Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Health Promotion Behavior. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/health-promotion-behavior  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Health Promotion Behavior - SumberAjar.com

Health Promotion Behavior

Pendahuluan

Perilaku promosi kesehatan atau health promotion behavior merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tindakan yang mendukung kesehatan. Pada era modern ini, upaya kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi lebih menekankan pada pencegahan dan pemberdayaan individu untuk mengambil keputusan yang sehat setiap hari. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes menunjukkan betapa pentingnya mempelajari perilaku yang dapat mendukung kesehatan secara berkelanjutan. Promosi kesehatan berperan dalam membentuk perilaku sehat yang dapat mencegah risiko kesehatan sejak dini, sehingga memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan jangka panjang masyarakat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perilaku promosi kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap, serta dukungan sosial dan lingkungan, yang semuanya saling berinteraksi dalam membentuk pola tindakan individu dan komunitas. [Lihat sumber Disini - e-chnr.org]


Definisi Health Promotion Behavior

Definisi Health Promotion Behavior Secara Umum

Health promotion behavior secara umum dapat dipahami sebagai seluruh tingkah laku yang dilakukan seseorang untuk menjaga, meningkatkan, dan memelihara kesehatannya agar terhindar dari penyakit serta mencapai kualitas hidup yang optimal. Perilaku ini mencakup tindakan preventif seperti olahraga teratur, konsumsi makanan sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, dan menghindari perilaku berisiko seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Berbagai penelitian kesehatan menegaskan bahwa perilaku ini merupakan kunci dalam pencegahan penyakit dan promosi kesejahteraan, sehingga bukan hanya sekedar kegiatan sesaat tetapi pola hidup yang berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id]

Definisi Health Promotion Behavior dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), promosi kesehatan merujuk pada proses pemberian informasi dan upaya yang bertujuan meningkatkan kemampuan individu dan masyarakat dalam mengendalikan serta memperbaiki kesehatan mereka. Behavior atau perilaku dalam konteks ini berarti tindakan atau respon yang dilakukan seseorang dalam rangka menjaga kesehatan tubuh dan mengoptimalkan fungsi-fungsi kesehatan yang dimilikinya. Dengan menggabungkan kedua istilah tersebut, health promotion behavior dapat ditafsirkan sebagai tindakan-tindakan sadar yang dilakukan individu untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan secara aktif. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

Definisi Health Promotion Behavior Menurut Para Ahli

  1. Notoatmodjo (2014) menyatakan bahwa promosi kesehatan merupakan aktivitas atau rangkaian upaya edukatif yang dirancang untuk mendorong perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran individu dan masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]

  2. Green dan Kreuter (2005) mendefinisikan promosi kesehatan sebagai kombinasi dukungan edukasi dan lingkungan yang disengaja untuk menciptakan kondisi hidup yang kondusif guna mendorong tindakan sehat individu maupun kelompok. [Lihat sumber Disini - dinkes.malutprov.go.id]

  3. Nutbeam (2000) memaknai promosi kesehatan sebagai proses yang memampukan individu untuk mengambil kendali atas kesehatan mereka sendiri dan memperbaiki derajat kesejahteraan, sekaligus mendorong perubahan perilaku yang positif. [Lihat sumber Disini - dinkes.malutprov.go.id]

  4. Pender & Murdaugh (2019) dalam Health Promotion Model menunjukkan bahwa perilaku promosi kesehatan adalah hasil dari motivasi internal individu yang dipengaruhi oleh karakteristik personal, pengalaman sebelumnya, serta lingkungan sosial yang mendukung. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]


Konsep dan Komponen Health Promotion Behavior

Perilaku promosi kesehatan terdiri dari beragam komponen yang saling berkaitan dan bekerja bersama demi tercapainya hidup sehat. Komponen utama perilaku ini meliputi:

