Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/dampak-lingkungan-terhadap-kesehatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan - SumberAjar.com

Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan

Pendahuluan

Kesehatan manusia tidak hanya ditentukan oleh kondisi biologis atau genetik, tetapi sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat manusia hidup dan beraktivitas. Lingkungan yang bersih, aman, dan terkelola dengan baik berperan penting bagi kualitas kesehatan masyarakat. Ketika lingkungan mengalami kerusakan, seperti pencemaran udara, air yang terkontaminasi, sanitasi yang buruk, atau ketidakteraturan ruang fisik, risiko munculnya berbagai masalah kesehatan meningkat drastis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, lingkungan yang sehat mencakup udara bersih, air layak, sanitasi yang memadai, serta perlindungan dari bahan kimia berbahaya; tanpa semua itu, nearly a quarter of global disease burden dapat dicegah jika kondisi lingkungan dipenuhi dengan baik. [Lihat sumber Disini - who.int]

Lingkungan di sini mencakup komponen fisik, kimia, biologi, serta aspek sosial yang saling berkaitan dan mempengaruhi derajat kesehatan seseorang maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan memahami hubungan kompleks antara faktor lingkungan dan kesehatan, kita dapat merumuskan upaya pengendalian efektif untuk mencegah timbulnya penyakit serta meningkatkan kualitas hidup. Artikel ini akan membahas secara detail berbagai bentuk hubungan tersebut, mulai dari definisi hingga langkah pengendalian yang bisa diambil.


Definisi Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan

Definisi Secara Umum

Dampak lingkungan terhadap kesehatan merujuk pada hubungan antara kondisi lingkungan fisik dan sosial dengan status kesehatan manusia. Hal ini mencakup semua perubahan lingkungan yang dapat meningkatkan atau menurunkan risiko penyakit serta memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang buruk seperti udara tercemar, air terkontaminasi, sanitasi minim, dan kualitas ruang fisik yang tidak layak telah terbukti berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga gangguan kronis. [Lihat sumber Disini - who.int]

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lingkungan adalah segala sesuatu di sekitar makhluk hidup yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan mereka secara langsung maupun tidak langsung. Dalam konteks kesehatan, definisi ini mencakup lingkungan fisik (udara, air, tanah), sosial (hubungan antarmanusia, budaya, struktur masyarakat), serta kebijakan yang turut menentukan akses terhadap sumber daya dan pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - gramedia.com]

Definisi Menurut Para Ahli

  1. Slamet Riyadi, Kesehatan lingkungan adalah bagian integral dari ilmu kesehatan masyarakat yang mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam keseimbangan ekologi demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - kesling.poltekkes-mks.ac.id]

  2. H.J. Mukono, Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara faktor kesehatan dan lingkungan, serta bagaimana pengelolaan lingkungan dapat meminimalkan risiko kesehatan. [Lihat sumber Disini - kesling.poltekkes-mks.ac.id]

  3. World Health Organization (WHO), Kesehatan lingkungan adalah kondisi lingkungan yang mendukung keseimbangan ekologi antara manusia dan lingkungannya, sehingga masyarakat dapat mencapai keadaan sehat secara optimal. [Lihat sumber Disini - kesling.poltekkes-mks.ac.id]

  4. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Kesehatan lingkungan merupakan kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mendukung kualitas hidup sehat. [Lihat sumber Disini - repo.htp.ac.id]


Faktor Lingkungan Fisik yang Mempengaruhi Kesehatan

Faktor lingkungan fisik merupakan komponen lingkungan yang paling sering dikaitkan dengan dampak kesehatan masyarakat. Beberapa komponen kunci antara lain kualitas udara, air, sanitasi, dan kondisi ruang fisik permukiman.

Kualitas Udara

Paparan terhadap udara yang tercemar oleh partikel halus (mis. PM2.5), gas berbahaya, dan emisi industri dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit jantung, serta menurunkan fungsi paru-paru. Kualitas udara yang buruk berkaitan langsung dengan meningkatnya insiden Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak dan orang dewasa. [Lihat sumber Disini - joecy.org]

Air dan Sanitasi

Air yang tidak aman, baik dari sumber yang terkontaminasi atau sanitasi yang buruk terkait erat dengan berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, tipus, dan gangguan kulit. Penelitian jurnal menunjukkan hubungan signifikan antara sanitasi rumah, perilaku higienis, dengan kejadian penyakit seperti diare dan ISPA. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]

