Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-pencegahan-penyakit-tidak-menular  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular - SumberAjar.com

Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Pendahuluan

Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dan seluruh dunia. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan insiden penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular yang memberikan dampak signifikan terhadap angka kesakitan, kematian, serta beban ekonomi masyarakat dan sistem kesehatan. Prevalensi PTM di Indonesia diperkirakan terus meningkat, dengan data menunjukkan bahwa penyakit tidak menular menyumbang sebagian besar dari total kematian di berbagai wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Masalah PTM memerlukan perhatian serius karena faktor risiko utama seperti pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan berisiko, dan kebiasaan merokok sangat memengaruhi perkembangan penyakit ini. Pencegahan PTM yang efektif berfokus pada perubahan perilaku hidup, deteksi dini faktor risiko, dan promosi kesehatan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu menjalani gaya hidup sehat sejak dini. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]


Definisi Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Definisi Perilaku Pencegahan PTM Secara Umum

Perilaku pencegahan PTM merujuk pada tindakan dan kebiasaan yang dilakukan individu atau komunitas untuk meminimalkan risiko terkena penyakit tidak menular. Kondisi ini mencakup penerapan gaya hidup sehat, pengendalian faktor risiko, serta mengikuti skrining kesehatan secara teratur. Perilaku tersebut seringkali mencakup keputusan sadar untuk berhenti merokok, meningkatkan aktivitas fisik, mengatur pola makan yang seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

Secara umum, perilaku pencegahan PTM berkaitan erat dengan pengurangan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti konsumsi gula berlebih, merokok, obesitas, kurang gerak, dan pola makan tidak sehat. Perubahan perilaku ini diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius dan kematian prematur. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]

Definisi Perilaku Pencegahan PTM dalam KBBI

Istilah “perilaku” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai segala tingkah laku yang merupakan cara individu bertindak atau bersikap sebagai respons terhadap lingkungan. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]

Sedangkan dalam konteks PTM, walaupun KBBI tidak secara langsung mendefinisikan istilah “perilaku pencegahan PTM”, istilah ini dapat dipahami sebagai tindakan atau kebiasaan yang dilakukan seseorang untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular. Definisi ini mencerminkan serangkaian sikap, kebiasaan, dan keputusan sadar yang diarahkan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]

Definisi Perilaku Pencegahan PTM Menurut Para Ahli

1. World Health Organization (WHO)

Menurut WHO, perilaku pencegahan PTM mencakup langkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi faktor risiko utama PTM seperti merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan tidak sehat. Pendekatan ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi penyakit tidak menular secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

2. Pangalo et al. (2022)

Pangalo dan rekan menyatakan bahwa pencegahan PTM terkait erat dengan perilaku dan pola hidup masyarakat yang perlu disesuaikan menjadi lebih sehat, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mengikuti program deteksi dini. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id]

3. Nursiswati et al. (2025)

Dalam kajian faktor perilaku sehat untuk pencegahan PTM di kawasan Asia Tenggara, Nursiswati menyebut bahwa perilaku pencegahan melibatkan berbagai aspek internal dan eksternal seperti kebiasaan makan, kualitas tidur, serta persepsi dan pengetahuan individu mengenai kesehatan. [Lihat sumber Disini - dovepress.com]

4. Suwanti (2022)

Program pemerintah Indonesia melalui pendekatan CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres) merupakan contoh perilaku pencegahan PTM yang komprehensif, menunjukkan bahwa perilaku sehat harus sistematis dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]


Bentuk Perilaku Pencegahan PTM

Pencegahan penyakit tidak menular dilakukan melalui berbagai bentuk perilaku yang berfokus pada pengurangan faktor risiko dan promosi kesehatan. Bentuk perilaku ini sangat penting untuk diterapkan baik pada level individu maupun komunitas untuk mencegah insiden PTM. [Lihat sumber Disini - manggalajournal.org]

Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Salah satu bentuk utama perilaku pencegahan adalah pemeriksaan kesehatan secara teratur seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh. Skrining dini memungkinkan deteksi faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit kronis yang serius. Partisipasi dalam kegiatan skrining seperti Posbindu PTM telah terbukti meningkatkan deteksi dini faktor risiko PTM di masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Penerapan Pola Makan Sehat

