Terakhir diperbarui: 04 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 4 December). Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tahapan-pengembangan-sistem-pendukung-keputusan-untuk-pemula  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula - SumberAjar.com

Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula

Pendahuluan

Dalam dunia organisasi maupun manajemen, sering muncul kebutuhan untuk membuat keputusan berdasarkan berbagai alternatif dan kriteria, kadang situasinya kompleks, data banyak, dan penilaian tidak bisa dilakukan secara insting belaka. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu proses pengambilan keputusan dengan lebih sistematis, obyektif, dan efisien. Sistem semacam itu dikenal sebagai Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Artikel ini membahas tahapan pengembangan SPK, mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi dan penyempurnaan, cocok untuk pemula yang ingin merancang SPK dari awal.


Definisi Sistem Pendukung Keputusan

Definisi Sistem Pendukung Keputusan Secara Umum

Sistem Pendukung Keputusan (SPK), dalam konteks umum, adalah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam menyusun strategi, menyelesaikan masalah kompleks, dan mengevaluasi berbagai alternatif keputusan. SPK berfungsi sebagai alat bantu analisis dan komputasi, yang menyajikan informasi dan pemodelan sehingga keputusan dapat diambil secara lebih baik, cepat, dan efisien. [Lihat sumber Disini - si.ft.unesa.ac.id]

SPK tidak menggantikan fungsi manusia sebagai pengambil keputusan, melainkan mendukung dengan menyajikan data, model analitis, dan antarmuka interaktif sehingga manusia bisa membuat keputusan berdasarkan informasi dan analisis yang terstruktur. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Sistem Pendukung Keputusan dalam KBBI

Menurut definisi formal, istilah “Sistem Pendukung Keputusan” atau “SPK” sering dikaitkan dengan sistem informasi yang membantu proses pengambilan keputusan. (Catatan: definisi dalam KBBI spesifik “SPK” bisa sulit dijumpai, dalam praktik akademik dan literatur sering merujuk ke istilah bahasa Inggris “Decision Support System / DSS”.)

Meski demikian, interpretasi yang berlaku luas sejalan dengan definisi umum: sistem berbasis komputer yang memberikan dukungan informasi dan model untuk membantu membuat keputusan dalam situasi yang kompleks atau tidak terstruktur.

Definisi Sistem Pendukung Keputusan Menurut Para Ahli

Berikut sejumlah definisi SPK menurut para ahli / penulis literatur / penelitian:

  • Menurut Jayanti, SPK adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, permodelan, dan manipulasi data, digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi-terstruktur. [Lihat sumber Disini - kajianpustaka.com]
  • Menurut Nofriansyah dan Sarjon, SPK adalah sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen menangani masalah, baik terstruktur maupun tidak terstruktur, dengan memanfaatkan data dan model. [Lihat sumber Disini - kajianpustaka.com]
  • Menurut Turban, SPK adalah kumpulan prosedur pemrosesan data dan informasi yang menggunakan model untuk menghasilkan berbagai jawaban yang membantu manajemen dalam pengambilan keputusan. [Lihat sumber Disini - kajianpustaka.com]
  • Menurut literatur komprehensif di buku dasar SPK: SPK adalah sistem informasi terkomputerisasi yang dirancang untuk membantu pengambilan keputusan bisnis atau organisasi, terutama untuk masalah yang bersifat semi-terstruktur atau tidak terstruktur, dengan menggabungkan data, model, dan antarmuka interaktif. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]

Dari berbagai pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa SPK adalah sistem berbasis komputer, interaktif, fleksibel, dan dapat memodelkan masalah kompleks untuk membantu manusia menghasilkan keputusan terbaik berdasarkan data dan analisis.


Analisis Kebutuhan Keputusan

Tahap pertama dalam pengembangan SPK adalah melakukan analisis kebutuhan keputusan. Pada tahap ini, pengembang harus memahami konteks maupun karakteristik keputusan yang akan dibantu oleh SPK, apakah keputusan tersebut terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur; siapa aktor pengambil keputusan; data dan kriteria apa saja yang relevan; serta bagaimana proses pengambilan keputusan saat ini berlangsung.

