Terakhir diperbarui: 19 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 19 December). Perilaku Merokok Pasif. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-merokok-pasif  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Merokok Pasif - SumberAjar.com

Perilaku Merokok Pasif

Pendahuluan

Paparan asap rokok bukan hanya masalah yang dialami oleh perokok aktif, tetapi juga oleh individu yang tidak merokok tetapi berada di dekat perokok. Fenomena ini dikenal sebagai merokok pasif atau secondhand smoke exposure. Berbeda dengan kebiasaan merokok secara langsung, merokok pasif terjadi karena seseorang secara tidak langsung menghirup asap yang dihasilkan oleh rokok yang dibakar oleh orang di sekitarnya. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, termasuk ratusan zat yang bersifat racun dan puluhan di antaranya dikenal sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Paparan asap rokok pada perokok pasif terbukti berdampak serius terhadap kesehatan sistem pernapasan, kardiovaskular, dan bahkan meningkatkan kejadian berbagai penyakit kronis pada populasi yang terpapar, baik itu di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik tertutup. Dampak ini menjadi masalah kesehatan masyarakat global karena semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan kuat antara paparan asap rokok dengan risiko penyakit serius di berbagai usia dan kelompok sosial. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]


Definisi Perokok Pasif

Definisi Perokok Pasif Secara Umum

Perokok pasif secara umum didefinisikan sebagai individu yang tidak merokok secara aktif tetapi menghirup asap rokok yang sudah dilepaskan ke lingkungan oleh perokok aktif di sekitarnya. Asap rokok ini termasuk kombinasi dari asap yang dihembuskan oleh perokok aktif dan asap yang keluar langsung dari ujung rokok yang menyala (sidestream smoke). Kedua sumber asap ini semakin berbahaya karena asap yang keluar langsung dari rokok memiliki konsentrasi partikel dan zat karsinogenik yang terkadang lebih tinggi dari asap yang dihembuskan perokok aktif. Ketika asap ini berada di udara bebas, asap rokok akan terus terdispersi dan dapat terhirup oleh siapa saja yang berada di lingkungan tersebut, tidak hanya oleh perokok aktif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Perokok Pasif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah perokok pasif mencerminkan individu yang tidak melakukan kegiatan merokok sendiri secara langsung, tetapi terpapar asap rokok di lingkungannya. Ini dapat terjadi di rumah, tempat umum tertutup, kendaraan, atau lingkungan sosial lainnya di mana asap rokok masih terkontaminasi di udara yang dihirup. Definisi semacam ini menekankan sifat tidak langsung dari paparan serta efeknya terhadap individu yang sebenarnya tidak memilih untuk merokok, tetapi tetap mengalami konsekuensi kesehatan dari lingkungan yang tercemar oleh asap rokok. (Catatan: kamu bisa akses KBBI secara langsung dari situs resmi KBBI untuk definisi leksikalnya, [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]) [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

Definisi Perokok Pasif Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization (WHO)

    WHO menjelaskan bahwa perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok di sekitarnya, baik itu asap yang dihembuskan oleh perokok maupun asap yang berasal dari ujung rokok yang menyala. Meskipun tidak merokok secara langsung, paparan asap rokok tersebut dapat memberikan efek buruk pada kesehatan sistem pernapasan, kardiovaskular, dan bahkan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

  2. Flor et al. (2024)

    Dalam tinjauan ilmiahnya, paparan asap rokok pasif (secondhand smoke) dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung iskemik, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker paru-paru pada individu yang tidak pernah merokok, menunjukkan bahwa efek merokok pasif tidak jauh berbeda dari merokok aktif dalam konteks risiko penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Issa et al. (2025)

    Para peneliti ini menekankan bahwa secondhand smoke merupakan kombinasi asap yang berasal dari rokok yang dibakar dan asap yang dihembuskan perokok aktif. Paparan larut dalam udara dan dapat menyebabkan gangguan fungsi paru-paru akut seperti nyeri dada dan mengi, serta efek jangka panjang seperti risiko penyakit pernapasan kronis. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

  4. Ali et al. (UI ScholarHub)

    Studi ini menemukan hubungan kuat antara paparan secondhand smoke di rumah dengan berbagai gejala sistem pernapasan termasuk batuk, sesak napas, hingga gangguan kronis yang mengurangi kualitas hidup sehari-hari pada individu yang terpapar. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]


