
Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
Pendahuluan
Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan menjadi salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia secara berkelanjutan. Konsep ini tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai objek program kesehatan, tetapi juga sebagai subjek aktif yang memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan yang berkaitan dengan kesehatan mereka sendiri. Dalam konteks pembangunan kesehatan, pemberdayaan masyarakat berperan penting dalam pencapaian tujuan kesehatan termasuk pencegahan penyakit, peningkatan kesadaran hidup sehat, serta penguatan kolaborasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Berbagai kebijakan kesehatan nasional bahkan mengintegrasikan pemberdayaan komunitas sebagai bagian struktural dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Definisi Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
Definisi Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Secara Umum
Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan secara umum merujuk pada proses di mana individu dan komunitas memperoleh kemampuan untuk mengendalikan aspek-aspek penting yang memengaruhi kesehatan mereka. Ini mencakup peningkatan kapasitas dalam pengetahuan kesehatan, keterampilan pengambilan keputusan, serta akses terhadap informasi dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan sendiri. Pemberdayaan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan implementasi program kesehatan secara mandiri. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Definisi Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan dalam KBBI
Menurut KBBI, pemberdayaan adalah upaya atau proses untuk membuat seseorang atau kelompok agar lebih mampu dan berdaya dalam melakukan sesuatu. Diterjemahkan dalam konteks kesehatan, ini berarti upaya sistematis untuk membantu masyarakat agar mempunyai kemampuan lebih besar dalam menjaga, meningkatkan, dan mengendalikan kesehatannya sendiri melalui pendidikan, keterampilan, serta akses terhadap layanan kesehatan yang relevan. (Definisi KBBI online, akses KBBI daring).
Definisi Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Menurut Para Ahli
-
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia, pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah pendekatan penting yang menempatkan peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya serta kesehatan masyarakat secara keseluruhan melalui kapasitas knowledge, attitude, dan behavior. [Lihat sumber Disini - jurnal.edi.or.id]
-
Qowiyyum (2021) dalam studi pemberdayaan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) menyebutkan pemberdayaan kesehatan sebagai upaya edukasi dan pelibatan komunitas dalam pengelolaan kesehatan keluarga, sehingga meningkatkan kesadaran kesehatan dan kualitas lingkungan hidup. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
-
Arum (2025) menyatakan bahwa pemberdayaan komunitas dalam bidang kesehatan sangat berhubungan dengan pengembangan kader kesehatan serta peran Posyandu sebagai wahana komunitas yang diterapkan dari, oleh, dan untuk masyarakat. [Lihat sumber Disini - ojs.polkespalupress.id]
-
Susilo et al. (2025) dalam penelitian pemberdayaan masyarakat pada pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular menyampaikan bahwa pemberdayaan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam identifikasi risiko dan pengambilan keputusan terkait kesehatan lokal. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]
Konsep dan Tujuan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
Pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan bertumpu pada prinsip partisipasi aktif, kesadaran kritis, dan kemampuan untuk mengidentifikasi serta mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. Konsep ini menggambarkan proses belajar komunitas yang berkelanjutan melalui pendidikan kesehatan, pembentukan kelompok swadaya, serta pembagian tanggung jawab antara tenaga kesehatan dan masyarakat untuk mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]
Tujuan utama pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah:
-
Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait masalah kesehatan yang mengancam kehidupan sehari-hari, seperti penyakit menular, penyakit tidak menular, stunting, dan perilaku hidup tidak sehat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
-
Menguatkan peran masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait intervensi kesehatan di lingkungan mereka. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]
-
Mengembangkan kapasitas komunitas untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program kesehatan yang relevan dengan kebutuhan lokal. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]
-
Mencapai kemandirian komunitas dalam menjalankan praktik hidup sehat serta pengelolaan risiko kesehatan tanpa bergantung penuh pada pihak eksternal. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Dalam pandangan pembangunan kesehatan, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada hasil kesehatan tetapi juga pada distribusi kesejahteraan sosial yang lebih adil, di mana masyarakat memiliki kontrol lebih besar atas determinan sosial kesehatan mereka. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]
Strategi Pemberdayaan di Bidang Kesehatan
Strategi pemberdayaan masyarakat dalam konteks kesehatan mencakup berbagai pendekatan praktis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kolektif komunitas.
