Terakhir diperbarui: 25 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 25 December). Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/dukungan-suami-konsep-peran-keluarga-dan-kesehatan-ibu  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu - SumberAjar.com

Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu

Pendahuluan

Kehamilan merupakan fase penting dalam kehidupan seorang perempuan yang membawa berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial yang kompleks. Banyak ibu hamil mengalami gejolak psikologis seperti kecemasan dan stres, serta tantangan fisik yang signifikan selama masa kehamilan. Dalam fase tersebut, dukungan sosial dari orang terdekat, terutama suami, berperan dalam meringankan beban, meningkatkan motivasi, dan menjaga kesejahteraan ibu hamil secara menyeluruh. Dukungan suami tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tapi juga pada kesehatan mental dan adaptasi ibu terhadap peran baru sebagai calon ibu. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan yang optimal dari suami berhubungan dengan penurunan kecemasan, peningkatan keikutsertaan dalam pemeriksaan antenatal, dan kondisi psikologis yang lebih sehat pada ibu hamil. [Lihat sumber Disini - jdk.ulm.ac.id]


Definisi Dukungan Suami

Definisi Dukungan Suami Secara Umum

Dukungan suami secara umum merujuk pada tindakan, sikap, serta perilaku yang diberikan suami kepada istrinya selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan emosional, sosial, fisik, dan informatif. Hal ini mencakup kehadiran dalam kunjungan kesehatan, perhatian terhadap kebutuhan nutrisi, dan keterlibatan dalam keputusan penting terkait kesehatan ibu dan janin. Dukungan semacam ini membantu ibu hamil dalam menghadapi tantangan kehamilan dan mempersiapkan proses persalinan dengan lebih baik. [Lihat sumber Disini - genius.inspira.or.id]

Definisi Dukungan Suami dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dukungan dapat diartikan sebagai pertolongan, sokongan, atau bantuan yang diberikan untuk memperkuat, melindungi, atau meringankan. Jika dikaitkan dengan dukungan suami selama kehamilan, maknanya adalah bentuk pertolongan langsung dari suami kepada istrinya dalam bentuk tindakan maupun dukungan moral dan psikologis. (Link KBBI: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Dukungan Suami Menurut Para Ahli

  1. Friedman (2009), Dukungan sosial dari pasangan dipandang sebagai kebutuhan psikososial utama yang memengaruhi motivasi ibu dalam mengikuti program kesehatan dan menjalani perawatan prenatal. [Lihat sumber Disini - e-journal.shj.ac.id]

  2. Ageng & Inthiran (2024), Suami dipandang sebagai fasilitator utama yang memenuhi kebutuhan emosional, fisik, dan informatif ibu hamil selama masa kehamilan. [Lihat sumber Disini - genius.inspira.or.id]

  3. Nugraha, Keliat, & Mustikasari (2025), Dukungan suami dikaitkan dengan kemampuan adaptasi kehamilan, mencakup aspek fisiologis, psikologis, dan peran sosial ibu. [Lihat sumber Disini - jdk.ulm.ac.id]

  4. Siswati et al. (2025), Keterlibatan suami dikaitkan dengan kepatuhan ibu terhadap intervensi medis, misalnya dalam konsumsi suplementasi zat besi. [Lihat sumber Disini - e-journal.shj.ac.id]


Konsep Dukungan Suami dalam Kehamilan

Konsep dukungan suami mencakup beragam bentuk tindakan yang diperlihatkan suami kepada istrinya sepanjang masa kehamilan, mulai dari dukungan emosional, sosial, hingga praktis. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa suami berperan sebagai sumber dukungan utama (main supporter) yang membantu ibu mengatasi perubahan fisik dan psikososial saat hamil, serta mendorong keterlibatan dalam layanan kesehatan prenatal. [Lihat sumber Disini - ojs.poltekkes-malang.ac.id]

Emotional support mencakup memberikan empati, motivasi, dan rasa aman kepada ibu hamil; informational support mencakup penyampaian informasi penting terkait kehamilan; sementara instrumental support mencakup bantuan langsung seperti pendampingan ke pemeriksaan, membantu aktivitas harian, serta penyediaan kebutuhan nutrisi. Kombinasi bentuk dukungan tersebut telah terbukti meningkatkan adaptasi ibu selama masa kehamilan. [Lihat sumber Disini - jdk.ulm.ac.id]


Bentuk Dukungan Suami terhadap Ibu Hamil

Bentuk dukungan yang paling umum diberikan oleh suami kepada ibu hamil dapat dibagi menjadi beberapa kategori utama:

  1. Dukungan Emosional

    Bentuk ini mencakup perhatian, empati, serta hadir secara psikologis untuk mengurangi kecemasan ibu hamil. Dukungan emosional telah terbukti mengurangi tingkat kecemasan dan meningkatkan rasa aman ibu dalam melewati masa kehamilan dan persalinan. [Lihat sumber Disini - siakad.stikesdhb.ac.id]

  2. Dukungan Informasional

    Suami membantu memberikan informasi penting mengenai nutrisi yang tepat, jadwal pemeriksaan, serta tanda bahaya kesehatan yang perlu diperhatikan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, ibu dapat lebih patuh terhadap rekomendasi medis. [Lihat sumber Disini - genius.inspira.or.id]

  3. Dukungan Instrumen/Praktis

    Peran ini mencakup pendampingan ke kunjungan antenatal (ANC), penyediaan kebutuhan nutrisi, atau membantu aktivitas fisik ibu. Dukungan praktis terbukti meningkatkan keikutsertaan ibu dalam program pemeriksaan kehamilan. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

