Terakhir diperbarui: 17 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 17 February). Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna. SumberAjar. Retrieved 17 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kualitas-perangkat-lunak-konsep-atribut-kualitas-dan-kepuasan-pengguna  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna - SumberAjar.com

Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna

Pendahuluan

Kualitas perangkat lunak merupakan aspek fundamental dalam dunia teknologi informasi yang menentukan tingkat keberhasilan suatu sistem dalam memenuhi kebutuhan penggunanya. Di era digital saat ini, perangkat lunak tidak hanya menjadi alat bantu operasional, tetapi juga inti dari proses bisnis, layanan publik, pendidikan, dan interaksi sosial digital. Ketika kualitas perangkat lunak rendah, dampaknya tidak hanya terbatas pada fungsi sistem, tetapi juga menurunkan tingkat efisiensi kerja, memunculkan kesalahan pemrosesan, serta menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan pengguna. Dalam konteks ini, pemahaman mendalam mengenai apa itu kualitas perangkat lunak, model dan atribut yang digunakan dalam menilainya, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas, teknik pengukuran yang berlaku, serta hubungan antara kualitas dengan kepuasan pengguna menjadi sangat krusial. Dengan landasan teori yang kuat dan bukti empiris, artikel ini akan merinci keseluruhan konsep tersebut sehingga pembaca memiliki pemahaman ilmiah yang lengkap dan aplikatif tentang kualitas perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])


Definisi Kualitas Perangkat Lunak

Definisi Kualitas Perangkat Lunak Secara Umum

Secara umum, kualitas perangkat lunak mengacu pada derajat atau tingkat kesesuaian produk perangkat lunak dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna serta standar teknis yang telah ditetapkan. Konsep ini mencakup kemampuan perangkat lunak untuk beroperasi tanpa kesalahan, menyediakan fungsi yang akurat dan stabil, serta memberikan pengalaman yang efektif dan efisien kepada pengguna akhir. Kualitas perangkat lunak bukan hanya mencerminkan kinerja akhir dari produk itu sendiri, tetapi juga mencerminkan kualitas proses pengembangannya, termasuk cara pengujian, dokumentasi, dan praktik pengembangan yang efektif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])

Definisi Kualitas Perangkat Lunak dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kualitas berarti “tingkat baik buruknya sesuatu; kadar; derajat atau taraf mutu sesuatu” dan perangkat lunak adalah “perangkat program, prosedur, dan dokumen yang berkaitan dengan suatu sistem, misalnya sistem komputer.” Jika digabungkan, kualitas perangkat lunak dapat dipahami sebagai derajat atau taraf mutu dari perangkat lunak yang menunjukkan sejauh mana perangkat lunak tersebut memenuhi kebutuhan penggunaan secara efektif dan efisien. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Kualitas Perangkat Lunak Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah merumuskan definisi kualitas perangkat lunak dari berbagai perspektif:

  1. Pressman dan Maxim menyatakan bahwa kualitas perangkat lunak mencakup kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional serta ekspektasi pengguna secara konsisten sepanjang siklus hidup produk perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])

  2. Dalam kajian ISO/IEC 9126, kualitas perangkat lunak didefinisikan sebagai sifat perangkat lunak yang mencerminkan karakteristik penting seperti fungsionalitas, keandalan, kegunaan, efisiensi, portabilitas, dan pemeliharaan yang memengaruhi kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan lingkungan operasinya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Definisi lain menyatakan bahwa kualitas perangkat lunak adalah kesesuaian antara produk perangkat lunak dengan kebutuhan fungsional dan kebutuhan performansi yang telah terdefinisi secara jelas serta harapan pengguna. ([Lihat sumber Disini - journal.yp3a.org])

  4. Selain itu, penelitian empiris juga menekankan bahwa kualitas perangkat lunak merupakan kombinasi antara atribut teknis dan pengalaman subjektif pengguna terhadap produk perangkat lunak tersebut, seperti aspek usability atau kemudahan penggunaan. ([Lihat sumber Disini - ajst.shomokh.edu.ly])


Model dan Atribut Kualitas Perangkat Lunak

Model kualitas perangkat lunak memberikan kerangka formal untuk mengevaluasi atribut-atribut produk perangkat lunak. Model ini membantu tim rekayasa perangkat lunak untuk menilai kualitas sistem secara komprehensif dan objektif.

