Terakhir diperbarui: 30 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 30 December). Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sanitasi-lingkungan-konsep-risiko-kesehatan-dan-pencegahan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan - SumberAjar.com

Sanitasi Lingkungan: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan

Pendahuluan

Sanitasi lingkungan merupakan salah satu aspek fundamental dalam menjaga kesehatan manusia dan mencegah penyebaran penyakit di masyarakat. Lingkungan yang sanitasinya buruk bukan hanya sekadar tidak nyaman, tetapi juga menjadi medium yang memungkinkan berbagai agen penyebab penyakit berkembang dan menyebar ke populasi luas. Sanitasi lingkungan yang efektif mencakup pengelolaan air bersih, pengendalian limbah, fasilitas pembuangan yang layak, dan kebiasaan hidup bersih yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika aspek-aspek ini tidak terjaga, risiko penyakit menular seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan kesehatan lain meningkat secara signifikan, terutama di daerah dengan akses sanitasi terbatas. Penelitian-penelitian kesehatan masyarakat menunjukkan hubungan yang jelas antara sanitasi lingkungan yang buruk dan kondisi kesehatan masyarakat seperti stunting pada anak dan kejadian penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai konsep, komponen, risiko kesehatan, dan strategi pencegahannya sangat penting bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - who.int]


Definisi Sanitasi Lingkungan

Definisi Sanitasi Lingkungan Secara Umum

Sanitasi lingkungan pada hakikatnya adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan faktor-faktor dalam lingkungan fisik yang dapat menimbulkan atau memperburuk penyakit pada manusia. Dalam konteks ini, sanitasi lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pembuangan limbah dan pengelolaan fasilitas buang air, tetapi juga meliputi pengawasan terhadap air minum, pengendalian vektor penyakit, serta pengelolaan sampah dan limbah cair secara terintegrasi. Tujuan utamanya adalah menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bagi semua anggota masyarakat sehingga risiko penyakit dapat diminimalkan secara signifikan. Pemahaman ini sesuai dengan literatur kesehatan lingkungan yang menekankan pentingnya kontrol faktor lingkungan terhadap kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - who.int]

Definisi Sanitasi Lingkungan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi didefinisikan sebagai suatu usaha kesehatan yang bertujuan membina dan menciptakan keadaan yang lebih baik dalam bidang kesehatan, khususnya kesehatan masyarakat. Definisi ini mencerminkan bahwa sanitasi tidak hanya sekadar aktivitas praktis dalam pengelolaan lingkungan, tetapi merupakan bagian integral dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Definisi ini menggambarkan karakter sanitasi sebagai suatu proses manajemen kesehatan lingkungan yang sistematis dan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - repository.upnjatim.ac.id]

Definisi Sanitasi Lingkungan Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization (WHO), WHO menjelaskan sanitasi lingkungan sebagai pengendalian semua faktor dalam lingkungan fisik manusia yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi kesehatan, perkembangan fisik, dan daya tahan hidup manusia. Definisi ini menekankan pentingnya aspek pengendalian lingkungan sebagai pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - kesling.poltekkes-mks.ac.id]

  2. Notoadmojo, Dalam kajiannya, sanitasi lingkungan merupakan status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran dan penyediaan air bersih. Pendekatan ini mencerminkan kondisi sanitasi sebagai indikator kesehatan lingkungan secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - kesling.poltekkes-mks.ac.id]

  3. Soemirat, Sanitasimenurut Soemirat adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia, sehingga lingkungan yang buruk dapat dicegah menjadi sumber penyakit. [Lihat sumber Disini - kesling.poltekkes-mks.ac.id]

  4. Depantara, Dari perspektif kesehatan lingkungan, sanitasi adalah bagian dari ilmu yang mencakup cara serta upaya individu atau masyarakat dalam mengontrol lingkungan hidup yang berbahaya bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup. Definisi ini menegaskan aspek perilaku dalam pengendalian sanitasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id]

Definisi-definisi di atas menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan tidak hanya terkait fasilitas fisik, tetapi juga perilaku masyarakat yang berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan umum.


Konsep dan Komponen Sanitasi Lingkungan

Sanitasi lingkungan mencakup berbagai komponen yang saling berkaitan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan sehat. Secara garis besar, komponen utama sanitasi lingkungan antara lain:

  1. Pengelolaan Air Bersih, Akses terhadap air bersih yang aman merupakan fondasi utama sanitasi lingkungan. Air bersih diperlukan untuk konsumsi, kebersihan pribadi dan rumah tangga, serta mencegah kontaminasi air dengan patogen penyebab penyakit seperti bakteri penyebab diare. Kekurangan akses air bersih dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit lainnya yang berkaitan dengan konsumsi air yang terkontaminasi. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Fasilitas Pembuangan Feses (Jamban Sehat), Penyediaan fasilitas buang air yang layak dan aman sangat penting untuk meminimalkan kontak antara manusia dan feses yang dapat menjadi sumber infeksi penyakit seperti kolera dan disentri. Pembuangan feses yang tidak tepat dapat mencemari tanah dan sumber air. [Lihat sumber Disini - who.int]

