Terakhir diperbarui: 27 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 7 January). Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/efisiensi-definisi-cara-mengukur-dan-contohnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya - SumberAjar.com

Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya

Pendahuluan

Dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari operasional perusahaan, organisasi publik, hingga aktivitas sehari-hari, istilah efisiensi sering muncul sebagai salah satu aspek penting yang diupayakan. Efisiensi berkaitan erat dengan penggunaan sumber daya: waktu, tenaga, biaya, maupun sumber daya lain secara optimal sehingga tujuan dapat dicapai tanpa pemborosan.

Pemahaman yang benar mengenai efisiensi, bagaimana cara mengukurnya, serta contoh penerapannya akan sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas, menghemat biaya, dan mengoptimalkan hasil. Oleh karena itu, artikel ini mengulas definisi efisiensi dari berbagai perspektif, bagaimana cara mengukurnya, serta contoh penerapan nyata dalam berbagai konteks.


Definisi Efisiensi

Definisi Efisiensi Secara Umum

Secara umum, efisiensi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai hasil maksimal dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin, baik itu waktu, tenaga, maupun biaya. Dalam konteks aktivitas manusia maupun organisasi, efisiensi menunjuk pada upaya melakukan pekerjaan atau kegiatan dengan tepat dan tidak boros.

Sebagai contoh dalam konteks produksi atau layanan, efisiensi menekankan pada “bagaimana menghasilkan output terbaik dengan input seminimal mungkin”, serta menghindari pemborosan dalam bentuk waktu, biaya, atau tenaga. [Lihat sumber Disini - gajihub.com]

Definisi Efisiensi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efisiensi didefinisikan sebagai: “ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya); kedayagunaan; ketepatgunaan; kesangkilan.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi lain dari KBBI menyebutkan bahwa efisiensi adalah “kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya)”. [Lihat sumber Disini - bizlab.co.id]

Dengan kata lain, menurut KBBI, efisiensi sangat menekankan pada penggunaan sumber daya secara hemat dan tepat, baik dari segi cara maupun hasil.

Definisi Efisiensi Menurut Para Ahli

Dalam literatur akademik dan riset, efisiensi mendapatkan definisi yang lebih terperinci, terutama ketika dikaitkan dengan output dan input dalam konteks organisasi, produksi, atau kebijakan publik. Berikut beberapa pendapat dari para ahli:

  • Mardiasmo dalam kerangka anggaran dan kinerja organisasi menyatakan bahwa efisiensi dapat diukur dengan membandingkan antara output yang dihasilkan terhadap input yang digunakan; sebuah kegiatan dianggap efisien apabila hasil dapat dicapai dengan sumber daya dan dana serendah-rendahnya. [Lihat sumber Disini - owner.polgan.ac.id]
  • Serdamayanti (2014:22) mendefinisikan efisiensi sebagai ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses, semakin hemat penggunaan sumber daya, maka semakin efisien suatu proses. [Lihat sumber Disini - ejurnal.undana.ac.id]
  • Pengukuran efisiensi dalam konteks ekonomi dan operasional sering merujuk pada dua pendekatan: efisiensi teknis dan efisiensi alokatif. Menurut pendekatan ini, efisiensi teknis menggambarkan kemampuan memperoleh output maksimal dari input, sedangkan efisiensi alokatif menggambarkan penggunaan input dengan proporsi yang optimal berdasarkan harga masing-masing input. Digabungkan, keduanya membentuk efisiensi ekonomis. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]
  • Dalam penelitian sektor publik atau organisasi, efisiensi diartikan sebagai penghematan penggunaan sumber daya dalam kegiatan organisasi, memaksimalkan daya guna sumber daya untuk memperoleh hasil yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - repository.unimal.ac.id]

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa efisiensi secara konseptual mencakup dua aspek utama: optimalisasi penggunaan sumber daya (hemat biaya, waktu, tenaga) dan pencapaian hasil secara maksimal dengan sumber daya tersebut.


Cara Mengukur Efisiensi

Untuk menilai apakah suatu proses atau kegiatan sudah efisien, diperlukan metode pengukuran yang sistematis. Berikut beberapa cara mengukur efisiensi yang umum digunakan:

Perbandingan Output terhadap Input

Metode paling dasar adalah membandingkan output (hasil) dengan input (sumber daya yang digunakan). Apabila output yang diperoleh maksimal sedangkan input minimal, maka proses dapat dianggap efisien. Pendekatan ini banyak digunakan dalam manajemen anggaran, pelayanan publik, maupun operasional perusahaan. [Lihat sumber Disini - owner.polgan.ac.id]

Misalnya dalam suatu proyek atau produksi: jika pekerjaan selesai dengan biaya rendah, waktu singkat, dan tenaga sedikit, tapi hasilnya baik, maka itu menunjukkan efisiensi.

