Terakhir diperbarui: 15 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 December). Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-kurangnya-paparan-matahari-dengan-defisiensi-vitamin-d  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D - SumberAjar.com

Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D

Pendahuluan

Vitamin D kerap disebut sebagai “vitamin sinar matahari” karena hampir seluruh kebutuhan tubuh akan vitamin ini berasal dari paparan sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari. Dalam era modern dengan gaya hidup lebih banyak berada di dalam ruangan, penggunaan tabir surya yang berlebihan, serta pola hidup urban yang sibuk, fenomena kurangnya paparan sinar matahari menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Hal ini penting karena hubungan sinar matahari dengan sintesis vitamin D telah ditunjukkan dalam banyak penelitian, dan kekurangan vitamin D terkait dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kesehatan tulang, imunitas, hingga penyakit kronis lainnya. [Lihat sumber Disini - jptam.org]


Definisi Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D

Definisi Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D Secara Umum

Hubungan antara kurangnya paparan sinar matahari dengan defisiensi vitamin D menggambarkan sebuah mekanisme fisiologis di mana tubuh manusia tidak mampu memproduksi vitamin D yang mencukupi tanpa paparan sinar UVB yang cukup dari matahari. Vitamin D terutama dibentuk di dalam kulit melalui paparan sinar matahari, dan jika paparan ini terhambat, baik oleh gaya hidup, lingkungan, atau kebiasaan budaya, produksi vitamin D akan menurun sehingga risiko defisiensi meningkat. [Lihat sumber Disini - jptam.org]

Definisi Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D dalam KBBI

KBBI mendefinisikan vitamin D sebagai salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak yang diproduksi di tubuh ketika kulit terkena sinar matahari, dan juga dapat ditemukan dalam beberapa makanan (minyak ikan, kuning telur, susu). Ruang lingkup ini mencakup peran sinar matahari yang esensial dalam pembentukan vitamin D di kulit, sehingga jika paparan matahari kurang, penggunaan kemampuan produksi ini juga berkurang, berkontribusi terhadap terjadinya defisiensi. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D Menurut Para Ahli

  1. Bikle (2021)

    Menurut Bikle, produksi vitamin D di kulit dipicu oleh paparan sinar UVB dari matahari dan menjadi sumber utama vitamin D endogen dalam tubuh, diikuti oleh metabolisme di hati dan ginjal. Kurangnya paparan sinar matahari secara langsung menurunkan pembentukan vitamin D yang dapat berdampak pada kadar circulating 25-hydroxyvitamin D dalam darah. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Spiro et al. (2014)

    Penelitian ini menyatakan bahwa status vitamin D tubuh sangat bergantung pada sintesis di kulit setelah paparan sinar matahari dan asupan makanan. Paparan sinar matahari yang minim akan menurunkan kontribusi terbesar terhadap status vitamin D tubuh. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]

  3. Wacker & Holick (2013)

    Studi ini mengungkap bahwa sinar UVB dari matahari diabsorbsi oleh 7-dehydrocholesterol di kulit untuk diubah menjadi previtamin D3, proses yang menjadi dasar utama sintesis vitamin D pada manusia. Tanpa paparan ini, sintesis sangat berkurang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Rebelos (2023)

    Rebelos memperluas pemahaman bahwa meskipun ada sumber makanan dan suplementasi, determinen utama kadar vitamin D tetap berasal dari paparan sinar matahari. Kekurangan paparan UVB tetap menjadi faktor risiko utama defisiensi vitamin D di populasi umum. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Peran Paparan Sinar Matahari dalam Sintesis Vitamin D

Paparan sinar matahari merupakan komponen kunci dalam produksi vitamin D secara alami di tubuh manusia. Ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari, molekul 7-dehydrocholesterol yang berada di lapisan epidermis menyerap radiasi ini dan berubah menjadi previtamin D3, yang kemudian diubah menjadi vitamin D3 (cholecalciferol). Vitamin D3 kemudian dimetabolisme di hati menjadi 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D), bentuk utama yang diukur untuk menilai status vitamin D tubuh, dan selanjutnya diaktifkan di ginjal menjadi bentuk hormon aktif 1, 25(OH)2D yang berperan dalam berbagai fungsi biologis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan sinar matahari terbukti meningkatkan kadar 25(OH)D dalam darah secara signifikan setelah latihan berjemur teratur. Paparan UVB yang cukup dapat membantu mempertahankan kadar vitamin D yang memadai di dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Kurangnya paparan sinar matahari berbanding lurus dengan rendahnya produksi vitamin D; hal ini terutama terjadi pada individu yang sering terpapar ruang dalam ruangan, daerah dengan polusi tinggi, penggunaan tabir surya yang berlebihan, atau daerah dengan intensitas cahaya UVB yang rendah. [Lihat sumber Disini - kalbemed.com]