  1. Pendidikan Kesehatan (Health Education)

    Komponen ini fokus pada pemberian informasi dan pendidikan untuk meningkatkan pemahaman individu terhadap pentingnya tindakan-tindakan yang sehat, seperti gizi seimbang, olahraga, serta pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]

  2. Perlindungan Kesehatan (Health Protection)

    Aspek ini berkaitan dengan kebijakan atau tindakan preventif yang melindungi masyarakat dari faktor risiko kesehatan, seperti vaksinasi, pengendalian lingkungan, dan promosi lingkungan sehat. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]

  3. Pencegahan Penyakit (Disease Prevention)

    Ini mencakup tindakan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit, baik melalui pemeriksaan dini, imunisasi, atau pemantauan kesehatan secara berkala. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]

Dalam konteks model perilaku seperti Health Promotion Model, komponen perilaku ini juga dipengaruhi oleh keyakinan individu terhadap manfaat tindakan kesehatan, hambatan yang dirasakan, serta faktor lingkungan dan dukungan sosial yang tersedia. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Faktor Individu dan Lingkungan yang Mempengaruhi Health Promotion Behavior

Perilaku promosi kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari level individu hingga lingkungan sosial. Faktor internal seperti pengetahuan, sikap, dan motivasi memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana seseorang mengadopsi perilaku sehat. Pengetahuan yang tinggi tentang kesehatan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tindakan preventif dan mempermudah individu menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Selain itu, sikap yang positif terhadap kesehatan juga mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan tindakan promotif seperti olahraga atau pemeriksaan rutin. Sikap yang positif biasanya dimotori oleh pengalaman sebelumnya atau pengaruh sosial dari keluarga dan teman. [Lihat sumber Disini - e-chnr.org]

Faktor lingkungan, termasuk dukungan sosial dari keluarga atau komunitas, kebijakan kesehatan yang mendukung, serta akses terhadap fasilitas kesehatan, juga secara langsung memengaruhi perilaku promosi kesehatan. Adanya lingkungan yang mendukung, seperti sekolah yang menyediakan program kesehatan atau komunitas yang memiliki fasilitas olahraga, membantu mempermudah individu mengadopsi gaya hidup sehat. [Lihat sumber Disini - e-chnr.org]


Peran Pengetahuan dan Sikap dalam Promosi Kesehatan

Pengetahuan kesehatan merupakan pondasi utama dalam membentuk perilaku promosi kesehatan. Individu yang memiliki pengetahuan baik mengenai risiko kesehatan dan manfaat gaya hidup sehat cenderung lebih proaktif dalam melakukan tindakan yang mendukung kesehatan. Pengetahuan ini dapat diperoleh melalui pendidikan kesehatan formal, media informasi kesehatan, atau sumber belajar lainnya. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Sikap terhadap kesehatan juga berkontribusi besar terhadap tindakan seseorang dalam melakukan perilaku sehat. Sikap ini dapat dibentuk oleh pengalaman pribadi, norma sosial, serta paparan informasi yang benar mengenai pentingnya kesehatan. Studi menunjukkan bahwa individu dengan sikap positif terhadap perilaku sehat seperti diet seimbang atau aktivitas fisik memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menjalankan tindakan promotif kesehatan secara konsisten. [Lihat sumber Disini - e-chnr.org]


Hubungan Promosi Kesehatan dengan Perubahan Perilaku

Promosi kesehatan tidak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi lebih jauh mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan. Pendekatan promosi kesehatan yang efektif mampu mengubah pola pikir individu dan masyarakat terhadap kesehatan mereka sehingga muncul komitmen untuk menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten. [Lihat sumber Disini - jptam.org]

Teori perubahan perilaku seperti Health Belief Model menyatakan bahwa keyakinan individu terhadap ancaman kesehatan dan manfaat tindakan kesehatan akan mempengaruhi keputusan mereka dalam melakukan tindakan sehat. Jika individu merasa bahwa suatu tindakan memiliki manfaat besar dan hambatan yang kecil, mereka cenderung lebih termotivasi untuk berperilaku sehat. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Strategi Penguatan Perilaku Promosi Kesehatan

