Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-pencarian-informasi-kesehatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan - SumberAjar.com

Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan

Pendahuluan

Perilaku pencarian informasi kesehatan merupakan fenomena yang semakin penting di era digital saat ini karena informasi kesehatan tidak hanya memengaruhi pengetahuan individu, tetapi juga keputusan dan tindakan nyata terkait kesehatan mereka. Ketika seseorang menghadapi gejala, penyakit, atau sekadar ingin meningkatkan kualitas hidup, mereka akan mencari sumber informasi yang diyakini dapat menjawab kebutuhan tersebut secara akurat dan relevan. Pengetahuan yang diperoleh dari proses pencarian ini dapat membantu individu memahami kondisi kesehatan serta membuat pilihan tindakan yang tepat, mulai dari memilih terapi, gaya hidup sehat hingga konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Namun demikian, perkembangan teknologi dan meluasnya akses internet juga membawa tantangan tersendiri, termasuk bagaimana orang menilai kredibilitas sumber, risiko misinformasi yang beredar secara luas, serta dampaknya terhadap keputusan kesehatan yang mereka buat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan

Definisi Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Secara Umum

Perilaku pencarian informasi kesehatan merujuk pada tindakan atau proses di mana individu secara aktif atau bahkan pasif mencari, menemukan, dan mengevaluasi informasi yang berkaitan dengan kesehatan, penyakit, pengobatan, pencegahan, serta aspek lainnya yang terkait kesehatan. Proses ini dapat dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung melalui tenaga kesehatan maupun melalui media digital termasuk internet dan media sosial. Peneliti di bidang kesehatan dan komunikasi menjelaskan bahwa perilaku ini menjadi salah satu strategi penting bagi individu untuk memahami masalah kesehatan yang dihadapi, mengatasi kebingungan informasi, serta membantu dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan tindakan kesehatan yang tepat. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Definisi Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), informasi berarti penerangan, pemberitahuan, atau kabar tentang sesuatu. Sedangkan kata pencarian secara umum berarti usaha atau proses untuk mencari sesuatu. Oleh karenanya, jika digabungkan, perilaku pencarian informasi kesehatan dapat diartikan sebagai perilaku individu dalam mencari kabar atau pemberitahuan yang berkaitan dengan kesehatan mengenai penyakit, perawatan, pencegahan, dan aspek kesehatan lainnya guna menambah pengetahuan atau mengambil keputusan terkait kesehatan tersebut. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. Sylvie D. Lambert dan Carmen G. Loiselle (2007) menjelaskan bahwa perilaku pencarian informasi kesehatan mencakup berbagai cara individu mencari dan menanggapi informasi kesehatan dan penyakit, baik secara aktif maupun pasif untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Johnson & Meischke (1993) mengembangkan Comprehensive Model of Information Seeking yang menyatakan bahwa tindakan pencarian informasi dipengaruhi oleh motivasi individu, karakteristik sumber informasi, dan tindakan pencarian itu sendiri. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. X. Jia et al. (2021) dalam studi sistematis menemukan bahwa perilaku pencarian informasi kesehatan dipengaruhi oleh faktor demografis dan tingkat literasi serta dapat memengaruhi kualitas keputusan kesehatan individu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. G. Shi et al. (2025) menyebut bahwa kecemasan terhadap kesehatan merupakan salah satu faktor psikologis yang mendorong individu untuk mencari informasi kesehatan dari berbagai media sumber. [Lihat sumber Disini - journals.plos.org]


Sumber Informasi Kesehatan yang Digunakan

Pencarian informasi kesehatan dapat berasal dari berbagai sumber, yang masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan keterbatasan tersendiri.