Efisiensi Teknis, Alokatif, dan Ekonomis

Dalam literatur ekonomi produksi, efisiensi umumnya dibedakan menjadi tiga jenis utama:

  • Efisiensi Teknis (Technical Efficiency): Kemampuan menghasilkan output maksimal dari sejumlah input tertentu. Artinya, tidak ada pemborosan input; seluruh sumber daya dioptimalkan untuk output. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]
  • Efisiensi Alokatif (Allocative Efficiency): Kemampuan menggunakan input dengan proporsi atau kombinasi optimal sesuai dengan harga relatif input, agar biaya minimal untuk output yang dihasilkan. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]
  • Efisiensi Ekonomis (Economic Efficiency): Kombinasi dari efisiensi teknis dan alokatif, artinya output diperoleh dengan input seminimal mungkin dan dengan kombinasi input terbaik secara biaya. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]

Metode untuk mengukur efisiensi teknis dan alokatif ini sering menggunakan pendekatan kuantitatif seperti analisis fungsi produksi atau alat seperti Data Envelopment Analysis (DEA). DEA memungkinkan evaluasi performa relatif (efficiency frontier) antar unit produksi atau organisasi tanpa harus menetapkan fungsi produksi secara eksplisit. [Lihat sumber Disini - penerbitgoodwood.com]

Pengukuran dalam Konteks Organisasi dan Kinerja

Dalam studi kinerja organisasi atau anggaran publik, pengukuran efisiensi bisa dilakukan melalui audit, analisis biaya-manfaat, atau evaluasi output terhadap biaya. Sebagai contoh, suatu lembaga publik dapat menilai efisiensi belanja dengan membandingkan output program (layanan, hasil kebijakan) terhadap biaya yang dikeluarkan, apakah pelayanan tercapai dengan anggaran seminim mungkin. [Lihat sumber Disini - owner.polgan.ac.id]

Dalam penelitian empiris, peneliti dapat menghitung rasio tertentu (misalnya output per biaya, output per tenaga kerja, produktivitas per unit input) untuk mengukur efisiensi operasional.


Contoh Penerapan Efisiensi

Berikut beberapa contoh konkret penerapan konsep efisiensi dalam berbagai bidang:

Efisiensi dalam Anggaran dan Pengelolaan Sektor Publik

Dalam penelitian terhadap pengelolaan anggaran di sebuah lembaga pemerintah, efisiensi diukur dengan membandingkan output kebijakan atau layanan terhadap input berupa dana dan sumber daya. Proses dianggap efisien jika hasil tercapai dengan penggunaan dana dan sumber daya serendah-rendahnya. [Lihat sumber Disini - owner.polgan.ac.id]

Contohnya: jika suatu program pelayanan publik dapat terlaksana dengan biaya minimal dibandingkan layanan yang dihasilkan, maka efisiensi anggaran berhasil dicapai.

Efisiensi Biaya Operasional Perusahaan

Dalam konteks bisnis, perusahaan bisa menerapkan efisiensi dengan memangkas biaya operasional, mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, dan memperbaiki proses produksi agar tidak ada sumber daya yang terbuang. Misalnya mengurangi waktu proses, meminimalkan pemborosan bahan baku, atau mempercepat alur kerja tanpa mengorbankan kualitas. Hal ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan keuntungan perusahaan. [Lihat sumber Disini - gajihub.com]

Efisiensi dalam Produksi Pertanian (Studi Kasus Usahatani)

Dalam sektor pertanian, penelitian tentang efisiensi, terutama efisiensi teknis dan alokatif, dapat menunjukkan apakah petani menggunakan input produksi (seperti pupuk, tenaga kerja, lahan) secara optimal. Sebagai contoh, suatu penelitian pada usahatani padi menunjukkan bahwa meskipun input digunakan, output tidak maksimal karena ketidakefisienan teknis maupun alokatif; hal ini menyebabkan efisiensi ekonomi belum tercapai. [Lihat sumber Disini - penerbitgoodwood.com]

Efisiensi dalam Kinerja Organisasi dan Pelayanan

Dalam organisasi publik atau swasta, efisiensi kinerja sering menjadi fokus utama, bagaimana memaksimalkan hasil kerja tanpa membuang waktu dan sumber daya, serta mencapai target dengan biaya seminimal mungkin. Misalnya, penelitian pada organisasi menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi kerja berkontribusi positif terhadap kinerja keseluruhan. [Lihat sumber Disini - journalpublicuho.uho.ac.id]


