Terakhir diperbarui: 19 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 19 December). Kesehatan Permukiman. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kesehatan-permukiman  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kesehatan Permukiman - SumberAjar.com

Pendahuluan

Permukiman merupakan salah satu elemen fundamental dalam kehidupan manusia karena menjadi tempat tinggal, berinteraksi sosial, dan melakukan berbagai aktivitas keseharian. Kesehatan permukiman mencakup hubungan yang erat antara kondisi fisik lingkungan tempat tinggal dan derajat kesehatan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Lingkungan permukiman yang sehat bukan hanya sekadar menempatkan bangunan rumah yang layak, tetapi juga mencakup aspek lingkungan yang mendukung kesehatan optimal bagi penghuninya, seperti sanitasi, kualitas udara, penyediaan air bersih, dan aspek lingkungan lainnya yang memengaruhi kesehatan jasmani dan rohani masyarakat. Pemahaman kesehatan permukiman menjadi penting terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan urbanisasi, pertumbuhan populasi, dan munculnya permukiman kumuh yang rentan terhadap masalah sanitasi dan kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Definisi Kesehatan Permukiman

Definisi Kesehatan Permukiman Secara Umum

Kesehatan permukiman secara umum dapat dipahami sebagai kondisi lingkungan tempat tinggal yang memungkinkan penghuninya menjalani kehidupan secara sehat, aman, dan nyaman tanpa terpapar risiko penyakit yang berasal dari lingkungan permukiman itu sendiri. Konsep ini mencakup hubungan timbal balik antara manusia sebagai penghuni dan lingkungan yang ditempati, di mana lingkungan yang bersih, aman, dan memiliki infrastruktur yang memadai akan berkontribusi terhadap derajat kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

Definisi Kesehatan Permukiman dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), permukiman diartikan sebagai sekumpulan rumah atau hunian yang dilengkapi dengan fasilitas dan infrastuktur yang mendukung kehidupan masyarakat dalam suatu wilayah. Kesehatan permukiman dalam KBBI dapat ditafsirkan sebagai kondisi atau kualitas lingkungan permukiman yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, termasuk kebersihan, sanitasi, ketersediaan fasilitas dasar, praktik hidup bersih, serta aspek fisik rumah dan lingkungan sekitarnya.

Definisi Kesehatan Permukiman Menurut Para Ahli

Menurut berbagai ahli, kesehatan permukiman memiliki definisi yang lebih spesifik dan mendalam. Beberapa definisi yang sering dikutip antara lain:

  1. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa permukiman sehat adalah suatu tempat tinggal yang memenuhi persyaratan fisik, psikologis, dan sosial sehingga bebas dari penularan penyakit dan kecelakaan serta mendukung kesejahteraan penghuninya. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  2. Para peneliti dalam buku Kesehatan Lingkungan Pemukiman dan Perkotaan menjelaskan bahwa kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman merupakan kondisi fisik, kimia, dan biologis dari rumah dan lingkungannya yang memungkinkan penghuni mendapatkan derajat kesehatan yang optimal. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]

  3. Dalam konteks kebijakan perumahan Indonesia, permukiman yang sehat adalah kawasan hunian yang dilengkapi fasilitas dan infrastuktur yang memadai, meliputi penyediaan air bersih, sistem pembuangan limbah yang baik, sanitasi lingkungan yang efektif, serta lingkungan yang aman dan nyaman bagi penghuninya. [Lihat sumber Disini - ocw.ui.ac.id]

  4. Beberapa ahli pembangunan permukiman menyatakan bahwa permukiman merupakan bagian lingkungan tempat tinggal yang terdiri lebih dari satu unit rumah dengan fasilitas pendukung yang memadai yang berfungsi tidak hanya untuk tempat tinggal tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - bircu-journal.com]


Konsep dan Ruang Lingkup Kesehatan Permukiman

Kesehatan permukiman merupakan bagian integral dari kesehatan lingkungan yang meliputi interaksi antara faktor fisik, biologis, dan sosial dalam lingkungan tempat tinggal. Ruang lingkup kesehatan permukiman mencakup pemenuhan standar air bersih, sanitasi yang baik, pengelolaan limbah, kualitas udara yang sehat, serta ketersediaan fasilitas dan infrastruktur pendukung kesehatan. Aspek-aspek ini saling berinteraksi dan memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Konsep dasar kesehatan permukiman mencakup pemenuhan persyaratan rumah sehat, penanganan sanitasi lingkungan, pengelolaan sumber air bersih, pengurangan resiko penyakit berbasis lingkungan, serta pengendalian kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Misalnya, rumah yang memiliki ventilasi memadai, akses air bersih yang lancar, serta sistem pembuangan limbah yang baik akan mengurangi risiko penyakit infeksi saluran pernapasan dan diare. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]


