Terakhir diperbarui: 16 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 16 January). Knowledge Sharing: Konsep, Berbagi Pengetahuan, dan Kinerja Tim. SumberAjar. Retrieved 17 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/knowledge-sharing-konsep-berbagi-pengetahuan-dan-kinerja-tim  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Knowledge Sharing: Konsep, Berbagi Pengetahuan, dan Kinerja Tim - SumberAjar.com

Knowledge Sharing: Konsep, Berbagi Pengetahuan, dan Kinerja Tim

Pendahuluan

Knowledge sharing atau berbagi pengetahuan telah menjadi elemen fundamental dalam dunia organisasi modern, di mana kompetisi semakin ketat dan perubahan informasi begitu cepat. Di era digital saat ini, kemampuan organisasi untuk mengelola, berbagi, dan mengoptimalkan pengetahuan bukan sekadar aktivitas internal biasa, tetapi merupakan sebuah strategi penting untuk meningkatkan efektivitas kerja, inovasi, dan daya saing institusi. Karyawan yang saling berbagi pengetahuan memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan masalah kompleks, menciptakan solusi baru, serta memperkuat kerja tim secara keseluruhan. Berbagi pengetahuan kini tidak hanya sekadar bertukar informasi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan budaya kolaboratif yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran berkelanjutan. Berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan positif antara knowledge sharing dengan berbagai indikator kinerja, mulai dari inovasi hingga kinerja tim dan karyawan (Mulyana et al., 2025). ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Definisi Knowledge Sharing

Definisi Knowledge Sharing Secara Umum

Knowledge sharing secara umum adalah aktivitas pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan informasi antar individu, kelompok maupun unit kerja dalam sebuah organisasi, yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan kemampuan bersama serta mempercepat pemecahan masalah. Proses ini dapat berlangsung secara formal (melalui pelatihan, presentasi) maupun informal (diskusi santai, mentoring). Fokus utamanya adalah menciptakan aliran pengetahuan yang tidak hanya tersimpan tapi juga dipahami dan diterapkan oleh orang lain. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), knowledge sharing jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti berbagi pengetahuan atau pembagian pengetahuan. KBBI menjelaskan istilah berbagi sebagai “memberi atau menerima sesuatu kepada orang lain” dan pengetahuan sebagai “keseluruhan gagasan, pemahaman, keterampilan yang dimiliki seseorang melalui pengalaman atau pendidikan”. Sementara istilah knowledge sendiri merujuk pada pengetahuan sebagai hasil dari belajar dan memahami dunia melalui pengalaman dan pendidikan. (KBBI, definisi berbagi & pengetahuan)

Definisi Menurut Para Ahli

Para ahli memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai knowledge sharing sebagai aktivitas strategis dan struktural:

  1. Nonaka & Takeuchi (dalam Aligholi & Asefikia), Knowledge sharing merupakan inti dari manajemen pengetahuan, yang memungkinkan organisasi tidak hanya menyimpan tetapi juga memanfaatkan pengetahuan melalui proses konversi pengetahuan individu ke level organisasi. ([Lihat sumber Disini - repository.uajy.ac.id])

  2. Kessel, Kratzer, & Schultz, Knowledge sharing adalah suatu proses komunikasi interaktif antar individu dalam sebuah kelompok yang menciptakan saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama. ([Lihat sumber Disini - stiemuttaqien.ac.id])

  3. Bartol & Srivastava, Knowledge sharing adalah proses berbagi informasi, saran, dan keahlian yang relevan yang dilakukan oleh individu dalam suatu organisasi dengan individu lainnya untuk mendukung tugas dan pengambilan keputusan. ([Lihat sumber Disini - stiemuttaqien.ac.id])

  4. Lumantobing, Knowledge sharing merupakan proses terstruktur dalam mendistribusikan dan mendiseminasikan pengetahuan melalui berbagai media, baik formal maupun informal, demi membantu organisasi mencapai tujuan bersama. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id])


Bentuk dan Mekanisme Knowledge Sharing

Knowledge sharing tidak hanya satu bentuk saja. Secara garis besar, kegiatan berbagi pengetahuan dapat dibagi menjadi dua tipe:

  1. Tacit Knowledge Sharing

    Ini merujuk pada pertukaran pengetahuan implisit yang bersifat personal seperti pengalaman kerja, intuisi, keterampilan praktis yang sulit dituliskan, namun krusial untuk efektivitas tim. Proses ini sering terjadi dalam bentuk mentoring, diskusi informal, atau kolaborasi langsung antar individu. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])

  2. Explicit Knowledge Sharing

    Pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat dikomunikasikan secara formal, seperti panduan kerja, laporan, SOP, artikel, atau modul pembelajaran. Pengetahuan ini mudah dibagikan karena berbentuk data yang terstruktur atau tertulis. ([Lihat sumber Disini - mmsi.binus.ac.id])

Mekanisme Umum Knowledge Sharing

Proses knowledge sharing dalam organisasi melibatkan beberapa mekanisme penting berikut:

Tahapan Utama dalam Mekanisme Knowledge Sharing

  1. Knowledge Donating, Individu menyumbangkan pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain.

  2. Knowledge Collecting, Individu menerima pengetahuan dan kemudian memproses atau menerapkannya.

  3. Knowledge Integration, Pengetahuan yang sudah dibagi kemudian diintegrasikan ke dalam tugas dan proses kerja sehingga menghasilkan praktik baru.

Mekanisme ini membantu organisasi tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga memperkaya basis pengetahuan kolektif secara berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id])


Faktor yang Mempengaruhi Knowledge Sharing

Berbagi pengetahuan tidak terjadi secara otomatis, ada faktor-faktor utama yang menentukan keberhasilan kegiatan ini, di antaranya:

1. Budaya Organisasi

Organisasi yang mendukung kolaborasi, saling menghargai, dan keterbukaan memiliki peluang lebih besar menciptakan aktivitas knowledge sharing yang efektif, karena anggota merasa aman berbicara dan berbagi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])

2. Kepemimpinan dan Dukungan Manajemen

Manajer dan pimpinan perlu menciptakan kebijakan dan insentif yang mendukung staf untuk berbagi pengetahuan tanpa merasa dirugikan atau terancam. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])

3. Teknologi

Platform digital seperti portal intranet, perangkat kolaborasi berbasis web maupun sistem penyimpanan pengetahuan sangat penting untuk mempercepat aliran pengetahuan dan akses informasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

4. Kepercayaan Antar Individu

Kepercayaan antar anggota tim menjadi kunci agar individu merasa nyaman donating pengetahuan, karena rasa takut dihakimi atau disalahgunakan akan menghambat proses berbagi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])

5. Komunikasi yang Efektif

Sarana komunikasi yang jelas dan efisien mendukung penyampaian pengetahuan secara tepat dan mudah dipahami oleh pihak lain. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])

6. Komitmen Individu

Motivasi intrinsik individu untuk berbagi pengalaman dan keterampilan juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan knowledge sharing. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id])


Knowledge Sharing dan Kolaborasi Tim

Knowledge sharing memperkuat kolaborasi tim dengan cara:

  • Meningkatkan saling pemahaman antar anggota tim tentang tujuan bersama.

  • Mengurangi duplikasi kerja karena pengetahuan sudah terdokumentasi dan dibagi.

  • Mempercepat pengambilan keputusan karena informasi relevan tersedia untuk semua anggota.

  • Memperkuat inovasi karena tim saling bertukar ide dan pengalaman. ([Lihat sumber Disini - journal.uta45jakarta.ac.id])

Kolaborasi tim yang kuat akan secara otomatis mendorong keterlibatan peserta dalam berbagi pengetahuan, menciptakan loop positif antara sharing dan kolaborasi. ([Lihat sumber Disini - journal.uta45jakarta.ac.id])


Knowledge Sharing dan Kinerja Tim

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing memiliki dampak positif terhadap kinerja tim. Studi empiris menemukan bahwa:

Secara keseluruhan, knowledge sharing adalah variabel signifikan yang memengaruhi efektivitas tim. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Peran Teknologi dalam Knowledge Sharing

Teknologi menjadi katalis dalam knowledge sharing, khususnya di era digital. Beberapa peran teknologi antara lain:

  • Platform Kolaborasi, alat seperti wiki, portal intranet, forum diskusi mempermudah akses dan pertukaran pengetahuan.

  • Sistem Manajemen Pengetahuan, teknologi ini menyimpan pengetahuan secara terstruktur dan memudahkan pencarian serta pembelajaran.

