
Academic Engagement: Konsep dan Determinan
Academic engagement adalah tingkat keterlibatan aktif siswa atau mahasiswa dalam proses pembelajaran yang mencakup aspek perilaku, emosional, dan kognitif untuk mencapai tujuan akademik. Keterlibatan ini tercermin melalui partisipasi aktif, motivasi belajar, serta investasi mental dalam memahami materi.
Pendahuluan
Proses pembelajaran yang efektif tidak hanya ditentukan oleh materi dan metode pengajaran, tetapi juga oleh sejauh mana siswa atau mahasiswa berketerlibat aktif dalam kegiatan akademik. Keterlibatan akademik (academic engagement) menjadi salah satu konstruk utama yang dipelajari dalam riset pendidikan karena keterkaitan kuatnya dengan hasil belajar, motivasi, dan keberhasilan akademik secara umum. Kondisi di mana siswa menunjukkan tingginya keterlibatan dalam kegiatan belajar mencerminkan suasana pembelajaran yang dinamis, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan. Dalam konteks transformasi pendidikan abad 21, memahami academic engagement menjadi sangat penting karena hal ini dapat membantu pendidik merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pada keterlibatan siswa sebagai aktor utama dalam pembelajaran mereka sendiri.
Definisi Academic Engagement
Definisi Academic Engagement Secara Umum
Academic engagement atau keterlibatan akademik merupakan konsep yang menunjuk pada tingkat partisipasi, usaha, dan komitmen siswa atau mahasiswa dalam kegiatan akademik yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Secara umum, keterlibatan ini mencakup aspek perilaku, emosi, dan kognitif yang ditampilkan oleh peserta didik ketika mereka terlibat dalam proses belajar, seperti hadir aktif, berpartisipasi dalam diskusi, menunjukkan konsentrasi dan usaha memecahkan masalah, serta menunjukkan minat dan antusiasme dalam pembelajaran. Dalam sebuah studi yang dikumpulkan dari hasil analisis berbagai penelitian, keterlibatan akademik dikaitkan dengan partisipasi aktif individu dalam tugas pendidikan serta hubungan dengan sumber daya yang relevan untuk meningkatkan hasil belajar. [Lihat sumber Disini - files.eric.ed.gov]
Definisi Academic Engagement dalam KBBI
Istilah academic engagement belum secara eksplisit tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai entri formal, namun istilah “engagement” dapat diterjemahkan sebagai keterlibatan yang menunjukkan keadaan seseorang yang sangat terlibat atau berpartisipasi dalam sesuatu. Dalam konteks pendidikan, istilah “academic engagement” sering dipahami sebagai keterlibatan dalam kegiatan akademik secara aktif dan penuh komitmen, yang mencakup lintas variabel seperti perilaku positif, emosi positif, dan proses berpikir secara mendalam. Istilah ini juga sejalan dengan definisi keterlibatan dalam konteks psikologi pendidikan yang menunjukkan komitmen terhadap tugas akademik.
Definisi Academic Engagement Menurut Para Ahli
-
Fredricks, Blumenfeld, & Paris (2004)
Menurut Fredricks dan kolega, academic engagement terdiri dari tiga dimensi utama yakni behavioral engagement (keterlibatan perilaku aktif dalam proses pembelajaran), emotional engagement (respon emosional positif terhadap pembelajaran), dan cognitive engagement (investasi mental dalam memahami serta menguasai materi yang kompleks). [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
-
Trowler (2010)
Trowler memandang student engagement sebagai interaksi antara waktu, usaha, dan sumber daya lain yang meningkatkan hasil belajar yang diinginkan dalam konteks pendidikan serta apa yang dilakukan institusi untuk mendorong keterlibatan tersebut. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
-
Kuh et al. (2007)
Kuh dan rekan menyatakan student engagement sebagai waktu dan usaha yang dicurahkan siswa pada aktivitas yang telah terbukti berhubungan dengan hasil pendidikan yang diharapkan, termasuk peran institusi dalam memfasilitasi keterlibatan tersebut. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
-
Skinner & Belmont (1993)
Dalam perspektif psikologi pendidikan, siswa yang sangat engaged pada pembelajaran menunjukkan keterlibatan perilaku dan emosi yang tinggi, seperti konsentrasi, antusiasme, optimisme, dan ketekunan dalam tugas akademik. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
Mengapa Academic Engagement Penting dalam Pendidikan?