Salah satu strategi utama adalah pendidikan dan promosi kesehatan yang partisipatif, yang memberikan masyarakat informasi lengkap dan basis pengetahuan sehingga mereka dapat bertindak dalam upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan hidup bersih. Program seperti penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) telah terbukti meningkatkan potensi masyarakat untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]
Selain itu, pemberdayaan masyarakat juga diimplementasikan melalui pembentukan dan pengembangan kader kesehatan lokal. Kader ini kemudian menjadi ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kesehatan, mengorganisir kegiatan komunitas, serta mengidentifikasi kebutuhan lokal terkait kesehatan. [Lihat sumber Disini - ojs.polkespalupress.id]
Strategi lain yang juga terbukti efektif adalah pengintegrasian pendekatan pemberdayaan dalam program kesehatan nasional, seperti PIS-PK, yang membantu masyarakat merencanakan dan mengambil keputusan untuk keluarga sehat di tingkat rumah tangga. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Model kolaboratif antara tenaga kesehatan, pemimpin komunitas, dan anggota masyarakat juga menjadi strategi strategis dalam pemberdayaan. Pendekatan ini mendukung pembangunan kapasitas melalui dialog aktif, keterlibatan dalam perencanaan program, pelatihan, serta evaluasi rutin yang mencerminkan kebutuhan lokal. [Lihat sumber Disini - journal.fh.unsri.ac.id]
Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Tenaga kesehatan memiliki peran sentral dalam proses pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Mereka bukan hanya sebagai penyedia layanan medis, tetapi juga sebagai fasilitator dan mediator antara program kesehatan formal dengan komunitas.
Tenaga kesehatan berperan memberikan edukasi yang tepat mengenai perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit, serta penanganan masalah kesehatan dasar. Melalui penyuluhan yang efektif, masyarakat dapat memahami pentingnya tindakan preventif dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sehat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Peran lain termasuk membantu membentuk dan melatih kader kesehatan komunitas agar dapat menjalankan intervensi kesehatan bersifat berkelanjutan, seperti mendampingi Posyandu dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan balita atau ibu hamil. [Lihat sumber Disini - ojs.polkespalupress.id]
Tenaga kesehatan juga perlu menjalin kolaborasi dengan pemimpin masyarakat untuk memahami dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi perilaku kesehatan, sehingga strategi pemberdayaan dapat disesuaikan dengan kondisi lokal. [Lihat sumber Disini - journal.fh.unsri.ac.id]
Dampak Pemberdayaan terhadap Derajat Kesehatan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berpengaruh positif terhadap derajat kesehatan di komunitas. Misalnya, pendekatan pendidikan kesehatan partisipatif telah terbukti menurunkan risiko penyakit menular maupun tidak menular melalui perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik dalam komunitas. [Lihat sumber Disini - win.joninstitute.org]
Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan komunitas juga mampu meningkatkan pengetahuan tentang berbagai isu kesehatan, sehingga individu lebih cepat merespons gejala penyakit dan mencari layanan kesehatan yang tepat waktu. [Lihat sumber Disini - jurnal.edi.or.id]
Selain itu, keterlibatan komunitas dalam pengambilan keputusan kesehatan secara kolektif mendorong munculnya program lokal yang relevan dengan kebutuhan mereka, seperti pencegahan stunting atau peningkatan kesehatan ibu dan anak yang berdampak langsung terhadap indeks kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]
Empowerment yang kuat tidak hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga memperkokoh sistem kesehatan masyarakat melalui peningkatan kolaborasi, kapasitas lokal, serta kesadaran akan determinan sosial kesehatan yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Tantangan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Meskipun memiliki banyak manfaat, pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan juga menghadapi berbagai tantangan. Pertama, masih terdapat keterbatasan akses informasi kesehatan yang merata di beberapa daerah, terutama wilayah perdesaan dan terpencil. Hal ini menghambat proses peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Tantangan lainnya adalah rendahnya partisipasi aktif masyarakat akibat rendahnya pendidikan atau motivasi internal untuk terlibat dalam kegiatan kesehatan. Komunitas yang bergantung pada pendekatan top-down cenderung kurang berminat untuk mengambil peran aktif dalam perencanaan atau implementasi kegiatan kesehatan lokal. [Lihat sumber Disini - journal.fh.unsri.ac.id]
Selain itu, ketersediaan sumber daya dan dukungan kebijakan yang memadai juga menjadi faktor penting. Tanpa dukungan yang kuat dari pemerintah dan lembaga kesehatan formal, program pemberdayaan masyarakat sulit berkelanjutan dan berdampak besar. [Lihat sumber Disini - journal.fh.unsri.ac.id]
Kesimpulan
Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan merupakan pendekatan komprehensif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri. Dengan memberikan pendidikan, meningkatkan keterampilan, serta melibatkan komunitas dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan, pemberdayaan ini mampu memperbaiki perilaku kesehatan dan derajat kesehatan secara keseluruhan. Peran tenaga kesehatan sangat penting sebagai fasilitator proses pemberdayaan, sementara keberhasilan strategi pemberdayaan tergantung pada terciptanya kolaborasi kuat antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemimpin lokal, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Dengan memahami tantangan yang ada dan mengimplementasikan strategi efektif, pemberdayaan masyarakat dapat menjadi alat unggulan dalam mencapai tujuan kesehatan publik.