  • Alat Komunikasi Real-Time, video conference, chat tim, dan aplikasi kolaborasi instan mempercepat pertukaran pengetahuan antar anggota tim yang terpisah lokasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Dengan teknologi, proses knowledge sharing dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan terukur, sehingga mendukung produktivitas kerja serta inovasi organisasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Kesimpulan

Knowledge sharing atau berbagi pengetahuan adalah proses penting dan dinamis dalam konteks organisasi modern yang tidak hanya mencakup pertukaran informasi, tetapi juga pembelajaran dan kolaborasi yang memperkuat kinerja tim. Definisi para ahli menunjukkan bahwa knowledge sharing merupakan interaksi social yang strategis untuk mendukung pencapaian tujuan bersama. Berbagai mekanisme, dari komunikasi interpersonal hingga teknologi informasi, memfasilitasi proses ini. Faktor seperti budaya organisasi, dukungan manajemen, dan kepercayaan individu terbukti menentukan efektivitas kegiatan berbagi pengetahuan. Penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing berkorelasi erat dengan peningkatan kolaborasi tim, efektivitas kerja, serta kinerja tim secara keseluruhan. Teknologi memiliki peran penting dalam mempercepat dan mengoptimalkan proses ini. Oleh karena itu, organisasi yang ingin unggul dalam aspek produktivitas, inovasi, dan kerja tim harus menjadikan knowledge sharing sebagai salah satu prioritas strategi manajemen mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Knowledge sharing adalah proses berbagi pengetahuan, informasi, pengalaman, dan keahlian antar individu atau kelompok dalam organisasi untuk meningkatkan pemahaman bersama, efektivitas kerja, dan pencapaian tujuan organisasi.

Knowledge sharing penting karena membantu organisasi meningkatkan kolaborasi tim, mempercepat pemecahan masalah, mendorong inovasi, mengurangi duplikasi kerja, serta meningkatkan kinerja individu dan tim secara keseluruhan.

Bentuk knowledge sharing meliputi tacit knowledge sharing seperti mentoring, diskusi informal, dan berbagi pengalaman, serta explicit knowledge sharing seperti dokumentasi, laporan, modul pelatihan, dan sistem manajemen pengetahuan berbasis teknologi.

Keberhasilan knowledge sharing dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepercayaan antar individu, dukungan kepemimpinan, ketersediaan teknologi, komunikasi yang efektif, serta komitmen dan motivasi individu dalam berbagi pengetahuan.

Knowledge sharing berhubungan positif dengan kinerja tim karena memungkinkan anggota tim saling melengkapi pengetahuan, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mempercepat penyelesaian tugas, dan memperkuat kolaborasi dalam mencapai target bersama.

Teknologi berperan sebagai fasilitator knowledge sharing melalui platform kolaborasi, sistem manajemen pengetahuan, intranet, forum diskusi, dan alat komunikasi digital yang memungkinkan pertukaran pengetahuan berlangsung lebih cepat, efisien, dan terdokumentasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Data Sharing: Etika dan Implementasinya Data Sharing: Etika dan Implementasinya Manajemen Pengetahuan: Konsep, Pengelolaan Informasi, dan Keunggulan Manajemen Pengetahuan: Konsep, Pengelolaan Informasi, dan Keunggulan Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Web Forum Akademik Kampus Sistem Web Forum Akademik Kampus Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Apoteker Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Apoteker Analisis Jalur Mediasi dan Moderasi Analisis Jalur Mediasi dan Moderasi SPK Penilaian Kinerja Karyawan SPK Penilaian Kinerja Karyawan Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Sistem Web Portofolio Mahasiswa Sistem Web Portofolio Mahasiswa Benchmarking: Definisi, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Benchmarking: Definisi, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Teknik Analisis Variabel Kompleks dalam Riset Teknik Analisis Variabel Kompleks dalam Riset Kinerja Tim Kerja: Konsep, Kolaborasi Tim, dan Pencapaian Target Kinerja Tim Kerja: Konsep, Kolaborasi Tim, dan Pencapaian Target DevOps dalam Pengembangan Sistem Modern DevOps dalam Pengembangan Sistem Modern Kompetensi Karyawan: Konsep, Keterampilan Kerja, dan Kinerja Individu Kompetensi Karyawan: Konsep, Keterampilan Kerja, dan Kinerja Individu
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…