Terakhir diperbarui: 02 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 2 December). Sistem Informasi Logistik: Definisi dan Perannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sistem-informasi-logistik-definisi-dan-perannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sistem Informasi Logistik: Definisi dan Perannya - SumberAjar.com

Sistem Informasi Logistik: Definisi dan Perannya

Pendahuluan

Di era modern saat ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar pada berbagai sektor industri, termasuk logistik dan manajemen rantai pasok. Aktivitas logistik,mulai dari pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengiriman barang,memerlukan koordinasi yang kompleks dan akurat. Bila dilakukan secara manual atau tradisional, risiko human error, ketidaktepatan data, keterlambatan proses, dan inefisiensi menjadi lebih besar. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak perusahaan dan organisasi beralih menggunakan solusi berbasis sistem informasi untuk mendukung operasi logistik mereka. Salah satu bentuk solusi tersebut adalah Sistem Informasi Logistik (SIL).

Sistem ini memungkinkan pengelolaan alur informasi dan barang secara lebih terstruktur, real-time, dan terintegrasi, berbeda jauh dibanding metode manual. Artikel ini akan menjelaskan definisi Sistem Informasi Logistik secara komprehensif (umum, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan menurut para ahli), serta menggali peran penting SIL dalam praktik logistik modern.


Definisi Sistem Informasi Logistik

Definisi Sistem Informasi Logistik Secara Umum

Secara umum, Sistem Informasi Logistik adalah sebuah sistem, biasanya berbasis teknologi informasi, yang dirancang untuk mengelola dan mengintegrasikan seluruh alur informasi dalam proses logistik. Hal ini mencakup aliran barang, data inventaris, pencatatan masuk-keluar barang, pelacakan distribusi, serta komunikasi antar bagian (seperti gudang, distribusi, dan operasional). Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan efektivitas proses logistik. [Lihat sumber Disini - mobitech.id]

Dalam banyak implementasi, SIL memungkinkan perusahaan memantau stok barang secara real-time, mempercepat proses input/perubahan data barang, serta memudahkan pembuatan laporan dan analisis pergerakan stok barang. Contohnya, penelitian terhadap toko bangunan menunjukkan bahwa penerapan Sistem Informasi Logistik membantu mengatasi ketidaksesuaian stok fisik dengan data, serta memudahkan pelaporan dan pelacakan inventory secara cepat dan tepat. [Lihat sumber Disini - jurnal.kdi.or.id]

Definisi Sistem Informasi Logistik dalam KBBI

Istilah “sistem informasi logistik” secara khusus tidak secara eksplisit tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai frasa tunggal. Namun, jika dipisahkan, “sistem informasi” dan “logistik” memiliki arti:

  • “Sistem informasi”, mekanisme atau rangkaian prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi.
  • “Logistik”, kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian arus barang dan/atau jasa dari titik asal ke titik tujuan, untuk memenuhi kebutuhan.

Dengan menggabungkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks umum, Sistem Informasi Logistik merujuk pada sistem untuk mengelola informasi terkait aktivitas logistik, mulai dari pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengiriman barang.

Meskipun frasa “sistem informasi logistik” jarang muncul secara eksplisit sebagai entri di KBBI, istilah ini lazim digunakan dalam literatur akademik dan praktik manajemen logistik modern untuk menyiratkan integrasi antara TI dan operasional logistik.

Definisi Sistem Informasi Logistik Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi menurut literatur atau penelitian akademik:

  • Dalam artikel “Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen pada Kegiatan Logistik di Indonesia” oleh Syehan Sasmito Muslim, Nurcahyo Ageng Wibowo, dan Faris Nofandi (2021), disebut bahwa sistem informasi merupakan perangkat yang digunakan organisasi untuk memanajemen data atau informasi, dan dalam konteks logistik, sistem informasi merepresentasikan keseluruhan aktivitas logistik untuk memperlancar proses logistik serta pengambilan informasi dengan cepat dan akurat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.pip-semarang.ac.id]
  • Dalam penelitian “Pengembangan Sistem Informasi Logistik ‘Inventory Management’ Untuk Mendukung Pembelajaran” oleh Bambang Istiyanto Sunaryo dkk. (2021): diartikan bahwa SIL dalam bentuk sistem pergudangan/inventarisasi barang membantu monitoring persediaan barang di gudang secara efektif dan efisien, serta menyediakan database barang yang bisa diakses bila diperlukan, menggambarkan bahwa SIL memiliki fungsi sebagai media pencatatan dan kontrol persediaan. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltradabali.ac.id]
  • Berdasarkan artikel “Sistem Informasi Logistik Kargo Menggunakan Metode Agile (Extreme Programming) di PT. XYZ” oleh Hendra Hendriana, Tuti Rohayati, dan Dadan Mulyana (2025), didefinisikan SIL sebagai sistem informasi yang mampu mengelola aspek-aspek operasional logistik seperti waybill, tarif, manifest, pelacakan pengiriman, dan pelaporan secara terintegrasi, sehingga mendukung manajemen logistik kargo (cargo logistics) dengan lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan. [Lihat sumber Disini - ojs.unigal.ac.id]
  • Secara konseptual dan dari perspektif supply-chain/informasi modern, SIL juga dipahami sebagai bagian dari kerangka kerja yang memungkinkan koordinasi aliran material dan informasi dalam rantai pasokan. Dalam literatur internasional, sistem informasi logistik dianggap sebagai seperangkat proses & teknologi untuk mengelola aliran material dan informasi dalam supply chain. Meskipun definisi spesifik bisa berbeda tergantung konteks, inti definisinya tetap pada integrasi data dan aliran barang melalui TI. [Lihat sumber Disini - mobitech.id]

Berdasarkan definisi dari para ahli/pelaku riset di atas, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Logistik bukan sekadar software inventaris,melainkan sistem menyeluruh yang mencakup pencatatan, pelacakan, pengendalian, dan integrasi informasi serta proses logistik.


Peran dan Fungsi Sistem Informasi Logistik

Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi Operasional

Salah satu peran utama SIL adalah meningkatkan efisiensi operasional. Proses manual dalam logistik sering rentan terhadap kesalahan input data, kehilangan data, duplikasi, serta perlambatan proses. Dengan SIL, input, edit, penghapusan, dan pencarian data barang menjadi jauh lebih cepat dan akurat. Sebagai contoh, studi pada toko bangunan menunjukkan bahwa implementasi SIL mengatasi ketidaksesuaian stok, memudahkan pengelolaan stok barang, pelacakan masuk-keluar barang, dan pembuatan laporan stok dengan lebih tepat waktu. [Lihat sumber Disini - jurnal.kdi.or.id]

Selain itu, pada sistem logistk kargo, SIL membantu mengelola waybill, tarif, manifest, dan pelaporan secara terintegrasi; hal ini mempercepat proses tracking dan mengurangi potensi data error. [Lihat sumber Disini - ojs.unigal.ac.id]

Mendukung Transparansi dan Visibilitas Rantai Pasok

Dengan SIL, perusahaan mampu memiliki visibilitas real-time terhadap alur barang dan data logistik, dari pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi. Hal ini sangat penting terutama untuk perusahaan besar atau yang memiliki rantai distribusi kompleks (multi-gudang, distribusi regional, dll).

Sebuah studi pada perusahaan distribusi barang menunjukkan bahwa sistem informasi supply chain berbasis web memungkinkan pengajuan, pengambilan, pengembalian, hingga pelaporan distribusi barang secara real-time. Hal ini membantu menghindari data ganda, keterlambatan pencatatan, serta rendahnya transparansi pelacakan barang yang umum terjadi pada metode manual. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]

Transparansi ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan internal, tetapi juga bagi pelanggan, terutama jika sistem memungkinkan pelacakan pengiriman atau status barang secara online (tracking).

Mendukung Pengambilan Keputusan dan Manajemen Persediaan

Karena SIL menghasilkan data logistik secara sistematis dan terstruktur, manajer atau pemangku keputusan dapat menggunakan data tersebut untuk analisis persediaan, perencanaan pengadaan, manajemen stok, forecasting kebutuhan, dan perencanaan distribusi. Dengan demikian, perencanaan operasional menjadi lebih baik, respons terhadap permintaan bisa lebih cepat, dan risiko kekurangan atau kelebihan stok bisa diminimalkan.

