
Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna
Pendahuluan
Kualitas perangkat lunak merupakan aspek fundamental dalam dunia teknologi informasi yang menentukan tingkat keberhasilan suatu sistem dalam memenuhi kebutuhan penggunanya. Di era digital saat ini, perangkat lunak tidak hanya menjadi alat bantu operasional, tetapi juga inti dari proses bisnis, layanan publik, pendidikan, dan interaksi sosial digital. Ketika kualitas perangkat lunak rendah, dampaknya tidak hanya terbatas pada fungsi sistem, tetapi juga menurunkan tingkat efisiensi kerja, memunculkan kesalahan pemrosesan, serta menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan pengguna. Dalam konteks ini, pemahaman mendalam mengenai apa itu kualitas perangkat lunak, model dan atribut yang digunakan dalam menilainya, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas, teknik pengukuran yang berlaku, serta hubungan antara kualitas dengan kepuasan pengguna menjadi sangat krusial. Dengan landasan teori yang kuat dan bukti empiris, artikel ini akan merinci keseluruhan konsep tersebut sehingga pembaca memiliki pemahaman ilmiah yang lengkap dan aplikatif tentang kualitas perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])
Definisi Kualitas Perangkat Lunak
Definisi Kualitas Perangkat Lunak Secara Umum
Secara umum, kualitas perangkat lunak mengacu pada derajat atau tingkat kesesuaian produk perangkat lunak dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna serta standar teknis yang telah ditetapkan. Konsep ini mencakup kemampuan perangkat lunak untuk beroperasi tanpa kesalahan, menyediakan fungsi yang akurat dan stabil, serta memberikan pengalaman yang efektif dan efisien kepada pengguna akhir. Kualitas perangkat lunak bukan hanya mencerminkan kinerja akhir dari produk itu sendiri, tetapi juga mencerminkan kualitas proses pengembangannya, termasuk cara pengujian, dokumentasi, dan praktik pengembangan yang efektif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])
Definisi Kualitas Perangkat Lunak dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kualitas berarti “tingkat baik buruknya sesuatu; kadar; derajat atau taraf mutu sesuatu” dan perangkat lunak adalah “perangkat program, prosedur, dan dokumen yang berkaitan dengan suatu sistem, misalnya sistem komputer.” Jika digabungkan, kualitas perangkat lunak dapat dipahami sebagai derajat atau taraf mutu dari perangkat lunak yang menunjukkan sejauh mana perangkat lunak tersebut memenuhi kebutuhan penggunaan secara efektif dan efisien. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])
Definisi Kualitas Perangkat Lunak Menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah merumuskan definisi kualitas perangkat lunak dari berbagai perspektif:
-
Pressman dan Maxim menyatakan bahwa kualitas perangkat lunak mencakup kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional serta ekspektasi pengguna secara konsisten sepanjang siklus hidup produk perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])
-
Dalam kajian ISO/IEC 9126, kualitas perangkat lunak didefinisikan sebagai sifat perangkat lunak yang mencerminkan karakteristik penting seperti fungsionalitas, keandalan, kegunaan, efisiensi, portabilitas, dan pemeliharaan yang memengaruhi kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan lingkungan operasinya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Definisi lain menyatakan bahwa kualitas perangkat lunak adalah kesesuaian antara produk perangkat lunak dengan kebutuhan fungsional dan kebutuhan performansi yang telah terdefinisi secara jelas serta harapan pengguna. ([Lihat sumber Disini - journal.yp3a.org])
-
Selain itu, penelitian empiris juga menekankan bahwa kualitas perangkat lunak merupakan kombinasi antara atribut teknis dan pengalaman subjektif pengguna terhadap produk perangkat lunak tersebut, seperti aspek usability atau kemudahan penggunaan. ([Lihat sumber Disini - ajst.shomokh.edu.ly])
Model dan Atribut Kualitas Perangkat Lunak
Model kualitas perangkat lunak memberikan kerangka formal untuk mengevaluasi atribut-atribut produk perangkat lunak. Model ini membantu tim rekayasa perangkat lunak untuk menilai kualitas sistem secara komprehensif dan objektif.