Pola makan yang sehat berkontribusi signifikan dalam pencegahan PTM. Mengonsumsi makanan rendah gula, tinggi serat, rendah garam, serta mengurangi konsumsi makanan berlemak merupakan strategi utama dalam mengurangi risiko obesitas, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id]

Aktivitas Fisik Rutin

Aktivitas fisik bukan hanya membantu menjaga berat badan ideal, tetapi juga meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi metabolisme tubuh. WHO merekomendasikan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu sebagai standar perilaku hidup sehat untuk menurunkan risiko PTM. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

Tidak Merokok dan Menghindari Paparan Rokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko tertinggi untuk berbagai jenis PTM termasuk kanker paru-paru dan penyakit kardiovaskular. Perilaku pencegahan PTM mencakup tidak merokok, berhenti merokok, serta menghindari paparan asap rokok sebagai bagian dari gaya hidup sehat. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

Pengelolaan Stres dan Istirahat yang Cukup

Stres kronis dapat memicu respons fisiologis yang memperburuk kondisi seperti tekanan darah tinggi dan gangguan metabolik lainnya. Perilaku pencegahan termasuk mengelola stres melalui teknik relaksasi, tidur yang cukup, serta menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan PTM

Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan PTM bersifat kompleks dan multidimensional, melibatkan aspek sosial, pengetahuan, demografis, serta lingkungan. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Pengetahuan dan Edukasi Kesehatan

Tingkat pengetahuan individu tentang PTM dan faktor risiko sangat menentukan perilaku kesehatan mereka. Edukasi melalui penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya perilaku pencegahan PTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]

Lingkungan Sosial dan Dukungan Keluarga

Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan komunitas dapat memengaruhi perilaku individu dalam melakukan perubahan gaya hidup. Keluarga yang mendorong pola hidup sehat berperan penting dalam pembentukan perilaku pencegahan PTM terutama pada remaja dan orang dewasa muda. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]

Sosial Ekonomi dan Akses terhadap Layanan Kesehatan

Status sosial ekonomi memengaruhi kemampuan individu untuk mengakses informasi kesehatan, layanan skrining, dan fasilitas olahraga. Kelompok dengan akses kesehatan terbatas cenderung memiliki perilaku pencegahan yang kurang optimal karena keterbatasan sumber daya. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Persepsi Risiko dan Sikap Pribadi

Individu yang memiliki persepsi tinggi terhadap risiko penyakit lebih mungkin mengambil tindakan pencegahan. Persepsi ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau pengalaman orang terdekat dengan PTM. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Lingkungan Fisik dan Kebijakan Publik

Kebijakan publik seperti kawasan tanpa rokok, akses tempat olahraga, dan kampanye promosi kesehatan berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat dalam pencegahan PTM. [Lihat sumber Disini - manggalajournal.org]


Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Sehat

Pengetahuan merupakan fondasi penting dalam pembentukan perilaku sehat untuk pencegahan PTM. Pengetahuan tentang faktor risiko, cara pencegahan, dan konsekuensi PTM dapat mendorong individu untuk melakukan tindakan preventif. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]

Peningkatan pengetahuan yang diperoleh melalui edukasi kesehatan secara langsung berkaitan dengan peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku seperti peningkatan aktivitas fisik, penerapan pola makan sehat, serta partisipasi dalam pemeriksaan kesehatan berkala. Program promosi kesehatan yang dirancang dengan baik mampu mengubah sikap dan praktik masyarakat secara signifikan, menunjukkan hubungan yang kuat antara pengetahuan dan perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa individu dengan pemahaman yang baik mengenai risiko PTM cenderung lebih aktif mengikuti kegiatan promosi kesehatan, memeriksa kesehatan secara rutin, serta membuat keputusan gaya hidup yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]


Peran Gaya Hidup dalam Pencegahan PTM

Gaya hidup sehat merupakan inti dari pencegahan penyakit tidak menular. Gaya hidup mencakup pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta manajemen stres yang semuanya memengaruhi kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

Pola Makan Seimbang

Pola makan yang kaya serat, rendah gula dan lemak jenuh dapat mengurangi risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta sumber protein yang sehat merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang efektif dalam pencegahan PTM. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id]

