mengikuti jadwal atau pola yang teratur dan terencana. Ketidakteraturan tersebut dapat dilihat dari waktu, frekuensi, atau cara konsumsi makanan yang tidak konsisten dengan kebutuhan fisiologis dan kesehatan tubuh.[Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Perilaku Makan Tidak Teratur Menurut Para Ahli

  1. Noha M. Almoraie dkk. dalam kajian naratifnya menyatakan bahwa kebiasaan makan di lingkungan perguruan tinggi sering mencerminkan pola makan yang buruk, termasuk melewatkan waktu makan, memilih makanan cepat saji, dan tidak memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang di tengah tuntutan akademik dan keterbatasan waktu.[Lihat sumber Disini - cambridge.org]

  2. ANS A. Murtaza menjelaskan bahwa mahasiswa sering kali mengalami pola makan yang tidak teratur, yang ditandai dengan konsumsi makanan tidak teratur, ketergantungan pada makanan instan atau cepat saji, dan kebiasaan makan yang berubah-ubah karena tuntutan studi serta gaya hidup universitas.[Lihat sumber Disini - fhtm.uitm.edu.my]

  3. Para peneliti dalam artikel naratif lain menyebut bahwa lingkungan sosial dan ekonomi serta faktor internal seperti stres akademik dan keterbatasan pengetahuan nutrisi turut memengaruhi perilaku makan tidak teratur pada mahasiswa.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Beberapa studi internasional memaparkan bahwa mahasiswa juga cenderung mengalami disordered eating atau perilaku makan yang tidak sehat karena tekanan psikologis, perubahan rutinitas, dan adaptasi lingkungan baru yang memengaruhi kebiasaan makan mereka.[Lihat sumber Disini - eatright.org]


Faktor Akademik dan Gaya Hidup Mahasiswa

Faktor akademik merupakan salah satu pemicu utama perilaku makan tidak teratur pada mahasiswa. Beban tugas, ujian, serta jadwal kuliah yang padat memaksa mahasiswa untuk menunda waktu makan atau bahkan melewatkan makan besar seperti sarapan atau makan siang demi menyelesaikan tanggung jawab akademik. Dalam lingkungan universitas, tuntutan untuk menghadiri berbagai kelas, seminar, diskusi kelompok, serta deadline yang terus menumpuk sering kali membuat mahasiswa sulit menjaga keteraturan waktu makan. Padahal, waktu makan yang tidak teratur dapat berdampak langsung terhadap energi, konsentrasi, dan kemampuan kognitif yang sangat penting untuk performa akademik.[Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]

Selain aspek akademik, gaya hidup mahasiswa turut berperan signifikan. Banyak mahasiswa tinggal jauh dari keluarga dan harus mengatur sendiri jadwal makan mereka. Ketika tinggal sendiri atau bersama teman sekamar, mahasiswa lebih rentan memilih makanan yang cepat disiapkan seperti makanan cepat saji atau camilan tidak sehat, karena faktor harga yang lebih murah, kemudahan akses, dan keterbatasan waktu untuk memasak. Gaya hidup sosial seperti bergadang untuk belajar atau bersosialisasi juga berkontribusi pada pola makan yang miring ke arah tidak teratur, misalnya makan larut malam atau melewatkan jam makan utama.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Faktor psikologis seperti stres akademik atau tekanan untuk berprestasi juga berkaitan dengan pola makan. Stres dapat memicu perubahan selera makan, beberapa mahasiswa mengalami penurunan nafsu makan sedangkan lainnya cenderung makan secara tidak sehat sebagai mekanisme coping. Kondisi ini diperkuat oleh fakta bahwa keterbatasan waktu, kurangnya keterampilan memasak, serta kebiasaan hidup modern makin memperkuat perilaku makan tidak teratur di kalangan mahasiswa.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Dampak Jadwal Tidak Teratur terhadap Pola Makan

Jadwal makan yang tidak teratur dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap pola makan dan kesehatan mahasiswa. Ketika mahasiswa sering melewatkan waktu makan seperti sarapan atau makan siang, pola makan mereka menjadi tidak seimbang dan sering diisi oleh konsumsi makanan yang cepat, tidak bergizi, atau tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Selain membentuk kebiasaan buruk, ini juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat dan penurunan energi, sehingga menurunkan kemampuan konsentrasi dan produktivitas belajar.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Ketidakteraturan waktu makan sering juga berujung pada konsumsi berlebihan pada waktu makan berikutnya. Contohnya, melewatkan sarapan dapat menyebabkan mahasiswa makan siang dalam porsi berlebihan atau memilih makanan yang cenderung kurang sehat seperti gorengan, makanan manis, atau junk food karena lapar yang ekstrem. Pola seperti ini dapat berdampak terhadap status gizi dan keseimbangan nutrisi tubuh secara keseluruhan.[Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]

