Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep dan Intervensi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gangguan-mekanis-pernapasan-konsep-dan-intervensi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep dan Intervensi - SumberAjar.com

Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep dan Intervensi

Pendahuluan

Gangguan mekanis pernapasan merupakan kondisi di mana mekanisme fisik dan struktur dari sistem respirasi terganggu, baik di saluran napas maupun paru, sehingga fungsi ventilasi dan/atau perfusi terganggu. Dalam praktik keperawatan dan kedokteran, gangguan ini penting dipahami karena berdampak langsung terhadap kemampuan pasien untuk bernapas efektif, mempertahankan oksigenasi, serta mengeluarkan karbon dioksida. Faktor penyebab sangat bervariasi: dari obstruksi saluran napas, ketidak-elastisan paru, hingga pelemahan otot napas. Intervensi yang tepat, mulai dari terapi posisi, fisioterapi napas, sampai tindakan klinis seperti nebulizer atau suctioning, dapat membantu memperbaiki mekanik pernapasan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Artikel ini membahas definisi gangguan mekanis pernapasan, penyebab, manifestasi klinis, penilaian pola pernapasan, intervensi keperawatan dan terapi pendukung, serta contoh kasus. Tujuannya agar tenaga kesehatan, khususnya perawat, memiliki pemahaman komprehensif untuk deteksi awal dan penatalaksanaan yang tepat.


Definisi Gangguan Mekanis Pernapasan

Definisi Umum

Secara umum, gangguan mekanis pernapasan dapat diartikan sebagai setiap kondisi di mana terjadi perubahan atau kerusakan pada struktur dan/atau fungsi mekanik saluran napas dan paru, sehingga proses bernapas (inspirasi dan/atau ekspirasi) menjadi tidak optimal. Ini dapat meliputi hambatan aliran udara (obstruksi), keterbatasan ekspansi paru (restriksi), maupun disfungsi otot pernapasan.

Definisi menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “mekanis” merujuk pada hal-hal yang bersifat mekanik, terkait sarana/struktur atau cara kerja suatu sistem. Sedangkan “pernapasan” adalah proses menghirup oksigen dan menghembuskan karbon dioksida oleh organisme. Maka “gangguan mekanis pernapasan” dalam arti KBBI bisa diartikan sebagai gangguan pada struktur/fungsi fisik sistem pernapasan yang menghambat proses bernapas secara normal.

Definisi menurut Para Ahli

Beberapa literatur dan penelitian terbaru mendefinisikan gangguan mekanis pernapasan dalam kerangka patologis dan fungsional:

  • Menurut DA Listiarini dalam studi “Management of restrictive and obstructive lung disease”, gangguan ventilasi utama dibagi menjadi pola restriksi dan obstruksi, yang merupakan manifestasi gangguan mekanik pada paru atau saluran napas. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]

  • Dalam tinjauan tentang penyakit paru restriktif, disebut bahwa ketika paru tidak bisa mengembang normal (misalnya karena fibrosis, penebalan dinding paru, atau rigiditas), maka terjadi penurunan compliance paru dan kesulitan inspirasi, ini termasuk gangguan mekanis restriktif. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Literatur keperawatan menunjukkan bahwa pada kondisi seperti produksi lendir berlebihan, inflamasi saluran napas, atau perubahan struktural saluran napas (menyempit), maka saluran udara tersumbat sehingga terjadi obstruksi, salah satu bentuk gangguan mekanis. [Lihat sumber Disini - repository.stikesbcm.ac.id]

  • Selain itu, pada gangguan otot pernapasan atau dinding dada/toraks abnormal (misalnya pada distrofi otot, skoliosis, kelainan dinding dada), mekanik napas juga bisa terganggu, meskipun bukti spesifik dari literatur Indonesia relatif terbatas, pendekatan manajemen restriksi dan otot pernapasan sudah dianjurkan dalam literatur internasional. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]

Dengan demikian, gangguan mekanis pernapasan meliputi: obstruksi saluran napas, restriksi paru/dinding dada, dan disfungsi otot pernapasan, yang secara bersama atau terpisah dapat menurunkan efektivitas ventilasi.


