
Knowledge Sharing: Konsep, Berbagi Pengetahuan, dan Kinerja Tim
Pendahuluan
Knowledge sharing atau berbagi pengetahuan telah menjadi elemen fundamental dalam dunia organisasi modern, di mana kompetisi semakin ketat dan perubahan informasi begitu cepat. Di era digital saat ini, kemampuan organisasi untuk mengelola, berbagi, dan mengoptimalkan pengetahuan bukan sekadar aktivitas internal biasa, tetapi merupakan sebuah strategi penting untuk meningkatkan efektivitas kerja, inovasi, dan daya saing institusi. Karyawan yang saling berbagi pengetahuan memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan masalah kompleks, menciptakan solusi baru, serta memperkuat kerja tim secara keseluruhan. Berbagi pengetahuan kini tidak hanya sekadar bertukar informasi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan budaya kolaboratif yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran berkelanjutan. Berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan positif antara knowledge sharing dengan berbagai indikator kinerja, mulai dari inovasi hingga kinerja tim dan karyawan (Mulyana et al., 2025). ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Definisi Knowledge Sharing
Definisi Knowledge Sharing Secara Umum
Knowledge sharing secara umum adalah aktivitas pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan informasi antar individu, kelompok maupun unit kerja dalam sebuah organisasi, yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan kemampuan bersama serta mempercepat pemecahan masalah. Proses ini dapat berlangsung secara formal (melalui pelatihan, presentasi) maupun informal (diskusi santai, mentoring). Fokus utamanya adalah menciptakan aliran pengetahuan yang tidak hanya tersimpan tapi juga dipahami dan diterapkan oleh orang lain. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])
Definisi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), knowledge sharing jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti berbagi pengetahuan atau pembagian pengetahuan. KBBI menjelaskan istilah berbagi sebagai “memberi atau menerima sesuatu kepada orang lain” dan pengetahuan sebagai “keseluruhan gagasan, pemahaman, keterampilan yang dimiliki seseorang melalui pengalaman atau pendidikan”. Sementara istilah knowledge sendiri merujuk pada pengetahuan sebagai hasil dari belajar dan memahami dunia melalui pengalaman dan pendidikan. (KBBI, definisi berbagi & pengetahuan)
Definisi Menurut Para Ahli
Para ahli memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai knowledge sharing sebagai aktivitas strategis dan struktural:
-
Nonaka & Takeuchi (dalam Aligholi & Asefikia), Knowledge sharing merupakan inti dari manajemen pengetahuan, yang memungkinkan organisasi tidak hanya menyimpan tetapi juga memanfaatkan pengetahuan melalui proses konversi pengetahuan individu ke level organisasi. ([Lihat sumber Disini - repository.uajy.ac.id])
-
Kessel, Kratzer, & Schultz, Knowledge sharing adalah suatu proses komunikasi interaktif antar individu dalam sebuah kelompok yang menciptakan saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama. ([Lihat sumber Disini - stiemuttaqien.ac.id])
-
Bartol & Srivastava, Knowledge sharing adalah proses berbagi informasi, saran, dan keahlian yang relevan yang dilakukan oleh individu dalam suatu organisasi dengan individu lainnya untuk mendukung tugas dan pengambilan keputusan. ([Lihat sumber Disini - stiemuttaqien.ac.id])
-
Lumantobing, Knowledge sharing merupakan proses terstruktur dalam mendistribusikan dan mendiseminasikan pengetahuan melalui berbagai media, baik formal maupun informal, demi membantu organisasi mencapai tujuan bersama. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id])
Bentuk dan Mekanisme Knowledge Sharing
Knowledge sharing tidak hanya satu bentuk saja. Secara garis besar, kegiatan berbagi pengetahuan dapat dibagi menjadi dua tipe:
-
Tacit Knowledge Sharing
Ini merujuk pada pertukaran pengetahuan implisit yang bersifat personal seperti pengalaman kerja, intuisi, keterampilan praktis yang sulit dituliskan, namun krusial untuk efektivitas tim. Proses ini sering terjadi dalam bentuk mentoring, diskusi informal, atau kolaborasi langsung antar individu. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])
-
Explicit Knowledge Sharing
Pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat dikomunikasikan secara formal, seperti panduan kerja, laporan, SOP, artikel, atau modul pembelajaran. Pengetahuan ini mudah dibagikan karena berbentuk data yang terstruktur atau tertulis. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])
Mekanisme Umum Knowledge Sharing
Proses knowledge sharing dalam organisasi melibatkan beberapa mekanisme penting berikut:
-
Komunikasi Interpersonal, Melalui rapat, diskusi kelompok kecil, mentoring, hingga coaching. ([Lihat sumber Disini - stiemuttaqien.ac.id])
-
Dokumentasi Pengetahuan, Cara formal seperti SOP, laporan, modul pembelajaran, dan basis data pengetahuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])
-
Media Digital & Teknologi, Penggunaan platform kolaboratif seperti portal intranet, wiki organisasi, forum diskusi, atau Knowledge Management System (KMS) berbasis web. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
-
Community of Practice, Kelompok pertemanan antar profesional yang rutin bertukar pengalaman berdasarkan minat dan bidang keahlian bersama. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Tahapan Utama dalam Mekanisme Knowledge Sharing
-
Knowledge Donating, Individu menyumbangkan pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain.
