
Variabel Intervening: Pengertian dan Contoh
Pendahuluan
Dalam penelitian kuantitatif, pemahaman terhadap jenis-jenis variabel sangatlah penting untuk merancang model dan menginterpretasi hasil secara tepat. Salah satu variabel yang sering muncul namun kadang kurang dipahami secara mendalam adalah variabel intervening. Variabel ini berperan sebagai jembatan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen), membantu menjelaskan bagaimana atau mengapa hubungan antar variabel tersebut terjadi. Tanpa mengenali keberadaan dan peran variabel intervening, sebuah penelitian bisa saja menyimpulkan adanya hubungan langsung yang tampak signifikan, padahal sebenarnya mekanisme perantaranya belum terungkap. Artikel ini akan menguraikan definisi variabel intervening secara umum, dalam KBBI, menurut para ahli, lalu dilengkapi dengan contoh-konkrit, jenis, fungsi, cara analisis serta implikasi bagi penelitian.
Definisi Variabel Intervening
Definisi Variabel Intervening Secara Umum
Secara umum, variabel intervening adalah variabel yang berada “di tengah” antara variabel independen (penyebab) dan variabel dependen (akibat). Dengan kata lain, variabel bebas tidak langsung mempengaruhi variabel terikat melainkan pengaruh tersebut berjalan melalui variabel intervening. Sebuah artikel menyatakan bahwa: “Variabel intervening … berfungsi sebagai perantara atau mediator antara variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat).” [Lihat sumber Disini - tsurvey.id]
Di dalam banyak penelitian sosial atau manajemen, variabel intervening dipakai untuk memperjelas mekanisme hubungan sebab-akibat yang tersembunyi, misalnya kualitas layanan → kepuasan pelanggan → loyalitas pelanggan. [Lihat sumber Disini - tsurvey.id]
Dari uraian ini dapat dikatakan bahwa variabel intervening memberi nilai tambahan dalam model penelitian karena tidak hanya menanyakan “apakah ada pengaruh”, namun juga “melalui apa” pengaruh itu terjadi.
Definisi Variabel Intervening dalam KBBI
Untuk definisi resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mungkin tidak secara eksplisit menggunakan istilah “variabel intervening”. Namun, apabila kita analisis makna kata-kata dalam KBBI:
- “Variabel” diartikan sebagai unsur yang dapat berubah-ubah dan menjadi objek pengukuran dalam suatu penelitian atau kegiatan statistik.
- “Intervening” secara harfiah berarti yang “mengintervensi” atau menjembatani/penghubung.
Dengan demikian, secara terminologis, variabel intervening bisa ditafsirkan sebagai “variabel penyela/antara yang menjembatani hubungan variabel bebas dan variabel terikat”.
Meskipun KBBI belum mencantumkan frasa persis “variabel intervening”, penggunaan istilah ini dalam literatur metodologi penelitian sudah umum dan diterima banyak kalangan.
Definisi Variabel Intervening Menurut Para Ahli
Berikut adalah definisi variabel intervening menurut beberapa ahli dalam konteks penelitian kuantitatif:
- Sugiyono (2017:62) menyatakan: “Variabel intervening (Z) adalah variabel penyela/antara yang terletak di antara variabel bebas dan variabel terikat, sehingga variabel bebas tidak langsung mempengaruhi timbulnya atau berubahnya variabel terikat.” [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]
- Dalam sebuah artikel jurnal disebutkan bahwa: “Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.” [Lihat sumber Disini - eprints.ummetro.ac.id]
- Sebuah tinjauan metodologi menyampaikan bahwa variabel intervening (atau variabel mediasi) “menjelaskan proses atau mekanisme melalui mana variabel independen mempengaruhi variabel dependen.” [Lihat sumber Disini - jurnalistiqomah.org]
- Artikel edukasi menulis: “Variabel intervening … adalah variabel yang memengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.” [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
Dari definisi-ahli tersebut dapat dikompilasi bahwa ciri-ciri utama variabel intervening adalah:
- Terletak di antara variabel bebas dan terikat (antara X dan Y).
- Menjelaskan jalur pengaruh (proses) dari variabel bebas ke variabel terikat.
- Hubungan antara variabel bebas dan terikat menjadi tidak langsung (indirect effect) karena peran variabel intervening.
