Terakhir diperbarui: 08 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 February). Drainase Jalan: Konsep, Pengendalian Air, dan Perlindungan Perkerasan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/drainase-jalan-konsep-pengendalian-air-dan-perlindungan-perkerasan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Drainase Jalan: Konsep, Pengendalian Air, dan Perlindungan Perkerasan - SumberAjar.com

Drainase Jalan: Konsep, Pengendalian Air, dan Perlindungan Perkerasan

Pendahuluan

Drainase jalan merupakan elemen vital yang seringkali kurang diperhatikan dalam perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur jalan. Air hujan dan limpasan air permukaan bukan hanya sekadar persoalan cuaca; jika tidak dikelola dengan baik, kelebihan air dapat menyebabkan genangan, penurunan kualitas struktur jalan, hingga mempercepat kerusakan perkerasan dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Dalam konteks perubahan iklim dan intensitas hujan yang semakin tidak menentu, kebutuhan untuk memahami konsep drainase jalan, fungsi, sistem yang efektif, serta peranannya dalam mempertahankan umur layan jalan semakin penting untuk dibahas secara komprehensif dan berdasarkan sumber ilmiah terpercaya. Artikel ini mengulas definisi drainase jalan, fungsi, jenis sistem, perencanaan, serta bagaimana drainase memengaruhi kinerja perkerasan dan umur layanan jalan berdasarkan penelitian dan literatur ilmiah. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])


Definisi Drainase Jalan

Definisi drainase jalan secara umum mengacu pada sistem yang dibuat untuk menangani kelebihan air permukaan dan bawah permukaan di sekitar jaringan jalan agar tidak mengganggu fungsi dan struktur jalan itu sendiri. Konsep drainase pada prinsipnya adalah upaya teknis untuk mengalirkan atau mengalihkan air sehingga tidak menumpuk di atau di bawah struktur jalan. ([Lihat sumber Disini - repository.uir.ac.id])

Definisi Drainase Jalan Secara Umum

Secara umum, drainase merupakan tindakan teknis yang bertujuan mengurangi kelebihan air yang berasal dari berbagai sumber seperti air hujan, rembesan tanah, atau limpasan permukaan, sehingga fungsi suatu kawasan atau lahan tidak terganggu. Drainase pada jaringan jalan mencakup rangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengendalikan aliran air agar tetap mengalir keluar dari area jalan tanpa menimbulkan genangan yang dapat berdampak negatif terhadap struktur jalan dan keselamatan pengguna. ([Lihat sumber Disini - repository.uir.ac.id])

Definisi Drainase Jalan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “drainase” umumnya diartikan sebagai sistem atau tindakan untuk mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air dari suatu area. Meskipun KBBI tidak secara khusus membedakan konteks drainase jalan dan drainase umum, konsep dasar pengaliran dan pengendalian air tetap menjadi inti dari definisi ini. Implementasi dalam konteks jalan berarti drainase harus mampu mengelola limpasan air jalan agar tidak menyebabkan genangan atau kerusakan struktur. (Definisi ini dapat dilihat melalui pencarian pada laman KBBI daring). ([Lihat sumber Disini - stekom.ac.id])

Definisi Drainase Jalan Menurut Para Ahli

Para ahli teknik sipil memberikan penjelasan yang lebih operasional mengenai drainase jalan. Suripin menyatakan bahwa drainase merupakan serangkaian bangunan air yang berfungsi mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan sehingga lahan dapat berfungsi secara optimal. Dalam konteks jalan, drainase juga mencakup bangunan saluran yang bisa berupa saluran terbuka atau tertutup yang dirancang untuk mengalirkan limpasan air dari permukaan jalan menuju tempat pembuangan akhir. ([Lihat sumber Disini - ejournal.polraf.ac.id])

Prof. Magdi M. E. Zumrawi dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa drainase jalan mencakup sistem yang mengumpulkan dan mengalihkan aliran air limpasan dari permukaan jalan agar keluar dari area tersebut dan tidak merusak struktur atau menimbulkan genangan yang mengganggu operasi jalan. ([Lihat sumber Disini - iaeme.com])

