Terakhir diperbarui: 14 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 14 November). Contoh Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/contoh-instrumen-penelitian-eksperimen-sederhana  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Contoh Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana - SumberAjar.com

Contoh Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana

Pendahuluan

Penelitian eksperimen sederhana sangat penting dalam bidang pendidikan, psikologi, sosial, maupun bidang ilmu terapan lainnya. Instrumen penelitian adalah komponen krusial dalam melakukan penelitian eksperimen karena instrumen berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan data yang valid dan reliabel dari variabel-yang diamati. Tanpa instrumen yang tepat, hasil penelitian eksperimen menjadi lemah dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang instrumen yang dapat digunakan dalam penelitian eksperimen sederhana, mendefinisikannya dari berbagai sudut, dan menyajikan contoh-instrumen praktis yang umum digunakan serta bagaimana merancangnya dengan baik. Dengan demikian pembaca akan memperoleh pemahaman yang cukup untuk menyusun instrumen penelitian eksperimen sederhana secara sistematis.


Definisi Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana

Definisi secara umum

Secara umum, instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat atau perangkat yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur, mengumpulkan, atau merekam data yang berkaitan dengan variabel penelitian. Sebagai contoh, kuesioner, lembar observasi, tes, angket, atau pedoman wawancara dapat dikategorikan sebagai instrumen penelitian. Sebagaimana dinyatakan pada makalah yang membahas instrumen pendidikan: “instrumen penelitian adalah alat atau media yang digunakan dalam mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”. [Lihat sumber Disini - repository.poltekbangplg.ac.id]
Tujuannya: agar kegiatan pengumpulan data menjadi sistematis, lengkap, mudah diproses, sehingga hasil penelitian dapat diolah dengan baik.

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata instrumen memiliki makna antara lain: “alat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu (seperti alat yang dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas; sarana penelitian (berupa seperangkat tes dan sebagainya) untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Dengan demikian, dalam konteks penelitian eksperimen, instrumen termasuk “sarana penelitian” yang berupa perangkat pengukuran atau pengumpulan data yang disusun peneliti.

Definisi menurut para ahli

Berikut beberapa pengertian instrumen penelitian menurut para ahli:

  1. Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah “alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga mudah diolah.” [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]
  2. Sugiyono menyebut bahwa instrumen penelitian adalah “suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.” [Lihat sumber Disini - repository.unpas.ac.id]
  3. Indrawan & Yaniawati mendefinisikan instrumen penelitian sebagai “alat pengukur yang merupakan faktor penting dalam menghimpun data yang diharapkan dalam suatu penelitian.” [Lihat sumber Disini - repository2.unw.ac.id]
  4. Dalam kajian terbaru, Permatasari dkk. (2025) menyebutkan bahwa instrumen penelitian adalah “alat yang dipakai untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari semua responden” dalam penelitian kuantitatif. [Lihat sumber Disini - interdisiplin.my.id]

Dari ketiga definisi di atas (umum, KBBI, dan menurut para ahli) dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian merupakan alat yang dirancang secara sistematis dan valid untuk mengukur atau mengumpulkan data variabel penelitian, terutama dalam penelitian eksperimen sederhana.


Instrumen Penelitian dalam Konteks Eksperimen Sederhana

Dalam penelitian eksperimen sederhana, instrumen penelitian memiliki peranan yang sangat penting karena penelitian eksperimen berusaha menguji pengaruh suatu perlakuan (treatment) terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkendali. Oleh karena itu, instrumen harus dirancang agar mampu menangkap perubahan akibat perlakuan dengan valid dan reliabel.


Karakteristik eksperimen sederhana

Sebelum membahas instrumen, perlu kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan eksperimen sederhana. Eksperimen sederhana dalam konteks penelitian pendidikan atau sosial biasanya mencakup elemen-kunci seperti: manipulasi variabel independen (treatment), kontrol terhadap variabel pengganggu (extraneous), penggunaan kelompok kontrol atau pembanding, dan pengukuran pre-test/post-test. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
Contoh: suatu penelitian ingin mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa. Peneliti membuat kelompok eksperimen (metode interaktif) dan kelompok kontrol (metode konvensional), memberi pre-test, kemudian treatment, dan melakukan post-test. Instrumen yang digunakan untuk pre/post‐test menjadi sangat penting.