Faktor Lingkungan Permukiman terhadap Kesehatan

Lingkungan permukiman memainkan peran penting dalam menentukan kesehatan publik. Beberapa faktor utama lingkungan permukiman yang berpengaruh terhadap kesehatan antara lain kualitas sanitasi, kualitas air, kepadatan hunian, kualitas udara, hingga manajemen limbah. Studi di permukiman kumuh di Kota Samarinda menemukan bahwa ventilasi yang kurang baik, pengelolaan limbah cair yang buruk, serta adanya pembuangan tinja sembarangan menjadi faktor risiko kesehatan serius karena sebagian besar rumah di permukiman tersebut masuk kategori tidak sehat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id]

Sanitasi lingkungan permukiman turut memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Kondisi sanitasi yang buruk, seperti sistem pembuangan limbah yang tidak efektif atau drainase yang tidak teratur, dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit yang ditularkan melalui vektor lingkungan, seperti diare, demam, atau penyakit kulit lainnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa permasalahan sanitasi banyak terjadi di kawasan permukiman perkotaan padat penduduk, terutama di wilayah dengan infrastuktur dasar yang tidak memadai. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Selain itu, faktor kepadatan hunian turut memengaruhi kualitas udara, mempercepat penyebaran penyakit pernapasan, dan mengurangi kenyamanan hidup penghuni. Kepadatan yang tinggi dapat menimbulkan stres lingkungan serta meningkatkan paparan terhadap polutan internal dan eksternal. Faktor-faktor eksternal lain seperti tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dan peraturan lokal terkait kesehatan permukiman juga turut berkontribusi dalam menentukan kesehatan lingkungan permukiman. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]


Kondisi Fisik Rumah dan Kesehatan Penghuni

Kondisi fisik rumah merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan derajat kesehatan penghuni. Rumah yang sehat adalah rumah yang dirancang dan dibangun sedemikian rupa supaya dapat mendukung kesehatan jasmani serta mental penghuninya dengan memenuhi standar sanitasi, ventilasi, pencahayaan, serta penggunaan bahan bangunan yang aman bagi kesehatan. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Kualitas ventilasi misalnya, memiliki peran krusial dalam mengurangi risiko gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan tuberkulosis. Ventilasi yang buruk menyebabkan sirkulasi udara tidak optimal yang pada akhirnya meningkatkan konsentrasi polutan dalam rumah yang berdampak langsung terhadap kesehatan penghuni. [Lihat sumber Disini - openpublichealthjournal.com]

Selain ventilasi, kualitas lantai, dinding, dan atap juga menentukan keselamatan dan kenyamanan tempat tinggal. Kondisi lantai yang buruk misalnya dapat menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit, serta meningkatkan risiko cedera fisik bagi penghuni. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI, kualitas fisik rumah termasuk parameter standar kesehatan perumahan yang melindungi penghuni dari risiko penyakit serta gangguan kesehatan lainnya. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]


Ketersediaan Sarana Lingkungan Permukiman

Ketersediaan sarana dan infrastruktur di lingkungan permukiman sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Sarana tersebut mencakup penyediaan air bersih yang aman untuk dikonsumsi dan digunakan sehari-hari, sistem pembuangan limbah domestik yang efektif, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta fasilitas pendidikan dan rekreasi yang menciptakan lingkungan hidup yang seimbang dan kondusif. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]

Air bersih adalah komponen utama yang menentukan kesehatan dasar keluarga. Air yang tidak aman dan tidak dikelola dengan baik dapat menjadi media penularan penyakit seperti diare dan gangguan pencernaan. Sistem pembuangan limbah yang buruk juga berdampak pada kualitas lingkungan permukiman yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan masyarakat. Upaya penyediaan sarana ini dilakukan melalui perencanaan lingkungan permukiman yang baik serta implementasi standar sanitasi yang sesuai. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]