Penyebab Gangguan Mekanik (Obstruksi, Restriksi, Paralisis Otot Napas)

Obstruksi Saluran Napas

Obstruksi terjadi ketika jalan napas besar atau kecil mengalami sumbatan atau penyempitan, sehingga aliran udara terhambat, terutama saat ekspirasi. Penyebab umum:

Restriksi Paru atau Dinding Dada

Restriksi terjadi ketika paru-paru atau dinding dada tidak bisa mengembang dengan normal, sehingga volume inspirasi berkurang. Faktor penyebab meliputi:

  • Perubahan struktur paru, seperti fibrosis, interstitial lung disease, atau penebalan dinding paru. Literatur internasional menunjukkan bahwa restriksi paru adalah bagian dari penyakit paru restriktif, dengan penurunan compliance paru dan kesulitan inspirasi. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Kelainan pada dinding dada atau otot respirasi, misalnya kelainan thorax, scoliosis, obesitas, atau gangguan neuromuskular yang menghambat ekspansi paru. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]

Paralisis atau Disfungsi Otot Napas

Pada beberapa kondisi, otot pernapasan (otot diafragma, interkostal, otot dinding dada) bisa melemah atau paralitik, sehingga mekanik napas terganggu:

  • Penyakit neuromuskular

  • Kelainan struktur thoraks atau dinding dada

  • Disfungsi neuromuskular sekunder akibat penyakit kronis

Literatur internasional menyebut bahwa pada pasien dengan gangguan otot pernapasan atau dinding dada, ventilasi dan mekanik pernapasan harus dinilai secara cermat dan sering memerlukan intervensi khusus. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Tanda dan Gejala Klinis

Manifestasi klinis gangguan mekanis pernapasan bisa bervariasi tergantung jenis gangguan (obstruksi, restriksi, otot), tetapi pada umumnya meliputi:

  • Sesak napas terutama saat aktivitas atau bahkan saat istirahat

  • Penurunan kapasitas ventilasi: sulit inspirasi (pada restriksi) atau sulit ekspirasi (pada obstruksi)

  • Penurunan fungsi paru terukur melalui pemeriksaan fungsi napas (misalnya spirometri), misalnya penurunan FEV1, rasio FEV1/FVC < 0.75 pada obstruksi; atau penurunan kapasitas vital pada restriksi. [Lihat sumber Disini - repository.unja.ac.id]

  • Produksi dahak berlebihan, batuk, mengi, terutama jika obstruksi saluran napas akibat lendir/peradangan. [Lihat sumber Disini - repository.stikesbcm.ac.id]

  • Mudah lelah, penggunaan otot bantu pernapasan (otot leher, interkostal)

  • Risiko komplikasi jika tidak dikelola: hipoksemia, hiperkapnia, gagal napas kronik, hipertensi pulmoner dan perubahan hemodinamik. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]


Penilaian Pola Pernapasan

Untuk menilai gangguan mekanis pernapasan, pendekatan komprehensif diperlukan, meliputi:

  • Anamnesis dan pemeriksaan fisik: tanya keluhan seperti sesak napas, batuk, dahak; observasi penggunaan otot bantu, posisi duduk/berdiri, retractions, palpasi, auskultasi paru.

  • Pemeriksaan fungsi paru (PFT/Spirometri):

  • Penilaian mekanik napas: pada kasus dengan disfungsi otot napas atau dinding dada, bisa melibatkan tes khusus, pengamatan ritme napas, penggunaan otot bantu, dan evaluasi status neurologis/distrofi otot. Literatur internasional merekomendasikan monitoring dan penilaian berkala terutama pada pasien neuromuskular atau dinding dada abnormal. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Pemantauan oksigenasi dan ventilasi: saturasi oksigen, gas darah arteri jika tersedia, untuk menilai apakah terdapat hipoksemia atau hiperkapnia, indikasi bahwa ventilasi atau pertukaran gas terganggu.

Secara keseluruhan, kombinasi antara data subjektif (keluhan), objektif (pemeriksaan fisik, PFT), dan parameter fungsional/ventilasi sangat penting untuk menentukan apakah terdapat gangguan mekanis dan jenis pola gangguannya.