Selain itu, integrasi data memungkinkan sistem SIL terhubung dengan sistem lain seperti sistem akuntansi, manajemen gudang, atau sistem supply-chain, sehingga seluruh aspek operasional perusahaan dapat saling mendukung secara holistik. [Lihat sumber Disini - jurnal.kdi.or.id]

Mendukung Digitalisasi dan Modernisasi Operasional (Era Industri 4.0)

Dalam konteks transformasi digital dan era Industri 4.0, penggunaan SIL menjadi langkah strategis bagi perusahaan/logistik untuk tetap kompetitif. Implementasi SIL membantu perusahaan beralih dari metode manual atau semi-manual ke metode otomatis dan real-time, sehingga operasional bisa berjalan lebih fleksibel, terukur, dan adaptif terhadap perubahan pasar. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa digitalisasi logistik melalui SIL memberi perusahaan keunggulan dalam efisiensi, kecepatan layanan, serta meningkatkan daya saing di pasar. [Lihat sumber Disini - vm36.upi.edu]

Contoh nyata adalah pada perusahaan penyedia jasa logistik ekspor-impor di Indonesia yang merancang sistem manajemen logistik berbasis web agar proses pemesanan layanan, pelacakan pengiriman, dan interaksi dengan customer menjadi lebih mudah, cepat, dan menarik bagi pelanggan. [Lihat sumber Disini - corisindo.stikom-bali.ac.id]

Mengurangi Risiko Human Error dan Overhead Administratif

Dengan sistem informasi yang terotomatisasi, banyak proses yang dulunya membutuhkan entri manual,sekali pun data gudang sederhana,dapat digantikan dengan sistem, sehingga menurunkan risiko kesalahan manusia (human error), kehilangan data, atau redundansi data.

Lebih jauh, SIL juga mengurangi beban administratif pada staf,karena tidak perlu lagi mencatat secara manual, membuat laporan fisik, atau mengecek stok secara manual setiap saat. Dengan demikian, staf bisa lebih fokus pada tugas strategis lainnya. Studi implementasi SIL pada berbagai jenis organisasi menunjukkan manfaat signifikan dalam mengurangi overhead administratif serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan proses logistik. [Lihat sumber Disini - ejurnal.pip-semarang.ac.id]


Tantangan dan Pertimbangan dalam Penerapan Sistem Informasi Logistik

Meskipun banyak keuntungan, penerapan SIL tidak tanpa tantangan. Berikut beberapa pertimbangan penting:

  • Kebutuhan sumber daya dan infrastruktur, Perusahaan harus memiliki infrastruktur TI seperti server, database, jaringan, dan SDM yang mampu mengelola sistem. Tanpa itu, implementasi SIL bisa kurang optimal. Banyak riset yang mengembangkan SIL menggunakan metode berbasis Web (PHP/MySQL atau framework modern) untuk memudahkan akses dan kontrol terpusat. [Lihat sumber Disini - ojs.unigal.ac.id]
  • Kendala digitalisasi bagi perusahaan tradisional, Bagi perusahaan kecil atau yang terbiasa dengan metode manual, migrasi ke SIL memerlukan adaptasi, pelatihan staf, dan perubahan mindset.
  • Integrasi dengan sistem lain, Agar SIL benar-benar efektif, seringkali diperlukan integrasi dengan sistem lain (akuntansi, manajemen gudang, supply-chain, distribusi). Integrasi ini kadang rumit, terutama bila sistem berbeda teknologi atau tidak kompatibel.
  • Keamanan data dan privasi, Dengan data yang tersentralisasi dan akses berbasis sistem, perusahaan harus memastikan keamanan data agar tidak bocor atau disalahgunakan. Terlebih untuk sistem logistik kargo atau distribusi publik, informasi pengiriman atau data pelanggan sensitif bisa menjadi target. Hal ini menjadi lebih penting di era digital. Studi literatur internasional menunjukkan bahwa aspek teknis seperti traceability dan privasi perlu diperhatikan dalam desain sistem informasi logistik modern. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]

Manfaat Nyata Sistem Informasi Logistik, Kasus & Temuan Riset

Berikut beberapa temuan riset dan implementasi nyata yang menunjukkan manfaat SIL dalam praktik:

  • Penelitian pada toko bangunan: penggunaan SIL berbasis komputer menggantikan pencatatan manual, sehingga stok barang dapat dikelola lebih efisien, pencatatan masuk/keluar barang lebih akurat, dan laporan stok tersedia secara cepat. [Lihat sumber Disini - jurnal.kdi.or.id]
  • Penelitian pengembangan sistem informasi logistik “inventory management” di institusi pendidikan (gudang barang), dimana sistem membantu monitoring persediaan barang di gudang secara efektif dan efisien, serta menyimpan data barang dalam database untuk keperluan masa depan. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltradabali.ac.id]
  • Implementasi sistem manajemen logistik kargo di perusahaan jasa logistik menggunakan metode pengembangan modern (misalnya Agile), dengan fitur untuk mengelola waybill, manifest, tarif, pelacakan, dan pelaporan, menghasilkan proses lebih cepat, terintegrasi, dan minim kesalahan. [Lihat sumber Disini - ojs.unigal.ac.id]
  • Penerapan SIL dalam supply chain / distribusi barang berbasis web menunjukkan sistem mampu mendukung operasional mulai dari pengajuan, pengambilan, distribusi, hingga pelaporan secara real-time, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]

Secara keseluruhan, riset menunjukkan bahwa penerapan SIL berdampak positif terhadap kecepatan, akurasi, efisiensi, transparansi, dan efektivitas operasional logistik, membuatnya menjadi fondasi penting dalam logistik modern.


Kesimpulan

Sistem Informasi Logistik (SIL) merupakan komponen esensial dalam praktik logistik modern, sebuah sistem berbasis teknologi informasi yang mengelola dan mengintegrasikan alur informasi dan barang dalam proses logistik. Definisinya meliputi aspek umum (manajemen informasi logistik), interpretasi konseptual, dan perspektif akademik/riset.

Peran SIL sangat beragam dan penting: dari meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional, mendukung visibilitas dan transparansi rantai pasok, mendukung pengambilan keputusan dan manajemen persediaan, mempercepat digitalisasi operasional, hingga mengurangi risiko human error dan beban administratif.

Meskipun penerapan SIL membawa banyak manfaat, ada pula tantangan yang perlu diperhatikan seperti kebutuhan infrastruktur TI, adaptasi organisasi, integrasi sistem, serta aspek keamanan dan privasi data.

Dengan kemajuan transformasi digital dan meningkatnya kompleksitas rantai pasok, baik di sektor manufaktur, distribusi, maupun logistik, penerapan Sistem Informasi Logistik menjadi semakin relevan dan strategis. Oleh karena itu, bagi perusahaan maupun organisasi yang bergerak di bidang logistik, mengadopsi SIL bukan lagi sekadar opsi, tetapi kebutuhan untuk tetap kompetitif, responsif, dan efisien di era modern.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sistem Informasi Logistik adalah sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mengelola alur barang, data inventaris, distribusi, dan seluruh proses logistik secara terintegrasi agar lebih efisien, akurat, dan transparan.

Fungsi utama Sistem Informasi Logistik meliputi pengelolaan stok, pelacakan barang, pencatatan masuk–keluar barang, pengelolaan distribusi, pemantauan persediaan secara real-time, serta mendukung pembuatan laporan dan pengambilan keputusan.

Manfaatnya mencakup peningkatan efisiensi operasional, akurasi data, transparansi rantai pasok, percepatan digitalisasi, pengurangan kesalahan manual, dan mendukung perencanaan logistik melalui data yang lebih terstruktur.

Sistem ini dibutuhkan oleh perusahaan logistik, distributor, gudang, manufaktur, retail, serta organisasi yang mengelola persediaan dan distribusi barang dalam jumlah besar atau kompleks.

Ya. Sistem Informasi Logistik mendukung transformasi digital dengan mengubah proses manual menjadi otomatis, menyediakan data real-time, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan membantu perusahaan beradaptasi dengan tuntutan industri modern.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Logistik Penelitian: Pengertian, Peran, dan Contoh Logistik Penelitian: Pengertian, Peran, dan Contoh Regresi Logistik: Pengertian dan Aplikasinya Regresi Logistik: Pengertian dan Aplikasinya SPK Pemilihan Supplier Logistik SPK Pemilihan Supplier Logistik Sistem Web Pelacakan Pengiriman Barang Sistem Web Pelacakan Pengiriman Barang Sistem Informasi Pengiriman Barang Sistem Informasi Pengiriman Barang Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Arsitektur Sistem & Patterns Modern Arsitektur Sistem & Patterns Modern Faktor yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Faktor yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Sistem Informasi Klinik: Proses, Modul, dan Contoh Sistem Informasi Klinik: Proses, Modul, dan Contoh Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem Kesiapsiagaan Bencana Kesehatan Kesiapsiagaan Bencana Kesehatan Sistem Informasi Produksi: Pengertian dan Penerapannya Sistem Informasi Produksi: Pengertian dan Penerapannya Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…