Terakhir diperbarui: 20 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 20 December). Dukungan Sosial dan Kesehatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/dukungan-sosial-dan-kesehatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Dukungan Sosial dan Kesehatan - SumberAjar.com

Dukungan Sosial dan Kesehatan

Pendahuluan

Kesehatan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis atau lingkungan fisik, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial dan dukungan yang diterima seseorang dari lingkungannya. Dukungan sosial telah lama diakui sebagai elemen penting dalam kesehatan mental dan fisik. Individu dengan jaringan sosial yang kuat cenderung memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap stres, tekanan hidup, serta memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik dibandingkan mereka yang kurang mendapatkan dukungan sosial. Penelitian kontemporer menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat berkontribusi secara langsung dan tidak langsung terhadap kondisi kesehatan seseorang, mulai dari menurunkan risiko gangguan mental hingga mempercepat pemulihan dari penyakit kronis.[Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Dukungan Sosial dan Kesehatan

Definisi Dukungan Sosial Secara Umum

Dukungan sosial dalam konteks psikologi dan kesehatan merujuk pada bantuan emosional, instrumental, informasional, maupun penghargaan yang diterima seseorang dari hubungan interpersonalnya. Dukungan ini dapat berasal dari keluarga, teman, pasangan, atau komunitas yang memberikan perasaan diterima, diperhatikan, serta dihargai. Secara praktis, dukungan sosial mencakup tindakan nyata yang membantu individu mengatasi tekanan atau masalah kehidupan.[Lihat sumber Disini - jurnal.ar-raniry.ac.id]

Definisi Dukungan Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dukungan sosial merupakan bentuk bantuan, penghargaan, dan perhatian yang dirasakan oleh seseorang yang berasal dari lingkungan sosialnya, sehingga individu tersebut merasa menjadi bagian dari kelompok dan diperhatikan oleh orang lain.[Lihat sumber Disini - repository.undar.ac.id]

Definisi Dukungan Sosial Menurut Para Ahli

  1. Sarafino & Smith (2012): Dukungan sosial adalah bantuan yang melibatkan dukungan emosional, pemberian informasi, bantuan nyata, serta penilaian positif yang diterima individu dalam menghadapi kesulitan hidup.[Lihat sumber Disini - eprints.umpo.ac.id]

  2. Johnson & Johnson: Menjelaskan dukungan sosial sebagai keberadaan orang lain yang dapat diandalkan untuk memberikan bantuan, semangat, penerimaan, dan perhatian.[Lihat sumber Disini - repo.uit-lirboyo.ac.id]

  3. Siedlecki dkk. (2014): Menyatakan bahwa dukungan sosial adalah umpan balik yang menunjukkan bahwa seseorang dicintai, diperhatikan, dihormati, serta menjadi bagian dari komunitas yang berarti dalam hidupnya.[Lihat sumber Disini - jurnal.ar-raniry.ac.id]

  4. Zimet et al. (1988): Memperluas definisi dengan konsep “perceived social support”, yaitu persepsi seseorang terhadap ketersediaan bantuan sosial yang dapat mereka andalkan saat diperlukan.[Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Konsep dan Bentuk Dukungan Sosial

Dukungan sosial tidak berbentuk tunggal, tetapi terdiri dari beberapa jenis yang membantu individu memenuhi kebutuhan psikologis dan praktisnya. Secara umum, konsep dukungan sosial meliputi empat bentuk utama: dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan.

Dukungan emosional memberikan rasa empati, perhatian, dan kenyamanan yang memupuk keamanan psikologis bagi individu yang merasa tertekan atau sedih. Dukungan informasional berupa saran, arahan, atau informasi yang membantu seseorang mengambil keputusan penting atau menghadapi situasi sulit. Bentuk instrumental meliputi bantuan praktis seperti bantuan keuangan, transportasi, atau pertolongan langsung terhadap kebutuhan fisik. Sedangkan dukungan penghargaan memperkuat rasa percaya diri dan harga diri melalui pengakuan positif dari orang lain. Semua bentuk ini berkontribusi pada kualitas hubungan interpersonal dan dapat membantu individu dalam mengelola stres serta meningkatkan kualitas kehidupannya.[Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, konsep dukungan sosial juga mencakup perbedaan antara perceived social support (dukungan yang dirasakan) dan received social support (dukungan yang benar-benar diberikan). Beberapa penelitian menegaskan bahwa perceived support memiliki hubungan lebih konsisten dengan hasil kesehatan mental positif dibandingkan bantuan faktual yang diterima.[Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Sumber Dukungan Sosial dalam Masyarakat

Sumber-sumber dukungan sosial dapat berasal dari berbagai lapisan sosial dalam kehidupan seseorang. Salah satu sumber paling dominan adalah keluarga, yang sering kali menjadi penyokong utama dalam membantu individu menghadapi kesulitan emosional maupun praktis. Selain keluarga, teman dan pasangan hidup juga berperan penting memberikan dukungan personal yang memperkuat rasa keterhubungan sosial.