Di samping itu, ketidakteraturan makan berhubungan dengan kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serta serat yang diperlukan untuk fungsi tubuh optimal. Kurangnya asupan ini bisa melemahkan sistem imun, memperlambat pemulihan dari kondisi kesehatan ringan, dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dampaknya menjadi penting agar mahasiswa dapat menata ulang pola makan mereka dengan lebih teratur dan sehat guna mendukung kebutuhan akademik dan kesejahteraan secara keseluruhan.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi

Banyak penelitian menunjukkan adanya hubungan kuat antara pola makan dan status gizi mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki pola makan tidak teratur cenderung menunjukkan status gizi yang kurang baik dibandingkan dengan mereka yang makan secara teratur dan seimbang. Dalam sebuah studi terbaru, responden yang memiliki pola makan kurang baik lebih sering memiliki status gizi yang tidak sehat, termasuk kecenderungan obesitas atau kekurangan gizi tertentu, dibandingkan dengan mahasiswa yang menerapkan pola makan baik dan teratur.[Lihat sumber Disini - jurnalgizi.unw.ac.id]

Status gizi mencakup keseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan tubuh. Pola makan yang sering melewatkan waktu makan utama seperti sarapan, makan siang, atau makan malam dapat menghasilkan ketidakseimbangan asupan energi; hal ini bisa menyebabkan mahasiswa mendapatkan energi yang berlebihan pada waktu tertentu atau justru kekurangan asupan nutrisi penting. Kondisi seperti obesitas atau undernutrition ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makan yang tidak konsisten.[Lihat sumber Disini - jurnalgizi.unw.ac.id]

Selain itu, mahasiswa dengan pola makan tidak teratur cenderung lebih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori tetapi rendah serat dan nutrisi seperti fast food, sugari drinks, dan gorengan, sementara konsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin dan mineral justru rendah. Perilaku konsumsi seperti ini berdampak langsung pada status gizi karena ketidakseimbangan makronutrien dan mikronutrien yang dibutuhkan tubuh.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Risiko Kesehatan akibat Makan Tidak Teratur

Perilaku makan tidak teratur memiliki konsekuensi kesehatan yang lebih luas dibanding sekadar perubahan berat badan atau status gizi. Ketidakteraturan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolik seperti resistensi insulin, kolesterol tidak seimbang, bahkan predisposisi terhadap penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular di masa depan. Pola makan yang sering melewatkan waktu makan utama dan kemudian mengonsumsi makanan tinggi kalori dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang tajam, yang dalam jangka panjang berdampak buruk bagi fungsi metabolisme tubuh.[Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Selain itu, kebiasaan makan tidak teratur sering disertai dengan pola hidup tidak sehat lainnya, seperti kurang tidur, stres yang berkepanjangan, dan konsumsi makanan cepat saji. Kombinasi faktor-faktor ini tidak hanya mempercepat risiko penyakit metabolik tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seperti kecemasan atau gangguan mood yang berkaitan dengan pola makan dan penampilan tubuh. Oleh karena itu, perilaku makan yang tidak sehat perlu segera diatasi melalui pendekatan multipihak, termasuk pendidikan nutrisi dan dukungan lingkungan yang mendukung pilihan makanan sehat di lingkungan kampus.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Strategi Perbaikan Pola Makan Mahasiswa

Perbaikan pola makan mahasiswa membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan perubahan perilaku individu serta dukungan dari lingkungan sekitar. Salah satu strategi efektif adalah edukasi gizi yang menargetkan mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam merencanakan waktu makan dan memilih makanan bernutrisi tinggi. Intervensi pendidikan ini dapat membantu mahasiswa memahami pentingnya makan teratur, peran nutrisi dalam kesehatan, serta cara menyeimbangkan kebutuhan akademik dan gaya hidup sehat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Selain itu, kampus dapat meningkatkan ketersediaan makanan sehat di lingkungan kampus dengan menyediakan pilihan yang lebih bergizi di kantin dan vending machine, serta menurunkan harga makanan sehat agar lebih affordable bagi mahasiswa. Suasana sosial yang mendukung pola hidup sehat, seperti kelompok studi yang juga memperhatikan waktu makan, dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengadopsi kebiasaan makan yang lebih baik.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Di tingkat individu, mahasiswa disarankan untuk menetapkan jadwal makan yang konsisten setiap harinya, termasuk mencatat waktu makan utama seperti sarapan, makan siang, dan makan malam. Praktik memasak sederhana di rumah, membawa bekal sehat ke kampus, serta mengatur waktu istirahat yang cukup juga menjadi bagian dari strategi untuk memperbaiki pola makan. Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas asupan nutrisi mereka yang pada akhirnya mendukung kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.[Lihat sumber Disini - cambridge.org]