Aktivitas Fisik dan Olahraga

Aktivitas fisik reguler membantu mempertahankan berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, serta menurunkan risiko gangguan metabolik. Individu yang aktif secara fisik cenderung memiliki profil risiko PTM yang lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang bergerak. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

Menghindari Konsumsi Tembakau dan Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol berkorelasi dengan risiko tinggi PTM seperti kanker, penyakit hati, dan gangguan kardiovaskular. Menghindari atau menghentikan kebiasaan ini merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang mendukung pencegahan PTM. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

Manajemen Stres dan Kesejahteraan Mental

Stres kronis dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan metabolik lainnya. Strategi manajemen stres seperti teknik relaksasi, meditasi, tidur yang cukup, serta keterlibatan dalam aktivitas sosial yang positif merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang berkontribusi pada pencegahan PTM. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]


Strategi Promosi Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Strategi promosi pencegahan PTM harus bersifat komprehensif dan berkelanjutan, melibatkan berbagai sektor dan pendekatan untuk mencapai perubahan perilaku yang signifikan di masyarakat. [Lihat sumber Disini - manggalajournal.org]

Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan

Pendidikan kesehatan merupakan dasar dari strategi promosi pencegahan PTM. Penyuluhan yang dilakukan di fasilitas kesehatan, sekolah, dan komunitas dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan langkah pencegahan yang efektif. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]

Program Berbasis Komunitas

Program komunitas seperti Posbindu PTM terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam skrining kesehatan dan kegiatan kesehatan preventif. Program ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi, dan dukungan sosial untuk perubahan perilaku. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Kampanye Gaya Hidup Sehat

Kampanye promosi gaya hidup sehat di media massa, media sosial, serta lingkungan publik dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat luas seperti peningkatan aktivitas fisik, pengurangan konsumsi rokok, dan pola makan yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - manggalajournal.org]

Kolaborasi Multi-Sektor

Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan lembaga kesehatan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat melalui kebijakan yang proaktif, fasilitas olahraga, kawasan tanpa rokok, serta dukungan akses layanan skrining dan edukasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - manggalajournal.org]


Kesimpulan

Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) menuntut pemahaman dan penerapan perilaku hidup sehat secara konsisten. Perilaku pencegahan PTM mencakup berbagai tindakan seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, tidak merokok, serta manajemen stres. Faktor seperti pengetahuan, lingkungan sosial, akses layanan kesehatan, dan kebijakan publik sangat memengaruhi kemampuan individu dalam menerapkan perilaku sehat. Perubahan gaya hidup yang mendasar serta strategi promosi kesehatan yang komprehensif dapat mengurangi beban PTM dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan. Integrasi edukasi, dukungan komunitas, kebijakan pro-kesehatan, dan kolaborasi multi-sektor menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit tidak menular ke depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku pencegahan penyakit tidak menular adalah tindakan dan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara sadar untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan kanker.

Perilaku pencegahan PTM penting karena penyakit tidak menular bersifat kronis, membutuhkan biaya pengobatan tinggi, dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak dicegah sejak dini melalui perubahan gaya hidup sehat.

Contoh perilaku pencegahan PTM meliputi pemeriksaan kesehatan berkala, konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta mengelola stres dengan baik.

Perilaku pencegahan PTM dipengaruhi oleh pengetahuan kesehatan, sikap dan persepsi risiko, dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, serta akses terhadap fasilitas dan layanan kesehatan.

Gaya hidup berperan besar dalam pencegahan PTM karena kebiasaan sehari-hari seperti pola makan, aktivitas fisik, tidur cukup, dan manajemen stres secara langsung memengaruhi kesehatan jangka panjang dan risiko penyakit kronis.

Strategi efektif promosi pencegahan PTM meliputi edukasi kesehatan berkelanjutan, program berbasis komunitas seperti Posbindu PTM, kampanye gaya hidup sehat, serta kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Pola Penyakit Tidak Menular Pola Penyakit Tidak Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Surveilans Penyakit Menular Surveilans Penyakit Menular Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Perilaku Pencegahan COVID-19 Perilaku Pencegahan COVID-19 Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Peran Kader Kesehatan Peran Kader Kesehatan Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Kepatuhan Protokol Kesehatan Kepatuhan Protokol Kesehatan Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…