Komunitas sosial, seperti kelompok keagamaan, organisasi masyarakat, dan lingkungan kerja, juga menjadi sumber dukungan yang penting. Aktivitas sosial dalam komunitas dapat menyediakan ruang bagi individu untuk saling berbagi pengalaman, mendapatkan nasihat, serta merasakan dukungan kolektif dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian juga menunjukkan bahwa kelompok teman sebaya atau komunitas dapat secara signifikan mempengaruhi penyesuaian sosial dan keberhasilan adaptasi individu dalam lingkungan baru.[Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Sumber dukungan sosial ini tidak hanya berperan dalam konteks keseharian, tetapi juga dalam momen krisis, seperti pandemi atau kondisi kesehatan yang memburuk, di mana dukungan sosial dapat membantu memperkuat resilien dan memberikan rasa aman kepada individu yang terdampak.[Lihat sumber Disini - ejournal.undip.ac.id]


Hubungan Dukungan Sosial dan Status Kesehatan

Dukungan sosial memainkan peran fundamental dalam menentukan status kesehatan seseorang, baik secara mental maupun fisik. Secara garis besar, hubungan antara dukungan sosial dan kesehatan dapat dilihat dari dua perspektif penting: dukungan sosial sebagai buffer terhadap stres serta sebagai sumber peningkatan kesejahteraan psikologis.

Teori “buffering effect” menyatakan bahwa dukungan sosial dapat melindungi seseorang dari dampak negatif stres dengan menyediakan sumber daya emosional dan praktis yang membantu menghadapi peristiwa hidup yang menegangkan. Misalnya, individu yang merasa didukung oleh jaringan sosial yang kuat cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah serta memiliki risiko yang lebih kecil terhadap gangguan kesehatan mental dan fisik.[Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, dukungan sosial juga memiliki efek langsung terhadap kesejahteraan umum, termasuk meningkatkan kebiasaan sehat, memperkuat mekanisme coping, serta mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Penelitian sistematis menunjukkan bahwa dukungan sosial berkorelasi positif dengan kesejahteraan psikologis dan fisik, serta mampu mempengaruhi perilaku sehat secara signifikan.[Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Dalam konteks kesehatan mental, dukungan sosial terbukti memiliki hubungan signifikan dengan penurunan gejala depresi, kecemasan, dan stres. Individu yang menerima dukungan sosial secara memadai cenderung memiliki kapasitas lebih baik untuk mengelola emosi negatif dan mempertahankan stabilitas psikologis.[Lihat sumber Disini - jurnal.uniraya.ac.id]


Dampak Dukungan Sosial terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek paling sensitif terhadap kualitas dukungan sosial seseorang. Penelitian kontemporer menunjukkan bahwa dukungan sosial yang kuat dapat berperan dalam mengurangi persepsi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional secara signifikan. Dukungan dari keluarga dan pasangan, misalnya, terbukti mengurangi tingkat kecemasan dan depresi serta meningkatkan perasaan positif.[Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Lebih jauh lagi, beberapa studi telah mengeksplorasi mekanisme dimana dukungan sosial mempengaruhi kesehatan mental melalui pengurangan persepsi stres. Ketika seseorang merasa dukungan sosial tersedia, persepsi terhadap kejadian yang menimbulkan stres cenderung berkurang, yang pada gilirannya membantu mengurangi gejala gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.[Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Selain itu, bukti empiris juga menunjukkan bahwa semakin kuat dukungan sosial yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat kesehatan mental dan kepuasan hidup individu, terutama di kalangan populasi rentan seperti mahasiswa atau pekerja yang mengalami tekanan tinggi.[Lihat sumber Disini - journals.plos.org]


Faktor yang Mempengaruhi Dukungan Sosial

Beberapa faktor dapat mempengaruhi tingkat dan efektivitas dukungan sosial yang diterima seseorang:

  1. Struktur hubungan interpersonal: Kualitas hubungan keluarga, pasangan, dan teman menjadi faktor utama dalam menentukan seberapa besar dukungan sosial yang dirasakan.

  2. Budaya dan norma sosial: Konteks budaya masyarakat juga mempengaruhi pola penerimaan serta penyediaan dukungan sosial, karena dalam masyarakat kolektivistik, misalnya, interdependensi sosial lebih ditekankan.[Lihat sumber Disini - publication.k-pin.org]

  3. Persepsi individu: Perceived support, bagaimana seseorang menilai ketersediaan dukungan, seringkali lebih penting daripada dukungan faktual yang diterima, dalam memengaruhi kesehatan mental.[Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Fase kehidupan dan status kesehatan: Kebutuhan dukungan sosial dapat berubah sepanjang siklus hidup seseorang dan juga dapat intensif saat menghadapi kondisi kesehatan tertentu.


Penguatan Dukungan Sosial dalam Kesehatan Masyarakat

Untuk mengoptimalkan peran dukungan sosial dalam kesehatan masyarakat, diperlukan strategi yang melibatkan banyak sektor. Intervensi sosial yang mempromosikan hubungan interpersonal yang kuat, dukungan keluarga, dan jaringan komunitas dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan mental dan fisik masyarakat luas.