Kondisi Permukiman dan Ruang Fisik

Kondisi fisik permukiman seperti sistem drainase yang buruk, tumpukan sampah, dan pembangunan yang tidak terencana dapat menciptakan lingkungan hidup yang mendukung vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus, sehingga meningkatkan risiko DBD, leptospirosis, dan penyakit lainnya. Studi intervensi menunjukkan bahwa genangan air yang terjadi secara rutin dapat memicu banjir dan meningkatkan risiko penyakit menular di komunitas. [Lihat sumber Disini - journal.aspirasi.or.id]

Secara keseluruhan, faktor fisik lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit melalui paparan langsung terhadap kontaminan, serta menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya agent penyebab penyakit. [Lihat sumber Disini - nationalacademies.org]


Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Perilaku Sehat

Lingkungan sosial meliputi faktor seperti pendidikan, perilaku masyarakat, kondisi ekonomi, hubungan sosial, dan budaya yang juga memainkan peran penting dalam memengaruhi perilaku hidup sehat.

Perilaku dan Kebiasaan Masyarakat

Perilaku masyarakat seperti kebiasaan cuci tangan, pola sanitasi rumah tangga, serta cara pengelolaan sampah berdampak langsung terhadap kejadian penyakit berbasis lingkungan. Penelitian di beberapa puskesmas menunjukkan hubungan signifikan antara sanitasi rumah, perilaku higiene, dan kejadian ISPA serta diare. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]

Akses dan Dukungan Sosial

Akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan tentang kesehatan lingkungan, serta dukungan komunitas memperkuat perilaku sehat. Masyarakat yang mendapatkan edukasi tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perilaku yang lebih baik terhadap pencegahan penyakit berbasis lingkungan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

Struktur Sosial dan Ekonomi

Kondisi ekonomi yang buruk dapat membatasi kemampuan masyarakat untuk mengakses air bersih, fasilitas sanitasi, dan perawatan kesehatan. Hal ini memperburuk kerentanan terhadap penyakit berbasis lingkungan terutama di daerah pesisir dan permukiman padat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]


Hubungan Lingkungan dengan Penyakit Berbasis Lingkungan

Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang timbul karena interaksi manusia dengan faktor-faktor lingkungan yang tidak sehat, baik fisik, biologis, maupun sosial. Suatu studi menunjukkan bahwa penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, malaria, dan dermatitis sering menjadi penyebab utama morbiditas di komunitas tertentu, terutama di wilayah pesisir atau area dengan sanitasi buruk. [Lihat sumber Disini - journal.fikes-umw.ac.id]

Jenis Penyakit Berbasis Lingkungan

Menurut kajian epidemiologi kesehatan lingkungan, penyakit berbasis lingkungan mencakup kondisi yang disebabkan oleh mikroorganisme, bahan kimia beracun, dan faktor fisik seperti radiasi atau kebisingan. Contohnya termasuk ISPA, TB paru, diare, DBD, malaria, dan infeksi kulit. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Faktor Risiko Utama

Faktor risiko meliputi air yang tidak aman, sanitasi buruk, kurangnya fasilitas pembuangan limbah, dan paparan terhadap kontaminan kimia. Selain itu, perilaku individu dan sosial juga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]


Dampak Pencemaran terhadap Kesehatan Masyarakat

Pencemaran lingkungan, baik udara, air, maupun tanah, memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

Pencemaran Air

Pencemaran air sungai akibat limbah domestik atau industri dapat menyebabkan penyakit seperti diare, infeksi saluran pencernaan, gangguan kulit, dan keracunan akibat bahan kimia berbahaya. Penelitian di universitas menunjukkan bahwa sumber air yang tercemar berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit berbasis air di masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Pencemaran Udara

Polusi udara dari emisi kendaraan, industri, dan pembakaran sampah berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit pernapasan kronis, jantung, dan kanker. Partikel halus dalam polusi udara dapat menembus alveoli paru-paru dan memicu inflamasi sistemik. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Paparan Bahan Kimia dan Racun

Paparan kronis terhadap bahan kimia berbahaya seperti logam berat, pestisida, dan zat endokrin disruptor dapat menyebabkan gangguan neurologis, gangguan hormon, dan kondisi kronis lainnya jika tidak dikelola dengan baik. [Lihat sumber Disini - smartid.co.id]


Upaya Pengendalian Lingkungan Sehat

Untuk menurunkan dampak negatif lingkungan terhadap kesehatan, berbagai upaya preventif dan promotif perlu diterapkan pada tingkat individu, komunitas, serta kebijakan publik.

