Terakhir diperbarui: 02 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 January). Work Engagement: Definisi, Ciri, dan Cara Meningkatkannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/work-engagement-definisi-ciri-dan-cara-meningkatkannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Work Engagement: Definisi, Ciri, dan Cara Meningkatkannya - SumberAjar.com

Work Engagement: Definisi, Ciri, dan Cara Meningkatkannya

Pendahuluan

Work Engagement merupakan salah satu konsep kunci dalam psikologi organisasi dan manajemen sumber daya manusia yang saat ini menjadi fokus penting dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan tuntutan kerja yang kompleks, organisasi dituntut memiliki tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga terlibat secara psikologis dan emosional dalam pekerjaan mereka. Work engagement muncul sebagai kondisi mental positif yang memungkinkan individu untuk memberikan energi, dedikasi, dan konsentrasi maksimal terhadap tugas-tugasnya, sehingga menciptakan kontribusi maksimal bagi pencapaian tujuan organisasi. Bagi organisasi modern, memahami work engagement bukan hanya penting untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Pemahaman yang komprehensif tentang definisi, dimensi, ciri, faktor penentu, dampak, dan strategi peningkatannya sangat penting bagi pengembangan praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif dan berkelanjutan.


Definisi Work Engagement

Definisi Work Engagement Secara Umum

Work engagement umumnya dipahami sebagai kondisi psikologis positif yang dialami oleh individu dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam banyak penelitian akademik, work engagement dijelaskan sebagai keadaan pikiran yang positif, bersemangat, serta pengalaman keterikatan yang mendalam terhadap pekerjaan, di mana individu merasa energik, tertarik, dan tertarik secara emosional dan kognitif terhadap pekerjaannya. Konsep ini menekankan keterlibatan penuh dalam peran kerja, bukan sekadar kehadiran fisik atau pemenuhan tugas minimum. Penelitian organisasi modern menunjukkan bahwa work engagement merupakan landasan penting bagi produktivitas individu dan tim, serta berkorelasi kuat dengan berbagai hasil positif seperti kepuasan kerja dan kinerja tinggi organisasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Work Engagement dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah engagement dalam konteks pekerjaan dapat diartikan sebagai keterikatan atau keterlibatan kerja, yaitu keadaan di mana seorang pekerja merasa terikat secara emosional, berkomitmen secara intelektual, dan termotivasi secara penuh terhadap pekerjaannya dan organisasi tempat ia bekerja. Definisi ini mencerminkan aspek psikologis dan emosional keterlibatan karyawan sebagai bagian tidak terpisahkan dari terminologi work engagement. (KBBI, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Work Engagement Menurut Para Ahli

  1. Kahn (1990) mengonseptualisasikan work engagement sebagai keterlibatan anggota organisasi dalam peran kerja mereka secara fisik, emosional, dan kognitif, di mana individu mengekspresikan dirinya sepenuhnya selama menjalankan tugasnya. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  2. Schaufeli & Bakker (2002, 2010) mendefinisikan work engagement sebagai keadaan mental positif terkait pekerjaan yang dicirikan oleh vigor (semangat), dedication (dedikasi), dan absorption (terserap penuh dalam pekerjaan). [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Lockwood (2007) menyatakan work engagement sebagai keterikatan emosional dan intelektual antara individu dengan pekerjaannya, yang menghasilkan motivasi tinggi untuk mencapai hasil terbaik organisasi. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

  4. Robinson et al. (2004) melihat work engagement sebagai sikap positif terhadap pekerjaan yang mencakup komitmen, antusiasme, dan energi tinggi, yang mendorong kontribusi luar biasa dalam pekerjaan. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]


Dimensi Work Engagement

Work engagement terdiri dari tiga dimensi utama yang diakui secara luas dalam literatur ilmiah: vigor, dedication, dan absorption. Dimensi-dimensi ini biasanya diukur melalui Utrecht Work Engagement Scale (UWES) yang banyak digunakan dalam penelitian psikologi organisasi.

