Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Aktivitas Fisik Lansia. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/aktivitas-fisik-lansia  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Aktivitas Fisik Lansia - SumberAjar.com

Aktivitas Fisik Lansia

Pendahuluan

Aktivitas fisik merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup seseorang, terutama pada lansia yang mengalami perubahan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Lansia yang tetap aktif secara fisik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik, mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara mandiri, serta terhindar dari berbagai penyakit degeneratif yang sering terjadi pada usia lanjut seperti penyakit kardiovaskular, gangguan keseimbangan, dan penurunan fungsi kognitif. Studi-studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur tidak hanya berkontribusi pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental dan sosial lansia, termasuk mengurangi isolasi sosial dan meningkatkan kesejahteraan subjektif mereka. Hal ini menjadikan aktivitas fisik sebagai salah satu intervensi penting dalam promosi kesehatan lansia dalam konteks klinis maupun komunitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Aktivitas Fisik Lansia

Definisi Aktivitas Fisik Lansia Secara Umum

Aktivitas fisik secara umum diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan memerlukan pengeluaran energi. Pada lansia, aktivitas fisik mencakup berbagai bentuk gerakan sederhana hingga terstruktur, seperti berjalan kaki, senam ringan, berkebun, latihan keseimbangan, dan aktivitas rumah tangga yang melibatkan pergerakan fisik. Aktivitas ini dilakukan tidak hanya sebagai olahraga formal tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang membantu mempertahankan fungsi tubuh dan mencegah penurunan kemampuan fisik. [Lihat sumber Disini - who.int]

Definisi Aktivitas Fisik dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aktivitas fisik belum memiliki entri yang spesifik untuk frasa “aktivitas fisik” dalam konteks kesehatan lansia. Namun, istilah yang paling mendekati adalah gerakan atau kegiatan tubuh yang memerlukan tenaga atau energi, yang sejalan dengan pemahaman WHO tentang aktivitas fisik sebagai gerakan tubuh yang memerlukan pengeluaran energi melalui otot rangka. Pendekatan ini mencerminkan cara aktivitas fisik dipahami dalam praktik kesehatan masyarakat dan kajian ilmiah. [Lihat sumber Disini - who.int]

Definisi Aktivitas Fisik Lansia Menurut Para Ahli

Para ahli kesehatan dan gerontologi mendefinisikan aktivitas fisik lansia sebagai segala bentuk pergerakan tubuh yang dilakukan oleh individu usia lanjut yang melibatkan pengeluaran energi melalui kontraksi otot dan memiliki tujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan fisik, fungsi tubuh, maupun kualitas hidup secara keseluruhan. Definisi ini mencakup berbagai komponen seperti latihan aerobik, latihan kekuatan, latihan keseimbangan, dan aktivitas lainnya yang sesuai dengan kemampuan individu lansia.

  1. World Health Organization (WHO)

    WHO mendefinisikan aktivitas fisik sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi, baik dalam bentuk berjalan, berkebun, maupun olahraga terstruktur. Konsep ini juga berlaku bagi lansia sebagai salah satu pedoman global dalam promosi kesehatan fisik. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Gammack et al.

    Menurut Gammack, aktivitas fisik pada usia lanjut dapat membantu memperbaiki status fisik, kognitif, dan fungsi fungsional serta mengurangi risiko terjadinya kelemahan atau frailty. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Musich et al.

    Studi ini menyatakan bahwa aktivitas fisik berkontribusi terhadap menurunkan kejadian kondisi kronis, memperbaiki kesehatan mental dan fisik, serta berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Penelitian Ilmiah Lainnya

    Aktivitas fisik pada lansia diyakini oleh para peneliti kesehatan sebagai gerakan yang secara sistematis membantu mencegah gangguan kesehatan, mempertahankan fungsi tubuh, dan mendukung kemandirian lansia dalam kegiatan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Jenis Aktivitas Fisik yang Aman bagi Lansia

Aktivitas fisik bagi lansia dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tujuan dan intensitasnya. Setiap jenis aktivitas ini dirancang untuk memberikan manfaat kesehatan yang optimal sambil meminimalkan risiko cedera, terutama mengingat perubahan fisiologis yang terjadi pada lansia.