Peningkatan Kualitas Lingkungan

Upaya pengelolaan sampah, peningkatan sistem drainase, dan penyediaan air bersih berkualitas tinggi sangat penting untuk mengurangi kejadian penyakit berbasis lingkungan. Intervensi semacam peningkatan sanitasi komunitas telah terbukti mengurangi risiko penyakit menular. [Lihat sumber Disini - journal.aspirasi.or.id]

Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengelolaan limbah domestik, serta pentingnya kebersihan lingkungan dapat meningkatkan kesadaran dan praktik sehat di masyarakat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

Kebijakan dan Regulasi Lingkungan

Pemerintah perlu menetapkan dan menegakkan kebijakan pengendalian pencemaran, standar kualitas udara dan air, serta regulasi pengelolaan limbah industri dan domestik. Penelitian kebijakan menunjukkan bahwa regulasi lingkungan yang kuat mampu mengurangi kejadian penyakit berbasis lingkungan di kota besar. [Lihat sumber Disini - ojs.stikestujuhbelas.ac.id]


Kesimpulan

Lingkungan memiliki peran yang fundamental dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Faktor lingkungan fisik seperti kualitas udara, sanitasi, dan kondisi permukiman, serta lingkungan sosial seperti perilaku, pendidikan, dan struktur ekonomi, semuanya berkontribusi pada terjadinya berbagai masalah kesehatan. Penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, DBD, dan malaria merupakan bukti nyata hubungan erat antara lingkungan yang tidak sehat dengan beban penyakit. Dampak pencemaran air, udara, dan paparan bahan kimia memperburuk kondisi kesehatan masyarakat secara luas. Upaya pengendalian lingkungan yang holistik, termasuk peningkatan kualitas lingkungan, edukasi kesehatan, serta kebijakan publik, sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan terlindungi dari ancaman penyakit yang berasal dari lingkungan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Dampak lingkungan terhadap kesehatan adalah pengaruh kondisi lingkungan fisik dan sosial terhadap status kesehatan individu maupun masyarakat. Lingkungan yang tidak sehat seperti pencemaran udara, air tercemar, dan sanitasi buruk dapat meningkatkan risiko penyakit dan menurunkan kualitas hidup.

Faktor lingkungan fisik yang memengaruhi kesehatan meliputi kualitas udara, ketersediaan air bersih, sanitasi, kondisi permukiman, pengelolaan limbah, dan kebersihan lingkungan. Faktor-faktor ini berperan besar dalam munculnya penyakit berbasis lingkungan.

Lingkungan sosial memengaruhi perilaku sehat melalui pendidikan, budaya, dukungan sosial, dan kondisi ekonomi. Lingkungan sosial yang mendukung akan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, sedangkan lingkungan yang kurang mendukung dapat meningkatkan risiko penyakit.

Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang timbul akibat paparan faktor lingkungan yang tidak sehat, seperti air tercemar, sanitasi buruk, polusi udara, dan lingkungan yang mendukung berkembangnya vektor penyakit.

Pencemaran lingkungan berdampak pada peningkatan penyakit pernapasan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, hingga penyakit kronis. Pencemaran udara, air, dan tanah menjadi faktor utama penurunan kesehatan masyarakat secara luas.

Upaya pengendalian lingkungan sehat meliputi pengelolaan sampah yang baik, penyediaan air bersih, peningkatan sanitasi, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta penerapan kebijakan dan regulasi lingkungan yang berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Kesehatan Permukiman Kesehatan Permukiman Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Konsep, kesadaran, dan kepatuhan Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Konsep, kesadaran, dan kepatuhan Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Determinan Sosial Kesehatan Determinan Sosial Kesehatan Peran Aplikasi Kesehatan Digital Peran Aplikasi Kesehatan Digital Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Ketimpangan Akses Kesehatan Ketimpangan Akses Kesehatan Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Determinan Sosial Kesehatan: Konsep, ketimpangan, dan dampaknya Determinan Sosial Kesehatan: Konsep, ketimpangan, dan dampaknya Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Faktor Lingkungan terhadap Hasil Belajar Faktor Lingkungan terhadap Hasil Belajar Sistem Informasi Pengelolaan UKS Sistem Informasi Pengelolaan UKS
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…