Definisi lain juga menekankan bahwa drainase bukan sekadar saluran, tetapi termasuk struktur pendukung seperti gorong-gorong, selokan, dan sistem pembuangan yang direncanakan untuk memastikan air limpasan dapat dialirkan secara efektif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.uisu.ac.id])

Fungsi Drainase dalam Struktur Perkerasan

Salah satu fungsi utama drainase dalam struktur perkerasan adalah melindungi elemen jalan dari kerusakan akibat air. Air yang tertahan di permukaan atau menembus ke dalam lapisan tanah bawah struktur jalan dapat meningkatkan kelembaban subgrade dan material lapisan dasar, sehingga mengurangi kapasitas beban struktur perkerasan dan mempercepat terjadinya distres seperti retak, lubang (pothole), dan deformasi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])

Selain itu, drainase yang efektif membantu mengendalikan genangan air di atas permukaan jalan. Genangan air tidak hanya berpotensi menyebabkan kecelakaan seperti aquaplaning, tetapi juga dapat menyebabkan air meresap lebih dalam ke dalam struktur jalan, merusak ikatan material perkerasan dan mengurangi masa layanan jalan. Peran drainase dalam distribusi dan pembuangan air permukaan adalah krusial untuk menjaga kondisi perkerasan tetap optimal terutama setelah hujan intens. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Peran lainnya adalah menjaga kestabilan tanah di bawah struktur perkerasan. Air tersebar secara tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan tekanan air pori tanah subgrade, yang akhirnya menurunkan kekuatan tahanan tanah tersebut terhadap beban lalu lintas. Drainase yang baik mencegah akumulasi air di bawah permukaan sehingga mempertahankan kemampuan tanah untuk mendukung struktur perkerasan jalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.pelitabangsa.ac.id])


Sistem Drainase Permukaan dan Bawah Permukaan

Sistem drainase dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: drainase permukaan dan drainase bawah permukaan. Kedua sistem ini saling melengkapi untuk memastikan air baik di permukaan maupun di bawah permukaan dapat dikelola dengan benar untuk mendukung performa jaringan jalan. ([Lihat sumber Disini - pesjournal.net])

Drainase permukaan dirancang untuk menangani limpasan air hujan dari permukaan jalan dengan cara mengarahkan air ke saluran terbuka, gorong-gorong, atau sistem pembuangan lain yang telah direncanakan sehingga tidak terjadi genangan di area jalan atau bahu jalan. ([Lihat sumber Disini - pesjournal.net])

Sementara itu, drainase bawah permukaan berfokus pada pengendalian air yang meresap ke dalam tanah di sekitar struktur jalan. Sistem ini mencakup pipa perforasi, lapisan berpori, atau material drainase lain yang membantu menurunkan muka air tanah dan mengeluarkan air dari subgrade sehingga kelembaban di bawah permukaan dapat dikendalikan. ([Lihat sumber Disini - pesjournal.net])

Kolaborasi antara kedua sistem ini sangat penting untuk memastikan air tidak hanya cepat hilang dari permukaan, tetapi juga tidak tertahan di lapisan bawah tanah yang dapat merusak struktur perkerasan. ([Lihat sumber Disini - iaeme.com])


Pengaruh Air terhadap Kinerja Perkerasan

Air merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja perkerasan jalan. Ketika air tidak dapat dikeluarkan dengan efektif dari permukaan atau bawah permukaan, kelembaban meningkat di dalam struktur perkerasan. Air yang terperangkap dalam struktur dapat menyebabkan penurunan kekuatan material, penurunan stabilitas, dan percepatan degradasi struktur jalan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])

Penelitian menunjukkan bahwa drainase yang buruk berkorelasi dengan degradasi ke kondisi jalan yang lebih rendah, di mana nilai Pavement Condition Index (PCI) turun sebagai akibat genangan air dan tekanan air berlebih pada perkerasan jalan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])