  1. Latihan Aerobik Ringan hingga Sedang

    Latihan aerobik merupakan jenis aktivitas fisik yang melibatkan peningkatan denyut jantung dan pernapasan secara moderat. Contoh yang cocok bagi lansia termasuk berjalan kaki, berjalan santai di taman, bersepeda ringan, dan berenang. Aktivitas-aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular, memperbaiki sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tipe 2. [Lihat sumber Disini - juriskes.com]

  2. Latihan Kekuatan Otot

    Latihan kekuatan ditujukan untuk mempertahankan massa otot dan kekuatan tulang yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Latihan ini sering melibatkan penggunaan berat badan tubuh atau beban ringan seperti tali resistensi atau dumbbell kecil. Latihan kekuatan membantu mencegah sarcopenia (penurunan massa otot), meningkatkan stabilitas tubuh, serta memperbaiki kemampuan otomatis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - charitashospital.com]

  3. Latihan Keseimbangan

    Latihan keseimbangan membantu mengurangi risiko jatuh yang merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia. Contoh aktivitas keseimbangan meliputi senam khusus untuk lansia, latihan tai chi, latihan berdiri dengan satu kaki, atau gerakan yang memfokuskan pada koordinasi. Aktivitas jenis ini sangat penting mengingat risiko cedera akibat jatuh yang signifikan pada lansia. [Lihat sumber Disini - charitashospital.com]

  4. Latihan Fleksibilitas

    Latihan fleksibilitas seperti peregangan otot dan gerakan mobilitas sendi dapat membantu mempertahankan rentang gerak tubuh, mengurangi kekakuan, dan meningkatkan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Latihan ini biasanya dilakukan sebelum atau sesudah aktivitas fisik lainnya untuk mempersiapkan otot dan sendi bekerja optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]

  5. Aktivitas Sehari-hari yang Menjadi Latihan Fisik

    Selain olahraga formal, aktivitas harian seperti berkebun, membersihkan rumah, dan berjalan singkat ke tempat terdekat juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengeluaran energi dan kebugaran tubuh lansia. Aktivitas ini sangat berguna terutama bagi lansia yang mungkin tidak mampu melakukan olahraga terstruktur. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]


Manfaat Aktivitas Fisik bagi Kesehatan Lansia

Aktivitas fisik memberikan berbagai manfaat kesehatan yang luas bagi lansia, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Manfaat-manfaat ini telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah yang menunjukkan hubungan positif antara aktivitas fisik dan peningkatan kualitas hidup di usia lanjut.

  1. Peningkatan Kesehatan Kardiovaskular dan Metabolik

    Aktivitas fisik membantu memperlancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, dan mengontrol kadar gula darah, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Pemeliharaan Massa Otot dan Kekuatan Fisik

    Latihan kekuatan dan aerobik membantu mempertahankan massa otot, memperbaiki kekuatan tubuh, serta meningkatkan kapasitas fungsional untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah. [Lihat sumber Disini - juriskes.com]

  3. Pencegahan Risiko Jatuh

    Melalui latihan keseimbangan dan fleksibilitas, lansia dapat mengurangi risiko jatuh yang sering menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas pada kelompok usia lanjut. [Lihat sumber Disini - ejurnal-citrakeperawatan.com]

  4. Perbaikan Fungsi Kognitif dan Mental

    Aktivitas fisik juga berkorelasi dengan peningkatan fungsi kognitif serta penurunan risiko gangguan mental seperti depresi dan penurunan kemampuan berpikir. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga elastisitas otak dan memperlambat proses degeneratif seperti demensia. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

  5. Peningkatan Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Subjektif

    Studi menunjukkan bahwa lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup lebih tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak aktif, karena aktivitas fisik memperbaiki mobilitas, fungsi sosial, serta kebugaran psikologis. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]


Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik pada lansia dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang dapat mendukung atau menghambat partisipasi mereka dalam kegiatan fisik. Memahami faktor-faktor ini penting bagi tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang efektif.

  1. Pengetahuan dan Pendidikan Kesehatan

    Pengetahuan yang baik tentang manfaat aktivitas fisik berkaitan erat dengan tingkat partisipasi lansia. Lansia yang memiliki informasi lebih baik tentang pentingnya aktivitas fisik cenderung lebih aktif dibandingkan yang kurang informasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  2. Faktor Lingkungan

    Lingkungan yang mendukung seperti fasilitas olahraga yang aman dan akses mudah ke area berjalan kaki dapat meningkatkan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman atau kurang aksesibilitas dapat menghambat partisipasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  3. Efikasi Diri

    Tingkat kepercayaan diri lansia dalam kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas fisik tertentu mempengaruhi seberapa sering dan intens mereka melakukan gerakan fisik tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  4. Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Sosial

    Adanya dukungan dari tenaga kesehatan seperti edukasi, pemantauan, dan rekomendasi aktivitas fisik yang sesuai dapat meningkatkan partisipasi lansia dalam program kesehatan. Dukungan sosial dari keluarga dan komunitas juga merupakan faktor penting. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  5. Kondisi Kesehatan dan Fisik Individu

    Kondisi kesehatan seseorang seperti adanya penyakit kronis, nyeri, atau keterbatasan mobilitas dapat mempengaruhi kemampuan dan motivasi lansia untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]


Hambatan Lansia dalam Beraktivitas

Meskipun manfaat aktivitas fisik sangat jelas, terdapat berbagai hambatan yang sering dialami oleh lansia dalam melaksanakan aktivitas fisik secara teratur.