Academic engagement penting dalam pendidikan karena menjadi indikator utama kualitas proses belajar dan keberhasilan akademik peserta didik. Keterlibatan yang tinggi menunjukkan bahwa siswa tidak hanya hadir secara fisik di kelas, tetapi juga terlibat secara emosional dan kognitif dalam memahami materi pembelajaran.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki tingkat academic engagement tinggi cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih kuat, ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta prestasi akademik yang lebih baik. Keterlibatan ini juga berperan dalam mengurangi risiko kejenuhan belajar dan putus sekolah, karena siswa merasa memiliki keterhubungan dengan lingkungan belajar mereka.
Selain itu, dalam pendidikan abad ke-21, academic engagement menjadi fondasi penting dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pembelajaran mandiri. Oleh karena itu, upaya meningkatkan keterlibatan akademik bukan hanya tanggung jawab siswa, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pedagogis yang dirancang oleh pendidik dan institusi pendidikan.
Dimensi Academic Engagement
Academic engagement adalah konstruk multidimensi yang dapat dijelaskan melalui beberapa aspek utama yang menjelaskan bagaimana keterlibatan siswa muncul dan terlihat dalam pembelajaran:
1. Perilaku (Behavioral Engagement)
Dimensi ini berkaitan dengan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran, seperti hadir di kelas, ikut diskusi, menyelesaikan tugas, serta berinteraksi dengan instruktur atau teman sekelas. Perilaku ini juga mencakup kepatuhan terhadap aturan akademik dan keterlibatan dalam aktivitas akademik maupun non-akademik yang menunjang studi. Fredricks et al. menekankan bahwa perilaku siswa yang engaged termasuk keikutsertaan mereka dalam pembelajaran serta tidak adanya perilaku yang mengganggu. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]
2. Emosi (Emotional Engagement)
Dimensi emosional merujuk pada respon afektif siswa terhadap proses pembelajaran, seperti rasa tertarik, termotivasi, merasa memiliki atau terhubung dengan lingkungan kelas atau institusi pendidikan. Emosi positif seperti antusiasme, kepuasan dalam belajar, serta pengalaman emosional yang menyenangkan berkontribusi pada keterlibatan siswa secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]
3. Kognitif (Cognitive Engagement)
Aspek kognitif melibatkan investasi mental siswa dalam pemahaman materi secara mendalam, penggunaan strategi belajar efektif, serta usaha untuk mengatasi tantangan akademik yang kompleks. Dimensi ini menunjukkan usaha berpikir yang lebih tinggi untuk menginternalisasi konten pembelajaran dan berpikir kritis terhadap tugas akademik. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]
Beberapa model juga memperluas dimensi tersebut dengan melihat keterlibatan dalam konteks hubungan sosial dan nilai akademik dalam setting pendidikan tinggi. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
Faktor Internal Penentu Academic Engagement
Academic engagement tidak terjadi secara otomatis, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal yang berasal dari individu siswa itu sendiri. Faktor-faktor internal berikut ini memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana siswa terlibat dalam konteks akademik:
1. Motivasi Akademik
Motivasi internal merupakan kekuatan yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik cenderung menunjukkan usaha, antusiasme, serta keinginan untuk memahami materi secara lebih mendalam, yang semuanya terkait langsung dengan keterlibatan akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
2. Konsep Diri Akademik (Academic Self-Concept)
Pemahaman siswa tentang kemampuan akademiknya sendiri dapat memengaruhi sejauh mana mereka terlibat dalam tugas akademik. Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan academic self-concept yang kuat cenderung menunjukkan tingkat student engagement yang lebih tinggi karena mereka percaya pada kapabilitas mereka dalam mencapai tugas akademik. [Lihat sumber Disini - journal.maranatha.edu]
3. Efikasi Akademik (Academic Self-Efficacy)
Efikasi akademik berkaitan dengan keyakinan individu bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas akademik tertentu. Tingginya self-efficacy dikaitkan dengan peningkatan keterlibatan siswa, di mana siswa tersebut menunjukkan lebih banyak usaha dan ketekunan dalam pembelajaran mereka. [Lihat sumber Disini - eprints.unm.ac.id]
4. Personalitas dan Sikap Belajar
Aspek psikologis seperti trait kepribadian, kebiasaan belajar, serta kecenderungan menghadapi tantangan dapat memengaruhi keterlibatan siswa. Individu dengan kemampuan adaptif dalam belajar dan strategi mengatasi hambatan akademik umumnya lebih terlibat dalam proses belajar. [Lihat sumber Disini - repository.unair.ac.id]
Faktor internal ini saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap intensitas keterlibatan individu dalam pembelajaran.