Manfaat dan Tujuan Efisiensi

Mengimplementasikan efisiensi membawa berbagai manfaat penting, antara lain:


Tantangan dan Pertimbangan dalam Efisiensi

Meski efisiensi sangat diidamkan, penerapannya tidak selalu mudah dan kadang menghadapi tantangan, antara lain:

  • Pengukuran efisiensi tidak selalu sederhana, misalnya dalam organisasi publik atau sektor non-profit, output tidak selalu bisa dinilai kuantitatif secara jelas, sehingga membandingkan output dan input menjadi sulit. Pendekatan seperti DEA dapat membantu, namun memerlukan data yang akurat dan metode yang tepat. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]
  • Jika terlalu fokus pada efisiensi (hemat biaya, waktu, tenaga), kadang dapat mengorbankan kualitas, inovasi, atau aspek manusia seperti kesejahteraan pekerja, sehingga konsep efisiensi harus dibarengi dengan perhatian terhadap efektivitas dan kualitas. [Lihat sumber Disini - fisip.uinjkt.ac.id]
  • Dalam keadaan tertentu, dorongan efisiensi bisa disalahartikan sebagai pemotongan anggaran atau layanan, terutama di sektor publik, sehingga persepsi terhadap efisiensi bisa negatif jika tidak dikelola dengan baik. [Lihat sumber Disini - fisip.uinjkt.ac.id]

Kesimpulan

Efisiensi adalah konsep penting yang merujuk pada ketepatan dan optimalisasi penggunaan sumber daya, baik waktu, biaya, tenaga, maupun input lain, untuk mencapai hasil maksimal. Menurut KBBI, efisiensi menekankan pada ketepatan cara dan kemampuan menjalankan tugas tanpa pemborosan. Dalam literatur akademik dan praktik, efisiensi dikaitkan dengan output terhadap input, dan dapat diukur melalui pendekatan seperti efisiensi teknis, alokatif, serta efisiensi ekonomis.

Penerapan efisiensi dapat memberikan manfaat signifikan: menghemat sumber daya, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas layanan atau produk, serta memudahkan alokasi sumber daya secara optimal. Namun demikian, penerapan efisiensi juga perlu diimbangi dengan pertimbangan kualitas, efektivitas, dan aspek manusia agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Dengan pemahaman dan pengukuran yang tepat, efisiensi bisa menjadi alat strategis dalam manajemen operasional, perencanaan kebijakan, bisnis, maupun aktivitas sehari-hari, membantu mencapai hasil maksimal dengan sumber daya minimal.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Efisiensi adalah kemampuan menggunakan sumber daya seperti waktu, tenaga, dan biaya secara optimal untuk mencapai hasil maksimal tanpa pemborosan.

Efisiensi dapat diukur dengan membandingkan output terhadap input, serta melalui pendekatan efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan efisiensi ekonomis.

Contoh efisiensi dapat ditemukan dalam pengelolaan anggaran, proses produksi perusahaan, pertanian, dan peningkatan kinerja organisasi.

Manfaat utama efisiensi meliputi pengurangan pemborosan, peningkatan produktivitas, optimalisasi sumber daya, dan peningkatan kualitas kinerja.

Efisiensi penting karena memungkinkan organisasi mencapai tujuan dengan sumber daya minimal, meningkatkan keberlanjutan, dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Skala Likert: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Skala Likert: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Validitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya Validitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya Likert Scale Analysis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Likert Scale Analysis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliabilitas Cronbach’s Alpha: Pengertian dan Contoh Reliabilitas Cronbach’s Alpha: Pengertian dan Contoh Uji Validitas: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Uji Validitas: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Questionnaire: Definisi, Fungsi, dan Contoh Penerapannya Questionnaire: Definisi, Fungsi, dan Contoh Penerapannya Produktivitas: Definisi, Cara Mengukur, dan Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas: Definisi, Cara Mengukur, dan Faktor yang Mempengaruhi PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh PIECES Analysis: Konsep, Fungsi, dan Contoh Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rumah Sakit Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rumah Sakit Questionnaire Online: Definisi, Fungsi, dan Contoh Penggunaan Questionnaire Online: Definisi, Fungsi, dan Contoh Penggunaan Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Validitas Konstruk: Pengertian dan Pengujian Validitas Konstruk: Pengertian dan Pengujian Uji Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Uji Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Contoh Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana Contoh Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana Validitas Konstrak: Definisi, Jenis, dan Contoh Validitas Konstrak: Definisi, Jenis, dan Contoh Validitas Konvergen dan Diskriminan: Definisi dan Contoh Validitas Konvergen dan Diskriminan: Definisi dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…