  1. Vigor (Semangat Energi Tinggi)

    Dimensi vigor mencerminkan tingkat energi dan ketahanan mental yang tinggi saat bekerja, kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi tekanan, serta keinginan kuat untuk menginvestasikan usaha maksimal pada pekerjaan. Individu dengan vigor tinggi menunjukkan stamina dan daya tahan psikologis yang kuat dalam mengatasi tugas-tugas pekerjaan. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]

  2. Dedication (Dedikasi dan Makna)

    Dedication mencakup rasa keterlibatan yang mendalam terhadap pekerjaan, termasuk antusiasme, inspirasi, kebanggaan, dan tantangan yang dirasakan. Karyawan yang tinggi dalam dedication melihat pekerjaannya sebagai sesuatu yang bermakna secara pribadi dan profesional. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]

  3. Absorption (Terserap Penuh dalam Pekerjaan)

    Dimensi ini menggambarkan konsentrasi tinggi dan keterlibatan penuh dalam tugas pekerjaan, sehingga waktu terasa cepat berlalu dan individu merasa sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan. Absorption menunjukkan perasaan asyik dan fokus pada tugas yang dilakukan. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]


Ciri-Ciri Individu dengan Work Engagement Tinggi

Individu yang memiliki tingkat work engagement tinggi biasanya menunjukkan sejumlah ciri khas dalam perilaku dan pengalaman kerja mereka:

  1. Energi dan Ketahanan Tinggi, Mereka menunjukkan energi tinggi dalam menyelesaikan tugas, bahkan ketika menghadapi tantangan pekerjaan. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]

  2. Dedikasi dan Komitmen Kuat, Individu ini merasa pekerjaannya penting dan bermakna, serta menunjukkan kebanggaan dan antusiasme secara konsisten. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]

  3. Konsentrasi dan Fokus Penuh, Mereka mampu menghabiskan waktu bekerja dengan fokus penuh tanpa mudah terdistraksi. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]

  4. Motivasi Intrinsik Tinggi, Individu dengan work engagement tinggi melakukan pekerjaan bukan hanya karena tuntutan eksternal, tetapi karena motivasi internal untuk mencapai hasil yang terbaik. [Lihat sumber Disini - wilmarschaufeli.nl]

  5. Responsif terhadap Umpan Balik, Mereka menerima tantangan dan umpan balik konstruktif dengan terbuka dan melihatnya sebagai kesempatan pengembangan. [Lihat sumber Disini - journal.ibs.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Work Engagement

Banyak penelitian menunjukkan bahwa work engagement dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari individu maupun lingkungan organisasi. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi work engagement antara lain:

  1. Job Resources, Faktor seperti dukungan sosial, umpan balik kinerja, otonomi kerja, peluang pembelajaran, dan variabilitas tugas memiliki hubungan positif dengan work engagement. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Kepemimpinan Transformasional, Gaya kepemimpinan yang menginspirasi dan memberikan dukungan telah terbukti memengaruhi peningkatan work engagement karyawan. [Lihat sumber Disini - repository.unissula.ac.id]

  3. Kompensasi dan Reward, Penghargaan, baik finansial maupun non-finansial, dapat meningkatkan persepsi keadilan dan keterlibatan kerja. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  4. Kondisi Kerja dan Lingkungan Organisasi, Lingkungan kerja yang adil, aman, dan mendukung hubungan kerja positif dapat meningkatkan work engagement. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  5. Faktor Individu, Termasuk pengalaman kerja, sikap kerja, nilai pribadi, dan kecocokan personal terhadap nilai organisasi dapat memengaruhi tingkat keterlibatan kerja. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]


Dampak Work Engagement terhadap Kinerja

Work engagement memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja individu dan organisasi:

  1. Peningkatan Kinerja Karyawan, Karyawan yang engaged cenderung menunjukkan kualitas kerja yang tinggi, produktivitas lebih baik, serta kemampuan menyelesaikan tugas secara efektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.uniramalang.ac.id]

  2. Kepuasan Kerja dan Loyalitas, Tingkat keterlibatan yang tinggi berkaitan positif dengan kepuasan kerja serta loyalitas terhadap organisasi. [Lihat sumber Disini - acr-journal.com]

  3. Inovasi dan Kreativitas, Individu yang engaged sering menunjukkan lebih banyak inisiatif kreatif dan adaptif dalam menyelesaikan tugas. [Lihat sumber Disini - jurnal.polban.ac.id]

  4. Kurangnya Absensi dan Turnover, Karyawan yang engaged cenderung memiliki tingkat absensi yang rendah dan lebih kecil kemungkinan untuk keluar dari organisasi. [Lihat sumber Disini - acr-journal.com]

  5. Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan, Dalam organisasi layanan, keterlibatan kerja tinggi dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang berdampak pada kepuasan pelanggan. [Lihat sumber Disini - jurnal.polban.ac.id]


Strategi Meningkatkan Work Engagement

Untuk meningkatkan work engagement secara efektif, organisasi dapat menerapkan berbagai strategi berbasis bukti:

  1. Meningkatkan Job Resources

    Memberikan akses kepada karyawan terhadap sumber daya pekerjaan yang memadai, seperti pelatihan, umpan balik positif, serta dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Menerapkan Kepemimpinan yang Mendukung