-
Knowledge Collecting, Individu menerima pengetahuan dan kemudian memproses atau menerapkannya.
-
Knowledge Integration, Pengetahuan yang sudah dibagi kemudian diintegrasikan ke dalam tugas dan proses kerja sehingga menghasilkan praktik baru.
Mekanisme ini membantu organisasi tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga memperkaya basis pengetahuan kolektif secara berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id])
Faktor yang Mempengaruhi Knowledge Sharing
Berbagi pengetahuan tidak terjadi secara otomatis, ada faktor-faktor utama yang menentukan keberhasilan kegiatan ini, di antaranya:
1. Budaya Organisasi
Organisasi yang mendukung kolaborasi, saling menghargai, dan keterbukaan memiliki peluang lebih besar menciptakan aktivitas knowledge sharing yang efektif, karena anggota merasa aman berbicara dan berbagi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])
2. Kepemimpinan dan Dukungan Manajemen
Manajer dan pimpinan perlu menciptakan kebijakan dan insentif yang mendukung staf untuk berbagi pengetahuan tanpa merasa dirugikan atau terancam. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])
3. Teknologi
Platform digital seperti portal intranet, perangkat kolaborasi berbasis web maupun sistem penyimpanan pengetahuan sangat penting untuk mempercepat aliran pengetahuan dan akses informasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
4. Kepercayaan Antar Individu
Kepercayaan antar anggota tim menjadi kunci agar individu merasa nyaman donating pengetahuan, karena rasa takut dihakimi atau disalahgunakan akan menghambat proses berbagi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])
5. Komunikasi yang Efektif
Sarana komunikasi yang jelas dan efisien mendukung penyampaian pengetahuan secara tepat dan mudah dipahami oleh pihak lain. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])
6. Komitmen Individu
Motivasi intrinsik individu untuk berbagi pengalaman dan keterampilan juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan knowledge sharing. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])
Knowledge Sharing dan Kolaborasi Tim
Knowledge sharing memperkuat kolaborasi tim dengan cara:
-
Meningkatkan saling pemahaman antar anggota tim tentang tujuan bersama.
-
Mengurangi duplikasi kerja karena pengetahuan sudah terdokumentasi dan dibagi.
-
Mempercepat pengambilan keputusan karena informasi relevan tersedia untuk semua anggota.
-
Memperkuat inovasi karena tim saling bertukar ide dan pengalaman. ([Lihat sumber Disini - journal.uta45jakarta.ac.id])
Kolaborasi tim yang kuat akan secara otomatis mendorong keterlibatan peserta dalam berbagi pengetahuan, menciptakan loop positif antara sharing dan kolaborasi. ([Lihat sumber Disini - journal.uta45jakarta.ac.id])
Knowledge Sharing dan Kinerja Tim
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing memiliki dampak positif terhadap kinerja tim. Studi empiris menemukan bahwa:
-
Knowledge sharing membantu tim meningkatkan efisiensi kerja dan problem-solving karena anggota memiliki akses ke informasi yang relevan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Coworker knowledge sharing, yang didukung oleh absorptive capacity tim, memfasilitasi pertukaran keterampilan dan pengalaman yang meningkatkan performance tim. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Kinerja tim yang baik berkaitan dengan kemampuan untuk menyatukan pengetahuan individu ke dalam keputusan dan tindakan kolektif yang efektif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Secara keseluruhan, knowledge sharing adalah variabel signifikan yang memengaruhi efektivitas tim. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Peran Teknologi dalam Knowledge Sharing
Teknologi menjadi katalis dalam knowledge sharing, khususnya di era digital. Beberapa peran teknologi antara lain:
-
Platform Kolaborasi, alat seperti wiki, portal intranet, forum diskusi mempermudah akses dan pertukaran pengetahuan.
-
Sistem Manajemen Pengetahuan, teknologi ini menyimpan pengetahuan secara terstruktur dan memudahkan pencarian serta pembelajaran.
-
Alat Komunikasi Real-Time, video conference, chat tim, dan aplikasi kolaborasi instan mempercepat pertukaran pengetahuan antar anggota tim yang terpisah lokasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Dengan teknologi, proses knowledge sharing dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan terukur, sehingga mendukung produktivitas kerja serta inovasi organisasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Kesimpulan
Knowledge sharing atau berbagi pengetahuan adalah proses penting dan dinamis dalam konteks organisasi modern yang tidak hanya mencakup pertukaran informasi, tetapi juga pembelajaran dan kolaborasi yang memperkuat kinerja tim. Definisi para ahli menunjukkan bahwa knowledge sharing merupakan interaksi social yang strategis untuk mendukung pencapaian tujuan bersama. Berbagai mekanisme, dari komunikasi interpersonal hingga teknologi informasi, memfasilitasi proses ini. Faktor seperti budaya organisasi, dukungan manajemen, dan kepercayaan individu terbukti menentukan efektivitas kegiatan berbagi pengetahuan. Penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing berkorelasi erat dengan peningkatan kolaborasi tim, efektivitas kerja, serta kinerja tim secara keseluruhan. Teknologi memiliki peran penting dalam mempercepat dan mengoptimalkan proses ini. Oleh karena itu, organisasi yang ingin unggul dalam aspek produktivitas, inovasi, dan kerja tim harus menjadikan knowledge sharing sebagai salah satu prioritas strategi manajemen mereka.