Intervensi Keperawatan untuk Memperbaiki Mekanik Napas

Intervensi keperawatan berfokus pada membantu memulihkan atau memfasilitasi mekanik napas, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas pernapasan pasien. Berikut beberapa intervensi kunci:

  • Posisi tubuh optimal: Mengatur posisi pasien agar saluran napas terbuka dan kerja napas lebih ringan, misalnya posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, terutama bila ada kesulitan bernapas. Posisi ini membantu memperbesar ruang dada, memfasilitasi ekspansi paru, dan memudahkan drainase lendir.

  • Fisioterapi pernapasan / terapi dada (chest physiotherapy): Teknik seperti percussion, postural drainage, dan latihan pernapasan atau “deep breathing and coughing” untuk membantu ekspektorasi dahak, membuka jalan napas, dan memperbaiki ventilasi. Terapi ini sangat penting terutama pada kasus obstruksi akibat lendir, inflamasi, atau sekresi berlebihan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Edukasi pasien dan keluarga: Ajarkan teknik napas efektif, latihan pernapasan, postur tubuh, pentingnya kepatuhan terapi, serta penghindaran faktor pemicu (debu, polusi, asap rokok). Edukasi ini membantu mempertahankan fungsi paru dan mencegah exacerbation.

  • Pemantauan dan dokumentasi: Pemantauan rutin pola napas, saturasi oksigen, produksi dahak, perubahan status pernapasan, penting untuk mendeteksi penurunan fungsi sewaktu-waktu dan intervensi cepat.

  • Kolaborasi dengan tim multidisiplin: Bila diperlukan, kerjasama dengan fisioterapis respirasi, dokter spesialis paru, atau tim rehabilitasi pernapasan untuk intervensi lanjutan, misalnya rehab paru, ventilasi mekanik, atau manajemen jangka panjang. Literatur menyarankan pendekatan multidisiplin terutama pada kasus restriksi paru atau disfungsi otot pernapasan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Terapi Pendukung (Nebulizer, Suctioning, Posisi Fowler)

Dalam konteks gangguan mekanis pernapasan, terapi pendukung menjadi bagian penting dari intervensi, terutama untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mempermudah ventilasi. Beberapa terapi pendukung antara lain:

  • Nebulizer / terapi aerosol: Untuk pasien dengan obstruksi saluran napas akibat spasme, inflamasi, atau produksi lendir, nebulizer dengan bronkodilator atau mukolitik dapat membantu melebarkan saluran napas dan memudahkan ekspektorasi dahak.

  • Suctioning (aspirasi jalan napas): Digunakan ketika pasien kesulitan mengeluarkan dahak sendiri, atau ada sekresi berlebihan yang menghambat aliran udara. Suctioning membantu menjaga jalan napas tetap paten dan mencegah retensi dahak serta komplikasi infeksi atau hipoksia.

  • Posisi Fowler / Semi-Fowler: Seperti disebut di intervensi keperawatan, posisi ini membantu memperbesar ruang dada, mempermudah ekspansi paru, dan mengoptimalkan mekanik napas. Posisi ini juga mengurangi beban kerja otot pernapasan dan memudahkan drainase sekret.

  • Chest physiotherapy / drainase postural: Kombinasi posisi, percussions, dan latihan pernapasan untuk membantu mobilisasi dahak dan mencegah obstruksi jalan napas.

Sebagai tambahan, pada kasus dengan disfungsi otot pernapasan atau dinding dada, mungkin diperlukan ventilasi non-invasif atau intervensi medis lanjut sesuai rekomendasi tim medis (tergantung beratnya gangguan). Literatur internasional memperingatkan bahwa terapi ventilasi harus diikuti dengan evaluasi mekanik napas dan ventilasi secara hati-hati. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Contoh Kasus Gangguan Mekanis Pernapasan

Sebagai ilustrasi nyata, berikut contoh kasus yang menggambarkan bagaimana gangguan mekanis pernapasan bisa terjadi dan dikelola:

Pada sebuah penelitian di Indonesia terhadap pekerja di industri fiber-cement, ditemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap partikel PM2.5 berkorelasi dengan penurunan fungsi paru: 13, 7% pekerja menunjukkan pola restriktif, 6, 9% pola obstruktif, dan 1, 5% pola campuran, dengan gejala seperti mengi dan sesak napas. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Dalam kasus lain, pada pasien post-tuberkulosis (pasca TB) dengan residu paru, ditemukan pola obstruksi atau restriksi pada spirometri, menggambarkan bahwa kelainan struktural akibat penyakit sebelumnya dapat menyebabkan gangguan mekanis respirasi jangka panjang. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Kedua contoh ini menunjukkan bahwa gangguan mekanis pernapasan dapat terjadi karena faktor lingkungan (polusi, debu) maupun akibat penyakit paru sebelumnya, dan memerlukan pendekatan pencegahan serta rehabilitasi yang tepat.