Faktor Lingkungan dalam Academic Engagement
Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap sejauh mana siswa terlibat secara akademik. Faktor-faktor berikut memainkan peran eksternal yang signifikan:
1. Dukungan Guru dan Lingkungan Kelas
Hubungan positif antara guru dan siswa serta struktur kelas yang kondusif dapat menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Guru yang melibatkan siswa secara efektif melalui pertanyaan, umpan balik, serta pembelajaran interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
2. Keluarga dan Dukungan Sosial
Lingkungan keluarga yang mendukung proses belajar siswa, baik secara emosional maupun akademik, dapat memengaruhi keterlibatan siswa di sekolah. Dukungan orang tua adalah pendorong signifikan yang memberikan rasa aman dan motivasi bagi siswa dalam menghadapi tugas akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
3. Struktur Kurikulum dan Relevansi Materi
Kurikulum yang relevan dengan kebutuhan siswa dan dikemas secara kontekstual akan meningkatkan perhatian serta minat siswa terhadap topik pembelajaran. Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata cenderung membuat siswa lebih terlibat secara akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
4. Interaksi Teman Sebaya
Interaksi yang sehat dan kolaboratif antara siswa dengan teman sekelas meningkatkan rasa keterikatan dan rasa memiliki dalam komunitas akademik, yang pada gilirannya mendorong keterlibatan dalam tugas belajar dan proyek. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Academic Engagement dan Prestasi Belajar
Banyak studi empiris menegaskan bahwa academic engagement berkorelasi positif dengan prestasi akademik. Penelitian menunjukkan bahwa siswa atau mahasiswa yang menunjukkan keterlibatan akademik tinggi cenderung memiliki nilai dan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan mereka yang kurang engaged. Misalnya, hasil penelitian pada mahasiswa menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat student engagement dan prestasi akademik mereka. [Lihat sumber Disini - ojs.unm.ac.id]
Penelitian lain juga menegaskan bahwa semakin tinggi student engagement yang dimiliki siswa dalam sebuah mata pelajaran, semakin tinggi pula kemungkinan siswa mencapai prestasi yang diinginkan. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan akademik bukan hanya sekadar indikator partisipasi, tetapi juga merupakan prediktor penting bagi keberhasilan akademik. [Lihat sumber Disini - jurnal.syntaximperatif.co.id]
Academic Engagement dalam Konteks Pendidikan
Dalam praktik pendidikan saat ini, academic engagement menjadi fondasi utama untuk merancang strategi pedagogi yang efektif. Institusi pendidikan di berbagai tingkat (sekolah dasar hingga perguruan tinggi) semakin menekankan pentingnya keterlibatan siswa baik secara kognitif, emosional, maupun perilaku. Pada konteks pembelajaran daring maupun luring, keterlibatan akademik menjadi salah satu variabel penting untuk memastikan proses pembelajaran bermakna dan hasilnya optimal. [Lihat sumber Disini - irrodl.org]
Selain itu, peran pendidik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang memfasilitasi academic engagement, seperti memberikan tugas yang menantang, metode diskusi aktif, dan dukungan terhadap strategi belajar siswa. Fokus pada keterlibatan akademik membantu menciptakan learning culture yang berpusat pada siswa serta meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan siswa atas proses serta hasil belajarnya sendiri.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, academic engagement merupakan keterlibatan aktif siswa atau mahasiswa dalam proses pembelajaran yang mencakup dimensi perilaku, emosional, dan kognitif. Konsep ini menunjukkan sejauh mana peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan akademik dengan komitmen, usaha, dan fokus yang tinggi. Faktor internal seperti motivasi, self-concept, dan self-efficacy berperan penting dalam menentukan tingkat keterlibatan akademik, sementara faktor lingkungan seperti dukungan guru, keluarga, kurikulum, dan interaksi teman sekelas turut memengaruhi academic engagement. Keterlibatan akademik yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan prestasi belajar dan menjadi komponen penting dalam strategi pendidikan yang efektif pada berbagai tingkatan sistem pendidikan.