Terakhir diperbarui: 09 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 9 December). Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/nutrisi-ibu-menyusui-kebutuhan-dan-pengaruh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh - SumberAjar.com

Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh

Pendahuluan

Masa laktasi, yaitu periode setelah melahirkan saat ibu memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya, merupakan fase krusial bagi kesehatan ibu maupun pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada masa ini, tubuh ibu tidak hanya harus memulihkan kondisi setelah kehamilan dan persalinan, tetapi juga memproduksi ASI yang cukup dan bergizi. Oleh karena itu, asupan nutrisi ibu menyusui menjadi sangat penting. Nutrisi yang baik akan memastikan ibu tetap sehat, mendukung produksi ASI berkualitas, serta menjamin bahwa bayi mendapatkan zat gizi optimal untuk tumbuh dan berkembang secara ideal. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif kebutuhan kalori dan nutrisi selama menyusui, jenis makanan yang dianjurkan, pengaruh nutrisi terhadap produksi ASI, faktor yang mempengaruhi pola makan ibu menyusui, peran suplementasi, risiko kekurangan nutrisi, dan dampak pada kesehatan ibu dan bayi.


Definisi Nutrisi Ibu Menyusui

Definisi Nutrisi Ibu Menyusui Secara Umum

“Nutrisi ibu menyusui” merujuk kepada asupan makanan dan zat gizi, baik makronutrien (karbohidrat, protein, lemak, air) maupun mikronutrien (vitamin, mineral, asam lemak esensial), yang dikonsumsi oleh ibu selama periode menyusui, dengan tujuan memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi tambahan akibat produksi ASI serta pemulihan pasca-melahirkan.

Definisi Nutrisi Ibu Menyusui dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “nutrisi” berarti gizi atau makanan dan zat-zati yang diperlukan tubuh untuk hidup dan tumbuh. Maka, “nutrisi ibu menyusui” berarti asupan gizi yang diperuntukkan bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui agar tubuhnya mendapatkan zat-zat penting untuk memproduksi ASI dan menjaga kesehatannya sendiri.

Definisi Nutrisi Ibu Menyusui Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi dari literatur dan ahli:

  • Menurut ulasan oleh Marangoni dkk., nutrisi pada masa menyusui berkaitan dengan kebutuhan makro dan mikronutrien yang meningkat, termasuk asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral, agar produksi ASI optimal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Dalam artikel tinjauan naratif “Nutrition for Optimal Lactation”, disebutkan bahwa nutrisi ibu laktasi mencakup seluruh asupan makanan dan suplemen bila perlu, serta memperhatikan status gizi awal dan volume ASI yang dihasilkan. [Lihat sumber Disini - karger.com]

  • Menurut hasil penelitian dari Bathula (2024), pola makan dan kebiasaan diet ibu dalam masa nifas dan menyusui sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi melalui komposisi ASI. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Studi observasional menunjukkan bahwa asupan energi dan protein ibu menyusui sering kali tidak mencukupi standar rekomendasi, sehingga mengindikasikan bahwa “nutrisi ibu menyusui” juga mencakup kecukupan asupan agar tidak terjadi defisiensi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unsil.ac.id]

Dengan demikian, “nutrisi ibu menyusui” merupakan konsep multidimensional yang menyangkut kualitas dan kuantitas asupan zat gizi yang memadai selama periode laktasi untuk mendukung ibu dan bayi.


Kebutuhan Kalori dan Nutrisi Selama Menyusui

Selama menyusui, kebutuhan energi dan zat gizi ibu meningkat dibandingkan sebelum kehamilan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Menurut pedoman umum yang dikutip oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi tambahan sekitar +330 hingga +400 kilokalori per hari dibanding sebelum hamil. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan merekomendasikan rentang tambahan sebagai berikut: selama 6 bulan pertama menyusui: +330 kalori/hari; pada 6 bulan berikutnya: +400 kalori/hari. Dari segi makronutrien, rekomendasi meliputi peningkatan protein, lemak sehat (terutama asam lemak esensial), karbohidrat, serta asupan cairan, vitamin, dan mineral tertentu. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Secara lebih spesifik:

Namun berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa banyak ibu menyusui belum mencapai kecukupan gizi ideal tersebut. Misalnya, di satu penelitian di Bandung hanya ~61% ibu dengan asupan energi adekuat, dan ~59% dengan asupan protein adekuat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unsil.ac.id] Sedangkan penelitian lain menunjukkan proporsi ibu dengan asupan energi dan protein di bawah AKG cukup besar. [Lihat sumber Disini - persagi.org]


Jenis Makanan yang Meningkatkan Kualitas ASI

Agar kualitas ASI optimal, baik dari segi makronutrien maupun mikronutrien, ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi makanan bervariasi yang kaya akan: protein, lemak sehat, buah & sayur, sumber vitamin dan mineral, serta cukup cairan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Beberapa contoh makanan/kelompok makanan:

Dalam konteks budaya dan kebiasaan lokal, penelitian menunjukkan pentingnya edukasi gizi agar pola makan ibu menyusui lebih beragam dan mencakup semua kelompok makanan tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Pengaruh Nutrisi terhadap Produksi ASI

