Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/promosi-kesehatan-berbasis-komunitas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas - SumberAjar.com

Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas

Pendahuluan

Promosi kesehatan berbasis komunitas telah menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dengan menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks seperti stunting, hipertensi, penyakit tidak menular, serta rendahnya literasi kesehatan, pendekatan yang partisipatif dan berbasis komunitas menjadi strategi yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran, memahami risiko kesehatan, serta perubahan perilaku yang berkelanjutan. Promosi kesehatan yang dilakukan bersama masyarakat memungkinkan pesan-pesan kesehatan bukan hanya disampaikan dari “atas ke bawah”, tetapi juga dari dalam komunitas itu sendiri sehingga lebih relevan dan mudah diterima. Hal ini sangat penting dalam konteks Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan karakteristik sosial yang beragam.


Definisi Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas

Definisi Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Secara Umum

Promosi kesehatan berbasis komunitas adalah pendekatan promotif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan perilaku sehat masyarakat dalam suatu komunitas tertentu. Tujuan utamanya adalah pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu mengendalikan faktor, faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka sendiri dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan. Pendekatan ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong keterlibatan komunitas dalam menentukan kebutuhan dan solusi kesehatan sesuai konteks lokal mereka. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Definisi Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), promosi kesehatan merupakan kegiatan penyuluhan atau kampanye untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan mengubah perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat. Sementara “berbasis komunitas” mengacu pada pendekatan yang berpusat pada komunitas atau lingkungan sosial tertentu sebagai unit pelaksana utama. Dengan demikian, promosi kesehatan berbasis komunitas dapat didefinisikan sebagai upaya sistematis untuk mendukung kesehatan masyarakat yang dilaksanakan melalui dan bersama komunitas. (Sumber: KBBI Online)

Definisi Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Menurut Para Ahli

  1. Notoatmodjo menyatakan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas adalah suatu pendekatan yang melibatkan anggota masyarakat dalam seluruh siklus program kesehatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi, dengan tujuan memberdayakan mereka agar mampu meningkatkan kualitas kesehatan sendiri. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  2. Green & Kreuter menjelaskan bahwa promosi kesehatan komunitas adalah strategi terencana yang dilakukan melalui lingkungan sosial dan budaya masyarakat untuk mengubah perilaku kesehatan individu dan kolektif, dengan memperhatikan kebutuhan lokal dan sumber daya komunitas. [Lihat sumber Disini - lms.umm.ac.id]

  3. Nutbeam menekankan bahwa pendekatan komunitas melibatkan pemberdayaan individu dan kelompok masyarakat sehingga mereka memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan dan tindakan sendiri dalam masalah kesehatan mereka. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. WHO melalui pendekatan Ottawa Charter menyatakan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas mencakup pemberdayaan masyarakat, penciptaan lingkungan yang mendukung kesehatan, pengembangan keterampilan individu, serta kolaborasi lintas sektor untuk tujuan kesehatan yang berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - lms.umm.ac.id]


Konsep Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas

Promosi kesehatan berbasis komunitas merupakan sebuah konsep yang lebih luas dari sekadar pemberian informasi kesehatan. Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif anggota masyarakat dalam setiap tahap program kesehatan, dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Konsep ini berakar dari prinsip pemberdayaan (empowerment) dan partisipasi masyarakat sehingga komunitas sendiri menjadi motor perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Pemahaman kebutuhan lokal menjadi dasar utama dalam merancang intervensi yang tepat sasaran, efektif, dan relevan dengan kondisi sosial budaya setempat. [Lihat sumber Disini - lms.umm.ac.id]

Dalam praktiknya, promosi kesehatan komunitas mencakup berbagai kegiatan seperti lokakarya kesehatan, penyuluhan interaktif, pengembangan kader kesehatan, serta kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, kelompok perempuan, organisasi pemuda, dan organisasi lokal lainnya. Pendekatan pendidikan kesehatan bukan hanya bersifat top-down, tetapi lebih mengedepankan dialog dua arah sehingga pengetahuan turun temurun dan nilai-nilai budaya pendukung kesehatan dapat diintegrasikan ke dalam pesan kampanye. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Dengan demikian, konsep promosi kesehatan berbasis komunitas menggabungkan unsur edukasi, advokasi kebijakan lokal, pemberdayaan sumber daya manusia komunitas, serta pembentukan lingkungan sosial yang mendukung perilaku hidup sehat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan secara mandiri dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - lms.umm.ac.id]


Peran Masyarakat dalam Promosi Kesehatan

Masyarakat memiliki peran sentral dalam semua aspek promosi kesehatan berbasis komunitas. Tanpa keterlibatan mereka, intervensi kesehatan cenderung bersifat sementara, kurang relevan, dan kurang berkelanjutan. Peran masyarakat sendiri mencakup beberapa fungsi penting berikut:

1. Perencanaan dan Identifikasi Masalah Kesehatan

Masyarakat berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan dan masalah kesehatan yang paling mendesak di lingkungan mereka sendiri. Identifikasi berbasis komunitas memastikan bahwa program promosi kesehatan dirancang sesuai dengan konteks sosial budaya dan prioritas lokal, serta memperbesar kemungkinan keberhasilan implementasi program kesehatan tersebut. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

2. Implementasi Program dan Kegiatan Edukasi

Masyarakat aktif terlibat dalam pelaksanaan berbagai kegiatan promotif dan edukatif, seperti penyuluhan, lokakarya, atau kampanye kesehatan. Peran ini melibatkan para kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta anggota komunitas sebagai penyampai pesan kesehatan yang efektif dan terpercaya bagi sesama warga. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini membantu meningkatkan cakupan serta kualitas informasi yang disampaikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

3. Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas

Peran masyarakat juga penting dalam meningkatkan kapasitas internal melalui pendidikan keterampilan kesehatan (misalnya kader posyandu dilatih untuk memberikan penyuluhan kesehatan), menjadikan masyarakat sebagai “agen perubahan” yang mampu mempengaruhi sikap dan perilaku sehat secara kolektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

4. Advokasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga advokat untuk kebijakan kesehatan lokal yang lebih baik, seperti permintaan fasilitas sanitasi yang lebih baik, dukungan pendanaan dari pemerintah, atau kolaborasi antar lembaga lokal dalam kegiatan promotif. Pendekatan kolaboratif ini membantu menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan secara lebih luas. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]

5. Evaluasi dan Monitoring Berkelanjutan

Masyarakat memiliki peran dalam mengevaluasi hasil program promosi kesehatan dan memberikan umpan balik sehingga perbaikan dapat dilakukan secara terus-menerus. Evaluasi komunitas memungkinkan program dievaluasi dalam konteks kebutuhan nyata masyarakat, sehingga implementasi selanjutnya dapat lebih efektif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Strategi Promosi Kesehatan di Tingkat Komunitas

Strategi dalam promosi kesehatan komunitas dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dan memastikan intervensi yang dilakukan relevan serta efektif. Beberapa strategi utama yang umum diterapkan antara lain:

1. Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan merupakan strategi inti dalam promosi kesehatan berbasis komunitas. Strategi ini mencakup pelatihan masyarakat untuk menjadi kader kesehatan yang kompeten, memberikan wadah diskusi masyarakat tentang isu-isu kesehatan, serta mendorong pengambilan keputusan sendiri oleh anggota komunitas terhadap program kesehatan mereka. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

2. Edukasi Publik dan Penyuluhan Interaktif

Strategi edukasi publik yang dirancang secara partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang berbagai topik kesehatan, termasuk gaya hidup sehat, pencegahan penyakit, nutrisi, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk yang menarik dan interaktif agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

3. Penggunaan Media Lokal dan Teknologi Digital

Selain metode tradisional seperti pertemuan tatap muka, penggunaan media lokal, termasuk radio komunitas, media sosial, dan platform digital, dapat memperluas jangkauan pesan promosi kesehatan serta menarik partisipasi kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk kelompok usia muda. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

4. Advokasi Kebijakan Kesehatan Lokal

Melibatkan masyarakat dalam advokasi kebijakan kesehatan seperti permintaan fasilitas sanitasi yang lebih baik, kampanye anti-rokok, atau penyediaan ruang olahraga publik, dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perilaku sehat. Strategi ini juga memperkuat keterlibatan lintas sektor seperti pendidikan dan lingkungan hidup. [Lihat sumber Disini - lms.umm.ac.id]

5. Kolaborasi dengan Lembaga Kesehatan dan Organisasi Non-Pemerintah

Promosi kesehatan akan lebih efektif jika dilakukan bersama dengan lembaga kesehatan seperti Puskesmas, organisasi non-pemerintah, serta institusi pendidikan dan komunitas lokal lainnya. Kolaborasi multisektoral ini membantu memperkuat kapasitas komunitas serta mendukung kegiatan promotif secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]


Faktor Keberhasilan Program Promosi Kesehatan Komunitas

Keberhasilan program promosi kesehatan berbasis komunitas tidak hanya ditentukan oleh desain program yang baik, tetapi juga oleh sejumlah faktor penting yang saling berkaitan:

1. Partisipasi Aktif Komunitas

Keterlibatan masyarakat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan program meningkatkan kepemilikan dan komitmen komunitas terhadap keberhasilan program serta keberlanjutan hasilnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

2. Kepemimpinan Lokal yang Kuat

Adanya tokoh masyarakat, tokoh agama, atau pemimpin komunitas yang mendukung dan memotivasi anggota komunitas membantu mempercepat penyebaran pesan kesehatan serta mengatasi hambatan sosial budaya. [Lihat sumber Disini - jurnal.agdosi.com]

3. Pemberdayaan dan Kapasitas Komunitas

Strategi yang efektif meningkatkan kapasitas komunitas melalui pelatihan, sumber daya, dan pendidikan kesehatan sehingga komunitas dapat mengambil peran aktif dalam mengelola program kesehatan mereka sendiri. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