Jenis instrumen yang umum digunakan

Dalam eksperimen sederhana, instrumen penelitian umumnya mencakup:

  • Tes atau soal pengukuran: digunakan untuk mengukur kemampuan, prestasi belajar, atau variabel hasil (dependent variable). Contoh: soal pilihan ganda pre-post test. Sebuah jurnal pendidikan menyebut: “instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes … instrumen tes berupa tes objektif tipe pilihan ganda sebanyak 10 butir soal.” [Lihat sumber Disini - ejournal.unib.ac.id]
  • Angket atau kuesioner: untuk mengukur sikap, persepsi, minat, motivasi, atau variabel-yang tak langsung dapat diukur secara langsung.
  • Lembar observasi: digunakan apabila perlakuan berhubungan dengan perilaku atau interaksi, misalnya observasi aktivitas siswa selama treatment.
  • Pedoman wawancara / dokumentasi: meskipun lebih sering dalam penelitian kualitatif, namun kadang digunakan sebagai instrumen tambahan dalam eksperimen sederhana.
    Menurut Jailani dkk. (2023): “Instrumen penelitian dalam penelitian kuantitatif meliputi angket atau kuesioner, daftar periksa observasi terstruktur, instrumen pengukuran dalam eksperimen.” [Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id]

Contoh instrumen dalam eksperimen sederhana

Misalnya penelitian yang menguji pengaruh media flash-card terhadap peningkatan kemampuan bahasa anak di TK. Desain: kelompok eksperimen mendapatkan media flash-card, kelompok kontrol tidak. Instrumen yang digunakan:

  • Pre-test dan post-test berupa lembar tes (soal atau aktivitas) yang diukur secara kuantitatif. Sebagaimana dalam studi di Poltekkes Yogyakarta: “pengambilan data pretest … menggunakan lembar observasi DDST II … kemudian pengambilan data posttest menggunakan lembar observasi DDST II dengan item yang sesuai…” [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
  • Lembar observasi aktivitas anak selama perlakuan untuk melihat keterlibatan atau respons anak terhadap media.
  • Validitas dan reliabilitas instrumen diuji terlebih dahulu sebelum digunakan agar data yang diperoleh kredibel.

Langkah merancang instrumen eksperimen sederhana

Berikut langkah-utama yang bisa diikuti oleh peneliti eksperimen sederhana dalam menyusun instrumen:

  1. Identifikasi variabel penelitian
    – Tentukan variabel independen (treatment) dan variabel dependen (hasil).
    – Tentukan variabel pengganggu (extraneous) yang harus dikontrol.
    Contoh: treatment = penggunaan media flash-card; hasil = peningkatan kemampuan bahasa.
    Desain ini sesuai prinsip penelitian eksperimen: manipulasi, kontrol, randomisasi. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
  2. Menyusun indikator variabel
    – Uraikan variabel dependen menjadi indikator yang bisa diukur: misalnya “kemampuan memahami kata”, “kemampuan menyusun kalimat sederhana”, “keaktifan dalam berbicara”.
    – Indikator ini menjadi dasar untuk merancang item instrumen.
  3. Menyusun kisi-kisi instrumen
    – Buat tabel (meskipun di artikel ini kita tidak menyajikan tabel) yang memetakan indikator ke butir instrumen.
    – Sebagai contoh: Indikator “kemampuan memahami kata” → butir 1,2,3; Indikator “kemampuan menyusun kalimat” → butir 4,5,6.
    (Dalam format artikel bisa dijelaskan secara paragraf bahwa butir-butir sudah dibuat berlandaskan indikator.)
  4. Menyusun butir instrumen
    – Buat butir tes, angket, atau observasi berdasarkan kisi-kisi.
    – Pastikan bahasa jelas, mudah dipahami, dan sesuai karakter subjek penelitian.
    – Untuk angket: gunakan skala (misalnya skala Likert) bila mengukur sikap atau persepsi.
  5. Uji validitas dan reliabilitas instrumen
    – Validitas: alat mengukur apa yang hendak diukur.
    – Reliabilitas: hasil yang konsisten ketika diulang.
    Makalah Jailani dkk. (2023) menyebut pentingnya validitas dan reliabilitas dalam instrumen kuantitatif. [Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id]
    – Uji coba instrumen pada jumlah kecil responden (pilot) sebelum penelitian utama.
    – Analisis statistik (misalnya korelasi, Cronbach’s alpha) untuk reliabilitas jika instrument kuantitatif.
  6. Pelaksanaan instrumen dalam penelitian eksperimen
    – Sebelum treatment: lakukan pre-test atau observasi awal untuk kelompok eksperimen dan kontrol.
    – Lakukan treatment pada kelompok eksperimen.
    – Setelah treatment: lakukan post-test atau observasi akhir untuk kedua kelompok.
    – Instrumen yang sama atau sebanding digunakan agar perbandingan bisa dilakukan secara sahih. Sebagaimana dalam penelitian di SD menggunakan desain pre-test/post-test dengan instrumen soal berbentuk uraian. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]