Sumber Paparan Asap Rokok di Lingkungan

Asap rokok dapat tersebar melalui berbagai lingkungan, mulai dari ruang tertutup yang sempit hingga area terbuka yang ramai. Salah satu sumber utama paparan adalah di rumah tangga, terutama ketika salah satu anggota keluarga merokok di dalam ruangan. Pola hidup merokok di rumah menjadikan anggota keluarga yang tidak merokok terutama anak-anak dan ibu hamil sangat rentan terhadap paparan. Studi ilmiah menunjukkan bahwa paparan di rumah bahkan bisa lebih intens dibandingkan paparan di tempat lain karena berhentinya sirkulasi udara dan seringnya interaksi dalam durasi panjang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain rumah, tempat kerja juga menjadi lokasi penting di mana perokok pasif sering terpapar. Meski banyak negara telah menerapkan kebijakan larangan merokok di tempat kerja atau area publik tertutup, pada kenyataannya masih banyak lingkungan kerja yang belum sepenuhnya bebas asap rokok, sehingga pekerja non-perokok tetap mengalami paparan kesehatan yang berbahaya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Tempat umum tertutup seperti restoran, bar, transportasi umum, dan fasilitas publik lainnya juga bisa menjadi sumber paparan jelas apabila tidak ada kebijakan smoke-free yang efektif. Asap rokok yang terperangkap di area-area ini cenderung menumpuk dan menciptakan lingkungan berbahaya bagi semua orang yang menghabiskan waktu di sana, terutama bila ruangan tidak memiliki ventilasi yang baik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Secara keseluruhan, sumber paparan asap rokok tidak hanya bergantung pada keberadaan perokok aktif, tetapi juga pada kondisi lingkungan seperti ventilasi, kepadatan orang, serta durasi paparan yang dialami oleh non-perokok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Kesehatan Akibat Paparan Rokok Pasif

Paparan asap rokok pasif memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan menjadi salah satu faktor risiko utama timbulnya berbagai penyakit kronis. Asap rokok mengandung zat karsinogenik dan partikel berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh manusia bahkan dalam paparan singkat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

1. Gangguan Sistem Pernapasan:

Paparan jangka pendek dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, dan sesak napas, sedangkan paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, bronkitis, pneumonia, serta asma kronis. Beberapa studi epidemiologis menunjukkan hubungan kuat antara paparan asap rokok dengan frekuensi rawat inap pada anak karena gangguan pernapasan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Penyakit Kardiovaskular:

Individu yang terpapar secara pasif memiliki peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke, bahkan pada mereka yang tidak memiliki riwayat merokok aktif. Efek ini muncul karena asap rokok menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah, inflamasi kronis, dan perubahan profil lipid darah yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Risiko Kanker:

Beberapa penelitian meta-analisis modern menunjukkan adanya hubungan antara paparan asap rokok pasif dan peningkatan risiko kanker paru-paru pada individu yang tidak merokok. Risiko ini meningkat seiring dengan durasi dan intensitas paparan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

4. Efek pada Janin dan Anak:

Paparan asap rokok pasif pada ibu hamil telah dikaitkan dengan tingginya risiko berat lahir rendah dan komplikasi kehamilan lainnya. Selain itu, paparan ini juga meningkatkan kemungkinan komplikasi perkembangan paru-paru dan sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]


Kelompok Rentan terhadap Rokok Pasif

Beberapa kelompok tertentu memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak negatif asap rokok pasif, antara lain:

1. Anak-anak:

Anak-anak seringkali berada dalam ruang tertutup bersama anggota keluarga yang merokok. Sistem pernapasan mereka masih berkembang, sehingga paparan asap rokok dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan paru-paru, infeksi saluran pernapasan bawah, dan peningkatan risiko asma. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Ibu Hamil:

Ibu hamil yang terpapar asap rokok pasif memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan seperti rendahnya berat lahir bayi dan gangguan perkembangan janin. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

3. Lansia dan Penyandang Penyakit Kronis:

Individu yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau masalah pernapasan kronis akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat jika terpapar asap rokok secara terus menerus, karena sistem imun mereka cenderung lebih lemah dan kurang adaptif terhadap zat berbahaya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Pekerja di Lingkungan Baskom Rokok:

Orang dewasa yang bekerja di tempat dengan paparan asap rokok tinggi (misal restoran atau tempat kerja tanpa larangan merokok) juga memiliki risiko peningkatan penyakit kronis akibat paparan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor Lingkungan dan Sosial yang Mempengaruhi

Faktor lingkungan dan sosial memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana seseorang menjadi perokok pasif. Beberapa faktor utama meliputi:

1. Kebijakan Tempat Tanpa Rokok:

Ketiadaan aturan tegas seperti larangan merokok di ruang publik tertutup atau zona bebas asap rokok meningkatkan peluang terjadinya paparan asap rokok pada non-perokok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Normatif Sosial:

Dalam masyarakat yang masih menganggap rokok sebagai bagian dari tatanan sosial (misal saat berkumpul atau di acara keluarga), perilaku merokok pasif cenderung lebih tinggi karena tekanan sosial dan kebiasaan yang sulit diubah. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]