Analisis kebutuhan ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi permasalahan utama dan tujuan dari sistem, apakah untuk pemeringkatan alternatif, penilaian kinerja, seleksi, rekomendasi, dsb.
  • Menentukan siapa pengguna sistem (user), tingkat manajerial mana yang terlibat (misalnya manajer, tim, individu), serta bagaimana interaksi antara pengguna dengan sistem dilakukan.
  • Menyusun kriteria keputusan dan alternatif yang relevan, serta struktur pengambilan keputusan (misalnya bobot kriteria, preferensi, prioritas).
  • Mengevaluasi jenis data yang tersedia (data historis, data real-time, data kualitatif/kuantitatif), serta kebutuhan integrasi data jika sistem menggunakan banyak sumber data.

Contoh: dalam penelitian terbaru tahun 2025, pengembangan SPK untuk penentuan kelayakan pensiun pegawai di instansi publik menggunakan pendekatan multi-kriteria (MADM) untuk menentukan kriteria dan alternatif secara sistematis, berdasarkan data pegawai, regulasi, dan kebijakan. [Lihat sumber Disini - journal.aritekin.or.id]

Dengan analisis kebutuhan yang matang, perancangan SPK bisa diarahkan dengan jelas, sehingga model, antarmuka, dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam sistem benar-benar sesuai kebutuhan nyata pengguna.


Perancangan Model

Setelah kebutuhan keputusan diidentifikasi, tahap berikutnya adalah perancangan model. Pada tahap ini, developer/analyst menetapkan bagaimana data akan diproses, bagaimana alternatif akan dinilai, dan bagaimana keputusan akan dihasilkan.

Perancangan model SPK meliputi beberapa aspek:

  • Menentukan metodologi/algoritma keputusan: misalnya metode Multi–Attribute Decision Making (MADM) seperti Analytic Hierarchy Process (AHP), Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), Simple Additive Weighting (SAW), atau metode lain sesuai kebutuhan. Banyak penelitian SPK di Indonesia dan dunia menggunakan AHP, TOPSIS, SAW, atau gabungan metode tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.polgan.ac.id]
  • Menyusun bobot kriteria dan struktur hirarki (jika dibutuhkan): dalam AHP misalnya, kriteria utama bisa dipecah menjadi sub-kriteria agar penilaian lebih detail dan obyektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.unama.ac.id]
  • Mendesain antarmuka pengguna dan interaksi: karena SPK bersifat interaktif, model harus mempertimbangkan kemudahan penggunaan oleh user, bagaimana user memasukkan data, menentukan bobot, memilih alternatif, melihat hasil. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • Menetapkan jenis data dan struktur penyimpanan data: database, repositori data, integrasi sumber data, serta pemrosesan/normalisasi data bila diperlukan.

Perancangan model bertujuan menghasilkan struktur sistem yang fleksibel, mudah adaptasi, dan mampu menghasilkan alternatif keputusan secara konsisten berdasarkan kriteria dan data, sehingga keputusan akhir bisa dipertanggungjawabkan secara objektif.


Pengumpulan dan Pengolahan Data

Setelah model selesai dirancang, langkah selanjutnya adalah pengumpulan dan pengolahan data. Tanpa data yang valid dan lengkap, SPK tidak akan bisa menghasilkan keputusan yang kredibel.