Dampak Permukiman Tidak Sehat

Permukiman yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menghasilkan dampak serius bagi penghuni dan masyarakat luas. Dampak tersebut mencakup peningkatan prevalensi penyakit infeksi yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk, risiko gangguan pernapasan akibat ventilasi rumah yang tidak memadai, serta masalah psikososial akibat lingkungan yang tidak nyaman dan kurangnya fasilitas sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Kawasan permukiman kumuh khususnya rentan terhadap berbagai masalah kesehatan karena infrastruktur yang tidak lengkap, sanitasi yang buruk, serta kualitas lingkungan yang rendah. Hal ini seringkali berujung pada tingginya angka penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit lainnya. Selain itu, kondisi permukiman tidak sehat juga berdampak pada produktivitas masyarakat karena meningkatnya angka absensi kerja atau sekolah akibat sakit. [Lihat sumber Disini - ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id]


Upaya Peningkatan Kesehatan Permukiman

Untuk meningkatkan kesehatan permukiman, pendekatan intervensi harus mencakup perbaikan fisik tempat tinggal, peningkatan sarana sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pemerintah dan pemangku kepentingan juga perlu menetapkan kebijakan yang mendukung perbaikan lingkungan permukiman melalui penyediaan infrastuktur dasar, pengendalian sanitasi, dan program-program kesejahteraan masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]

Program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu strategi efektif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan permukiman, di mana masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan, sanitasi, serta praktik hidup bersih bersama. Selain itu, perbaikan regulasi tentang standar rumah sehat serta pelaksanaan inspeksi kesehatan lingkungan secara periodik juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kesehatan permukiman. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]


Kesimpulan

Kesehatan permukiman merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas hidup masyarakat karena mencakup hubungan antara kondisi fisik lingkungan tempat tinggal dan derajat kesehatan penghuninya. Kesehatan permukiman yang baik tidak hanya berkaitan dengan struktur fisik rumah tetapi juga melibatkan faktor lingkungan seperti sanitasi, ketersediaan air bersih, ventilasi, dan pengelolaan limbah. Permukiman yang memenuhi standar kesehatan akan mengurangi risiko penyakit lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Upaya peningkatan kesehatan permukiman harus dilakukan melalui perbaikan sarana infrastruktur, edukasi masyarakat, serta kebijakan yang mendukung lingkungan permukiman yang sehat dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesehatan permukiman adalah kondisi lingkungan tempat tinggal yang memenuhi persyaratan kesehatan, meliputi aspek fisik rumah, sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, kualitas udara, serta sarana pendukung yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan penghuninya.

Kesehatan permukiman penting karena lingkungan tempat tinggal yang sehat dapat mencegah penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan sosial masyarakat.

Faktor lingkungan permukiman yang memengaruhi kesehatan meliputi kualitas sanitasi, ketersediaan air bersih, sistem pembuangan limbah, ventilasi rumah, kepadatan hunian, kualitas udara, serta kondisi kebersihan lingkungan sekitar.

Kondisi fisik rumah seperti ventilasi, pencahayaan, kualitas lantai, dinding, dan atap sangat berpengaruh terhadap kesehatan penghuni karena dapat mencegah gangguan pernapasan, penyakit infeksi, serta risiko kecelakaan di dalam rumah.

Permukiman tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, serta menurunkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat akibat lingkungan yang tidak aman dan tidak nyaman.

Upaya peningkatan kesehatan permukiman dapat dilakukan melalui perbaikan kondisi fisik rumah, penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak, pengelolaan limbah yang baik, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam pembangunan lingkungan permukiman.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Hygiene Sanitasi Lingkungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Urbanisasi: Konsep, Faktor, dan Dampak Sosial Urbanisasi: Konsep, Faktor, dan Dampak Sosial Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan PHBS: Konsep, determinan perilaku, dan dampaknya PHBS: Konsep, determinan perilaku, dan dampaknya Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Ketimpangan Pendidikan: Konsep dan Dampak Sosial Ketimpangan Pendidikan: Konsep dan Dampak Sosial Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Konsep, kesadaran, dan kepatuhan Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Konsep, kesadaran, dan kepatuhan Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Peran Aplikasi Kesehatan Digital Peran Aplikasi Kesehatan Digital Ketimpangan Akses Kesehatan Ketimpangan Akses Kesehatan Pemanfaatan Big Data Kesehatan Pemanfaatan Big Data Kesehatan Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Edukasi Kesehatan Digital: Konsep, jangkauan, dan efektivitas Edukasi Kesehatan Digital: Konsep, jangkauan, dan efektivitas Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…