Model ISO/IEC 9126 dan ISO/IEC 25010
Salah satu model yang paling banyak digunakan adalah standar ISO/IEC 9126, yang kemudian diperbarui menjadi ISO/IEC 25010 dalam rangka memperluas kerangka evaluasi kualitas. Model ini menyusun kualitas perangkat lunak ke dalam karakteristik utama dan sub-karakteristik, yang mencakup antara lain:
-
Fungsionalitas (Functionality), Menilai sejauh mana perangkat lunak memberikan fungsi yang sesuai kebutuhan pengguna. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Keandalan (Reliability), Kemampuan perangkat lunak mempertahankan tingkat performa dalam kondisi tertentu tanpa terjadi kegagalan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Kegunaan (Usability), Sejauh mana perangkat lunak dapat dipahami, dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Efisiensi (Efficiency), Mengukur performa perangkat lunak terhadap jumlah sumber daya yang digunakan dalam kondisi tertentu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Pemeliharaan (Maintainability), Kemudahan dalam melakukan perubahan dan perbaikan terhadap perangkat lunak. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Portabilitas (Portability), Kemampuan perangkat lunak untuk dioperasikan pada berbagai lingkungan sistem yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Model lain seperti FURPS (Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability) juga menyediakan kerangka untuk menilai atribut kualitas perangkat lunak dari sisi fungsional dan non-fungsional. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Perangkat Lunak
Kualitas perangkat lunak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari proses pengembangan, tim pengembang, serta kebutuhan dan ekspektasi pengguna. Faktor-faktor utama tersebut meliputi:
-
Proses Pengembangan Perangkat Lunak, Metodologi yang digunakan (misalnya Agile, Waterfall) serta praktik rekayasa perangkat lunak yang kuat dapat meningkatkan kualitas produk akhir. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])
-
Standar dan Pedoman Teknis, Penggunaan standar internasional seperti ISO/IEC 9126/25010 dan praktik Software Quality Assurance (SQA) membantu menjaga konsistensi kualitas. ([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])
-
Pengujian yang Komprehensif, Pengujian fungsional dan non-fungsional secara tepat membantu menemukan dan memperbaiki cacat sebelum produksi, meningkatkan stabilitas produk. ([Lihat sumber Disini - repository.unja.ac.id])
-
Pengalaman dan Keterampilan Tim Teknologi, Kemampuan tim pengembang dalam merancang, mengimplementasikan, dan memelihara perangkat lunak secara profesional memengaruhi kualitas keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id])
-
Umpan Balik Pengguna dan Perbaikan Berkelanjutan, Respons terhadap umpan balik pengguna dan perbaikan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi kualitas terhadap kebutuhan end-user. ([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])
Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak
Pengukuran kualitas perangkat lunak bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang seberapa baik perangkat lunak memenuhi standar dan kebutuhan pengguna. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan metrik teknis dan evaluasi pengalaman pengguna.
Metrik Teknis dan Kuantitatif
Pengukuran teknis mencakup metrik yang berhubungan dengan struktur dan performa perangkat lunak seperti kompleksitas kode, reliabilitas, waktu respon, dan stabilitas. Metrik ini memberikan nilai numerik yang membantu dalam analisis kualitas teknis sistem. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Pengukuran Berbasis Pengguna
Selain metrik teknis, pengukuran kualitas juga bisa dilakukan melalui survei kepuasan pengguna yang menilai aspek subjektif seperti user experience, kemudahan penggunaan, dan persepsi pengguna terhadap kinerja sistem. Pendekatan ini membantu menjembatani gap antara indikator teknis dan persepsi aktual pengguna. ([Lihat sumber Disini - ajst.shomokh.edu.ly])
Hubungan Kualitas Perangkat Lunak dengan Kepuasan Pengguna
Kualitas perangkat lunak dan kepuasan pengguna memiliki hubungan yang sangat erat. Perangkat lunak dengan kualitas tinggi tidak hanya memberikan fungsi yang tepat dan stabil, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang menyenangkan, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat kepuasan pengguna. Penelitian menunjukkan bahwa aspek usability, efisiensi respon, dan keandalan sistem adalah prediktor kuat terhadap kepuasan pengguna yang dirasakan. ([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])
Dampak Kualitas Perangkat Lunak terhadap Keberhasilan Sistem
Kualitas perangkat lunak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan sistem secara keseluruhan. Sistem dengan kualitas tinggi berpotensi meningkatkan produktivitas organisasi, memberikan nilai tambah strategis, menurunkan biaya pemeliharaan, serta membangun reputasi positif terhadap produk atau layanan yang disediakan. Sebaliknya, sistem dengan kualitas buruk dapat menimbulkan kegagalan sistem, biaya penanganan bug yang tinggi, serta dampak negatif terhadap bisnis atau operasi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Kesimpulan
Kualitas perangkat lunak merupakan elemen kunci dalam pengembangan sistem digital yang efektif dan efisien. Definisi kualitas perangkat lunak mencakup kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan teknis dan harapan pengguna. Model kualitas seperti ISO/IEC 9126/25010 menyediakan kerangka yang komprehensif untuk mengevaluasi atribut kualitas secara sistematis. Berbagai faktor mulai dari proses pengembangan, standar teknis hingga pengalaman pengguna memainkan peran penting dalam menentukan kualitas perangkat lunak. Pengukuran kualitas dapat dilakukan melalui metrik teknis maupun penilaian pengalaman pengguna. Hubungan antara kualitas perangkat lunak dan kepuasan pengguna sangat erat, karena kualitas tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi pula, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan sistem secara keseluruhan.