- Seringkali variabel ini bersifat konstruksi teori (hipotesis) yang mungkin sulit diukur langsung.
Peran, Jenis, dan Contoh Variabel Intervening
Peran Variabel Intervening dalam Penelitian
Variabel intervening memiliki beberapa fungsi penting dalam penelitian:
- Menjelaskan mekanisme pengaruh: Dengan memasukkan variabel intervening, peneliti dapat mengetahui “bagaimana” variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, bukan hanya “apakah”. Contoh: Pelatihan kerja → motivasi kerja → produktivitas.
- Mengungkap pengaruh tidak langsung (indirect effect): Terkadang pengaruh variabel bebas terhadap terikat tidak langsung tetapi melalui variabel intervening. Dengan demikian, model dengan intervening bisa menangkap jalur pengaruh yang lebih komprehensif. [Lihat sumber Disini - jurnalistiqomah.org]
- Meningkatkan validitas teoritis: Dengan mempertimbangkan variabel perantara, model penelitian menjadi lebih kaya secara teori dan lebih sesuai dengan realitas kompleks.
- Membantu dalam analisis statistik khusus: Analisis jalur (path analysis), mediasi, dan model struktural (SEM) memungkinkan pengujian peran variabel intervening. Contoh: penelitian menyebut bahwa analisis jalur digunakan untuk menguji variabel intervening. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
- Membuka implikasi kebijakan atau praktik: Jika variabel intervening diketahui, maka intervensi yang efektif bisa diarahkan pada variabel tersebut untuk memaksimalkan efek terhadap variabel terikat.
Jenis-Jenis Variabel Intervening
Dalam literatur metodologi, variabel intervening sering dikaitkan dengan dua konsep yang agak berbeda namun terkait: mediasi dan moderasi. Namun penting dicatat: meskipun istilah “variabel intervening” kadang digunakan secara sama dengan “variabel mediasi”, ada perbedaan konteks. Berikut ringkasannya:
- Variabel Mediasi (Mediator Variable): Variabel yang menjelaskan bagaimana atau mengapa pengaruh variabel bebas terhadap terikat terjadi. Model: X → M → Y. Contoh: Kualitas layanan → kepuasan pelanggan → loyalitas. [Lihat sumber Disini - tsurvey.id]
- Variabel Moderasi (Moderator Variable): Variabel yang mempengaruhi kekuatan atau arah hubungan antara variabel bebas dan terikat. Model: X → Y, namun hubungan ini berubah tergantung pada nilai variabel moderasi. Beberapa literatur mencantumkan bahwa variabel moderasi juga dikategorikan sebagai variabel intervening dalam pengertian luas (termasuk yang memperkuat/lemahkan). [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
- Beberapa sumber secara eksplisit membedakan bahwa variabel intervening “tidak langsung mempengaruhi”, berbeda dari moderator. Contoh: “Variabel intervening … mempengaruhi hubungan antar variabel independen dan dependen, namun variabel ini tidak bisa diamati dan diukur.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]
Dengan demikian, dalam penggunaannya praktis, variabel intervening bisa dikategorikan sebagai mediator; namun peneliti harus jelas dalam modelnya apakah yang diuji adalah mediasi atau moderator.
Contoh Variabel Intervening
Berikut beberapa contoh nyata penggunaan variabel intervening dalam penelitian, khususnya di konteks Indonesia:
- Penelitian “Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai…” (2023) di mana variabel intervening adalah motivasi kerja. Laporan menyebut: “Variabel intervening (variabel penghubung) adalah … motivasi.” [Lihat sumber Disini - jurnal.umitra.ac.id]
- Penelitian “Determinasi Faktor Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening” (2020) menyebut bahwa profitabilitas digunakan sebagai variabel intervening antara rasio keuangan dan nilai perusahaan. [Lihat sumber Disini - journals.stie-yai.ac.id]
- Penelitian dengan pendekatan metodologi menyebut bahwa: “Variabel intervening … merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.” [Lihat sumber Disini - eprints.ummetro.ac.id]
Sebagai contoh konkret sederhana: - Variabel independen (X): Kualitas layanan
- Variabel intervening (M): Kepuasan pelanggan
- Variabel dependen (Y): Loyalitas pelanggan
Di sini, kualitas layanan mempengaruhi kepuasan pelanggan, dan kepuasan pelanggan kemudian mempengaruhi loyalitas pelanggan , sehingga pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas berjalan melalui kepuasan sebagai intervening.