  3. Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat, Sampah rumah tangga dan limbah padat lainnya perlu dikelola dengan benar melalui sistem pengumpulan, pemisahan, dan pembuangan yang sesuai standar. Sampah yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti lalat dan tikus. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

  4. Saluran Pembuangan Air Limbah, Pembuangan air limbah yang tidak terkelola dapat mencemari permukaan tanah dan sumber air, memicu pertumbuhan mikroba patogen, serta menimbulkan bau dan kondisi tidak sehat. Sistem drainase lingkungan yang baik merupakan elemen penting dalam sanitasi lingkungan. [Lihat sumber Disini - repository.upnjatim.ac.id]

  5. Pengendalian Vektor Penyakit dan Pencemaran Lingkungan, Vektor seperti nyamuk, lalat, dan tikus harus dikendalikan melalui pencegahan genangan air, penutupan tempat sampah, serta eliminasi titik perkembangbiakan vektor. Pengendalian ini juga berkontribusi mengurangi penyakit yang ditularkan melalui vektor. [Lihat sumber Disini - repository.upnjatim.ac.id]

Komponen-komponen di atas bekerja secara sinergis. Jika satu komponen saja tidak optimal, maka efektivitas sanitasi lingkungan secara keseluruhan akan terganggu.


Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kesehatan Masyarakat

Sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang sangat erat dengan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan yang sanitasinya baik mendukung kehidupan yang sehat, sedangkan sanitasi yang buruk menciptakan kondisi yang memungkinkan patogen berkembang dan menyebar.

  1. Pencegahan Penyakit Menular, Sanitasi yang efektif membantu mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, kolera, hepatitis A, dan infeksi parasit yang umumnya ditularkan melalui air atau kontak fisik dengan lingkungan yang terkontaminasi. Kekurangan sanitasi terkait dengan tingginya kejadian penyakit ini di banyak komunitas. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Kesehatan Anak dan Nutrisi, Sanitation yang buruk meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak, yang dapat menghambat penyerapan nutrisi dan berkontribusi pada kondisi seperti stunting (gangguan pertumbuhan pada balita). Penelitian di Indonesia menunjukkan hubungan yang kuat antara sanitasi lingkungan yang buruk dengan kejadian stunting pada balita karena kombinasi infeksi berulang dan kurangnya asupan gizi yang optimal. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id]

  3. Kebersihan Lingkungan Rumah Tangga, Sanitasi langsung memengaruhi kebersihan lingkungan rumah tangga. Lingkungan yang bersih menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan, kulit, dan penyakit lainnya melalui pengurangan kontak dengan patogen. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Dengan demikian, sanitasi lingkungan bukan hanya soal fasilitas, tetapi merupakan determinan kesehatan masyarakat yang berpengaruh pada berbagai indikator kesehatan.


Risiko Kesehatan Akibat Sanitasi Lingkungan yang Buruk

Sanitasi lingkungan yang buruk membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan individu dan masyarakat:

  1. Infeksi Saluran Pencernaan, Kontaminasi air dan makanan oleh feses yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kolera, dan disentri yang sering terjadi di komunitas dengan sanitasi buruk. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Penyakit Parasit dan Infeksi Kulit, Lingkungan yang kotor dan berlimbah dapat menjadi tempat berkembang biaknya parasit seperti cacing dan bakteri yang menyebabkan infeksi kulit atau penyakit parasit lainnya. [Lihat sumber Disini - adisampublisher.org]

  3. Stunting pada Anak, Sanitasi yang buruk meningkatkan frekuensi penyakit infeksi pada anak yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan fisik normal (stunting), terutama di bawah usia lima tahun. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id]

  4. Penyakit Menular Lainnya, Nyamuk, lalat, dan vektor lainnya berkembang di lingkungan yang tidak bersih, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dengue dan malaria. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

Risiko-risiko ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara luas.


Upaya Pencegahan Penyakit melalui Perbaikan Sanitasi

Upaya pencegahan penyakit melalui perbaikan sanitasi lingkungan harus dilakukan secara terintegrasi melibatkan pemerintah, sektor kesehatan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain.

