Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Pola Aktivitas Fisik. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pola-aktivitas-fisik  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pola Aktivitas Fisik - SumberAjar.com

Pola Aktivitas Fisik

Pendahuluan

Aktivitas fisik merupakan salah satu aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup manusia secara menyeluruh. Di era modern ini, prevalensi kurangnya aktivitas fisik menjadi fenomena global yang mengancam kesehatan masyarakat di berbagai kelompok umur. Menurut laporan World Health Organization, sekitar 31 % orang dewasa dan 80 % remaja tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik yang dianjurkan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit tidak menular dan beban biaya kesehatan yang signifikan di seluruh dunia. [Lihat sumber Disini - who.int]


Definisi Pola Aktivitas Fisik

Definisi Pola Aktivitas Fisik Secara Umum

Pola aktivitas fisik secara umum mencerminkan kebiasaan individu atau kelompok dalam melakukan berbagai gerak tubuh yang melibatkan otot skeletal dan menyebabkan pengeluaran energi. Aktivitas ini mencakup berbagai pergerakan mulai dari kegiatan sehari-hari seperti berjalan dan membersihkan rumah hingga olahraga terstruktur yang direncanakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Pola Aktivitas Fisik dalam KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aktivitas fisik dapat diartikan sebagai segala jenis kegiatan yang melibatkan aktivitas tubuh seperti berjalan, berlari, mengangkat, atau kegiatan lain yang memerlukan tenaga dan energi. (KBBI daring)

Definisi Pola Aktivitas Fisik Menurut Para Ahli

  1. Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik adalah semua gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot skeletal yang memerlukan pengeluaran energi, termasuk saat rekreasi, berjalan, bekerja, dan aktivitas rumah tangga. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Menurut S. Sabila dalam penelitian kesehatan, aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang diakibatkan oleh kontraksi otot skeletal yang menyebabkan pengeluaran energi. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]

  3. Dhuli et al. menjelaskan bahwa aktivitas fisik meliputi setiap gerakan yang dihasilkan oleh otot skeletal yang memerlukan pemanfaatan energi dan berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Dalbo et al. membedakan aktivitas fisik dan olahraga, di mana olahraga merupakan subkategori aktivitas fisik yang bersifat terencana dan terstruktur untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran jasmani. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Jenis Aktivitas Fisik yang Dilakukan

Aktivitas fisik terbagi dalam beberapa bentuk yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan dalam konteks kesehatan masyarakat:

1. Aktivitas Fisik Ringan (Light Intensity Physical Activity)

Aktivitas ini mencakup gerakan sehari-hari yang tidak terlalu memerlukan usaha ekstra atau percepatan nafas secara signifikan, seperti berjalan santai ke warung, pekerjaan rumah ringan, atau berdiri lama. Aktivitas ringan memiliki peran dalam menjaga mobilitas dan mengurangi risiko sedenter. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Aktivitas Fisik Sedang (Moderate Intensity Physical Activity)

Termasuk aktivitas yang memerlukan pengeluaran energi lebih besar dibandingkan aktivitas ringan, tetapi masih memungkinkan seseorang berbicara dengan nyaman saat melakukannya. Contohnya berjalan cepat, berkebun aktif, bersepeda santai, atau pekerjaan fisik ringan lainnya. Aktivitas sedang direkomendasikan oleh WHO karena mampu meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan metabolik. [Lihat sumber Disini - who.int]

3. Aktivitas Fisik Berat (Vigorous Intensity Physical Activity)

Ini mencakup aktivitas yang meningkatkan denyut jantung, napas, dan pengeluaran energi secara signifikan, seperti lari, aerobik intens, renang cepat, dan olahraga kompetitif. Aktivitas berat sangat efektif dalam meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan kapasitas fungsional tubuh bila dilakukan secara konsisten. [Lihat sumber Disini - who.int]