Contoh konkrit instrumen

Misalnya Anda melakukan penelitian eksperimen sederhana di sekolah dasar untuk menguji pengaruh metode bermain kuis interaktif terhadap hasil belajar matematika siswa. Berikut gambaran instrumennya:

  • Pre-test: lembar soal pilihan ganda sebanyak 20 butir yang mengukur kemampuan matematika kelas IV sebelum treatment.
  • Post-test: lembar soal yang sama atau yang sebanding dengan tingkat kesukaran yang sama setelah treatment, untuk melihat perubahan.
  • Observasi aktivitas siswa: lembar observasi dengan indikator seperti “siswa aktif bertanya”, “siswa menyelesaikan kuis tepat waktu”, “siswa menunjukkan antusias”.
  • Angket motivasi belajar: skala Likert 1-5 dengan 10 pernyataan seperti “Saya merasa tertantang menyelesaikan kuis matematika” atau “Saya lebih suka belajar matematika dengan bermain kuis”.
    Sebelum digunakan tentu dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen agar data yang diperoleh valid untuk analisis.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam eksperimen sederhana

  • Pastikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebanding atau memiliki karakteristik yang mirip agar hasil valid.
  • Kontrol variabel pengganggu sebanyak mungkin agar efek treatment tidak tercampur dengan faktor luar.
  • Gunakan instrumen yang terukur dan sama untuk kedua kelompok agar perbandingan dapat dilakukan dengan baik.
  • Waktu pelaksanaan, lingkungan, dan perlakuan harus dijelaskan agar pembaca penelitian memahami kondisi eksperimen.

Contoh Instrumen Penelitian Eksperimen Sederhana

Untuk memperjelas, berikut adalah contoh ringkas instrumen yang bisa digunakan dalam penelitian eksperimen sederhana (dalam bentuk deskriptif, bukan tabel) :

  1. Instrumen Tes Prestasi
    – Judul: Lembar Pre-Test Matematika Kelas IV
    – Butir: 20 butir pilihan ganda dengan materi bilangan bulat dan operasi hitung dasar.
    – Indikator: a) memahami konsep bilangan bulat, b) melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, c) menyelesaikan soal cerita sederhana.
    – Uji coba: dilakukan pada 10 siswa bukan sampel utama, dilakukan analisis validitas butir & reliabilitas (misalnya Cronbach’s alpha > 0,70).
    – Post-test: desain sama atau serupa setelah periode treatment selama 4 minggu.
  2. Instrumen Angket Motivasi Belajar Matematika
    – Skala: Likert 1-5 (1 = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuju).
    – Butir: 10 pernyataan seperti “Saya merasa senang belajar matematika dengan media permainan kuis”, “Saya termotivasi untuk menyelesaikan soal matematika dalam waktu yang ditentukan”.
    – Indikator: motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, rasa percaya diri terhadap matematika.
    – Uji validitas: misalnya korelasi tiap butir dengan skor total, faktor analisis bila memungkinkan.
  3. Instrumen Observasi Aktivitas Siswa Selama Treatment
    – Format: lembar observasi untuk guru peneliti atau asistennya.
    – Indikator: (a) keaktifan siswa bertanya/menjawab soal, (b) ketepatan menyelesaikan tugas kuis, (c) interaksi antar siswa dalam kuis, (d) penggunaan strategi dalam menyelesaikan soal.
    – Skala pengamatan: misal 1 = sangat jarang, 2 = jarang, 3 = cukup, 4 = sering, 5 = sangat sering.
    – Waktu observasi: selama 6 pertemuan treatment.
    – Tujuan: melihat proses bukan hanya hasil, sehingga instrumen observasi melengkapi instrumen tes dan angket.