Model ISO/IEC 9126 dan ISO/IEC 25010

Salah satu model yang paling banyak digunakan adalah standar ISO/IEC 9126, yang kemudian diperbarui menjadi ISO/IEC 25010 dalam rangka memperluas kerangka evaluasi kualitas. Model ini menyusun kualitas perangkat lunak ke dalam karakteristik utama dan sub-karakteristik, yang mencakup antara lain:

  1. Fungsionalitas (Functionality), Menilai sejauh mana perangkat lunak memberikan fungsi yang sesuai kebutuhan pengguna. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Keandalan (Reliability), Kemampuan perangkat lunak mempertahankan tingkat performa dalam kondisi tertentu tanpa terjadi kegagalan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Kegunaan (Usability), Sejauh mana perangkat lunak dapat dipahami, dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Efisiensi (Efficiency), Mengukur performa perangkat lunak terhadap jumlah sumber daya yang digunakan dalam kondisi tertentu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  5. Pemeliharaan (Maintainability), Kemudahan dalam melakukan perubahan dan perbaikan terhadap perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  6. Portabilitas (Portability), Kemampuan perangkat lunak untuk dioperasikan pada berbagai lingkungan sistem yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Model lain seperti FURPS (Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability) juga menyediakan kerangka untuk menilai atribut kualitas perangkat lunak dari sisi fungsional dan non-fungsional. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Perangkat Lunak

Kualitas perangkat lunak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari proses pengembangan, tim pengembang, serta kebutuhan dan ekspektasi pengguna. Faktor-faktor utama tersebut meliputi:

  1. Proses Pengembangan Perangkat Lunak, Metodologi yang digunakan (misalnya Agile, Waterfall) serta praktik rekayasa perangkat lunak yang kuat dapat meningkatkan kualitas produk akhir. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])

  2. Standar dan Pedoman Teknis, Penggunaan standar internasional seperti ISO/IEC 9126/25010 dan praktik Software Quality Assurance (SQA) membantu menjaga konsistensi kualitas. ([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])

  3. Pengujian yang Komprehensif, Pengujian fungsional dan non-fungsional secara tepat membantu menemukan dan memperbaiki cacat sebelum produksi, meningkatkan stabilitas produk. ([Lihat sumber Disini - repository.unja.ac.id])

  4. Pengalaman dan Keterampilan Tim Teknologi, Kemampuan tim pengembang dalam merancang, mengimplementasikan, dan memelihara perangkat lunak secara profesional memengaruhi kualitas keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])

  5. Umpan Balik Pengguna dan Perbaikan Berkelanjutan, Respons terhadap umpan balik pengguna dan perbaikan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi kualitas terhadap kebutuhan end-user. ([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])


Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak

Pengukuran kualitas perangkat lunak bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang seberapa baik perangkat lunak memenuhi standar dan kebutuhan pengguna. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan metrik teknis dan evaluasi pengalaman pengguna.

Metrik Teknis dan Kuantitatif

Pengukuran teknis mencakup metrik yang berhubungan dengan struktur dan performa perangkat lunak seperti kompleksitas kode, reliabilitas, waktu respon, dan stabilitas. Metrik ini memberikan nilai numerik yang membantu dalam analisis kualitas teknis sistem. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Pengukuran Berbasis Pengguna

Selain metrik teknis, pengukuran kualitas juga bisa dilakukan melalui survei kepuasan pengguna yang menilai aspek subjektif seperti user experience, kemudahan penggunaan, dan persepsi pengguna terhadap kinerja sistem. Pendekatan ini membantu menjembatani gap antara indikator teknis dan persepsi aktual pengguna. ([Lihat sumber Disini - ajst.shomokh.edu.ly])