Beberapa hal penting di tahap ini:

  • Identifikasi dan kumpulkan data terkait: baik data historis, data operasional, data kualitatif maupun kuantitatif, tergantung model dan kriteria yang sudah ditetapkan. Misalnya dalam penelitian penilaian guru terbaik, data kinerja, pedagogik, sosial, profesional dikumpulkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unama.ac.id]
  • Pembersihan dan normalisasi data: hilangkan duplikasi, perbaiki format, pastikan konsistensi data; jika perlu ubah rentang nilai agar bisa dibandingkan (misalnya skala 0–100, bobot, rating).
  • Pemrosesan data sesuai metode: misalnya menghitung bobot kriteria (dalam AHP), mengkonversi nilai alternatif, menghitung skor total, membuat peringkat alternatif, dsb.
  • Menguji data input dan hasil sementara: pastikan data input dimasukkan dengan benar, model menghitung sesuai desain, dan output menunjukkan alternatif yang logis.

Tahap ini kritikal karena kualitas data dan pengolahan sangat berpengaruh terhadap akurasi dan reliabilitas keputusan akhir yang dihasilkan oleh SPK.


Implementasi Sistem

Setelah model dan data siap, tahap selanjutnya adalah implementasi SPK, membangun sistem informasi berbasis komputer (web, desktop, atau mobile) sesuai rancangan, dengan antarmuka pengguna (UI) dan integrasi data.

Langkah-langkah dalam implementasi:

  • Pengembangan perangkat lunak: coding backend (data, logika, model), frontend (antarmuka), database, modul input/output.
  • Integrasi metode dan logika keputusan: implementasikan algoritma/metode penilaian, perhitungan bobot, logika ranking dan rekomendasi sesuai perancangan.
  • Uji coba (testing): lakukan pengujian sistem, uji unit, uji integrasi, uji penerimaan (user acceptance test) untuk memastikan sistem berjalan sesuai harapan, hasil keputusan logis, antarmuka responsif, dan data tersimpan dengan benar.
  • Dokumentasi dan pelatihan pengguna: dokumentasikan cara penggunaan sistem; jika pengguna bukan developer, sediakan panduan atau pelatihan agar sistem bisa digunakan dengan benar dan optimal.

Contoh dari implementasi: dalam penelitian 2025 terkait kenaikan pangkat tenaga kependidikan, SPK berhasil mengotomatisasi proses evaluasi, menghasilkan penilaian objektif, transparan, dan efisien dibanding proses manual sebelumnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.polgan.ac.id]

Implementasi SPK memungkinkan organisasi atau institusi untuk menjalankan proses pengambilan keputusan secara konsisten, reproducible (dapat diulangi dengan hasil sama) dan lebih cepat dibanding manual.


Evaluasi dan Penyempurnaan SPK

Setelah SPK diimplementasikan dan digunakan, tahap penting berikutnya adalah evaluasi dan penyempurnaan. SPK bukan sistem “buat sekali, selesai”, melainkan harus terus dievaluasi agar relevan dan efektif.

Komponen evaluasi dan penyempurnaan mencakup:

  • Monitoring performa dan hasil keputusan: mengevaluasi seberapa sering keputusan tepat, konsisten dengan kebijakan atau tujuan, dan bagaimana dampaknya di dunia nyata (efisiensi, keadilan, kualitas).
  • Feedback dari pengguna: mendengarkan pengalaman user, kemudahan penggunaan, kejelasan output, kebutuhan fitur tambahan, atau perbaikan antarmuka.
  • Perbaikan model, data, atau metode jika diperlukan: misalnya menambah kriteria, memperbaiki bobot, memperbarui data, memperluas jenis alternatif, atau mengganti metode evaluasi bila kondisi berubah.
  • Pemeliharaan sistem: update sistem (bug fix, keamanan), backup data, dokumentasi, pelatihan ulang jika ada perubahan signifikan.
  • Skalabilitas dan adaptasi terhadap kebutuhan baru: apabila organisasi berkembang, volume data meningkat, atau jenis keputusan berubah, SPK harus bisa diadaptasi agar tetap relevan.