4. Aktivitas Terstruktur vs Tidak Terstruktur

Aktivitas terstruktur mencakup olahraga yang direncanakan dan dijadwalkan, sedangkan aktivitas tidak terstruktur bisa berupa pergerakan spontan seperti menaiki tangga, berjalan di tempat kerja, atau bermain anak-anak di taman. Keduanya berkontribusi terhadap total pengeluaran energi harian seseorang dan sama-sama penting untuk kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik seseorang tidak terjadi secara independen; terdapat berbagai faktor yang memengaruhinya. Berdasarkan penelitian ilmiah dan kajian perilaku kesehatan, berikut ini adalah faktor-faktor penting tersebut:

1. Faktor Individu (Individual Factors)

Faktor individual mencakup karakteristik biologis dan psikologis seperti usia, jenis kelamin, motivasi, pengetahuan tentang kesehatan, dan kebiasaan pribadi. Individu yang memiliki pengetahuan lebih baik tentang manfaat aktivitas fisik cenderung lebih aktif secara fisik. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

2. Faktor Sosial dan Lingkungan

Dukungan sosial dari keluarga, teman, atau komunitas dapat meningkatkan dorongan untuk terlibat dalam aktivitas fisik. Lingkungan yang menyediakan fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, taman, atau ruang hijau juga terbukti memengaruhi tingkat aktivitas fisik masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Faktor Kebijakan dan Kultur

Kebijakan pemerintah atau lembaga pendidikan yang memfasilitasi program aktivitas fisik atau pendidikan jasmani dapat memengaruhi pola aktivitas fisik masyarakat luas. Budaya yang menghargai gaya hidup aktif secara sosial juga dapat menjadi pendorong penting. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Faktor Teknologi dan Media Sosial

Paparan perangkat digital dan media sosial dapat memiliki dua sisi: mendorong aktivitas fisik melalui konten motivasi atau justru mempromosikan gaya hidup sedenter akibat waktu layar yang panjang. Artikel sistematis terbaru menunjukkan bahwa media sosial dapat memengaruhi motivasi untuk berolahraga secara signifikan. [Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id]


Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kesehatan

Hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan telah banyak dibuktikan melalui penelitian ilmiah dari berbagai bidang kesehatan dan kebugaran.

1. Kesehatan Kardiovaskular dan Metabolik

Aktivitas fisik secara teratur terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Ini karena aktivitas fisik membantu mengatur tekanan darah, sensitivitas insulin, dan komposisi lipid dalam darah. [Lihat sumber Disini - who.int]

2. Kesehatan Jasmani dan Kebugaran

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, di mana individu yang aktif secara fisik memiliki tingkat kebugaran lebih baik dibandingkan yang kurang aktif. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]

3. Kesehatan Mental dan Kognitif

Aktivitas fisik juga berpengaruh positif terhadap kondisi mental, termasuk mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta mendukung kemampuan kognitif seperti memori dan pengendalian emosi. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan neurobiologis yang diinduksi oleh latihan fisik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Kualitas Hidup dan Fungsi Fisik Sehari-hari

Individu yang rutin melakukan aktivitas fisik umumnya melaporkan kualitas hidup lebih baik, kemampuan fungsional sehari-hari yang lebih tinggi serta kemampuan untuk melakukan tugas fisik tanpa kelelahan berlebihan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Kurang Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama bagi berkembangnya berbagai kondisi kesehatan negatif:

1. Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)

Individu yang kurang aktif memiliki peningkatan risiko menderita penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker. [Lihat sumber Disini - who.int]

2. Penurunan Kebugaran dan Fungsi Fisik

Kurangnya aktivitas fisik berkorelasi dengan penurunan fungsi otot dan kebugaran kardiovaskular, sehingga memengaruhi kemampuan individu untuk menjalani aktivitas sehari-hari serta meningkatkan risiko kecelakaan atau cedera. [Lihat sumber Disini - altius.ejournal.unsri.ac.id]

3. Beban Kesehatan Masyarakat

Populasi dengan prevalensi rendah aktivitas fisik cenderung memiliki beban biaya kesehatan yang lebih tinggi karena meningkatnya kejadian penyakit kronis dan kebutuhan perawatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - who.int]


Strategi Peningkatan Aktivitas Fisik

1. Pendidikan dan Promosi Kesehatan

Program pendidikan yang meningkatkan kesadaran tentang manfaat aktivitas fisik dan cara mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat.