    Kepemimpinan transformasional yang menginspirasi, memberikan dukungan, dan komunikasi yang terbuka dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. [Lihat sumber Disini - repository.unissula.ac.id]

  3. Pengembangan Karir dan Pembelajaran Berkelanjutan

    Menyediakan peluang pengembangan kompetensi dan perencanaan karir dapat membuat karyawan merasa dihargai dan bermakna. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Kompensasi dan Penghargaan yang Adil

    Memberikan sistem penghargaan yang adil serta transparan menciptakan rasa keadilan dan motivasi yang lebih besar dalam bekerja. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  5. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

    Lingkungan kerja yang aman, adil, inklusif, dan penuh dukungan sosial dapat meningkatkan keterlibatan serta kesejahteraan karyawan. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  6. Pemberdayaan Karyawan

    Memberikan otonomi kerja, kesempatan untuk mengambil inisiatif, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan dapat meningkatkan rasa memiliki dan komitmen. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Work engagement merupakan kondisi psikologis yang positif dan dinamis, ditandai oleh energi tinggi, dedikasi, dan keterlibatan penuh dalam pekerjaan. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan motivasi individu, tetapi juga mempengaruhi berbagai aspek kinerja organisasi seperti produktivitas, inovasi, kepuasan kerja, dan loyalitas karyawan. Secara umum, work engagement dipengaruhi oleh faktor internal karyawan dan faktor eksternal organisasi, termasuk sumber daya pekerjaan, gaya kepemimpinan, kondisi kerja, dan sistem penghargaan. Strategi peningkatan work engagement harus bersifat sistemik dan berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan sumber daya kerja, dukungan pemimpin, pengembangan karir, serta penciptaan lingkungan kerja yang positif. Melalui upaya yang terencana dan konsisten, organisasi dapat mencapai kinerja tinggi yang berkelanjutan dengan basis tenaga kerja yang terlibat secara penuh dalam pekerjaannya.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Work engagement adalah kondisi psikologis positif yang ditandai oleh semangat, dedikasi, dan keterlibatan penuh individu dalam pekerjaannya, sehingga mendorong kinerja optimal dan kontribusi maksimal bagi organisasi.

Dimensi utama work engagement terdiri dari vigor (energi dan ketahanan mental), dedication (rasa makna, antusiasme, dan kebanggaan terhadap pekerjaan), serta absorption (keterlibatan penuh dan fokus tinggi saat bekerja).

Work engagement penting karena berhubungan langsung dengan peningkatan kinerja, kepuasan kerja, loyalitas karyawan, kreativitas, serta penurunan tingkat absensi dan turnover dalam organisasi.

Work engagement dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sumber daya pekerjaan, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, sistem penghargaan, dukungan organisasi, serta karakteristik dan motivasi individu.

Work engagement dapat ditingkatkan melalui penyediaan sumber daya kerja yang memadai, kepemimpinan yang suportif, pengembangan karir, pemberian penghargaan yang adil, lingkungan kerja yang positif, serta pemberdayaan karyawan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Academic Engagement: Konsep dan Determinan Academic Engagement: Konsep dan Determinan Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Argumentasi Ilmiah: Ciri, Struktur, dan Contohnya Argumentasi Ilmiah: Ciri, Struktur, dan Contohnya Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Wawancara Mendalam: Ciri, Fungsi, dan Contoh Wawancara Mendalam: Ciri, Fungsi, dan Contoh Strategi Peningkatan Minat Belajar Siswa Strategi Peningkatan Minat Belajar Siswa Argumentatif: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penulisan Ilmiah Argumentatif: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penulisan Ilmiah Holistik: Definisi, Ciri, dan Contoh Pendekatan Ilmiah Holistik: Definisi, Ciri, dan Contoh Pendekatan Ilmiah Jurnal Nasional: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Dunia Akademik Jurnal Nasional: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Dunia Akademik Penalaran Ilmiah: Ciri, Langkah, dan Contoh Penalaran Ilmiah: Ciri, Langkah, dan Contoh Gejala Penelitian: Definisi, Ciri, dan Contoh Ilmiah Gejala Penelitian: Definisi, Ciri, dan Contoh Ilmiah Argument Logis: Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Argument Logis: Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Deduktif dan Induktif: Perbedaan, Ciri, dan Contoh dalam Penalaran Deduktif dan Induktif: Perbedaan, Ciri, dan Contoh dalam Penalaran Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Fenomenologi: Definisi, Ciri, dan Contoh Penelitian Fenomenologi: Definisi, Ciri, dan Contoh Penelitian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…