Beberapa literatur menyebut bahwa SPK yang dirancang dengan baik dan terus diperbarui dapat memberikan dukungan keputusan yang lebih kredibel, efisien, dan membantu mengurangi subjektivitas karena keputusan berbasis data dan model. [Lihat sumber Disini - jer.or.id]


Faktor Kunci Keberhasilan SPK

Selain tahapan di atas, ada beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi SPK:

  • Kualitas dan keandalan data, data harus valid, relevan, konsisten, dan selalu diperbarui.
  • Keterlibatan pengguna / pengambil keputusan, pengguna (manajer, tim) harus dilibatkan dalam analisis kebutuhan, perancangan, dan evaluasi agar sistem benar-benar cocok dengan kebutuhan nyata.
  • Metode keputusan yang tepat, memilih metode (AHP, TOPSIS, SAW, dll) sesuai karakteristik masalah dan kriteria yang ada.
  • Antarmuka yang user-friendly dan aksesibilitas, supaya pengguna yang bukan developer tetap bisa menggunakan sistem dengan mudah.
  • Fleksibilitas dan kemudahan pemeliharaan / penyempurnaan, agar SPK bisa berkembang seiring perubahan kebutuhan, data, atau kebijakan.

Kesimpulan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan alat penting dalam membantu pengambilan keputusan secara sistematis, obyektif, dan efisien, terutama ketika keputusan melibatkan banyak kriteria, data, dan alternatif.

Bagi pemula yang ingin mengembangkan SPK, langkah-langkah berikut menjadi panduan: analisis kebutuhan keputusan, perancangan model keputusan, pengumpulan dan pengolahan data, implementasi sistem, serta evaluasi dan penyempurnaan SPK secara berkala.

Keberhasilan SPK sangat bergantung pada kualitas data, relevansi model, keterlibatan pengguna, dan fleksibilitas sistem. Dengan menerapkan tahapan ini secara seksama, SPK dapat menjadi instrumen yang andal untuk mendukung keputusan organisasi maupun manajemen dalam berbagai konteks.

Semoga artikel ini membantu siapapun yang ingin memulai pengembangan SPK dari dasar, sebagai panduan praktis dan komprehensif.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem informasi berbasis komputer yang membantu pengambil keputusan dalam menganalisis data, mengevaluasi alternatif, dan memilih keputusan terbaik secara sistematis dan objektif.

Tahapan pengembangan SPK meliputi analisis kebutuhan keputusan, perancangan model, pengumpulan dan pengolahan data, implementasi sistem, serta evaluasi dan penyempurnaan SPK secara berkala.

Analisis kebutuhan penting karena menentukan masalah yang ingin diselesaikan, kriteria yang digunakan, data yang dibutuhkan, dan cara sistem akan membantu proses pengambilan keputusan.

Model SPK yang populer meliputi metode AHP, SAW, TOPSIS, atau metode Multi Attribute Decision Making (MADM) lainnya yang digunakan untuk pembobotan dan pemeringkatan alternatif.

SPK cocok digunakan oleh manajer, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, perusahaan, dan individu yang membutuhkan dukungan analisis data untuk membuat keputusan yang lebih akurat dan terstruktur.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Pakar Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Pakar Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Sistem Pendukung Keputusan dalam Lingkungan Pendidikan Sistem Pendukung Keputusan dalam Lingkungan Pendidikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK): Pengertian, Komponen, dan Contohnya Sistem Pendukung Keputusan (SPK): Pengertian, Komponen, dan Contohnya SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh Metode-Metode Populer dalam Sistem Pendukung Keputusan Metode-Metode Populer dalam Sistem Pendukung Keputusan Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi Pengembangan Sistem Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Prosedur Penelitian: Tahapan, Fungsi, dan Contoh Implementasi Prosedur Penelitian: Tahapan, Fungsi, dan Contoh Implementasi Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Pengembangan Sistem Informasi Pendidikan Metode Pengembangan Sistem Informasi Pendidikan Berpikir Kritis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Berpikir Kritis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya SPK Rekomendasi Materi Pembelajaran SPK Rekomendasi Materi Pembelajaran
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…