Kesimpulan

Gangguan mekanis pernapasan adalah kondisi patologis yang mencakup obstruksi saluran napas, restriksi paru atau dinding dada, serta disfungsi otot pernapasan, yang menyebabkan ventilasi dan pertukaran gas terganggu. Identifikasi dini melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan fungsi paru (spirometri/PFT) sangat esensial untuk menentukan pola gangguan. Intervensi keperawatan seperti posisi Fowler, fisioterapi pernapasan, suctioning, dan terapi nebulizer, bersama dengan edukasi pasien dan kerjasama lintas disiplin, dapat memperbaiki mekanik napas, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kasus nyata, seperti pekerja yang terpapar debu/PM2.5 atau pasien pasca-TB, menunjukkan bahwa gangguan ini bukan hal sepele dan memerlukan perhatian serius dari tenaga kesehatan.

Pemahaman mendalam dan intervensi yang tepat terhadap gangguan mekanis pernapasan menjadi kunci dalam asuhan keperawatan dan manajemen pasien respirasi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gangguan mekanis pernapasan adalah kondisi ketika struktur atau fungsi fisik sistem pernapasan mengalami hambatan, seperti obstruksi, restriksi, atau kelemahan otot napas sehingga ventilasi tidak optimal.

Penyebab utamanya meliputi obstruksi saluran napas akibat lendir atau penyempitan, restriksi paru karena fibrosis atau gangguan dinding dada, serta paralisis atau disfungsi otot napas.

Gejala umum meliputi sesak napas, penggunaan otot bantu napas, batuk, produksi dahak berlebih, mengi, penurunan fungsi paru, hingga penurunan toleransi aktivitas.

Penilaian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi pola napas, pemeriksaan fungsi paru seperti spirometri, serta pemantauan saturasi oksigen dan tanda insufisiensi pernapasan.

Intervensi mencakup posisi Fowler, latihan pernapasan, fisioterapi dada, suctioning, terapi nebulizer, edukasi pasien, dan pemantauan ketat status pernapasan.

Terapi pendukung mencakup nebulizer untuk membuka jalan napas, suctioning untuk mengeluarkan sekret, serta posisi Fowler untuk mempermudah ekspansi paru.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep, Implikasi, dan Penanganan Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep, Implikasi, dan Penanganan Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Gangguan Integritas Mukosa Oral: Konsep, Implikasi, dan Perawatan Gangguan Integritas Mukosa Oral: Konsep, Implikasi, dan Perawatan Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Konsep, Risiko, dan Pencegahan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Konsep, Risiko, dan Pencegahan Perubahan Pola Nafas: Penyebab Klinis dan Penatalaksanaan Perubahan Pola Nafas: Penyebab Klinis dan Penatalaksanaan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Body Awareness pada Ibu Bersalin Body Awareness pada Ibu Bersalin Risiko Gangguan Integritas Kulit Risiko Gangguan Integritas Kulit Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Perilaku Merokok Pasif Perilaku Merokok Pasif Ketidaknyamanan Trimester Ketiga: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Solusi Ketidaknyamanan Trimester Ketiga: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Solusi Tingkat Kesadaran Pasien Tingkat Kesadaran Pasien Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Gangguan Fungsi Sensorik: Pendengaran, Penglihatan, dan Rasa Gangguan Fungsi Sensorik: Pendengaran, Penglihatan, dan Rasa Sindrom Disuse Muscle: Konsep, Mekanisme, dan Pencegahan Sindrom Disuse Muscle: Konsep, Mekanisme, dan Pencegahan Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Kualitas Udara dan Kesehatan Kualitas Udara dan Kesehatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…