Contoh lain: Pelatihan kerja → motivasi kerja → produktivitas karyawan.
Dengan menyertakan variabel intervening, peneliti bisa menemukan bahwa pengaruh pelatihan terhadap produktivitas tidak sepenuhnya langsung, tetapi sebagian besar melalui motivasi kerja. Hal ini membantu merinci strategi intervensi (misalnya bukan hanya pelatihan, tapi bagaimana pelatihan meningkatkan motivasi).
Analisis Praktis dan Implikasi Penelitian
Bagaimana Menentukan dan Menguji Variabel Intervening
Beberapa langkah yang umum dilakukan oleh peneliti:
- Identifikasi hubungan teori: Peneliti harus menetapkan hipotesis bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel terikat melalui suatu variabel perantara yang logis secara teori.
- Pilih variabel intervening yang tepat: Variabel ini harus relevan dengan konteks penelitian, mempunyai dasar teori yang kuat, dan berpotensi menjelaskan jalur pengaruh.
- Model spesifikasi: Model penelitian akan mencakup jalur langsung X → Y dan jalur tidak langsung X → M → Y. Dengan demikian, data diolah untuk memeriksa pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung.
- Analisis statistik: Teknik yang sering digunakan antara lain analisis jalur (path analysis) atau Structural Equation Modeling (SEM). Beberapa literatur menyebut: menurut Ghozali (2013) analisis jalur digunakan untuk menguji variabel intervening. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
- Interpretasi hasil: Jika pengaruh melalui M signifikan, maka dapat ditarik bahwa variabel intervening memang memediasi hubungan X dan Y. Jika pengaruh langsung masih signifikan di samping jalur tidak langsung, maka disebut mediasi parsial; jika pengaruh langsung menjadi tidak signifikan saat jalur M dimasukkan, maka mediasi penuh (full mediation).
- Implikasi kebijakan atau praktik: Jika variabel intervening dijumpai signifikan, dari sisi praktis peneliti atau pengambil kebijakan dapat menargetkan variabel intervening sebagai fokus program agar efek terhadap Y meningkat.
Implikasi bagi Desain Penelitian
Penggunaan variabel intervening memberikan beberapa implikasi:
- Model penelitian menjadi lebih kompleks, namun lebih mendalam dalam menjelaskan fenomena.
- Kebutuhan data dan ukuran sampel mungkin lebih besar, karena jalur tidak langsung juga harus diuji.
- Analisis menjadi lebih rumit, karena peneliti harus memahami mediasi, jalur pengaruh, dan teknik analisis lanjutan.
- Interpretasi hasil harus hati-hati, karena meskipun variabel intervening signifikan, peneliti tetap tidak bisa langsung menyimpulkan sebab akibat mutlak tanpa mempertimbangkan desain penelitian dan asumsi statistik.
- Rekomendasi praktis bisa lebih tepat sasaran, karena peneliti bisa memberikan saran intervensi pada variabel perantara, bukan hanya variabel bebas atau langsung ke variabel terikat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, variabel intervening merupakan komponen penting dalam penelitian kuantitatif yang berfungsi sebagai jembatan antara variabel independen dan variabel dependen. Dengan memahami definisinya secara umum, menurut KBBI (secara terminologis), dan terutama menurut para ahli, peneliti mampu membangun model penelitian yang lebih kaya dan bermakna. Variabel intervening membantu menjelaskan mekanisme pengaruh, membuka jalur pengaruh tidak langsung, serta memperkuat validitas teoritis model. Dalam praktik penelitian, pemilihan variabel intervening yang tepat, desain model yang baik, dan analisis statistik yang cermat adalah kunci agar hasil penelitian bukan sekadar menemukan hubungan sederhana, tapi mengungkap bagaimana dan mengapa hubungan tersebut terjadi. Maka dari itu, bagi penelitian yang ingin mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang fenomena yang kompleks termasuk penelitian di bidang pendidikan, manajemen, kesehatan, sosial,pertimbangkan dengan serius untuk memasukkan variabel intervening.