3. Ventilasi Lingkungan:

Lokasi dengan sirkulasi udara buruk seperti ruang tertutup tanpa ventilasi yang memadai cenderung membuat asap rokok tertahan dan terakumulasi, meningkatkan tingkat paparan bagi orang yang berada di lingkungan tersebut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Faktor Ekonomi dan Pendidikan:

Pengetahuan masyarakat tentang dampak merokok pasif dan akses terhadap informasi kesehatan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan latar belakang ekonomi. Individu dengan pendidikan rendah sering kali kurang menyadari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]


Upaya Pencegahan Paparan Asap Rokok

Upaya pencegahan terhadap paparan asap rokok pasif melibatkan tindakan di tingkat pemerintah, komunitas, dan individu.

1. Kebijakan Larangan Merokok:

Pemerintah dapat memperkuat aturan larangan merokok di area publik, tempat kerja, dan ruang tertutup lainnya untuk mengurangi paparan asap rokok kepada masyarakat umum. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Pendidikan dan Sosialisasi:

Program edukasi yang menjelaskan dampak merokok pasif kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya paparan asap rokok, khususnya bagi keluarga. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]

3. Ruang Bebas Asap Rokok di Rumah:

Keluarga dapat menerapkan aturan bebas asap rokok di rumah untuk melindungi anggota keluarga yang rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Promosi Ventilasi yang Baik:

Meskipun penghapusan asap rokok sepenuhnya adalah langkah terbaik, meningkatkan kualitas ventilasi dalam ruangan juga dapat membantu mengurangi konsentrasi asap rokok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Perilaku merokok pasif merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan akibat paparan asap rokok dari perokok aktif. Individu yang tidak merokok tetap berada dalam risiko kesehatan serius seperti gangguan sistem pernapasan, penyakit jantung, dan peningkatan risiko kanker karena paparan asap rokok yang mengandung berbagai zat berbahaya. Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan pekerja di lingkungan berasap merupakan kelompok yang paling rentan. Faktor lingkungan seperti kurangnya kebijakan bebas asap rokok, ventilasi yang buruk, serta norma sosial yang condong menerima kebiasaan merokok turut mempengaruhi tingkat paparan. Untuk menangani permasalahan ini secara efektif, diperlukan kombinasi kebijakan larangan merokok di berbagai ruang publik, peningkatan edukasi masyarakat, serta perilaku individu untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat tanpa asap rokok.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku merokok pasif adalah kondisi ketika seseorang yang tidak merokok secara langsung tetap menghirup asap rokok dari lingkungan sekitarnya, baik dari asap yang dihembuskan perokok aktif maupun asap dari ujung rokok yang menyala.

Sumber paparan asap rokok bagi perokok pasif dapat berasal dari rumah tangga, tempat kerja, kendaraan, serta ruang publik tertutup seperti restoran dan fasilitas umum yang tidak menerapkan kawasan tanpa rokok.

Paparan rokok pasif dapat menyebabkan gangguan pernapasan, peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke, kanker paru-paru, serta gangguan kesehatan pada ibu hamil, janin, dan anak-anak.

Kelompok yang paling rentan terhadap rokok pasif adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, serta individu dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.

Pencegahan paparan rokok pasif dapat dilakukan melalui penerapan kawasan tanpa rokok, edukasi masyarakat tentang bahaya asap rokok, penerapan aturan bebas asap rokok di rumah, serta peningkatan kualitas ventilasi lingkungan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Merokok pada Remaja Perilaku Merokok pada Remaja Perilaku Merokok: Konsep, implikasi kesehatan, dan pencegahan Perilaku Merokok: Konsep, implikasi kesehatan, dan pencegahan Upaya Berhenti Merokok Upaya Berhenti Merokok Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Edukasi Bahaya Rokok Edukasi Bahaya Rokok Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Health Belief Model: Konsep, Komponen Utama, dan Penerapannya dalam Kesehatan Health Belief Model: Konsep, Komponen Utama, dan Penerapannya dalam Kesehatan Perubahan Perilaku Kesehatan Perubahan Perilaku Kesehatan Kepatuhan Terapi Kolesterol Kepatuhan Terapi Kolesterol Peer Pressure: Faktor dan Dampaknya Peer Pressure: Faktor dan Dampaknya Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Pecah Dini Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Pecah Dini Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pola Penyakit Tidak Menular Pola Penyakit Tidak Menular Teori Behavioral: Konsep dan Aplikasi Teori Behavioral: Konsep dan Aplikasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Mengapa Eksperimen Penting dalam Dunia Pendidikan Mengapa Eksperimen Penting dalam Dunia Pendidikan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…