Air yang terakumulasi juga dapat mempercepat terjadinya jenis kerusakan seperti retak, lubang, dan deformasi permanen. Ketika struktur jalan jenuh oleh air, dukungan tanah bawahnya menjadi lemah sehingga lebih mudah mengalami deformasi di bawah beban kendaraan. Kejadian ini menyebabkan biaya perbaikan yang lebih tinggi dan umur layanan jalan menurun drastis. ([Lihat sumber Disini - iaeme.com])


Perencanaan Drainase Jalan

Perencanaan drainase jalan melibatkan analisis hidrologi, hidraulik, dan desain struktural untuk memastikan air limpasan permukaan dan bawah permukaan dapat ditangani secara efektif. Perencanaan ini mengikutsertakan penentuan gradien lintang jalan, dimensi saluran drainase, pemilihan jenis sistem drainase, serta cara pembuangan akhir ke badan air atau sistem pembuangan lain yang aman. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])

Dalam prosesnya perencana harus mempertimbangkan karakteristik curah hujan lokal, kemiringan permukaan jalan, kapasitas saluran, serta kemungkinan sedimentasi yang dapat mengurangi kemampuan sistem drainase. Aspek penting lainnya adalah memastikan sistem drainase dirancang untuk menangani limpasan puncak pada kejadian hujan ekstrim sesuai standar perencanaan yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])

Perencanaan drainase yang buruk bukan hanya menghadirkan risiko genangan lokal, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan struktur, meningkatkan kebutuhan perbaikan, dan mengurangi efektivitas jalan secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - indojurnal.com])


Peran Drainase dalam Umur Layan Jalan

Drainase memiliki peran langsung dalam menentukan umur layanan jalan. Sistem drainase yang dirancang dan dipelihara dengan baik memungkinkan struktur perkerasan berfungsi sesuai dengan umur rencana tanpa gangguan signifikan akibat genangan atau penetrasi air. ([Lihat sumber Disini - iaeme.com])

Penelitian dan praktik teknik menunjukkan bahwa drainase yang efektif dapat memperpanjang umur layanan jalan secara signifikan dengan mengurangi frekuensi perbaikan dan menurunkan risiko kerusakan akibat kelembaban. Sebaliknya, drainase yang buruk seringkali menjadi penyebab utama kerusakan prematur, meningkatkan biaya pemeliharaan jalan secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - iaeme.com])


Kesimpulan

Drainase jalan adalah sistem kritis dalam menjaga performa dan umur layanan jaringan jalan. Secara umum, drainase adalah proses teknis untuk mengalirkan dan mengendalikan kelebihan air dari permukaan dan bawah permukaan sehingga struktur jalan tetap berfungsi optimal. Drainase berperan penting dalam melindungi struktur perkerasan dari kerusakan akibat air, mengurangi genangan, dan mempertahankan stabilitas tanah di bawah perkerasan. Sistem drainase permukaan dan bawah permukaan bekerja bersama untuk memastikan air tidak tertahan di atau di bawah struktur jalan, sementara perencanaan yang baik berdasarkan analisis hidrologi dan hidraulik sangat penting untuk efektivitasnya. Peran drainase dalam mempertahankan umur layanan jalan tidak dapat diremehkan, karena drainase yang buruk secara langsung berkaitan dengan kerusakan dini dan biaya perbaikan yang tinggi. Pendekatan perencanaan dan pemeliharaan yang komprehensif akan membantu mempertahankan kualitas jalan dalam jangka panjang dan meningkatkan performa jaringan transportasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Drainase jalan adalah sistem teknis yang dirancang untuk mengalirkan dan mengendalikan kelebihan air permukaan maupun air bawah permukaan di sekitar badan jalan agar tidak menimbulkan genangan dan tidak merusak struktur perkerasan jalan.

