
Penyakit Berbasis Lingkungan
Pendahuluan
Penyakit berbasis lingkungan merupakan isu kesehatan masyarakat yang semakin mendapat perhatian, khususnya di negara-negara dengan kondisi sanitasi dan kualitas lingkungan yang menantang. Banyak penelitian menunjukkan bahwa lingkungan tidak hanya menjadi latar tempat hidup, tetapi juga faktor utama yang mempengaruhi kesehatan individu dan komunitas. WHO menyatakan bahwa lingkungan yang bersih, termasuk udara yang sehat, air minum yang aman, sanitasi yang memadai, serta perlindungan dari paparan zat berbahaya, merupakan prasyarat kesehatan yang fundamental, dan diperkirakan hampir seperempat dari seluruh beban penyakit global dapat dicegah melalui perbaikan kondisi lingkungan hidup. [Lihat sumber Disini - who.int]
Penyakit berbasis lingkungan sering kali dialami oleh masyarakat di musim-musim tertentu atau di area dengan sanitasi yang buruk, misalnya di permukiman padat atau daerah rawan banjir. Pemahaman terhadap bagaimana lingkungan berkontribusi terhadap timbulnya penyakit sangat penting untuk mengembangkan strategi pencegahan yang efektif, termasuk intervensi perilaku, promosi kesehatan, dan pengendalian faktor risiko lingkungan. Artikel ini menguraikan konsep, determinan lingkungan yang mempengaruhi kesehatan, jenis-jenis penyakit yang berkaitan, dampak lingkungan terhadap kejadian penyakit, serta upaya pencegahan dan peran promosi kesehatan dan sanitasi lingkungan.
Definisi Penyakit Berbasis Lingkungan
Definisi Penyakit Berbasis Lingkungan Secara Umum
Secara umum, penyakit berbasis lingkungan dapat dipahami sebagai kondisi patologis atau gangguan kesehatan yang timbul sebagai akibat dari interaksi antara manusia dengan lingkungan di sekitarnya yang memiliki potensi menimbulkan penyakit. Konsep ini mencakup berbagai penyakit yang tidak hanya disebabkan oleh faktor biologis, tetapi juga oleh kondisi fisik dan kimia lingkungan yang buruk, seperti kualitas udara yang rendah, air yang tercemar, lingkungan rumah yang tidak sehat, hingga perilaku manusia dalam memanfaatkan lingkungannya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Definisi Penyakit Berbasis Lingkungan dalam KBBI
Menurut definisi umum yang sering digunakan dalam literatur Indonesia mengacu pada istilah yang secara konseptual serupa dengan pemahaman epidemiologi lingkungan, penyakit berbasis lingkungan dapat diartikan sebagai fenomena penyakit yang terjadi karena keterkaitan erat antara manusia dengan faktor lingkungan yang tidak sehat, termasuk faktor sanitasi yang buruk, pencemaran air dan udara, serta kepadatan populasi yang mempengaruhi transmisi patogen. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]
Definisi Penyakit Berbasis Lingkungan Menurut Para Ahli
-
Pratiwi & Fitria (2021) menjelaskan bahwa penyakit berbasis lingkungan merupakan fenomena penyakit yang dikarenakan keterkaitan antara manusia dengan faktor lingkungan, khususnya kondisi lingkungan yang tidak bersih dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]
-
Penelitian Poltekkes Jogja (2022) menyebut bahwa penyakit berbasis lingkungan adalah kejadian sakit yang dialami manusia karena interaksi dengan lingkungan di sekitarnya yang memiliki potensi penyakit. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
-
Dalam literatur epidemiologi lingkungan, konsep ini dipahami sebagai kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh paparan berbagai faktor lingkungan seperti kualitas air, udara, tanah serta perilaku manusia terkait eksposur terhadap faktor-faktor tersebut. [Lihat sumber Disini - ehinz.ac.nz]
-
Organisasi kesehatan internasional seperti WHO dan berbagai jurnal kesehatan lingkungan menyatakan bahwa penyakit berbasis lingkungan adalah akibat dari interaksi kompleks antara faktor fisik, kimia, dan biologis dari lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan manusia. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Konsep Penyakit Berbasis Lingkungan
Penyakit berbasis lingkungan tak sekadar hasil paparan satu faktor tunggal, melainkan hasil interaksi dinamis antar elemen lingkungan dengan kondisi biologis dan perilaku manusia. Lingkungan dipandang dalam konteks luas, mencakup faktor fisik (misalnya kualitas udara dan air), kimia (polutan dan toksin), biologis (patogen, vektor penyakit) serta sosial (sanitasi, tempat tinggal, perilaku hidup). Konsep ini berakar pada pemahaman bahwa lingkungan fisik yang tidak sehat secara langsung berkontribusi terhadap kejadian penyakit akut seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, maupun penyakit kronik yang terkait dengan faktor lingkungan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Secara umum, epidemiologi lingkungan menggunakan pendekatan determinan untuk memahami bagaimana lingkungan eksternal terhadap individu (termasuk kualitas udara, air, tanah dan sanitasi) merupakan variabel yang mempengaruhi proses penyakit melalui jalur paparan yang spesifik. Konsep ini juga mempertimbangkan aspek interaksi manusia, lingkungan yang memengaruhi kepekaan individu terhadap penyakit, seperti kondisi gizi, usia, dan perilaku hidup sehat yang berbeda-beda antar kelompok masyarakat. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Faktor Lingkungan sebagai Determinan Kesehatan
Lingkungan berperan sebagai determinan penting dalam kesehatan masyarakat. WHO mendefinisikan faktor lingkungan sebagai kondisi di luar tubuh individu yang meliputi udara, air, tanah, kualitas tempat tinggal, jam kerja, serta faktor sosial dan perilaku yang terkait dengan bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya. [Lihat sumber Disini - who.int]