  1. Penyediaan Akses Air Bersih dan Fasilitas Sanitasi Layak, Pemerintah dan lembaga terkait harus memastikan akses air bersih yang aman serta fasilitas pembuangan limbah yang layak di seluruh komunitas, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan padat. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Edukasi dan Perilaku Kebersihan, Masyarakat perlu diedukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk cuci tangan dengan sabun, pengelolaan limbah rumah tangga, dan penggunaan fasilitas sanitasi yang benar. Perilaku ini secara efektif menurunkan risiko kontaminasi dan penularan penyakit. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id]

  3. Pengelolaan Limbah Terpadu, Pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah cair harus dilakukan secara sistematis dengan fasilitas pengumpulan, pembuangan, dan pengolahan yang aman. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

  4. Pengendalian Vektor Penyakit, Program-program pengendalian vektor seperti pengurangan genangan air, penggunaan insektisida, dan pengelolaan lingkungan harus diterapkan untuk mengurangi risiko penyakit vektor-mediated seperti demam berdarah. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

  5. Monitoring dan Evaluasi, Monitoring kondisi sanitasi lingkungan dengan indikator kesehatan masyarakat membantu dalam mengevaluasi efektivitas program dan menentukan langkah perbaikan yang dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

Upaya ini membutuhkan komitmen lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga keberlanjutan kesehatan lingkungan.


Peran Masyarakat dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga sanitasi lingkungan di lingkungan sekitar:

  1. Penerapan Kebiasaan Hidup Bersih, Individu dan keluarga harus menerapkan kebiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan sekitarnya.

  2. Partisipasi dalam Program Sanitasi, Masyarakat dapat terlibat dalam forum komunitas atau program sanitasi yang diinisiasi oleh pemerintah atau organisasi lokal, termasuk pembangunan sarana sanitasi dasar.

  3. Edukasi dan Advokasi, Warga dapat saling berbagi informasi mengenai pentingnya sanitasi dan mendorong tetangga serta komunitasnya untuk berperilaku hidup bersih.

  4. Pemantauan Lingkungan, Partisipasi masyarakat dalam monitoring kondisi lingkungan dapat membantu mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan sanitasi.

Peran aktif masyarakat sangat krusial dalam memastikan sanitasi lingkungan tetap terjaga dan berkelanjutan.


Kesimpulan

Sanitasi lingkungan merupakan elemen kunci dalam kesehatan masyarakat yang mencakup pengendalian faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan fisik dan perkembangan manusia secara keseluruhan. Definisi sanitasi lingkungan menekankan upaya pengendalian lingkungan yang efektif untuk mencegah penyakit, sementara komponen pentingnya meliputi akses air bersih, fasilitas pembuangan yang layak, pengelolaan limbah, serta pengendalian vektor penyakit. Hubungan sanitasi lingkungan dengan kesehatan masyarakat sangat kuat, terutama dalam pencegahan penyakit menular, peningkatan status gizi anak, dan pengurangan risiko infeksi. Risiko kesehatan akibat sanitasi yang buruk mencakup penyakit pencernaan, infeksi kulit, hingga kondisi kronis seperti stunting pada anak. Untuk mencegah dampak tersebut, diperlukan upaya terpadu dari pemerintah, organisasi kesehatan, serta masyarakat melalui penyediaan fasilitas sanitasi, edukasi perilaku hidup bersih, dan pengelolaan limbah yang baik. Peran masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan partisipasi aktif dalam program sanitasi sangat menentukan keberhasilan upaya ini.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sanitasi lingkungan adalah upaya pengendalian faktor lingkungan fisik yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia, seperti pengelolaan air bersih, pembuangan limbah, pengelolaan sampah, dan fasilitas sanitasi, guna mencegah terjadinya penyakit.

Sanitasi lingkungan penting karena berperan besar dalam mencegah penyebaran penyakit menular, menjaga kualitas air dan lingkungan, meningkatkan kesehatan anak, serta menurunkan risiko penyakit akibat lingkungan yang tercemar.

Komponen utama sanitasi lingkungan meliputi penyediaan air bersih, penggunaan jamban sehat, pengelolaan sampah dan limbah cair, sistem drainase lingkungan, serta pengendalian vektor penyakit.

Sanitasi lingkungan yang buruk dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, infeksi parasit, stunting pada anak, serta meningkatnya penyakit yang ditularkan melalui vektor.

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menyediakan akses air bersih, membangun fasilitas sanitasi yang layak, mengelola limbah dengan baik, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta melakukan pengendalian vektor penyakit secara berkelanjutan.

Masyarakat berperan penting melalui penerapan kebiasaan hidup bersih, penggunaan fasilitas sanitasi secara benar, partisipasi dalam program sanitasi lingkungan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar secara kolektif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Hygiene Sanitasi Lingkungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Hubungan Sanitasi dan Stunting Hubungan Sanitasi dan Stunting Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Kesehatan Permukiman Kesehatan Permukiman Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Pencegahan Diare Pencegahan Diare Stunting dan Faktor Perilaku Stunting dan Faktor Perilaku Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Risiko Diare: Penyebab dan Penatalaksanaannya Risiko Diare: Penyebab dan Penatalaksanaannya Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Faktor Risiko Stunting pada Balita Faktor Risiko Stunting pada Balita Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Pencegahan Stunting Berbasis Keluarga Air Bersih dan Kesehatan Air Bersih dan Kesehatan Perilaku Pencegahan COVID-19 Perilaku Pencegahan COVID-19 Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…