Drainase jalan penting karena air yang tidak terkendali dapat menurunkan kekuatan tanah dasar, merusak lapisan perkerasan, menyebabkan genangan, serta mempercepat kerusakan jalan sehingga umur layan jalan menjadi lebih pendek.

Sistem drainase jalan umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu drainase permukaan yang berfungsi mengalirkan air hujan dari permukaan jalan, dan drainase bawah permukaan yang berfungsi mengendalikan air yang meresap ke dalam lapisan tanah di bawah struktur jalan.

Air yang masuk dan tertahan dalam struktur perkerasan dapat menurunkan daya dukung tanah dan material perkerasan, menyebabkan retak, lubang, deformasi, serta mempercepat penurunan kondisi jalan secara keseluruhan.

Perencanaan drainase jalan perlu memperhatikan curah hujan, kemiringan permukaan jalan, kapasitas saluran, kondisi tanah, serta sistem pembuangan akhir agar air dapat dialirkan secara efektif tanpa menimbulkan genangan atau kerusakan jalan.

Drainase yang baik mampu menjaga struktur perkerasan tetap kering dan stabil, sehingga mengurangi kerusakan dini dan membantu jalan mencapai umur layan sesuai rencana dengan biaya pemeliharaan yang lebih rendah.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perkerasan Lentur: Konsep, Perilaku Material, dan Struktur Lapis Perkerasan Lentur: Konsep, Perilaku Material, dan Struktur Lapis Perkerasan Kaku: Konsep, Distribusi Beban, dan Ketahanan Pelat Perkerasan Kaku: Konsep, Distribusi Beban, dan Ketahanan Pelat Tebal Perkerasan: Konsep, Desain Struktur Jalan, dan Umur Rencana Tebal Perkerasan: Konsep, Desain Struktur Jalan, dan Umur Rencana Retak Perkerasan: Konsep, Mekanisme Retak, dan Penurunan Mutu Retak Perkerasan: Konsep, Mekanisme Retak, dan Penurunan Mutu Kerusakan Jalan: Konsep, Jenis Kerusakan, dan Penyebab Teknis Kerusakan Jalan: Konsep, Jenis Kerusakan, dan Penyebab Teknis Alur Perkerasan (Rutting): Konsep, Deformasi Permanen, dan Beban Lalu Lintas Alur Perkerasan (Rutting): Konsep, Deformasi Permanen, dan Beban Lalu Lintas Beban Lalu Lintas: Konsep, Repetisi Beban, dan Kerusakan Jalan Beban Lalu Lintas: Konsep, Repetisi Beban, dan Kerusakan Jalan Umur Rencana Jalan: Konsep, Beban Lalu Lintas, dan Ketahanan Umur Rencana Jalan: Konsep, Beban Lalu Lintas, dan Ketahanan Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan Kapasitas Jalan: Konsep, Karakteristik Arus, dan Hambatan Samping Kapasitas Jalan: Konsep, Karakteristik Arus, dan Hambatan Samping Kadar Aspal Optimum: Konsep, Desain Campuran, dan Performa Aspal Kadar Aspal Optimum: Konsep, Desain Campuran, dan Performa Aspal Stabilitas Campuran Aspal: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Durabilitas Stabilitas Campuran Aspal: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Durabilitas Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan Hambatan Samping: Konsep, Pengaruh Lalu Lintas, dan Kapasitas Hambatan Samping: Konsep, Pengaruh Lalu Lintas, dan Kapasitas Derajat Kejenuhan: Konsep, Tingkat Pelayanan, dan Kinerja Jalan Derajat Kejenuhan: Konsep, Tingkat Pelayanan, dan Kinerja Jalan SPK Pemetaan Kerusakan Jalan SPK Pemetaan Kerusakan Jalan Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Marshall Stability: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Kriteria Desain Marshall Stability: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Kriteria Desain Durabilitas Aspal: Konsep, Ketahanan Lingkungan, dan Umur Layan Durabilitas Aspal: Konsep, Ketahanan Lingkungan, dan Umur Layan Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…