  1. Tenaga Profesional Kesehatan:

    Sumber utama dan paling kredibel untuk informasi kesehatan tetap tenaga kesehatan profesional seperti dokter, perawat, atau ahli kesehatan lainnya. Mereka memberikan informasi berdasarkan bukti ilmiah dan pengalaman klinis. Temuan meta-analisis menunjukkan bahwa masyarakat cenderung mempercayai tenaga kesehatan dibandingkan sumber lain meskipun tingkat literasi digital tinggi tetap memengaruhi preferensi sumber informasi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Website Kesehatan Terpercaya:

    Situs web resmi organisasi kesehatan, lembaga pemerintah, maupun platform edukasi medis menyediakan informasi yang relatif terverifikasi. Misalnya, pada studi masyarakat di Indonesia, website organisasi kesehatan merupakan salah satu sumber utama yang dipilih karena dianggap memiliki kredibilitas lebih tinggi dibanding sumber lain. [Lihat sumber Disini - repository.telkomuniversity.ac.id]

  3. Internet dan Mesin Pencari:

    Internet menjadi sumber informasi kesehatan yang paling luas digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat. Penelitian di Indonesia menunjukkan lebih dari 50% pencarian informasi kesehatan dilakukan melalui mesin pencari, terutama Google, yang sering digunakan untuk mencari informasi obat dan pengobatan. [Lihat sumber Disini - jsr.ums.ac.id]

  4. Media Sosial:

    Media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter semakin populer sebagai sumber informasi kesehatan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Namun demikian, platform ini memiliki risiko tinggi misinformasi meskipun sering digunakan secara intensif. [Lihat sumber Disini - conference.trunojoyo.ac.id]

  5. Teman dan Keluarga:

    Interaksi sosial seperti bertukar informasi dengan keluarga atau teman juga menjadi sumber informasi kesehatan penting, terutama untuk pengalaman pribadi atau rekomendasi praktis dari orang terdekat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Setiap sumber memiliki peran berbeda terutama dalam konteks kecepatan akses dan kredibilitas. Misalnya, website terpercaya dan tenaga medis memberikan informasi berbasis bukti sedangkan media sosial dan teman keluarga sering memberikan informasi yang cepat namun perlu diwaspadai keakuratannya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor yang Mempengaruhi Pencarian Informasi

Perilaku pencarian informasi kesehatan tidak terjadi secara acak, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, baik dari aspek internal individu maupun lingkungan eksternal di mana mereka berada.

  1. Kebutuhan Informasi dan Motivasi Pribadi:

    Salah satu faktor utama pendorong pencarian informasi kesehatan adalah kebutuhan individu untuk memahami suatu kondisi kesehatan, gejala yang dialami, atau mencari solusi untuk masalah kesehatan tertentu. Motif ini akan memengaruhi intensitas pencarian dan jenis sumber yang digunakan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Literasi Kesehatan dan Digital:

    Literasi kesehatan termasuk kemampuan individu untuk mencari, memahami, dan mengevaluasi informasi kesehatan dengan tepat. Individu dengan literasi digital tinggi akan lebih mampu menyaring informasi bermanfaat dari sea informasi yang tersedia. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

  3. Faktor Demografis:

    Usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi turut memengaruhi bagaimana seseorang mencari informasi. Misalnya, kelompok usia tertentu mungkin lebih memilih sumber digital dibandingkan lainnya. Studi menunjukkan variasi preferensi pencarian berdasarkan demografis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Kecemasan dan Persepsi Risiko:

    Individu yang merasa cemas tentang kesehatan cenderung mencari informasi lebih sering sebagai upaya untuk mengurangi ketidakpastian atau risiko terkait kondisi kesehatan mereka. Faktor psikologis ini dapat mendorong pencarian ke sumber tertentu. [Lihat sumber Disini - journals.plos.org]

  5. Aksesibilitas dan Ketersediaan Teknologi:

    Akses terhadap internet dan perangkat digital juga menjadi faktor penting di era digital. Individu yang tidak memiliki akses mudah ke teknologi informasi akan terbatas pada sumber konvensional. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  6. Sosial Budaya dan Norma Masyarakat:

    Keyakinan budaya, nilai sosial, dan norma di suatu komunitas dapat memengaruhi cara individu memilih dan menilai sumber informasi kesehatan, termasuk dari mana mereka percaya mendapatkan informasi yang benar. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Faktor-faktor ini secara bersama-sama membentuk bagaimana pencarian informasi dilakukan dan seberapa efektif hasil informasi tersebut memberikan dampak terhadap keputusan serta perilaku kesehatan individu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Peran Media Digital dalam Informasi Kesehatan

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pencarian informasi kesehatan secara signifikan. Pencarian informasi tidak lagi terbatas pada tenaga medis atau sumber cetak; internet dan media digital menjadi medium utama yang sering digunakan oleh berbagai kelompok usia.