Hubungan Kualitas Perangkat Lunak dengan Kepuasan Pengguna

Kualitas perangkat lunak dan kepuasan pengguna memiliki hubungan yang sangat erat. Perangkat lunak dengan kualitas tinggi tidak hanya memberikan fungsi yang tepat dan stabil, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang menyenangkan, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat kepuasan pengguna. Penelitian menunjukkan bahwa aspek usability, efisiensi respon, dan keandalan sistem adalah prediktor kuat terhadap kepuasan pengguna yang dirasakan. ([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])


Dampak Kualitas Perangkat Lunak terhadap Keberhasilan Sistem

Kualitas perangkat lunak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan sistem secara keseluruhan. Sistem dengan kualitas tinggi berpotensi meningkatkan produktivitas organisasi, memberikan nilai tambah strategis, menurunkan biaya pemeliharaan, serta membangun reputasi positif terhadap produk atau layanan yang disediakan. Sebaliknya, sistem dengan kualitas buruk dapat menimbulkan kegagalan sistem, biaya penanganan bug yang tinggi, serta dampak negatif terhadap bisnis atau operasi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Kualitas perangkat lunak merupakan elemen kunci dalam pengembangan sistem digital yang efektif dan efisien. Definisi kualitas perangkat lunak mencakup kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan teknis dan harapan pengguna. Model kualitas seperti ISO/IEC 9126/25010 menyediakan kerangka yang komprehensif untuk mengevaluasi atribut kualitas secara sistematis. Berbagai faktor mulai dari proses pengembangan, standar teknis hingga pengalaman pengguna memainkan peran penting dalam menentukan kualitas perangkat lunak. Pengukuran kualitas dapat dilakukan melalui metrik teknis maupun penilaian pengalaman pengguna. Hubungan antara kualitas perangkat lunak dan kepuasan pengguna sangat erat, karena kualitas tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi pula, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan sistem secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kualitas perangkat lunak adalah tingkat kemampuan suatu perangkat lunak dalam memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional pengguna, beroperasi secara andal, mudah digunakan, efisien, serta sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.

Kualitas perangkat lunak penting karena berpengaruh langsung terhadap kepuasan pengguna, efisiensi kerja, keberhasilan sistem, serta biaya pemeliharaan. Perangkat lunak berkualitas rendah dapat menyebabkan kesalahan sistem dan menurunkan kepercayaan pengguna.

Atribut kualitas perangkat lunak meliputi fungsionalitas, keandalan, kegunaan (usability), efisiensi, pemeliharaan (maintainability), dan portabilitas sebagaimana dijelaskan dalam standar ISO/IEC 9126 dan ISO/IEC 25010.

Kualitas perangkat lunak dapat diukur menggunakan metrik teknis seperti performa, reliabilitas, dan kompleksitas kode, serta melalui evaluasi berbasis pengguna seperti survei kepuasan, usability testing, dan pengalaman pengguna.

Semakin tinggi kualitas perangkat lunak, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna. Perangkat lunak yang stabil, mudah digunakan, dan responsif cenderung memberikan pengalaman positif dan meningkatkan kepercayaan pengguna.

Kualitas perangkat lunak berdampak langsung pada keberhasilan sistem, baik dari sisi operasional maupun strategis. Sistem berkualitas tinggi meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya perbaikan, serta mendukung pencapaian tujuan organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah ERD (Entity Relationship Diagram) ERD (Entity Relationship Diagram) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi Normalisasi Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Normalisasi Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Class Diagram: Konsep dan Aplikasi Class Diagram: Konsep dan Aplikasi Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Integrasi Sistem dengan IoT Integrasi Sistem dengan IoT White Box Testing: Ciri dan Contoh White Box Testing: Ciri dan Contoh Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Software Requirement Specification (SRS) Software Requirement Specification (SRS) Manajemen Konfigurasi Sistem Manajemen Konfigurasi Sistem Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…