2. Fasilitas dan Lingkungan yang Mendukung

Pembangunan fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, taman, serta ruang terbuka hijau di lingkungan komunitas mendorong aktivitas fisik rutin. Hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah setempat yang memprioritaskan aksesibilitas fasilitas tersebut.

3. Program Komunitas dan Dukungan Sosial

Kelompok olahraga komunitas atau inisiatif komunitas lokal untuk jalan sehat, senam bersama atau klub sepeda dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas fisik secara berkelanjutan.

4. Pengurangan Perilaku Sedenter dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengurangi waktu yang dihabiskan dalam keadaan diam atau duduk, misalnya dengan mengatur waktu berdiri tiap jam, berjalan singkat di sela-sela pekerjaan atau belajar, serta mengadopsi pola transportasi aktif seperti berjalan kaki atau bersepeda.


Kesimpulan

Pola aktivitas fisik mencakup berbagai gerak tubuh yang dihasilkan oleh otot skeletal dan memerlukan pengeluaran energi, serta memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas fisik meliputi karakteristik individu, dukungan sosial, lingkungan serta pengaruh teknologi. Regular aktivitas fisik terkait secara positif dengan berbagai indikator kesehatan seperti kebugaran jasmani, kesehatan kardiovaskular dan kualitas hidup, sedangkan kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis dan menurunkan fungsi fisik. Untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik populasi, diperlukan strategi multifaset mulai dari edukasi, fasilitas yang mendukung hingga kebijakan yang memfasilitasi lingkungan yang aktif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pola aktivitas fisik adalah kebiasaan atau kecenderungan individu dalam melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan gerak tubuh dan penggunaan energi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun melalui olahraga terstruktur.

Jenis aktivitas fisik meliputi aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai, aktivitas fisik sedang seperti berjalan cepat atau bersepeda santai, serta aktivitas fisik berat seperti lari, aerobik intens, dan olahraga kompetitif.

Aktivitas fisik dipengaruhi oleh faktor individu seperti usia dan motivasi, faktor sosial dan lingkungan seperti dukungan keluarga dan fasilitas umum, serta faktor kebijakan, budaya, dan perkembangan teknologi.

Aktivitas fisik berhubungan erat dengan kesehatan karena dapat meningkatkan kebugaran jasmani, menjaga kesehatan jantung dan metabolik, mendukung kesehatan mental, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung, menurunkan kebugaran jasmani, serta meningkatkan beban kesehatan masyarakat.

Aktivitas fisik dapat ditingkatkan melalui edukasi kesehatan, pemanfaatan fasilitas lingkungan yang mendukung, partisipasi dalam kegiatan komunitas, serta mengurangi perilaku sedenter dalam kehidupan sehari-hari.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung Aktivitas Fisik Lansia Aktivitas Fisik Lansia Hubungan Aktivitas Fisik dengan IMT Hubungan Aktivitas Fisik dengan IMT Pola Aktivitas Ibu Hamil Pola Aktivitas Ibu Hamil Aktivitas Fisik Aman untuk Ibu Hamil Aktivitas Fisik Aman untuk Ibu Hamil Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kebugaran Ibu Hamil Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kebugaran Ibu Hamil Aktivitas Fisik Ibu Hamil: Konsep, Batasan Aman, dan Manfaat Aktivitas Fisik Ibu Hamil: Konsep, Batasan Aman, dan Manfaat Intoleransi Aktivitas: Konsep, Indikator Klinis, dan Penanganan Intoleransi Aktivitas: Konsep, Indikator Klinis, dan Penanganan Risiko Intoleransi Aktivitas: Indikator dan Penanganannya Risiko Intoleransi Aktivitas: Indikator dan Penanganannya Status Gizi Anak dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik Status Gizi Anak dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Determinan Klinis dan Implikasi Perawatan Keterbatasan Aktivitas: Determinan Klinis dan Implikasi Perawatan Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Energi Harian Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Energi Harian Hubungan Olahraga dengan Kesehatan Metabolik Hubungan Olahraga dengan Kesehatan Metabolik Ketidaknyamanan Fisik: Bentuk, Penyebab, dan Pendekatan Keperawatan Ketidaknyamanan Fisik: Bentuk, Penyebab, dan Pendekatan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…