Kemudahan Akses dan Penyebaran Informasi

Internet memberikan akses informasi yang cepat dan luas, memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan secara real-time tanpa harus menunggu konsultasi tatap muka. Mesin pencari seperti Google menjadi sarana utama untuk menemukan artikel, panduan kesehatan, dan video edukasi medis. [Lihat sumber Disini - jsr.ums.ac.id]

Peran Media Sosial

Media sosial bukan hanya tempat berinteraksi sosial, tetapi juga menjadi sumber informasi kesehatan populer. Video pendek, unggahan influencer kesehatan, serta komunitas online berisi diskusi kesehatan berkembang pesat di platform seperti TikTok dan Instagram. Namun, popularitas ini datang dengan tantangan besar karena tidak semua konten terverifikasi secara medis. Misalnya, riset terbaru menunjukkan prevalensi misinformasi kesehatan pada platform video pendek yang dapat memengaruhi persepsi dan perilaku pengguna. [Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com]

Platform Digital Khas Kesehatan

Selain media sosial umum, terdapat aplikasi dan portal kesehatan khusus yang menyediakan informasi terverifikasi seperti layanan kesehatan resmi, portal kesehatan pemerintah, serta aplikasi konsultasi dokter daring. Ini memberikan akses berbasis bukti serta fitur edukatif yang dirancang untuk membantu proses pengambilan keputusan kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Interaksi Digital dengan Profesional Kesehatan

Teknologi digital juga memungkinkan interaksi langsung dengan tenaga kesehatan melalui telemedicine, forum tanya jawab, dan konsultasi daring yang membantu pasien mendapatkan informasi yang lebih tepat dan terpercaya tanpa harus hadir secara fisik di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Peran media digital ini sangat penting dalam membentuk perilaku pencarian informasi kesehatan secara modern, namun memerlukan evaluasi kritis oleh pengguna agar informasi yang diterima tetap valid dan dapat dipercaya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Risiko Misinformasi Kesehatan

Meskipun media digital memudahkan akses informasi kesehatan, hal ini juga membuka peluang besar untuk penyebaran misinformation dan disinformation terkait kesehatan.

Misinformasi

Misinformasi merupakan informasi yang salah atau menyesatkan yang disebarkan tanpa niat jahat, tetapi tetap berpotensi membahayakan karena mengandung kesalahan atau informasi yang tidak akurat. Misalnya, informasi tidak berbasis bukti tentang “obat alami” untuk penyakit serius dapat menyebar luas di media sosial. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Disinformation

Berbeda dengan misinformasi, disinformasi adalah informasi palsu yang sengaja dibuat untuk menipu atau memengaruhi opini publik. Dalam konteks kesehatan, disinformasi bisa berupa klaim palsu tentang vaksin, terapi alternatif yang tidak terbukti, ataupun teori konspirasi tentang layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Dampak Misinformasi

Risiko terbesar dari misinformasi adalah mengurangi kualitas keputusan kesehatan individu, karena informasi yang salah dapat menyebabkan tindakan yang justru merugikan kesehatan. Individu bisa menunda perawatan yang tepat, mengabaikan saran medis profesional, atau bahkan mencoba terapi yang berbahaya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Informasi Berlebihan (Information Overload)

Selain itu, kelebihan informasi di media digital juga dapat menyebabkan information overload, yakni kondisi di mana jumlah informasi yang sangat banyak justru membuat individu kesulitan memahami atau memproses informasi dengan baik, sehingga dapat memengaruhi keputusan kesehatan secara negatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Informasi terhadap Keputusan Kesehatan

Pencarian informasi kesehatan memiliki peran signifikan dalam memengaruhi keputusan kesehatan individu. Informasi yang kredibel dapat membantu individu melakukan tindakan yang tepat, seperti perubahan gaya hidup sehat, konsultasi dengan profesional medis, atau mengikuti rekomendasi pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Informasi Berkualitas dan Keputusan Tepat

Ketika individu memperoleh informasi yang akurat dari sumber terpercaya seperti tenaga kesehatan atau portal kesehatan resmi, mereka cenderung membuat keputusan yang lebih bijak, misalnya dalam memahami diagnosis, memilih pengobatan, atau langkah pencegahan yang sesuai. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Pengaruh Misinformasi terhadap Keputusan