4. Kolaborasi Lintas Sektor

Kolaborasi yang kuat antara komunitas, lembaga kesehatan, pemerintah daerah, serta organisasi non-pemerintah memastikan dukungan sumber daya, integrasi kebijakan, dan kesinambungan program. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]

5. Penyesuaian Konteks Lokal

Program yang disesuaikan dengan karakteristik sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat memiliki kemungkinan lebih besar untuk diterima dan dijalankan secara konsisten oleh komunitas. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

6. Evaluasi dan Monitoring Berkelanjutan

Evaluasi secara terus-menerus memungkinkan program diperbaiki berdasarkan umpan balik komunitas, sehingga intervensi dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan memberikan hasil jangka panjang. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Tantangan Pelaksanaan Promosi Kesehatan

Meskipun strategi dan faktor keberhasilan telah dirancang secara matang, pelaksanaan promosi kesehatan berbasis komunitas tetap menghadapi sejumlah tantangan berikut:

1. Keterbatasan Sumber Daya dan Pendanaan

Banyak komunitas, khususnya di daerah pedesaan, memiliki keterbatasan sumber daya seperti dana, fasilitas, dan tenaga terlatih untuk menjalankan program kesehatan secara berkelanjutan. Hal ini dapat membatasi cakupan intervensi dan keberlanjutan program kesehatan tersebut. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

2. Rendahnya Partisipasi dari Segmen Komunitas Tertentu

Tidak semua anggota komunitas mungkin tertarik atau termotivasi untuk berpartisipasi dalam program. Kelompok seperti remaja, pekerja migran, atau kelompok marginal lainnya kadang sulit dilibatkan secara aktif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

3. Hambatan Sosial Budaya dan Stigma

Beberapa isu kesehatan seperti penyakit menular seksual atau gangguan mental masih diwarnai stigma sosial sehingga menghambat komunikasi terbuka dan partisipasi dalam kegiatan kesehatan komunitas. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

4. Ketergantungan pada Fasilitator Eksternal

Meskipun tujuan promosi kesehatan berbasis komunitas adalah pemberdayaan, terkadang masih ada ketergantungan yang tinggi pada fasilitator profesional dari luar komunitas. Ketergantungan ini dapat mengurangi kemandirian komunitas dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

5. Tantangan Evaluasi dan Pengukuran Dampak

Mengukur dampak perubahan perilaku dan kesehatan secara kuantitatif dalam jangka pendek sering kali sulit karena perubahan tersebut biasanya baru terlihat dalam jangka panjang serta dipengaruhi oleh banyak faktor kontekstual. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Kesimpulan

Promosi kesehatan berbasis komunitas merupakan pendekatan strategis yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam upaya peningkatan kesehatan. Dengan fokus pada pemberdayaan, partisipasi aktif, edukasi yang relevan secara budaya, serta kolaborasi lintas sektor, pendekatan ini mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku sehat dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Masyarakat berperan dalam berbagai aspek penting program seperti identifikasi kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi berkelanjutan. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan hambatan sosial budaya, langkah-langkah strategis seperti pemberdayaan dan penyesuaian konteks lokal memungkinkan program promosi kesehatan komunitas menjadi lebih efektif dan responsif. Secara keseluruhan, promosi kesehatan berbasis komunitas bukan hanya sekadar kampanye informasi kesehatan, tetapi sebuah proses pemberdayaan yang mengubah masyarakat menjadi agen perubahan demi mewujudkan kesehatan yang lebih baik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Promosi kesehatan berbasis komunitas adalah upaya peningkatan kesehatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik komunitas setempat.

Pendekatan ini penting karena mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat pemberdayaan, serta menghasilkan perubahan perilaku kesehatan yang lebih berkelanjutan dibandingkan pendekatan yang bersifat top-down.

Pihak yang berperan meliputi masyarakat itu sendiri, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta organisasi non-pemerintah yang mendukung kegiatan promosi kesehatan.

Strategi promosi kesehatan komunitas meliputi pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan partisipatif, penggunaan media lokal dan digital, advokasi kebijakan kesehatan lokal, serta kolaborasi lintas sektor.

Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi sebagian masyarakat, hambatan sosial budaya, ketergantungan pada fasilitator eksternal, serta kesulitan dalam evaluasi dampak jangka panjang.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
SPK Promosi Jabatan Karyawan SPK Promosi Jabatan Karyawan Promosi Kesehatan Mental Promosi Kesehatan Mental Health Promotion Behavior Health Promotion Behavior Ketahanan Komunitas: Konsep dan Solidaritas Sosial Ketahanan Komunitas: Konsep dan Solidaritas Sosial Media Sosial sebagai Sarana Promosi Kesehatan Media Sosial sebagai Sarana Promosi Kesehatan Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial Perilaku Pembelian Suplemen melalui E-Commerce Perilaku Pembelian Suplemen melalui E-Commerce Peran Kader Kesehatan Peran Kader Kesehatan Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Kesehatan Remaja Kesehatan Remaja Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Pengetahuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa Pengetahuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