
Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan
Pendahuluan
Kualitas jalan merupakan salah satu aspek penting dalam infrastruktur transportasi modern karena berpengaruh langsung pada kenyamanan, keselamatan, dan biaya operasional kendaraan. Jalan yang halus dengan permukaan yang rata mempercepat waktu perjalanan, mengurangi risiko kecelakaan, dan menurunkan biaya pemeliharaan kendaraan. Sebaliknya, jalan dengan permukaan yang kasar akan menyebabkan getaran berlebih pada kendaraan dan penumpang, meningkatkan risiko kerusakan kendaraan, serta memperbesar kemungkinan kecelakaan. Untuk menilai kekasaran permukaan jalan secara objektif dan konsisten, diperlukan suatu parameter yang secara internasional diakui dan digunakan oleh banyak lembaga pengelola jalan di berbagai negara yaitu International Roughness Index (IRI). IRI menjadi tolok ukur utama dalam evaluasi kondisi permukaan jalan untuk mendukung perencanaan pemeliharaan, rehabilitasi, dan pengelolaan jaringan jalan secara efisien dan efektif.
Definisi International Roughness Index (IRI)
Definisi International Roughness Index (IRI) Secara Umum
International Roughness Index (IRI) adalah suatu indeks atau ukuran yang digunakan untuk menggambarkan kekasaran permukaan jalan secara longitudinal berdasarkan profil permukaan jalan yang diukur sepanjang lintasan roda kendaraan. Indeks ini diekspresikan dalam satuan panjang per satuan panjang, biasanya meter per kilometer (m/km) atau inci per mil (in/mi), dengan nilai rendah menunjukkan permukaan yang lebih halus dan nilai tinggi menunjukkan permukaan yang lebih kasar. IRI dirancang untuk memberikan gambaran objektif tentang kualitas permukaan jalan yang berkaitan dengan kenyamanan berkendara dan kinerja jalan sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kondisi dan perencanaan pemeliharaan infrastruktur jalan. Definisi ini sesuai dengan berbagai literatur teknik jalan yang menyebut IRI sebagai parameter standar dalam penilaian kekasaran jalan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi International Roughness Index dalam KBBI
Walaupun istilah International Roughness Index (IRI) belum tersedia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) secara formal karena merupakan istilah teknis internasional, inti dari makna kata “roughness” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tingkat kekasaran atau ketidakrataan permukaan, sedangkan kata “index” berarti indeks atau ukuran numerik. Sehingga jika diterjemahkan secara bebas, IRI dapat diartikan sebagai indeks ketidakrataan permukaan jalan secara internasional yang digunakan untuk menilai kualitas permukaan jalan secara kuantitatif. Pendekatan ini konsisten dengan penggunaan istilah dalam penelitian dan penerbitan teknik sipil. ([Lihat sumber Disini - zh.wikipedia.org])
Definisi International Roughness Index Menurut Para Ahli
Menurut Sayers dan Karamihas dalam kajian tentang karakteristik IRI, indeks ini merupakan ukuran statistik yang dihitung dari profil permukaan jalan, memodelkan respons suspensi kendaraan yang dikenal sebagai “golden car” untuk menghasilkan nilai kekasaran yang konsisten dan dapat direproduksi. Nilai IRI ini memberikan gambaran yang kuat untuk menunjukkan tingkat getaran yang dirasakan oleh kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Dalam konteks manajemen permukaan jalan, MúΔka menyatakan bahwa IRI adalah indikator kekasaran longitudinal yang digunakan secara global untuk mengevaluasi dan membandingkan kondisi permukaan jalan antara berbagai lokasi dan jaringan jalan. Indeks ini telah digunakan dalam banyak spesifikasi teknis dan standar pemeliharaan jalan di berbagai negara karena kemampuannya memberikan nilai numerik yang seragam untuk evaluasi jalan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Penelitian lain juga menggambarkan IRI sebagai parameter yang membantu dalam menentukan kondisi permukaan jalan dan estimasi kebutuhan pemeliharaan, karena nilai IRI berkorelasi dengan kenyamanan berkendara dan tingkat kerusakan permukaan jalan. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])
Prinsip Pengukuran Nilai IRI
Pengukuran International Roughness Index (IRI) didasarkan pada pengukuran profil permukaan jalan secara longitudinal. Data profil ini biasanya dikumpulkan melalui instrumen pengukur profil jalan seperti profilometer, sensor lidar pada kendaraan khusus, atau perangkat berbasis akselerometer dan GPS. Pengukuran ini dilakukan sepanjang jalur roda kendaraan untuk mendapatkan representasi permukaan jalan. Setelah data profil permukaan diperoleh, sebuah model matematis yang dikenal sebagai “golden car” mensimulasikan respons suspensi terhadap profil jalan tersebut. Hasil simulasi ini menghasilkan nilai IRI yang menunjukkan kekasaran jalan dalam bentuk slope rata-rata dari gerakan suspensi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Penggunaan teknologi terkini dalam pengukuran IRI seperti Mobile Laser Scanner (MLS) menunjukkan bahwa metode pemindaian laser modern mampu memberikan hasil pengukuran IRI yang akurat dan konsisten dibandingkan metode konvensional seperti dipstick. Dalam penelitian di Indonesia, pengukuran IRI dengan MLS memberikan nilai yang sebanding dengan metode tradisional, menunjukkan bahwa teknologi modern dapat meningkatkan efisiensi survei kondisi jalan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id])
Selain itu, pengukuran IRI menggunakan perangkat bergerak berbasis smartphone juga menjadi alternatif yang menarik, terutama untuk pemetaan kondisi jalan secara luas dengan biaya lebih rendah, meskipun dalam penelitian tertentu ketelitian masih berbeda tergantung jenis dan metode pengumpulan data. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Hubungan Nilai IRI dengan Kondisi Permukaan Jalan