  1. Kendala Fisik dan Kesehatan

    Banyak lansia mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri sendi, osteoporosis, atau penyakit jantung yang membatasi kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini sering membuat lansia enggan atau takut melakukan gerakan yang terasa berat. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]

  2. Kurangnya Informasi dan Edukasi

    Lansia yang kurang mendapatkan informasi tentang cara melakukan aktivitas fisik yang aman dan sesuai dengan kondisi mereka seringkali tidak aktif. Edukasi yang efektif dari tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mengatasi hambatan ini. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  3. Lingkungan yang Tidak Mendukung

    Lingkungan yang tidak aman, kurangnya fasilitas olahraga yang dekat dengan tempat tinggal, atau kurangnya tempat berjalan yang nyaman dapat menjadi kendala bagi lansia untuk bergerak aktif. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

  4. Kurangnya Dukungan Sosial

    Lansia yang hidup sendiri atau kurang mendapat dukungan sosial dari keluarga atau komunitas mungkin memiliki motivasi yang lebih rendah untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik secara rutin. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Promosi Aktivitas Fisik

Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik yang aman dan efektif melalui berbagai pendekatan.

  1. Edukasi dan Konseling Kesehatan

    Tenaga kesehatan seperti perawat, dokter, dan fisioterapis dapat memberikan edukasi kepada lansia tentang pentingnya aktivitas fisik, jenis aktivitas yang aman, serta cara melakukan aktivitas tersebut dengan benar. Hal ini membantu lansia memahami manfaat dan risiko serta memberi mereka keterampilan untuk berpartisipasi secara teratur. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  2. Penyusunan Program Latihan yang Disesuaikan

    Program aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan individu sangat penting. Tenaga kesehatan dapat menilai kemampuan fisik dan merancang program latihan yang sesuai sehingga lansia dapat berlatih dengan aman dan efektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  3. Pemantauan dan Motivasi Berkala

    Pemantauan berkala membantu mendeteksi perubahan kesehatan dan respons terhadap aktivitas fisik. Tenaga kesehatan juga dapat memberikan motivasi untuk mempertahankan partisipasi aktif melalui dukungan emosional dan tindak lanjut yang konsisten. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  4. Kolaborasi dengan Komunitas

    Tenaga kesehatan dapat bekerja sama dengan organisasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik lansia, seperti kelompok senam lansia atau jalur jalan kaki yang aman. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]


Kesimpulan

Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam kesehatan dan kualitas hidup lansia melalui peningkatan fungsi kardiovaskular, kekuatan otot, keseimbangan, kesehatan mental, dan kesejahteraan sosial. Meski menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan fisik, lingkungan tidak mendukung, dan kurangnya motivasi, dukungan dari tenaga kesehatan serta lingkungan sosial dapat membantu mengatasi tantangan tersebut. Pendekatan interdisipliner yang melibatkan edukasi, program latihan yang tepat, dan pemantauan berkala merupakan kunci dalam promosi aktivitas fisik yang aman dan efektif bagi lansia untuk mencapai usia lanjut yang sehat dan berkualitas.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Aktivitas fisik lansia adalah segala bentuk gerakan tubuh yang dilakukan oleh individu usia lanjut yang melibatkan kerja otot dan pengeluaran energi dengan tujuan menjaga kesehatan, mempertahankan fungsi tubuh, serta meningkatkan kualitas hidup.

Aktivitas fisik penting bagi lansia karena dapat meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan otot, keseimbangan tubuh, kesehatan mental, serta mencegah penyakit degeneratif dan risiko jatuh.

Aktivitas fisik yang aman bagi lansia meliputi berjalan kaki, senam lansia, latihan peregangan, latihan keseimbangan, latihan kekuatan ringan, berenang, dan aktivitas sehari-hari seperti berkebun atau membersihkan rumah.

Manfaat aktivitas fisik bagi lansia antara lain meningkatkan kebugaran fisik, menjaga massa otot, meningkatkan keseimbangan, memperbaiki fungsi kognitif, mengurangi stres dan depresi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Hambatan lansia dalam beraktivitas fisik meliputi keterbatasan fisik, penyakit kronis, rasa nyeri, kurangnya pengetahuan, lingkungan yang tidak mendukung, serta minimnya dukungan sosial.

Tenaga kesehatan berperan dalam memberikan edukasi, menyusun program aktivitas fisik yang sesuai, memantau kondisi kesehatan lansia, serta memberikan motivasi dan dukungan agar lansia tetap aktif secara fisik.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Kualitas Hidup Lansia Kualitas Hidup Lansia Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Kesehatan Lansia Kesehatan Lansia Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia Hydration Level pada Lansia Hydration Level pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Risiko Intoleransi Aktivitas: Indikator dan Penanganannya Risiko Intoleransi Aktivitas: Indikator dan Penanganannya Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…