  4. Dukungan Sosial

    Termasuk dukungan dari anggota keluarga lain yang diperantarai oleh suami, seperti keluarga besar, yang turut menciptakan lingkungan yang memperkuat dukungan kepada ibu hamil secara psikososial. [Lihat sumber Disini - jurnal.unimus.ac.id]


Peran Keluarga dalam Mendukung Kesehatan Ibu

Selain dukungan suami, peran keluarga secara luas juga berkontribusi signifikan terhadap kesehatan ibu hamil. Keluarga memberikan dukungan emosional, finansial, dan sosial yang memungkinkan ibu menjalani masa kehamilan dengan lebih adaptif dan sehat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, melalui kerjasama peran suami, meningkatkan self-control dan emosi positif ibu hamil sehingga mendorong pola hidup sehat serta keterlibatan dalam layanan kesehatan prenatal. [Lihat sumber Disini - jdk.ulm.ac.id]

Keluarga juga berperan dalam memperkuat jaringan dukungan sosial ibu hamil dan memfasilitasi kepatuhan terhadap rekomendasi medis, seperti konsumsi suplementasi zat besi serta pemeriksaan rutin. [Lihat sumber Disini - jurnal.unimus.ac.id]


Dampak Dukungan Suami terhadap Kesehatan Ibu

Dukungan suami memiliki beragam dampak positif terhadap aspek kesehatan ibu selama kehamilan, antara lain:


Hubungan Dukungan Suami dengan Kesejahteraan Ibu

Kesejahteraan ibu hamil mencakup keseimbangan fisik, psikologis, dan sosial. Dukungan suami memiliki hubungan yang kuat dengan peningkatan motivation for health care behaviors, adaptasi terhadap perubahan, dan reduksi stres psikologis selama kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan yang diterima ibu dari suami, semakin tinggi pula motivasi ibu untuk menjaga kesehatannya, baik melalui pemantauan prenatal maupun melalui pola hidup sehat sehari-hari. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Dukungan Suami

Peran tenaga kesehatan tidak kalah penting dalam memperkuat dukungan suami terhadap ibu hamil. Tenaga kesehatan dapat:

  1. Memberikan edukasi kepada pasangan, sehingga suami memahami pentingnya perannya dalam proses kehamilan dan persalinan. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

  2. Mendorong keterlibatan suami dalam kelas antenatal atau sesi penyuluhan yang membahas kebutuhan ibu hamil secara khusus. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

  3. Mengajak suami ikut serta dalam konsultasi, sehingga suami dapat langsung memahami kondisi kesehatan istrinya dan mengambil keputusan yang tepat bersama tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - genius.inspira.or.id]

Dengan pendekatan kolaboratif antara tenaga kesehatan, keluarga, dan suami, dukungan yang diberikan kepada ibu hamil dapat menjadi lebih optimal sehingga memberikan hasil kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan janin.


Kesimpulan

Dukungan suami memiliki peran penting dan multidimensional dalam kesehatan ibu selama kehamilan. Secara umum, dukungan mencakup aspek emosional, informatif, sosial, dan praktis yang saling berkaitan dan berkontribusi pada kesejahteraan fisik maupun psikologis ibu hamil. Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan suami dan adaptasi ibu hamil, keikutsertaan dalam ANC, kepatuhan terhadap tindakan kesehatan, serta pengurangan risiko komplikasi kesehatan. Peran keluarga yang diperantarai oleh suami turut memperkuat kesejahteraan ibu secara keseluruhan. Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan berperan dalam mendorong kesadaran dan peran suami secara aktif dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Dengan dukungan yang optimal dari suami serta kolaborasi keluarga dan tenaga kesehatan, ibu hamil dapat menjalani fase kehamilan dengan lebih adaptif dan sehat, baik secara fisik maupun psikologis.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Dukungan suami dalam kehamilan adalah bentuk bantuan yang diberikan suami kepada istri selama masa kehamilan, baik berupa dukungan emosional, informasional, sosial, maupun praktis, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil.

Dukungan suami penting karena dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan ibu hamil, meningkatkan kepatuhan terhadap pemeriksaan antenatal, serta membantu ibu beradaptasi secara fisik dan psikologis selama kehamilan.

Bentuk dukungan suami meliputi dukungan emosional seperti perhatian dan empati, dukungan informasional berupa pemberian informasi kesehatan, dukungan instrumental seperti pendampingan ke fasilitas kesehatan, serta dukungan sosial melalui keterlibatan keluarga.

Keluarga berperan dalam memberikan dukungan emosional, sosial, dan lingkungan yang kondusif bagi ibu hamil, sehingga membantu meningkatkan motivasi, kestabilan emosi, serta kepatuhan ibu terhadap anjuran kesehatan selama kehamilan.

Dukungan suami berdampak positif terhadap kesejahteraan ibu hamil dengan meningkatkan rasa aman, mengurangi tekanan psikologis, memperbaiki kualitas hidup, serta mendorong perilaku sehat selama masa kehamilan.

Tenaga kesehatan berperan melalui edukasi kesehatan, penyuluhan pasangan, serta pelibatan suami dalam pemeriksaan dan kelas kehamilan agar suami memahami perannya dan lebih aktif mendukung kesehatan ibu hamil.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Hubungan Dukungan Suami dengan Kesehatan Ibu Hubungan Dukungan Suami dengan Kesehatan Ibu Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Persepsi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan USG Persepsi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan USG Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Kepatuhan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Parenting Kepatuhan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Parenting Sikap Ibu terhadap KB Modern Sikap Ibu terhadap KB Modern Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Dukungan Keluarga dalam Proses Penyembuhan Pasien Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Gangguan Koping Keluarga Gangguan Koping Keluarga Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…