Sebaliknya, paparan terhadap informasi yang tidak akurat atau misinformasi dapat menyebabkan keputusan yang buruk, misalnya mengonsumsi obat yang tidak direkomendasikan, menolak vaksinasi bersifat ilmiah, atau mengambil tindakan pencegahan yang tidak tepat berdasarkan desas-desus belaka. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Peran Literasi dalam Menentukan Keputusan

Tingkat literasi kesehatan dan digital individu sangat menentukan bagaimana mereka menilai kualitas informasi dan membuat keputusan yang tepat. Individu dengan literasi rendah cenderung lebih rentan terhadap pengaruh informasi yang tidak valid dan sulit membedakan antara sumber yang kredibel dengan yang tidak. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Kesimpulan

Perilaku pencarian informasi kesehatan merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh kebutuhan individu, tingkat literasi, serta karakteristik sumber informasi yang digunakan. Perubahan teknologi digital telah membawa kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi, namun juga meningkatkan tantangan berupa misinformasi yang dapat menyesatkan. Sumber informasi kesehatan yang kredibel seperti tenaga medis dan portal kesehatan resmi memberikan manfaat besar bagi pengambilan keputusan yang tepat. Sementara itu, media digital dan internet menawarkan kemudahan dan kecepatan, tetapi pengguna harus berhati-hati terhadap risiko informasi yang tidak akurat atau hoaks. Dengan meningkatnya literasi kesehatan dan kemampuan menilai kualitas informasi, individu dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi secara bijak untuk keputusan dan tindakan kesehatan yang lebih baik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku pencarian informasi kesehatan adalah proses di mana individu mencari, mengakses, dan mengevaluasi informasi yang berkaitan dengan kesehatan, penyakit, pencegahan, serta pengobatan melalui berbagai sumber untuk membantu pengambilan keputusan kesehatan.

Sumber informasi kesehatan yang umum digunakan meliputi tenaga kesehatan profesional, website kesehatan resmi, internet dan mesin pencari, media sosial, serta informasi dari keluarga dan teman.

Media digital memudahkan akses informasi kesehatan secara cepat dan luas, memungkinkan masyarakat memperoleh pengetahuan kesehatan kapan saja dan di mana saja melalui internet, media sosial, dan platform kesehatan daring.

Risiko utama pencarian informasi kesehatan di internet adalah paparan misinformasi atau disinformasi yang dapat menyesatkan, menyebabkan kesalahan pemahaman, dan berpotensi memengaruhi keputusan kesehatan secara negatif.

Informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya dapat membantu individu membuat keputusan kesehatan yang tepat, sedangkan informasi yang tidak valid dapat menyebabkan tindakan yang kurang tepat atau berisiko terhadap kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Health Seeking Behavior Health Seeking Behavior Pencarian Informasi Kesehatan: Konsep, pola perilaku, dan sumber Pencarian Informasi Kesehatan: Konsep, pola perilaku, dan sumber Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Sistem Web Arsip Digital Sistem Web Arsip Digital Pengetahuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa Pengetahuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa Sistem Web Katalog Digital Perpustakaan Sistem Web Katalog Digital Perpustakaan Perubahan Perilaku Kesehatan Perubahan Perilaku Kesehatan Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Studi Meta-Analisis: Langkah dan Contoh Studi Meta-Analisis: Langkah dan Contoh Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Sistem Informasi Pengarsipan Dokumen Digital Sistem Informasi Pengarsipan Dokumen Digital Sistem Informasi Pelaporan dan Dokumentasi Digital Sekolah Sistem Informasi Pelaporan dan Dokumentasi Digital Sekolah Sistem Web Dokumentasi Kegiatan Sekolah Sistem Web Dokumentasi Kegiatan Sekolah Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Kepatuhan Perilaku Kesehatan: Konsep dan Motivasi Kepatuhan Perilaku Kesehatan: Konsep dan Motivasi Perilaku Seksual Berisiko Perilaku Seksual Berisiko Perilaku Adaptif: Pengertian dan Contoh Perilaku Adaptif: Pengertian dan Contoh Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…