Faktor yang Menghambat Paparan Matahari

Terdapat banyak faktor lingkungan, perilaku, dan fisiologis yang dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mendapat paparan sinar matahari yang cukup dan mengakibatkan berkurangnya produksi vitamin D:

  1. Gaya Hidup Modern dan Aktivitas Indoor

    Perubahan gaya hidup yang cenderung menghabiskan waktu di dalam ruangan, baik bekerja maupun bersantai, mengurangi waktu terpapar sinar UVB dari matahari. [Lihat sumber Disini - jptam.org]

  2. Polusi Udara dan Lingkungan Urban

    Polusi udara dapat mengurangi intensitas sinar UVB yang sampai ke permukaan kulit, sehingga menghambat sintesis vitamin D di kulit. [Lihat sumber Disini - kalbemed.com]

  3. Penggunaan Tabir Surya

    Tabir surya yang sangat efektif dalam melindungi kulit dari sinar UV juga memblokir UVB yang diperlukan untuk sintesis vitamin D jika digunakan secara berlebihan atau tanpa jeda. [Lihat sumber Disini - kalbemed.com]

  4. Karakteristik Kulit dan Demografis

    Individu dengan kulit yang lebih gelap memiliki melanin lebih tinggi yang menghambat penetrasi UVB serta memerlukan waktu lebih lama untuk menghasilkan vitamin D yang setara dibandingkan kulit yang lebih terang. [Lihat sumber Disini - nature.com]

  5. Busana dan Budaya Pakaian

    Pakaian yang sepenuhnya menutupi kulit juga menjadi faktor yang membatasi paparan sinar matahari, terutama di komunitas dengan busana tertutup. [Lihat sumber Disini - kalbemed.com]

  6. Musim, Waktu, dan Lokasi Geografis

    Intensitas sinar UVB bervariasi berdasarkan musim, waktu hari, dan lintang geografis. Di daerah dengan musim dingin panjang atau di lintang yang tinggi, sinar UVB kurang tersedia selama periode tertentu. [Lihat sumber Disini - nature.com]


Dampak Defisiensi Vitamin D terhadap Kesehatan

Defisiensi vitamin D tidak hanya berdampak pada tulang, tapi juga melibatkan fungsi imun, kesehatan muskuloskeletal, dan risiko penyakit kronis lainnya. Berikut adalah beberapa dampak utama:

1. Gangguan pada Kesehatan Tulang

Kekurangan vitamin D mengganggu metabolisme kalsium dan fosfat, yang bisa menyebabkan kelainan tulang seperti rakitis pada anak-anak dan osteomalasia serta osteoporosis pada dewasa. Hal ini terjadi karena vitamin D penting untuk absorpsi kalsium di usus dan mineralisasi tulang yang efektif. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

2. Penurunan Sistem Imun

Vitamin D berperan dalam modulasi sistem imun melalui pengaturan berbagai komponen imun seluler, sehingga kekurangan vitamin D dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan memengaruhi respon imun tubuh secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

3. Risiko Penyakit Kronis

Berbagai studi observasional menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, diabetes serta gangguan autoimun. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

4. Dampak terhadap Kesehatan Mental

Vitamin D juga terlibat dalam regulasi neurotransmitter dan proses neurobiologis, sehingga kekurangannya dikaitkan dengan gangguan mood dan depresi di beberapa populasi. [Lihat sumber Disini - e-journals.unmul.ac.id]


Kelompok Berisiko Kekurangan Vitamin D

Beberapa kelompok populasi lebih berisiko mengalami defisiensi vitamin D dikarenakan keterbatasan paparan sinar matahari dan faktor lainnya:

  1. Orang yang Sering Berada di Dalam Ruangan

    Termasuk pekerja kantor, lansia di fasilitas perawatan, dan orang yang minim aktivitas outdoor.

  2. Individu dengan Kulit Gelap

    Melanin tinggi mengurangi produksi vitamin D dari UVB yang sama. [Lihat sumber Disini - nature.com]

  3. Pengguna Tabir Surya Intensif

    Walaupun penting untuk perlindungan kulit, penggunaan tabir surya dapat menurunkan sintesis vitamin D jika tidak diselingi paparan yang moderat. [Lihat sumber Disini - kalbemed.com]

  4. Penderita Obesitas dan Gangguan Absorpsi Lemak

    Vitamin D larut dalam lemak sehingga gangguan absorpsi lemak dapat menurunkan status vitamin D. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  5. ** kelompok lanjut usia**

    Produksi vitamin D menurun seiring bertambahnya usia, bersama dengan kemungkinan aktivitas luar ruang yang lebih sedikit. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Upaya Pencegahan Defisiensi Vitamin D

Pencegahan defisiensi vitamin D harus melibatkan pendekatan multifaset yang mencakup:

1. Paparan Sinar Matahari yang Aman dan Teratur

Menerapkan paparan sinar matahari secara moderat tiap hari, khususnya pada waktu pagi hingga siang hari ketika sinar UVB cukup tinggi namun risiko luka bakar minimal, dapat membantu pertumbuhan vitamin D tanpa menimbulkan risiko besar pada kulit. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

2. Pola Makan yang Mengandung Vitamin D

Mengonsumsi makanan sumber vitamin D seperti ikan berlemak (salmon, makarel), kuning telur, susu dan produk fortifikasi vitamin D dapat membantu meningkatkan asupan vitamin D total. [Lihat sumber Disini - ods.od.nih.gov]

3. Suplementasi Sesuai Anjuran Medis

Bagi individu dengan risiko tinggi atau yang sudah mengalami defisiensi, suplementasi vitamin D dapat direkomendasikan oleh profesional kesehatan dengan dosis yang tepat untuk mengembalikan status vitamin D optimal. [Lihat sumber Disini - ods.od.nih.gov]

4. Edukasi dan Promosi Kesehatan Masyarakat

Program edukasi terkait pentingnya paparan sinar matahari, faktor risiko kekurangan vitamin D, serta strategi pencegahan dapat membantu masyarakat mengenali tanda kekurangan vitamin D dan bagaimana mencegahnya. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]


Kesimpulan

Paparan sinar matahari memiliki peran sentral dalam sintesis vitamin D melalui mekanisme UVB yang mengubah prekur­sor di kulit menjadi bentuk vitamin D aktif. Kurangnya paparan sinar matahari, dipicu oleh gaya hidup modern, polusi, penggunaan tabir surya berlebihan, serta faktor demografis lainnya, secara langsung berdampak pada rendahnya produksi vitamin D di tubuh. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko defisiensi vitamin D yang dapat berdampak buruk pada kesehatan tulang, sistem imun, dan berbagai risiko penyakit kronis. Kelompok rentan seperti individu yang jarang berada di luar ruangan, kulit gelap, lansia, serta mereka dengan gangguan absorpsi lemak membutuhkan perhatian khusus. Pencegahan harus melibatkan paparan sinar matahari yang aman dan teratur, diet seimbang, suplementasi bila perlu, serta edukasi kesehatan yang menyeluruh. Dengan pendekatan yang tepat, risiko defisiensi vitamin D dapat dikurangi sehingga kesehatan umum masyarakat dapat ditingkatkan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Paparan sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet B (UVB), berperan penting dalam proses sintesis vitamin D di kulit. Ketika kulit terpapar sinar matahari, tubuh memproduksi vitamin D secara alami yang kemudian digunakan untuk menjaga kesehatan tulang, sistem imun, dan berbagai fungsi metabolisme.

Kurangnya paparan matahari menyebabkan berkurangnya paparan sinar UVB ke kulit, sehingga proses pembentukan vitamin D tidak berlangsung optimal. Akibatnya, kadar vitamin D dalam tubuh menurun dan meningkatkan risiko defisiensi vitamin D.

Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan gangguan kesehatan tulang seperti osteomalasia dan osteoporosis, menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko infeksi, serta dikaitkan dengan penyakit kronis dan gangguan kesehatan mental.

Kelompok berisiko meliputi individu yang jarang terpapar sinar matahari, pekerja indoor, lansia, orang dengan kulit gelap, pengguna tabir surya berlebihan, penderita obesitas, serta individu dengan gangguan penyerapan lemak.

Pencegahan defisiensi vitamin D dapat dilakukan melalui paparan sinar matahari yang aman dan teratur, konsumsi makanan sumber vitamin D, suplementasi sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta edukasi mengenai pentingnya vitamin D bagi kesehatan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Dampak Defisiensi Vitamin D pada Remaja Dampak Defisiensi Vitamin D pada Remaja Vitamin Deficiency: Jenis dan Dampaknya Vitamin Deficiency: Jenis dan Dampaknya Perilaku Merokok Pasif Perilaku Merokok Pasif Pengaruh Defisiensi Mikronutrien terhadap Efek Samping Obat Pengaruh Defisiensi Mikronutrien terhadap Efek Samping Obat Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Suplementasi Zat Besi: Konsep, Kepatuhan, dan Manfaat Suplementasi Zat Besi: Konsep, Kepatuhan, dan Manfaat Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Zat Besi pada Anak Faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Zat Besi pada Anak Cohort Study: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Longitudinal Cohort Study: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Longitudinal Risiko Kekurangan Vitamin A pada Balita Risiko Kekurangan Vitamin A pada Balita Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin Kesehatan Kerja Tenaga Medis Kesehatan Kerja Tenaga Medis Faktor Risiko Anemia Faktor Risiko Anemia Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Suplementasi Besi: Kepatuhan dan Efektivitas Suplementasi Besi: Kepatuhan dan Efektivitas Dampak Polusi Udara Dampak Polusi Udara Asupan Mikronutrien pada Vegetarian Asupan Mikronutrien pada Vegetarian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…