Asupan nutrisi ibu secara langsung mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI. Bila ibu mendapatkan nutrisi yang cukup, terutama makronutrien dan mikronutrien penting, produksi ASI serta kandungan gizi ASI cenderung optimal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa asupan gizi yang tidak memadai pada ibu menyusui dapat menyebabkan produksi ASI kurang optimal. [Lihat sumber Disini - journal.literasisains.id]

Sebaliknya, intervensi nutrisi, misalnya pemberian makanan tambahan berbasis herbal atau sumber alami, dalam beberapa penelitian terbukti meningkatkan produksi ASI. Contohnya: studi di Depok (2025) menemukan bahwa pemberian “food bar” dari bahan tepung daun katuk dan daun torbangun selama beberapa hari meningkatkan produksi ASI secara signifikan. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Namun penting dicatat bahwa suplementasi atau galaktagog harus dipertimbangkan dengan hati-hati, status gizi awal ibu, jenis makanan sehari-hari, dan kebutuhan individu mempengaruhi efektivitasnya. [Lihat sumber Disini - karger.com]


Faktor yang Mempengaruhi Pola Makan Ibu Menyusui

Beberapa faktor yang mempengaruhi pola makan dan asupan nutrisi ibu selama menyusui:


Peran Suplementasi pada Masa Laktasi

Suplementasi bisa dilihat sebagai pelengkap ketika asupan makanan sehari-hari sulit memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Dalam literatur internasional, asupan mikronutrien seperti yodium, asam lemak omega-3, vitamin tertentu dianjurkan untuk mendukung kualitas ASI dan perkembangan bayi. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Namun, tidak semua ibu perlu suplemen, efektivitasnya tergantung kebutuhan individu, status gizi, dan pola makan. [Lihat sumber Disini - karger.com]

Beberapa penelitian juga menekankan pentingnya pemantauan dan rekomendasi profesional kesehatan sebelum mengambil suplemen agar tidak terjadi kelebihan atau interaksi zat gizi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Risiko Kekurangan Nutrisi pada Ibu

Jika kebutuhan nutrisi tidak tercukupi selama menyusui, ada beberapa risiko baik untuk ibu maupun bayi:


Dampak Nutrisi terhadap Kesehatan Ibu dan Bayi

Nutrisi adekuat selama menyusui membawa banyak dampak positif:

  • Untuk bayi: ASI berkualitas menyediakan protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang mendukung pertumbuhan fisik, otak, sistem imun, serta perkembangan optimal. [Lihat sumber Disini - gizi.fikk.unesa.ac.id]

  • Untuk ibu: membantu pemulihan pasca-melahirkan, menjaga energi, memperkuat sistem kekebalan, mendukung kesehatan jangka panjang, serta memungkinkan proses menyusui berjalan dengan nyaman dan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • Untuk hubungan ibu & anak: ASI eksklusif dan berkualitas mendukung bonding, nutrisi awal terbaik, dan meminimalkan risiko gangguan kesehatan pada bayi maupun ibu. [Lihat sumber Disini - repository.unhas.ac.id]


Kesimpulan

Nutrisi ibu menyusui adalah aspek krusial dalam kesehatan ibu dan bayi. Selama masa laktasi, ibu membutuhkan tambahan energi, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan. Konsumsi makanan yang beragam dan memenuhi kebutuhan gizi akan mendukung produksi ASI yang optimal serta memastikan bayi memperoleh nutrisi ideal. Namun kenyataannya banyak ibu yang belum mencapai kecukupan gizi. Penting bagi ibu menyusui untuk menyadari kebutuhan ini, serta mendapatkan edukasi, dukungan, dan bila perlu suplementasi yang tepat. Dengan pola makan dan asupan nutrisi yang baik, masa menyusui akan mendatangkan keuntungan ganda: kesehatan ibu terjaga, dan bayi tumbuh sehat secara optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Nutrisi ibu menyusui adalah asupan gizi yang dibutuhkan oleh ibu selama masa laktasi untuk mendukung produksi ASI, menjaga kesehatan ibu, dan memastikan bayi mendapatkan kandungan gizi optimal.

Ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 330–400 kalori per hari dibandingkan sebelum hamil, tergantung durasi laktasi dan kondisi tubuh.

Makanan bergizi seperti sumber protein, lemak sehat omega-3, sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan air yang cukup dapat membantu meningkatkan kualitas ASI.

Ya, asupan nutrisi yang baik meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan produksi ASI tidak optimal.

Suplemen dapat diberikan bila ibu tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi dari makanan. Penggunaannya harus sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Risiko yang dapat terjadi meliputi kelelahan, anemia, penurunan kualitas dan kuantitas ASI, serta gangguan kesehatan bagi ibu dan bayi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy Ibu Menyusui Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Nutrisi Ibu Menyusui: Konsep, Kebutuhan Gizi, dan Kualitas ASI Nutrisi Ibu Menyusui: Konsep, Kebutuhan Gizi, dan Kualitas ASI Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi Ibu Menyusui Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Kesiapan Ibu Menghadapi Proses Laktasi Kesiapan Ibu Menghadapi Proses Laktasi Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Persepsi Ibu tentang ASI Eksklusif Persepsi Ibu tentang ASI Eksklusif Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…