Beberapa komponen lingkungan yang berpengaruh adalah:
-
Kualitas Udara, Paparan polusi udara luar dan dalam rumah dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, serta iritasi sistemik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Air Minum dan Sanitasi, Ketidaktersediaan air yang aman serta sanitasi yang buruk merupakan determinan kuat kejadian diare, kolera dan penyakit terkait air lainnya. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Kondisi Fisik Rumah, Ventilasi yang buruk, kelembapan tinggi, dan sarana sanitasi yang tidak sesuai mempermudah transmisi penyakit infeksi pernapasan akut (ISPA) dan diare di rumah tinggal. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]
-
Paparan Bahan Kimia dan Toksin, Senyawa berbahaya seperti logam berat atau polutan industri dapat menyebabkan gangguan kronis dan keracunan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Faktor Sosial dan Perilaku, Perilaku hidup bersih dan sehat serta tingkat pendidikan memiliki korelasi kuat terhadap risiko penyakit berbasis lingkungan; perilaku yang tidak sehat dapat memperburuk paparan lingkungan. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]
Jenis Penyakit Berbasis Lingkungan
Penyakit yang tergolong berbasis lingkungan mencakup beragam kondisi, baik infeksi akut maupun penyakit kronik. Beberapa jenis penyakit berbasis lingkungan yang umum ditemukan meliputi:
-
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Terjadi akibat paparan polusi udara dan ventilasi rumah yang buruk. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]
-
Diare dan Penyakit yang Ditularkan Melalui Air, Disebabkan oleh konsumsi air yang tercemar dan sanitasi yang buruk. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Demam Berdarah Dengue (DBD), Tumbuh suburnya vektor seperti nyamuk di lingkungan yang tergenang dan tidak bersih. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
-
Malaria dan Penyakit Vektor Lainnya, Paparan terhadap area dengan genangan air jangka panjang. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
-
Penyakit Kronik Terkait Polusi, Kondisi jangka panjang seperti penyakit paru obstruktif kronis dan kanker akibat paparan polutan lingkungan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dampak Lingkungan terhadap Kejadian Penyakit
Lingkungan yang buruk berkontribusi secara langsung terhadap meningginya kejadian penyakit di masyarakat. Data global menunjukkan bahwa faktor lingkungan berperan pada sekitar seperempat beban penyakit dunia, terutama pada anak-anak dan masyarakat di negara berkembang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dampaknya meliputi:
-
Meningkatnya prevalensi infeksi akut seperti diare dan ISPA di wilayah dengan sanitasi rendah. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]
-
Peningkatan kasus penyakit kronik karena paparan jangka panjang terhadap polusi udara dan zat kimia berbahaya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Beban ekonomi dan kesehatan masyarakat yang lebih tinggi, karena penyakit lingkungan sering menuntut biaya layanan kesehatan yang intensif dan mempengaruhi produktivitas. [Lihat sumber Disini - who.int]
Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan
Pencegahan penyakit berbasis lingkungan membutuhkan pendekatan multisektoral:
-
Perbaikan Kualitas Lingkungan, Penyediaan air bersih, peningkatan sanitasi, dan pengelolaan limbah untuk mengurangi paparan patogen dan bahan berbahaya. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Pemantauan dan Pengendalian Polusi, Regulasi terhadap emisi industri dan polutan udara untuk mencegah gangguan kesehatan kronis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Pendidikan dan Promosi Perilaku Sehat, Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di komunitas guna mengurangi risiko penularan penyakit. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]
-
Intervensi Kesehatan Masyarakat, Pengawasan vektor, imunisasi jika relevan, serta peningkatan sistem surveilans epidemiologi. [Lihat sumber Disini - who.int]
Peran Promosi Kesehatan dan Sanitasi Lingkungan
Promosi kesehatan lingkungan berperan penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan, termasuk edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Studi menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan praktik PHBS berkontribusi signifikan dalam mengurangi kejadian penyakit berbasis lingkungan. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]
Sanitasi lingkungan yang baik, seperti pengelolaan limbah yang benar, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta pengendalian vektor, akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan menurunkan risiko paparan patogen. Peran kader kesehatan dan sistem komunitas juga sangat penting untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]
Kesimpulan
Penyakit berbasis lingkungan merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kondisi hidup manusia. Interaksi kompleks antara faktor fisik, kimia, biologis, sosial, dan perilaku menentukan tingkat risiko dan kejadian penyakit tersebut. Lingkungan yang berkualitas buruk meningkatkan risiko penyakit akut dan kronik, sementara upaya perbaikan lingkungan, peningkatan perilaku hidup bersih, serta program promosi kesehatan memiliki peran sentral dalam pencegahannya. Pendidikan masyarakat, regulasi lingkungan yang ketat, dan perbaikan infrastruktur sanitasi bukan hanya strategi kesehatan, tetapi investasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat luas.