Nilai International Roughness Index (IRI) memiliki hubungan langsung dengan kondisi permukaan jalan. Secara umum, semakin rendah nilai IRI, semakin halus permukaan jalan dan semakin baik kondisi jalan secara keseluruhan, yang berarti sedikit gangguan pada suspensi kendaraan dan kenyamanan pengguna jalan. Sebaliknya, nilai IRI yang tinggi menunjukkan permukaan yang sangat tidak rata yang dapat mengurangi kenyamanan berkendara, mempercepat kerusakan kendaraan, dan menandakan permukaan jalan yang memerlukan pemeliharaan atau rehabilitasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Dalam praktik penelitian di Indonesia, pengukuran IRI sering digunakan bersama indikator lain seperti Surface Distress Index (SDI) atau Pavement Condition Index (PCI) untuk mengevaluasi kerusakan permukaan jalan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IRI yang menunjukkan kondisi “sedang” sering kali menunjukkan bahwa jalan masih membutuhkan penanganan pemeliharaan, meskipun kerusakan visual pada permukaan belum terlalu parah. Hal ini menegaskan bahwa IRI mampu menangkap kondisi permukaan jalan yang mungkin tidak terlihat secara visual tetapi berdampak pada kenyamanan berkendara. ([Lihat sumber Disini - ejournal.uigm.ac.id])
Penelitian lain memperlihatkan pembagian kategori kondisi jalan berdasarkan nilai IRI, di mana nilai tertentu diklasifikasikan sebagai baik, sedang, atau buruk sesuai dengan standar penilaian yang digunakan dalam survei. Kategori ini penting untuk menentukan prioritas pemeliharaan jalan. ([Lihat sumber Disini - data.pu.go.id])
Kriteria Penilaian Kualitas Jalan berdasarkan IRI
Kriteria penilaian kualitas jalan berdasarkan nilai IRI biasanya dibagi menjadi beberapa kelas kondisi yang menggambarkan tingkat kekasaran permukaan jalan. Misalnya, menurut standar internasional, nilai IRI yang rendah seperti kurang dari sekitar 1, 50 m/km sering dikategorikan sebagai kondisi “baik”, yang berarti permukaan jalan halus dan memberikan kenyamanan tinggi bagi pengguna. Nilai IRI yang lebih tinggi kemudian dapat dikategorikan sebagai “diterima” atau “buruk” tergantung batas yang ditetapkan oleh otoritas setempat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Dalam praktik lokal di Indonesia, klasifikasi ini juga digunakan dalam survei kondisi jalan nasional ataupun regional, di mana nilai IRI diukur pada ruas tertentu dan diklasifikasikan untuk menilai apakah jalan masih layak tanpa pemeliharaan serius, memerlukan perawatan rutin, atau memerlukan rehabilitasi penuh. Hal ini membantu pengambil keputusan dalam menentukan strategi pengelolaan jalan yang tepat. ([Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id])
Nilai IRI dan Kenyamanan Pengguna Jalan
IRI tidak hanya mencerminkan kondisi teknik jalan tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan pengguna jalan. Jalan dengan nilai IRI rendah berarti permukaan relatif rata sehingga getaran kendaraan rendah, menghasilkan perjalanan yang lebih nyaman serta menurunkan risiko kelelahan pengemudi dan penumpang. Nilai IRI yang tinggi menunjukkan permukaan kasar yang menyebabkan getaran dan guncangan lebih banyak yang dirasakan secara langsung oleh pengguna jalan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Selain kenyamanan, nilai IRI juga berkaitan dengan aspek keselamatan dan efisiensi perjalanan. Permukaan yang sangat kasar dapat menyebabkan kendaraan lebih sulit dikendalikan, terutama pada kecepatan tinggi, serta memperbesar kemungkinan kerusakan komponen kendaraan seperti suspensi dan ban. Pengelola jalan menggunakan nilai IRI sebagai parameter untuk merencanakan pemeliharaan yang secara langsung akan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Peran IRI dalam Manajemen Jalan
Dalam manajemen jalan, IRI berperan sebagai salah satu indikator utama dalam strategi pemeliharaan dan pengelolaan jaringan jalan. Nilai IRI digunakan untuk mengukur kinerja jalan dari waktu ke waktu, membantu menentukan kapan suatu ruas jalan memerlukan perawatan, perbaikan, atau rehabilitasi. Pemantauan nilai IRI secara berkala memungkinkan otoritas jalan untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien dan mencegah kerusakan jalan yang semakin parah. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
IRI juga digunakan dalam sistem manajemen permukaan jalan berbasis data yang dapat dikombinasikan dengan indeks lain seperti PCI atau SDI untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi jaringan jalan. Dengan demikian, IRI membantu dalam menetapkan prioritas pemeliharaan berdasarkan data objektif yang diukur secara konsisten dari jaringan jalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.ilmubersama.com])
Kesimpulan
International Roughness Index (IRI) merupakan parameter objektif yang digunakan secara global untuk menilai kekasaran permukaan jalan dan kualitas permukaan jalan. IRI dihitung dari profil permukaan jalan dan mencerminkan tingkat ketidakrataan yang berdampak pada kenyamanan berkendara serta kebutuhan pemeliharaan jalan. Nilai IRI memiliki hubungan langsung dengan kondisi teknis jalan dan kenyamanan pengguna, serta memainkan peran penting dalam manajemen dan pengelolaan jaringan jalan. Dalam praktik teknik jalan di Indonesia, IRI sering dikombinasikan dengan indeks lain untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang kondisi jalan serta menjadi dasar strategis dalam perencanaan pemeliharaan dan rehabilitasi permukaan jalan secara efektif.