Program kesehatan masyarakat yang mencakup pelatihan keterampilan sosial, kelompok dukungan komunitas, serta integrasi dukungan sosial ke dalam pelayanan kesehatan dapat membantu individu merasa lebih terhubung dan didukung secara sosial. Selain itu, peningkatan literasi sosial dan bantuan psikososial di sekolah, tempat kerja, dan lingkungan komunitas dapat memperluas jaringan dukungan dan mengurangi stigma pencarian bantuan.

Di era digital, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun dan memperkuat jaringan dukungan sosial, terutama bagi kelompok yang mengalami isolasi atau keterbatasan mobilitas. Platform digital yang memfasilitasi komunikasi sosial dan pertukaran pengalaman dapat menjadi alat bantu penting dalam menyediakan dukungan emosional dan informatif yang memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan mental.


Kesimpulan

Dukungan sosial merupakan komponen penting yang berkontribusi terhadap status kesehatan secara keseluruhan, khususnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Secara umum, dukungan sosial melibatkan bantuan emosional, instrumental, informatif, serta penghargaan yang diterima individu dari jaringan sosialnya. Dukungan ini berasal dari berbagai sumber seperti keluarga, teman, pasangan, dan komunitas sosial, dan terbukti memiliki peran signifikan dalam mengurangi stres, menurunkan gejala mental negatif, serta meningkatkan kualitas hidup.

Interaksi antara dukungan sosial dan kesehatan sangat kompleks; dukungan sosial tidak hanya berfungsi sebagai buffer terhadap stres tetapi juga sebagai sumber langsung peningkatan kesejahteraan psikologis. Untuk memaksimalkan manfaat dukungan sosial dalam konteks kesehatan masyarakat, strategi yang holistik dan inklusif, mencakup intervensi sosial, penguatan hubungan interpersonal, serta pemanfaatan teknologi digital, sangat dibutuhkan. Dengan pendekatan ini, peran dukungan sosial dalam kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan dan diarahkan untuk membantu individu mencapai kesejahteraan yang lebih baik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Dukungan sosial dan kesehatan adalah konsep yang menjelaskan hubungan antara bantuan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan yang diterima individu dari lingkungan sosialnya dengan kondisi kesehatan fisik dan mental. Dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan risiko gangguan kesehatan.

Bentuk dukungan sosial meliputi dukungan emosional seperti empati dan perhatian, dukungan informasional berupa saran dan informasi, dukungan instrumental berupa bantuan nyata seperti materi atau tenaga, serta dukungan penghargaan yang meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri individu.

Dukungan sosial penting bagi kesehatan mental karena dapat mengurangi stres, menurunkan risiko depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Individu yang merasa didukung secara sosial cenderung memiliki kemampuan coping yang lebih baik dalam menghadapi tekanan hidup.

Sumber dukungan sosial dalam masyarakat meliputi keluarga, teman, pasangan, kelompok sebaya, komunitas keagamaan, lingkungan kerja, serta organisasi sosial yang memberikan bantuan emosional dan praktis bagi individu.

Dukungan sosial memiliki hubungan positif dengan status kesehatan seseorang. Dukungan sosial dapat berfungsi sebagai pelindung dari dampak stres, meningkatkan perilaku hidup sehat, serta mempercepat proses pemulihan fisik dan mental.

Faktor yang mempengaruhi dukungan sosial antara lain kualitas hubungan interpersonal, budaya dan norma sosial, persepsi individu terhadap ketersediaan dukungan, serta kondisi kehidupan dan status kesehatan seseorang.

Penguatan dukungan sosial dalam kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pengembangan komunitas, program kesehatan berbasis keluarga, kelompok dukungan sosial, peningkatan literasi sosial, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jaringan dukungan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Dukungan Sosial: Konsep, Jenis, dan Pengaruhnya Dukungan Sosial: Konsep, Jenis, dan Pengaruhnya Dukungan Sosial: Konsep dan Kesejahteraan Dukungan Sosial: Konsep dan Kesejahteraan Hubungan Dukungan Suami dengan Kesehatan Ibu Hubungan Dukungan Suami dengan Kesehatan Ibu Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Dukungan Keluarga dalam Penyembuhan Pasien: Konsep, Makna, dan Kontribusi Dukungan Keluarga dalam Penyembuhan Pasien: Konsep, Makna, dan Kontribusi Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Dukungan Keluarga dalam Perawatan Pasien Dukungan Keluarga dalam Perawatan Pasien Reintegrasi Sosial: Konsep dan Pemulihan Hubungan Reintegrasi Sosial: Konsep dan Pemulihan Hubungan Determinan Sosial Kesehatan Determinan Sosial Kesehatan  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Gangguan Koping Keluarga Gangguan Koping Keluarga Kesehatan Ibu Hamil Kesehatan Ibu Hamil Respons Sosial terhadap Krisis: Konsep dan Adaptasi Respons Sosial terhadap Krisis: Konsep dan Adaptasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Edukasi Kesehatan Reproduksi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…