Dengan tiga instrumen di atas, peneliti eksperimen sederhana memiliki kombinasi pengukuran kuantitatif (tes, angket) dan observasi kualitatif‐kuantitatif (aktivitas siswa) yang memadai untuk menguji pengaruh treatment terhadap hasil belajar.


Kesimpulan

Instrumen penelitian merupakan komponen fundamental dalam penelitian eksperimen sederhana. Dari definisi umum, KBBI, hingga pandangan para ahli, dapat disimpulkan bahwa instrumen adalah alat yang dirancang untuk mengukur atau mengumpulkan data secara sistematis dan valid. Dalam konteks eksperimen sederhana, instrumen harus mencerminkan variabel yang diteliti (independen dan dependen), harus diuji validitas dan reliabilitasnya, serta diterapkan secara konsisten pada pre-test dan post-test atau observasi. Dengan instrumen yang baik, penelitian eksperimen sederhana dapat menghasilkan data yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu.
Sebagai saran untuk peneliti pemula: mulailah dengan desain eksperimen sederhana yang jelas, susun instrumen secara matang, lakukan uji coba, dan dokumentasikan seluruh proses instrumen agar hasil penelitian Anda terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Instrumen penelitian eksperimen sederhana adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengukur data pada penelitian eksperimen yang memiliki desain sederhana, seperti pretest dan posttest.

Contoh instrumen eksperimen sederhana meliputi tes pretest-posttest, angket motivasi belajar, dan lembar observasi aktivitas subjek selama perlakuan.

Instrumen penting karena berfungsi memastikan data yang dikumpulkan valid, reliabel, dan mampu mengukur perubahan akibat pemberian perlakuan dalam penelitian eksperimen.

Langkah membuat instrumen eksperimen meliputi mengidentifikasi variabel, menetapkan indikator, menyusun kisi-kisi, membuat butir instrumen, serta menguji validitas dan reliabilitasnya.

Instrumen yang paling sering digunakan adalah tes hasil belajar, angket, dan lembar observasi, karena dapat mengukur perubahan sebelum dan sesudah perlakuan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Eksperimen Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Eksperimen Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Metode Eksperimen Sosial: Pengertian dan Contoh Metode Eksperimen Sosial: Pengertian dan Contoh Pengertian Kontrol dan Kelompok Eksperimen Pengertian Kontrol dan Kelompok Eksperimen Kolaborasi Guru dan Siswa dalam Eksperimen IPA Kolaborasi Guru dan Siswa dalam Eksperimen IPA Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Evaluasi Hasil Eksperimen: Langkah dan Contohnya Evaluasi Hasil Eksperimen: Langkah dan Contohnya Perbedaan Desain Eksperimen dan Kuasi Eksperimen Perbedaan Desain Eksperimen dan Kuasi Eksperimen Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Penelitian Eksperimen Pendidikan: Contoh dan Analisis Penelitian Eksperimen Pendidikan: Contoh dan Analisis Desain Eksperimen dalam Penelitian Pendidikan Desain Eksperimen dalam Penelitian Pendidikan Desain Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Desain Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Hubungan antara Eksperimen dan Metode Ilmiah Hubungan antara Eksperimen dan Metode Ilmiah Validitas dan Reliabilitas dalam Eksperimen Validitas dan Reliabilitas dalam Eksperimen Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Prinsip Replikasi dalam Eksperimen Prinsip Replikasi dalam Eksperimen Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Mengapa Eksperimen Penting dalam Dunia Pendidikan Mengapa Eksperimen Penting dalam Dunia Pendidikan Komponen Penting dalam Sebuah Eksperimen Komponen Penting dalam Sebuah Eksperimen Eksperimen Lapangan: Pengertian, Langkah, dan Contoh Penerapan Eksperimen Lapangan: Pengertian, Langkah, dan Contoh Penerapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…