Strategi dalam memperkuat perilaku promosi kesehatan harus menggunakan pendekatan yang komprehensif dan multisektoral. Beberapa strategi yang efektif antara lain:

  1. Edukasi dan Penyuluhan Berkelanjutan

    Memberikan informasi yang jelas dan menarik mengenai manfaat gaya hidup sehat serta teknik menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]

  2. Pengembangan Kebijakan yang Mendukung

    Kebijakan seperti penyediaan fasilitas olahraga umum, program pemeriksaan kesehatan gratis, atau aturan lingkungan bersih dapat mendorong perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - dinkes.malutprov.go.id]

  3. Dukungan Sosial dari Komunitas

    Kelompok masyarakat atau komunitas sehat dapat membantu individu saling mendukung dalam menjaga motivasi dan keterlibatan dalam perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - e-chnr.org]

  4. Pemanfaatan Media dan Teknologi

    Penggunaan media sosial dan aplikasi kesehatan untuk menyebarkan informasi kesehatan yang mudah diakses dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Kesimpulan

Behavior promosi kesehatan merupakan perilaku sadar yang dilakukan individu dan masyarakat untuk meningkatkan, memelihara, serta mempertahankan kesehatannya melalui tindakan preventif, edukatif, dan lingkungan yang mendukung. Definisi ini mencakup konsep perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal seperti pengetahuan, sikap, dukungan sosial, serta kebijakan kesehatan. Perilaku ini tidak hanya penting untuk pencegahan penyakit tetapi juga untuk membentuk kualitas hidup yang lebih sehat dan produktif. Strategi yang efektif dalam memperkuat perilaku ini meliputi edukasi kesehatan, kebijakan yang mendukung, serta peran aktif komunitas dan dukungan sosial. Implementasi yang konsisten dari strategi tersebut dapat mendorong perubahan positif terhadap gaya hidup sehat di masyarakat secara luas.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Health Promotion Behavior adalah perilaku individu atau kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatan melalui tindakan promotif dan preventif seperti pola hidup sehat, aktivitas fisik, dan pemanfaatan informasi kesehatan.

Health Promotion Behavior penting karena berperan dalam pencegahan penyakit, peningkatan kualitas hidup, dan pengurangan beban layanan kesehatan dengan mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku sehat secara berkelanjutan.

Perilaku promosi kesehatan dipengaruhi oleh faktor individu seperti pengetahuan, sikap, motivasi, serta faktor lingkungan seperti dukungan sosial, kebijakan kesehatan, akses fasilitas kesehatan, dan kondisi sosial budaya.

Pengetahuan memberikan pemahaman tentang risiko dan manfaat kesehatan, sedangkan sikap menentukan kesiapan individu dalam bertindak. Kombinasi pengetahuan dan sikap positif mendorong terbentuknya perilaku promosi kesehatan yang konsisten.

Strategi yang efektif meliputi edukasi kesehatan berkelanjutan, penguatan kebijakan yang mendukung kesehatan, pemberdayaan komunitas, serta pemanfaatan media dan teknologi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Health Seeking Behavior Health Seeking Behavior Health Belief: Konsep dan Persepsi Risiko Health Belief: Konsep dan Persepsi Risiko Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Perubahan Perilaku Kesehatan Perubahan Perilaku Kesehatan Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Perilaku Mencari Layanan Kesehatan  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Health Belief Model: Konsep, Komponen Utama, dan Penerapannya dalam Kesehatan Health Belief Model: Konsep, Komponen Utama, dan Penerapannya dalam Kesehatan Health Literacy Masyarakat Health Literacy Masyarakat Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Edukasi Kesehatan Reproduksi Edukasi Kesehatan Reproduksi Konsep Perilaku Adaptif Konsep Perilaku Adaptif Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Pelayanan Kesehatan Jiwa Pelayanan Kesehatan Jiwa Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…