Kesimpulan

Perilaku makan tidak teratur di kalangan mahasiswa merupakan persoalan yang kompleks dan berdampak luas, dipengaruhi oleh faktor akademik, gaya hidup, psikologis, serta lingkungan sosial. Ketidakteraturan ini berdampak pada pola makan, status gizi, dan risiko kesehatan jangka panjang apabila tidak segera diatasi. Pentingnya pendidikan nutrisi, dukungan lingkungan kampus, serta perubahan kebiasaan individu harus menjadi fokus utama dalam upaya memperbaiki pola makan mahasiswa. Melalui strategi yang komprehensif, mahasiswa dapat membangun kebiasaan makan yang lebih sehat dan teratur, sehingga kesehatan fisik dan mental mereka dapat terjaga dengan lebih baik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku makan tidak teratur pada mahasiswa adalah kebiasaan makan yang tidak konsisten dari segi waktu, frekuensi, dan kualitas makanan, seperti sering melewatkan waktu makan, makan pada jam yang berubah-ubah, serta memilih makanan yang kurang bergizi akibat tuntutan akademik dan gaya hidup.

Faktor utama meliputi beban akademik yang tinggi, jadwal kuliah yang padat, stres, gaya hidup mandiri jauh dari keluarga, kebiasaan begadang, keterbatasan waktu, serta mudahnya akses makanan cepat saji di lingkungan kampus.

Makan tidak teratur dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan energi dan zat gizi, yang berujung pada risiko status gizi kurang, kelebihan berat badan, atau obesitas, serta kekurangan mikronutrien penting seperti vitamin dan mineral.

Risiko kesehatan meliputi gangguan metabolik, fluktuasi gula darah, penurunan daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, serta peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular di masa depan.

Strategi perbaikan meliputi edukasi gizi, penetapan jadwal makan yang konsisten, membawa bekal sehat, memilih makanan bergizi, manajemen waktu yang baik, serta dukungan lingkungan kampus dalam menyediakan pilihan makanan sehat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pola Makan Tidak Teratur: Dampak Kesehatan dan Faktor Perilaku Pola Makan Tidak Teratur: Dampak Kesehatan dan Faktor Perilaku Pola Makan Tidak Teratur: Konsep, Dampak Metabolik, dan Kesehatan Pola Makan Tidak Teratur: Konsep, Dampak Metabolik, dan Kesehatan Pola Makan Tidak Teratur dan Masalah Pencernaan Pola Makan Tidak Teratur dan Masalah Pencernaan Pola Makan Tidak Teratur: Faktor dan Dampaknya Pola Makan Tidak Teratur: Faktor dan Dampaknya Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Pola Makan Keluarga dan Risiko Obesitas Anak Pola Makan Keluarga dan Risiko Obesitas Anak Hubungan Stress dan Pola Makan Hubungan Stress dan Pola Makan Pengaruh Obat terhadap Nafsu Makan Pengaruh Obat terhadap Nafsu Makan Hubungan Kualitas Tidur dengan Nafsu Makan Anak Hubungan Kualitas Tidur dengan Nafsu Makan Anak Pengaruh Pola Tidur terhadap Nafsu Makan Pengaruh Pola Tidur terhadap Nafsu Makan Evaluasi Pola Makan Harian berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Evaluasi Pola Makan Harian berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Sistem Web Portofolio Mahasiswa Sistem Web Portofolio Mahasiswa Perilaku Sarapan pada Mahasiswa Perilaku Sarapan pada Mahasiswa Pola Makan Anak Picky Eater Pola Makan Anak Picky Eater Pengetahuan Ibu tentang Pola Makan Balita Pengetahuan Ibu tentang Pola Makan Balita Hubungan Pola Makan dengan IMT Hubungan Pola Makan dengan IMT Pola Asuh dan Stunting Pola Asuh dan Stunting Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…